THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 312


__ADS_3

PERLAWANAN


Selamat membaca......


 


 


Di atas sebuah yacht.....


“Loncat sekarang Vi!”


“Kamu Drea? ...”


“Jangan pikirkan aku, selamatkan diri kamu dulu!”


“......”


“Bisa kan?”


“Bisa”


“Loncat sekarang!”


Byurrr!...


Kevia yang menceburkan dirinya ke air, meski ia sedikit menyimpan ragu dalam hatinya saat Andrea menyuruhnya untuk melompat kedalam air yang sepertinya cukup dalam itu.


Via memang bisa berenang, tapi selalunya hanya didalam kolam renang dan itupun meski dalam, namun dasarnya masih kelihatan.


Saat Andrea bertanya perihal apa dirinya bisa berenang atau tidak ya dengan cepat memang Via iyakan, sebelum


menyadari keberadaan dirinya dan Andrea saat ini.


Namun saat Andrea membawanya untuk bergerak sampai ke bagian luar yacht sambil menyandera wanita jahat yang bernama Dilara itu barulah Kevia menyadari keberadaannya saat ini.


Ragu, juga takut Kevia sebenarnya.


Tapi demi melepaskan diri dari jeratan orang – orang jahat yang mengelilinginya dan Andrea, Via pun membulatkan tekad dan mengumpulkan keberaniannya untuk loncat ke dalam air di bawahnya.


Toh Andrea sudah sekuat tenaga untuk membuat mereka berdua setidaknya dapat bergerak lebih leluasa dengan segenap keberanian dan kekuatannya yang cukup membuat Kevia kagum pada gadis yang bisa dibilang berstatus sebagai adik iparnya itu.


Respon Andrea begitu cepat saat di dalam kamar yang ada di yacht itu tadi. Baik pemikiran maupun gerakannya.


Andrea benar – benar bernyali besar menurut Kevia, selain nekat. Dan tenaga Andrea juga cukup besar nampaknya.


Mengingat Andrea melemparkan sebuah asbak besar tepat ke kepala salah satu anak buahnya Dilara dengan


tenaganya, dan tepatnya bidikan. Dan dengan secepat kilat Andrea sudah membuat Dilara dalam cengkramannya.


Dan sekarang, setelah Andrea menyuruhnya loncat kedalam air untuk yang kedua kalinya, Kevia tak berpikir lama lagi untuk menceburkan dirinya.


Tadinya Via berpikir kalau Andrea akan meloncat bersama dirinya, tapi nyatanya tidak.


Andrea seperti punya pemikirannya sendiri yang tak bisa Via baca. Namun terbaca dari raut dan tiap ucapannya, semua yang Andrea lakukan dan apa yang Andrea minta Via untuk lakukan itu penuh prediksi.


Apapun itu, Via berpikir dan bertindak cepat sekarang. Meski Via sangat mengkhawatirkan keselamatan Andrea


yang sendirian di atas yacht sekarang setelah ia menceburkan dirinya, Via merasa kalau ia harus berusaha berenang untuk sampai ke tepian dan mencari bantuan.


Via benar – benar berharap kalau Andrea tidak akan lama menyusulnya.


Seandainya saja dia punya kekuatan seperti Andrea yang nampak mampu bela diri, pasti dia akan meminta Andrea untuk melumpuhkan orang – orang di yacht tadi bersamanya, baru kemudian kembali ke tepian Marina.


Setidaknya Via berharap ia mampu berenang dengan cepat sampai ke tepian dan mendapatkan bantuan, karena


sungguh ia tak sampai membayangkan bagaimana perlawanan Andrea pada Dilara dan orang – orangnya yang jauh lebih banyak dari dirinya dan Drea, terlebih lagi mereka bersenjata.


**


“JANGAN COBA – COBA KEJAR DIA ATAU GUE TUSUKKAN KACA INI KE MATANYA!!!”


Andrea mengeluarkan lagi ancamannya dengan keras pada orang – orang Dilara, sambil mengarahkan pecahan


kaca dalam genggamannya yang memang dekat sekali dengan mata Dilara dan sukses membuat wanita itu ketakutan sambil memejamkan matanya.


Selain itu, Dilara yang masih dalam cekalan Andrea itu terdengar mendesis kesakitan akibat luka goresan yang Andrea torehkan di pipinya, juga kepalanya yang Dilara rasa sakit karena sempat dibenturkan oleh Andrea ke dinding kapal.


**


‘Ya Tuhan, bantu aku sampai ke tepian dengan selamat ...’ Kevia yang sudah berenang dalam perairan sekitar


Marina itu berdoa dalam hatinya sambil berusaha berenang dengan cepat, meskipun sedikit kurang leluasa karena pakaiannya.


Marina masih terlihat cukup jelas dari atas yacht tadi, tapi ternyata setelah berada dalam perairan jaraknya Via rasa cukup jauh juga. Yacht milik Dilara itu juga lajunya lumayan cepat ternyata.


‘Lo bisa Via...’


Via menyemangati dirinya dalam hati, karena mulai merasa lelah.


Via merasakan kaki dan tangannya sudah mulai lemas. Tepian Marina itu seolah jauh sekali untuk digapai.


Ingin rasanya Via berhenti sebentar, lalu menoleh ke belakang untuk memastikan apakah Andrea sudah bebas

__ADS_1


dari yachtnya Dilara?.


Namun Via tak memungkiri, ia punya ketakutannya sendiri berada di dalam air seperti itu. Yang meskipun bukan


lautan luas, tapi dasarnya tak terlihat.


‘Ayo Vi, dikit lagi!..’


Namun ....


‘Oh Tuhan...’ 


Via merasakan kaki dan tangannya mulai kram serta nafasnya sudah mencapai batas dada. Rasanya Via hampir tak sanggup melanjutkan, dan dayungan tangannya mulai melemah.


*‘Jo ....’***


‘Sepertinya Via sudah dalam posisi aman’


Andrea membatin setelah mengira – ngira sudah sampai mana Kevia setelah menceburkan dirinya tadi. Andrea sengaja menyuruh Kevia terjun duluan karena prediksi Andrea, Mereka kemungkinan besar bisa saja ditembaki jika menceburkan diri bersama.


Andrea melirik sisi kirinya.


Ada tangga kecil yang terhubung antara kapal untuk ke dasar yang menyentuh air.


Andrea bergerak hati – hati, karena ia tahu tempat itu pastinya licin.


JLEB!


BRUGG!!


Andrea dengan cepat mendorong tubuh Dilara setelah lebih dulu menusukkan pecahan kaca yang ia pegang di pundak Dilara.


“AAAKKHH!!”


Dilara memekik kesakitan dan Andrea bersiap terjun dari kapal.


“PEREMPUAN JA**NG!!!!... TANGKAP DIA!”


Dilara berteriak garang dengan kegeraman nya pada Andrea yang sudah sampai ubun – ubun.


“Sial!” Andrea mengumpat saat ia terpeleset kala ia bergerak cepat untuk menuruni tangga kecil yang tadi


diliriknya. Namun untungnya tak sampai jatuh.


Tapi sayang, satu orang Dilara itu begitu cepat mencengkram Andrea yang sempat terhuyung, hingga Andrea gagal melompat dari yacht pribadi Dilara yang masih melaju itu.


“MAU KEMANA KAMU SEKARANG HAH?! ANAK INGUSAN BERANI MENANTANGKU????!!!!!” Dilara berbicara dengan kencangnya dengan wajah yang begitu geram namun kemudian ia terkekeh sinis. "DASAR GADIS SIALAN!!! BRENGSEK!!!!"


Kemudian Dilara terdengar berteriak dan suaranya melengking bak orang frustasi sambil memegangi pipinya yang digores pecahan kaca dari meja kaca yang berada dalam kamar di yacht pribadinya


“AKAN KUPASTIKAN KAMU MENYESAL DENGAN PERBUATANMU PADAKU PEREMPUAN JA**NG!!”


“LO YANG ******!!”


Suara Andrea tak kalah lantang dengan Dilara.


“IKAT! DAN BAWA DIA KEDALAM!!”


Dilara menurunkan perintah pada anak buahnya, dan salah seorang lagi bergerak dengan tali ditangannya.


“Heh!” Andrea mendengkus sinis dan..


DUAK!!


Saat anak buah Dilara yang memegang tali itu mendekat Andrea menyambutnya dengan tendangan super kencang


diperut pria tersebut yang langsung terdorong keras ke salah satu dinding yacht.


“ARGH!!!!..”


Anak buah Dilara yang hendak mengikat Andrea itu langsung mengaduh kesakitan setelah mendapat tendangan keras dari Andrea.


Lalu terpental hingga kepalanya membentur sebuah besi, hingga akhirnya ambruk dan tak lama rembesan darah terlihat menyebar dari bawah orang tersebut.


‘Innalillahi. Meninggal itu dia?! ...’ Batin Andrea yang melirik pada pria yang dia tendang tadi hingga ambruk nampak mengenaskan dihadapannya.


Disaat yang sama, Andrea sudah dengan cepat memutar tangannya yang di cengkram oleh anak buah Dilara yang berdiri di belakangnya itu. Mengabaikan pria yang ia tendang yang mungkin sudah tidak bernyawa akibat ketidak sengajaan dan ketidak beruntungan pria tersebut.


Hingga cengkraman pria yang tidak begitu besar tubuhnya itu terlepas dan kedua tangan Andrea yang bebas itu


langsung juga dengan cepat mencengkram bagian kanan tubuh pria tersebut sambil mengerahkan seluruh tenaganya.


Dan..


BRUGG!!


Andrea membantingnya dengan keras ke lantai yacht di depannya.


Pria itu pun langsung mengaduh, dan dua orang lagi hendak menangkap Andrea yang kini sudah memiringkan tubuhnya karena hendak disergap  dari sisi kiri dan kanannya.


Sementara Dilara dan Lais memandang tak percaya atas apa yang barusan dilakukan oleh gadis yang cantiknya


bukan main, namun tenaganya juga tidak bisa diremehkan ternyata.

__ADS_1


Andrea sedikit bersandar pada reling yacht di belakangnya, karena ia belum berhasil sampai di tangga kecil yang lantai di bawahnya bersinggungan dengan air.


‘Kalau gue hadapi yang sebelah kiri dulu pasti gue langsung disergap! Begitupun sebaliknya!’ Andrea membatin sembari mata dan tubuhnya waspada.


Bagian yacht tempatnya sekarang sedikit sempit membuatnya kurang leluasa bergerak.


“CEPAT TANGKAP TUNGGU APALAGI???!!!!! DASAR TOLOL MENGURUS SATU GADIS AJA GA BECUS!!!!!” Kini Lais yang berteriak seperti orang kesetanan.


Lais sudah berada di dekat Dilara yang sudah ia bawa ke sisi lain yacht tersebut. Tanpa lagi menunggu, anak buah Dilara itu pun bergerak cepat untuk menyergap Andrea dari dua arah.


Namun sayang usaha mereka tak berhasil.


Karena didetik yang sama, si jago Martial Arts itu sudah membalikkan tubuhnya sekaligus memposisikan kedua


tangannya dengan mencengkram kuat reling kayu pada yacht tempatnya tadi bersandar agar tidak terhuyung – huyung akibat goncangan air.


Dan dengan tanpa susah Andrea mengangkat tubuhnya sembari menahan beban dengan kedua tangannya yang


berada di reling dengan merentangkan kedua kakinya secara bersamaan ke arah dua anak buah Dilara tersebut.


Andrea menendang kedua anak buah Dilara itu dengan tendangan split tepat dibatang tenggorokan dan tendangan


satunya sampai ke wajah anak buah Dilara dengan sangat keras. Sukses membuat kedua orang itu tidak hanya terhuyung namun juga terjungkal ke belakang.


Dilara dan Lais sontak melongo dan mendelik tak percaya dengan aksi gadis yang nampak luarnya seperti


para gadis yang biasanya, yang hampir semua pernah mereka culik, tangkap dan curangi tidak pernah ada yang seperti gadis yang satu ini.


Meskipun beberapa ada yang pernah coba melawan bahkan kabur, namun tidak sampai ada yang sanggup


merobohkan orang – orangnya.


Tapi gadis bernama Andrea ini, sudah merobohkan empat orang plus satu saat di dalam kamar yang ada di yacht pribadi milik Dilara tersebut.


Padahal imut sekali wajahnya.


‘Empat sudah..... eh lima. Tiga lagi’


Andrea mengingat ingat ada berapa orang dalam yacht tersebut termasuk Dilara dan Lais.


“Ayo Bu, lebih baik kita naik speed boat lebih dulu untuk mencapai pulau. Luka Ibu juga perlu diobati!”


Lais yang melihat situasinya kian ricuh di yacht milik Bosnya itu akibat perlawanan gadis yang bernama Andrea, mencoba mengamankan Dilara.


“Dia tidak akan lolos Bu!. Itu!”


Lais menunjuk satu speed boat dan satu yacht yang lebih kecil menuju ke tempat mereka sekarang yang ia yakini adalah anak buah mereka setelah, si pengemudi yacht itu berbicara di radio dalam yacht.


“Dia tidak akan sanggup melawan lagi!”


Dilara menurut pada Lais dan langsung mengangguk sambil memegangi pipi dan kepalanya. Lalu ia dibawa Lais


untuk naik ke sebuah speed boat yang tidak terlalu besar yang menempel disisi yacht.


“AKU MAU DIA HIDUP – HIDUP!!!”


Dilara berteriak lagi sebelum ia naik ke atas speed boat yang akan dikemudikan Lais. Hingga akhirnya ia bersama Lais pergi dengan speed boat yang kaitannya pada yacht sudah dilepaskan oleh Lais sebelumnya.


“Aku bersumpah akan menyiksa jang kecil itu!!!” Rutuk Dilara disaat ia sudah melaju diatas speed boat yang


dikemudikan Lais sambil memandang geram pada Andrea yang sudah kembali memposisikan dirinya dalam keadaan sigap nan waspada.



‘Haish!’


Andrea menggerutu dalam hati, kala matanya menangkap dua speed boat yang datang menyusul bersamaan


dengan kepergian Dilara dan Lais yang memisahkan diri.


‘Sudah sampai sini kalau gue terjun ke air kemungkinan fifty – fifty’


Andrea membatin lagi, setelah melirik kalau posisi yacht sudah cukup jauh dari tepian.


‘Tak ada pilihan! Di atas lebih leluasa untuk berkelahi kalau mereka mengepung gue lagi!. Setelah itu gue rebut kemudi!’


Syutt!!!!


Andrea yang sudah tahu bagian – bagian yacht itu kemudian menggunakan kemampuan parkournya untuk naik


ke bagian atas yacht dengan lincahnya bak tupai yang sedang loncat diatas pohon.


'God please help .... ( Tuhan tolong aku ... )'


**


To be continue....


Oh reader emak yang kece – kece, emak Cuma mo bilang ...


Jangan cemberut karena ....


Di gantungin lagi nih yee...

__ADS_1


Wkwkwkwkwkwk


__ADS_2