THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 310


__ADS_3

EMERSION


Kemunculan


Selamat membaca....


Di sebuah gedung pencakar langit sebuah Perusahaan Multi Nasional


“Wah, wah!!! Sedang meeting rupanya, ya?”


Ah pria pembuat keributan alias Daddy R yang tadi berada di lobi, masuk tanpa permisi ke sebuah ruangan yang tadinya tertutup rapat yang berada di lantai dua puluh gedung tersebut.


“Apa – apaan ini?!” Pria yang ditegur oleh Daddy R nampak menggumam dengan wajahnya yang nampak masam.


“ARMIN!!!!”


Pria yang berwajah masam, yang diketahui bernama Danang Arsyad itu langsung memanggil asistennya yang


memang sudah bangkit untuk mendekati Daddy R dengan tergesa dan sudah berdiri di tengah meja yang membentuk huruf ‘U’.


“KAMU! BAGAIMANA KAMU BISA MASUK KESINI?!”


Asisten Danang yang sudah mendekati Daddy R itu menghardik dan mengarahkan telunjuknya dengan garang pada Daddy R.


“Menjemput atasanmu”


Datar saja Daddy R menjawab dengan senyumnya yang menawan, namun begitu menyebalkan dimata Danang dan asistennya.


“Siapa ini?!”


Salah seorang anggota rapat bertanya sambil berdiri dari duduknya.


“Kau tak pantas bertanya padaku”


“Wah kurang ajar sekali mulutmu!” Satu orang menimpali lagi.


“Memang”


Santuy aja Daddy R sih.


BRAAAK!


Danang berdiri sambil menggebrak mejanya.


“BAWA DIA KELUAR! EDO DAN ANAK BUAHNYA APA KERJANYA, HAH?!”


“Iya Pak, akan saya segera panggil mereka!”


“Para petugas keamananmu yang tadi menghalangiku maksudmu?”


“Pak!” Asisten Danang yang bernama Danang itu berbisik di telinga Bosnya yang kemudian nampak geram.


“APA MAKSUDNYA GA ADA?!” Ucap Danang bernada sangat kesal sembari melotot.


“Biar kami yang usir Pak! Berani – berani sekali dia!”


“Ya sudah cepat! Tunggu apalagi?!”


“Jangan berani kalian menyentuhku”


Ah, Daddy R.


Makin santuy saja dia.


Bahkan dia menyalakan rokoknya sambil berdiri dengan santainya.


“Jika tidak ingin diangkut, dihabisi dan kubuang mayat kalian di antah berantah”


Daddy R melanjutkan ucapannya setelah sukses menyalakan rokok lalu mengepulkan sedikit asap dari mulutnya.


“BRENGSEK!!!”


“SOK JAGOAN!!”


“Memang” Sahut Daddy R dengan santainya. “Naga! Jangankan Anaconda.... T-Rex pun bisa hangus terbakar dari api yang dihembuskan naga dari mulutnya”


Sementara itu yang merasa dirinya anaconda sedang menguping di luar ruangan kemudian terkekeh.


‘Bener juga sih. Naga. Punya kuasa. Hanya bermodalkan sayap, langit bisa seolah tertutup olehnya. Bisa menyemburkan api dari mulutnya dan tanah bisa hangus seketika tanpa harus berkeringat’


Anaconda membatin dengan filosofi pribadinya. Penggambaran atas seorang Reno Aditama Smith, selain satu naga lagi yang bernama Andrew Eager Adjieran Smith.


Dua naga berwujud manusia itu nyalinya jangan ditanya.


Dengan tangan mereka, harta dan kuasa sudahlah mereka punya. Makin besar pula sekarang.


Sepadan, dengan kemampuan, kerja keras dan perjuangan. Hingga sebutan “Naga Hitam” itu tersemat didiri Daddy R dan Poppa.


Naga, makhluk khayalan mungkin. Namun setiap hal yang berhubungan dengan makhluk dongeng tersebut selalunya terlihat hebat. Bahkan di film Sanchi, sisik naga bisa menjadi senjata.


Ibarat raja, Daddy R dan Poppa posisinya. Hanya, tahta mereka transparan. Sengaja tak dimunculkan permukaan.


Merendah untuk meroket bukan?.


Hanya disaat – saat tertentu saja, mereka akan tunjukkan apa yang sangat bisa mereka lakukan. Tanpa harus cape – cape dan berkeringat.


Seperti saat ini mungkin?.


Harta yang tak terhitung banyaknya Daddy R dan seluruh keluarganya punya. Jadi ....


Kuasa mengikuti, hanya tinggal menjentik kan jari saja. Yah, dengan kemampuan yang ada tentunya.


Tapi kemampuan itu sudah menjatuhkan semua orang yang pernah mencari gara – gara pada dua naga hitam yang pamornya di sebuah benua mengalahkan pamor para selebritis.


Bahkan sebelum mereka sehebat sekarang.


Jadi saat ini Daddy R mau pamer.


Daddy R : Sekali sekali Kakak Ganteng pamer ya, Emaknya Queen?


Emaknya Queen : Biangnya Sultan mah bebaaaass....


Sekedar menunjukkan ada langit diatas langit pada orang – orang yang merasa dirinya sangat hebat.


Terutama pada seseorang yang kantornya sedang Daddy R datangi sekarang. Beserta mereka yang berdiri bersama orang tersebut.

__ADS_1


Yang Daddy R yakini, kalau orang – orang yang berada dalam ruangan dan sepertinya sedang meeting ini, sama


kotornya dengan pria yang bernama Danang Arsyad itu.


Meski Daddy R juga tidak merasa dirinya bersih dan suci.


****


“BRENGSEK!!!”


“SOK JAGOAN!!”


“Memang” Sahut Daddy R dengan santainya. “Naga! Jangankan Anaconda.... T-Rex pun bisa hangus terbakar dari api yang dihembuskan naga dari mulutnya”


“CEPET KALIAN BAWA KELUAR ORANG GILA INI!”


“Gila ......”


Daddy R terkekeh sinis.


“Setidaknya aku tidak munafik dan bejat macam kau”


Daddy R memandang penuh arti pada Danang, namun pandangannya terasa menusuk.


“Keluar sekarang Bung!” Seorang pria tegap berambut klimis sudah datang lebih mendekat pada Daddy R, diikuti dua orang lainnya.


“MIN! EDO GIMANA?!”


“Masih sulit dihubungi Pak! Ini ruangan mereka pun tidak diangkat telponnya. Resepsionis juga ga diangkat!”


“Kan sudah kubilang, tim keamananmu sudah ku angkut, ku habisi dan kubuang mayatnya” Timpal Daddy R.  “Mungkin sebentar lagi giliranmu, Danang Arsyad”


“WOY! JAGA BICARA MU!” Salah seseorang berteriak.


“APA KAU TAHU DENGAN SIAPA KAU BERHADAPAN, HAH?!”


Daddy R hanya tersungging miring sambil terus menghisap rokoknya dan mengepulkan asapnya ke udara dalam


ruangan yang sedang ia masuki.


Seseorang didekatnya merampas rokok yang berada di tangan Daddy R dengan kasar. Lalu meraih juga kerah kemeja Daddy R dengan kasar dan mencengkeramnya.


Bug!


“Sudah kubilang jangan menyentuhku”


Daddy R langsung melepaskan tinjunya pada orang yang tadi mencengkram kerah kemejanya. Membuat beberapa


orang lainnya yang tadi masih duduk kini berdiri serentak setelah terkesiap.


“BRENGSEK!.....”


Orang yang ditinju Daddy R itu mengumpat sambil memegang rahangnya lalu mengeluarkan sebuah senjata api


yang terselip di sepatunya.


“Habis kau!”


“Enyahkan saja orang sok jago ini sekarang!”


senjata api.


“SUDAH CEPAT BAWA DAN HABISI!” Perintah Danang.


“Kau dengar itu? Hari ini adalah hari terakhirmu hidup di dunia!”


Seseorang yang menodongkan pistol di kepala Daddy R itu hendak menarik pelatuk pada pistolnya.


“LAKUKAN DI TEMPAT LAIN! AKU TIDAK MAU RUANG RAPAT PRIBADIKU MENJADI KOTOR DENGAN DARAH ORANG BRENGSEK INI!”


Namun Danang dan mereka yang bersamanya di ruang meeting tersebut sontak sama – sama terheran – heran setelah Daddy R bukannya memohon untuk diampuni, namun dia malah tergelak.


“Sebaiknya kau patuh dan  ikut saja denganku Danang Arsyad, nanti malah tanganku yang menjadi kotor dengan darahmu”


Wajah Danang semakin masam, berikut bertambah geram memandang sangat tajam pada Daddy R.


“Karena mereka yang sudah menjadi korban kebiadabanmu dan teman – temanmu sepertinya menginginkan


darahmu. Jadi ikut baik – baik denganku, mungkin aku akan mempertimbangkan untuk tidak menghabisimu”


Danang mengerutkan dahinya mendengar ucapan Daddy R barusan.


“Dia ga waras kayaknya!” Celetuk salah seorang.


“SUDAH CEPAT BAWA DAN ENYAHKAN DIA!” Perintah Danang dengan keras lagi dan yang berada dekat dengan


Daddy R mengangguk.


“Ada apa ini?”


Lingga masuk, tepat saat beberapa orang hendak menyentuh Daddy R.


Membuat Danang berikut semua orang yang ada dalam ruangan tersebut sontak membulatkan matanya.


“P-ak Lingga???!!”


Danang nampak sangat kaget melihat keberadaan Lingga di kantornya. Begitupun orang – orang yang bersamanya


itu


“Ke-napa tidak ada pemberitahuan sebelumnya anda mau datang kesini?”


Suara Danang kini benar – benar merendah sembari mengayunkan kaki untuk mendekati Lingga.


“Sepertinya kalian sedang ‘sibuk’” Ucap Lingga sambil melirik senjata yang masih ter todong ke arah kepala Daddy R.


“Kami hanya hendak memberi pelajaran pada pembuat onar” Ucap Danang. “Mari Pak Lingga, kita ke lounge


pribadiku, biar laki – laki pembuat onar yang kurang ajar ini diurus oleh orang – orangku”


Dia meneruskan ucapannya pada Lingga sembari tubuhnya mempersilahkan Lingga untuk berjalan lebih dulu untuk keluar dari ruangan tersebut.


“Urus dia Yo!”


“Jangan berani – berani”

__ADS_1


Lingga dengan sangat cepat merebut senjata api dari tangan orang yang menodongkan nya kearah kepala Daddy


R, dan mendorong keras salah seorang yang hendak menyentuh Daddy R.


Semua orang terkesiap, termasuk Danang yang terheran – heran melihat sikap Lingga saat ini.


Seolah Lingga, sedang membela si pembuat onar.


Tapi tidak mungkin, orang yang bahkan tidak pernah Danang lihat di perkumpulan para orang besar di negeri ini bisa mendapat perlindungan seorang Lingga Aditya.


“P-pak Lingga...”


“Dia ini pembuat onar Pak!”


DORR!


Satu tembakan dilepaskan Lingga dari pistol yang tadi ia rampas pada orang yang bicara barusan.


“Argghh” Orang yang kakinya ditembak Lingga itu langsung saja ambruk sembari mengaduh.


Sekaligus membuat Danang dan semua orang yang berada disitu terkaget – kaget atas tindakan Lingga.


“Lancang!” Pekik Lingga, disaat yang bersamaan suara hentakan kaki berat terdengar dari luar ruangan.


Disaat yang bersamaan, orang – orang yang menggunakan pakaian serba hitam seperti Lingga sudah berhamburan masuk ke ruang meeting pribadi Danang.


“Ada apa ini sebenarnya Pak Lingga??”


Danang bertanya pada Lingga dengan keheranan yang kian jelas di wajahnya.


Lingga langsung menatapnya. “Aku kan sudah bilang kalau aku ingin menjemputmu”


Daddy R menyela, dan ia sudah membalikkan tubuhnya ke arah Lingga dan Danang yang berada tak jauh dari pintu ruangan.


“Dan dia yang menemaniku” Sambung Daddy R, sambil menunjuk Lingga dengan gerakan kepalanya.


“Apa-apa maksudnya ...? Pak Lingga kenal dengan orang ini?!” Tanya Danang keheranan.


“Sangat!”


“Baiklah begini, saya tidak tahu sejauh dan sedekat apa hubungan anda dengannya, Pak Lingga. Yang jelas saya tidak mengenalnya. Dan saya rasa untuk itu saya tidak ada urusan dengannya, ataupun anda, jika ini berkenaan soal urusan pribadi”


Danang memasang badannya dengan tegak dihadapan Lingga dan melirik sinis pada Daddy R sambil mencerocos.


“Saya tidak mengenalnya. Dan saya tidak paham atas dasar apa dia berani menjemput saya. Saya tahu posisi anda


Pak Lingga, tapi anda juga tahu dengan siapa kamu berhadapan sekarang”


“Kenal Anoushka?”


“A-apa? ..”


“Germo sekaligus Bos perdagangan manusia di Rusia”


Nampak jelas keterkejutan Danang setelah Daddy R menyebutkan sebuah nama, berikut penjelasan identitasnya.


Dan nampak mulai salah tingkah yang dengan sekuat tenaga Danang tutupi dihadapan Daddy R dan Lingga yang


menatapnya tajam kini.


“Kau mengenalnya bukan? Anoushka” Ucap Daddy R lagi. “Pasti kenal!” Sambung Daddy R. “Kalian kan rekanan?!.. Dalam perdagangan manusia termasuk menculik gadis - gadis untuk kalian pekerjakan sebagai pekerja se*s komersial. Dan aku yakin, kantormu ini pun berasal dari sana uangnya”


“Saya tidak tahu maksudmu!” Sanggah Danang. “Lebih baik kau pergi dari sini dan jangan memfitnah ku! Aku tidak


akan segan menghancurkanmu!”


Danang menunjuk wajah Daddy R dengan geramnya.


“Kau mengancamnya?”


Lingga bertanya sambil menggerakkan kepalanya pada Danang.


“Ya! Dia berani mengganggu saya. Dan apa tadi?. Mencoba memfitnah saya?! Heh! Berani sekali!”


Danang berkata dan bersikap pongah dihadapan Daddy R dan Lingga.


“Dan anda Pak Lingga! Jika anda disini atas laporannya yang tidak mendasar, lebih baik anda juga tinggalkan kantor saya ini dengan segera ..”


“.........”


“Tetapi jika anda disini untuk mendukungnya diluar tugas anda yang sesungguhnya, saya bisa melaporkan anda untuk penyalah gunaan kekuasaan! Saya mengenal seseorang dalam otoritas anda yang bisa mencopot anda sekalipun membubarkan pasukan anda ini!”


“Ada ancaman lain?”


“Anda menantang saya Pak Lingga?”


“Ya”


“Baik. Anda yang meminta”


Lalu Danang berbicara pada asistennya yang kemudian nampak sedang menghubungi seseorang.


“Kenapa?. Orang yang kau maksud sudah tidak ada ‘ditempatnya' ?’”


“Koalisi apa ini?! Kalian dikirim seseorang untuk mencoba mengusik saya?!”


“Ya. Seseorang mengirimku” Sahut Daddy R.


“Siapa?!”


Danang nampak menantang.


“Malaikat maut”


****


To be continue ...


Eh iya, gimana cover baru The Smith's yang dikasih sama Entun?.


Cocok ga cocok yarin dah yak, namanya udah dikasih emak terima aja.


Semoga kalian juga syuka


Loph Loph

__ADS_1


__ADS_2