THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 87


__ADS_3

🕑 HARI YANG MELELAHKAN 🕑 Part Two ( Bagian 2 )


Selamat membaca ...


*******


Flashback


Amersham Station, Buckinghamsire, England


“FANIA WATCHOUUUT! ( FANIA AWAAS! ).”


Patrick berteriak dengan kencang saat ia dan Martin sudah juga masuk ke area dalam stasiun dan melihat


Fania yang sedang berlari diantara rel tanpa sadar ada kereta yang juga sedang melaju dari satu arah. Fania mendengar teriakan teriakan Patrick.


Suara pekikan ngeri dari orang – orang yang berada di stasiun juga terdengar. “Fania...” Walker yang sudah


berhasil meringkus Levi, serta Martin dan Patrick terpaku ditempat mereka saat kereta melintas dan Fania belum diketahui nasibnya.


Fania langsung menyadari ada kereta yang sedang melaju dari arah kanannya.


BRUGH!


“Argh!.”


Fania sedikit merintih dan berguling sebentar karena perutnya menghantam peron karena melompat cepat, tepat sebelum kereta semakin dekat padanya.


“Nyaris..” Fania menghembuskan nafasnya sedikit lega. “Sialan! Cardigan Prada gue. Mana baru dibeliin si Donald Bebek lagi ini!.”


Fania menggerutu sendiri sambil bangkit saat menyadari Cardigan yang ia pakai sedikit robek.


“Tyana ... lo udah nipu gue, bawa kabur duit gue, dan gara - gara lo nih rusak Cardigan gue. Prada kan ini!.” Fania menggeram kesal sambil berlari. “Awas lo ya!.”


Walker, Martin dan Patrick nampak menghela nafas lega saat melihat Fania yang sedang berlari setelah kereta melintas.


“You guys hold him. I go after Fania and that woman! ( Kalian pegangi dia! Gue akan mengejar Fania dan wanita itu! ).”


Walker yang sedang memegangi pria bernama Levi dengan kuat itu berseru pada Martin dan Patrick yang kemudian mengangguk dan langsung memegangi Levi setelah mendapatkan tali untuk mengikat tangan pria itu dan memegangi lehernya.


Walker pun langsung bergegas berlari menuju arah peron tempat Fania tadi.


BRUK!


Fania mendorong sekuat tenaga punggung wanita bernama Tyana itu saat jarak mereka sudah sangat dekat.


Tyana pun langsung tersungkur dan tas yang ia pegang yang diperkirakan Fania berisi uang di dalamnya pun terlepas dari tangannya. Namun Tyana berusaha bangkit dengan cepat tapi tangan Fania juga cepat mencekalnya hingga wanita itu sudah berhasil Fania duduki.


PLAK!


Fania menampar pipi Tyana sekali karena wanita itu meronta keras.


“Where the hell you think you are going, huh?! ( Mau kemana lo, hah?! ).”


Fania meremas kuat kerah baju wanita bernama Tyana itu.


DUK!


Tanpa Fania duga wanita itu menghantamkan kepalanya dengan kepala Fania, hingga membuat Fania oleng


seketika sambil memegangi dahinya.


Dan wanita bernama Tyana itu kemudian berlari lagi, namun Fania langsung bangkit dan mengejarnya lagi.

__ADS_1


“ARGH!.”


Tyana memekik saat Fania menarik rambutnya dan menghantamkan punggungnya ke tembok stasiun. Fania menghantamkan satu pukulan ke wajah wanita itu.


DUAK!


Wanita bernama Tyana itu menendang perut Fania dengan lututnya hingga tubuh Fania terdorong.


Namun Fania mengepalkan dua tinjunya dan dengan cepat memberikan pukulan ke arah wajah dan dada Tyana


hingga wanita itu terpojok lagi ke tembok stasiun.


Tyana mencekal leher Fania namun Fania memutar lehernya hingga ia bisa melepaskan lehernya dari cekalan


Tyana dan memegang lengan wanita itu kemudian membantingnya ke atas lantai keras stasiun.


Tyana berusaha bangkit tapi Fania tak membiarkannya. Ia dengan cepat menduduki Tyana dan memberikan dua


lagi pukulan keras ke wajah wanita itu hingga darah segar nampak mulai keluar dari hidungnya.


“MISS FANIA! ( NONA FANIA! ).”


‘Ben?.’


Fania hendak menghajar Tyana lagi untuk melampiaskan kekesalannya hingga suara Ben mengalihkan perhatian


Fania, dan Tyana menggeser keras tubuh Fania dari atasnya.


Wanita bernama Tyana itu hendak kabur, namun Walker yang juga sudah muncul langsung meringkusnya. “Are


you okay, Miss? ( Apa anda tidak apa – apa, Nona? ).”


Ben pun langsung membantu memegangi tubuh Fania.


yang sudah dipegangi dengan kuat oleh Walker.


“We’ve got Levi also ( Kita juga sudah mendapatkan Levi ).”


Walker membawa Tyana yang mencoba meronta sambil mencekal leher wanita itu dan menggeret nya menuju tempat dimana Martin dan Patrick menahan rekan Tyana yang bernama Levi.


"Such ungreatful person! ( Benar - benar tidak tahu diri! )." Ucap Walker pada wanita bernama Tyana itu.


***


Martin dan Patrick sedang berbicara dengan petugas polisi yang sudah datang ke Amersham saat Fania, Ben


serta Walker yang memegangi Tyana datang ketempat mereka.


Walker langsung menyerahkan Tyana pada seorang petugas polisi yang lainnya dan petugas itu langsung


memborgol Tyana dan membawanya masuk ke mobil patroli.


Martin dan Patrick memperhatikan wajah Tyana yang lumayan babak belur dan ada sedikit robek dibibirnya. Sementara Fania memberikan keterangan pada seorang petugas dengan ditemani Ben.


“She did that to her? ( Apa dia yang melakukannya? ).”


Martin bertanya pada Walker perihal keadaan Tyana yang lumayan kacau dan lumayan babak belur itu, dengan sedikit tersenyum ngeri.


“Yap!.”


Walker mengiyakan sambil mesam – mesem. Martin dan Patrick geleng – geleng kemudian ikut mesam – mesem


juga.

__ADS_1


“Andrew Smith’s wife! ( Istrinya Andrew Smith ).”


Tiga pria itu terkekeh bersama lalu menyambangi Fania dan Ben setelah Tyana dimasukkan kedalam mobil polisi.


***


“Are you sure that you are okay, Miss? ( Apa anda yakin kalau baik – baik saja, Nona? ).”


Ben bertanya setelah petugas selesai mengambil keterangan dari Fania, karena pria itu sedikit khawatir melihat Fania sedikit meringis sambil memegangi perut bagian kanannya.


“Ya I’m okay, Ben ( Iya, aku ga apa – apa, Ben ).”


Fania menarik nafas dan menghembuskannya pelan.


“Do you injured? ( Apa lo terluka? ).”


Walker juga bertanya karena merasa khawatir. Fania menggeleng.


“Nahh, just a little bit pang because she kicked me once ( Engga, Cuma sedikit nyeri karena tadi ditendang dia sekali ). But I'm okay ( Tapi gue ga apa - apa ).”


“Let’s go to Hospital ( Ayo kita ke Rumah Sakit ).”


“No need. I can compress it later ( Ga perlu. Nanti bisa gue kompres ).” Ucap Fania.


Kelima orang itu kemudian berjalan menuju parkiran.


“Let’s go to Mansion the, Miss ( Kalau begitu kita kembali ke Mansion, Nona ).” Ucap Ben.


“No, Ben. I want to go back to garage ( Engga, Ben. Aku mau kembali ke bengkel ).”


“He’s right Fania, better you go back home. Let us handle everything at garage and also at the customs ( Dia benar Fania, lebih baik lo pulang. Biar kami yang mengurus segala sesuatu di bengkel dan bea cukai ).” Ucap Martin.


“No, it’s okay ( Ga apa – apa ).” Sahut Fania. “I want to clear up every illegal stuffs in our garage, then I can feel easeful ( Gue mau membersihkan bengkel kita dari barang – barang ilegal baru gue bisa merasa tenang ).”


“Okay. I’ll go to the Police station to make reports so they can state some papers which can explain that we’ve been cheated ( Baiklah. Gue akan ke kantor polisi untuk membuat laporan jadi mereka bisa mengeluarkan surat keterangan yang dapat menjelaskan kalau kita sudah ditipu ).”


“Ya, you can call Uncle Keenan if you find any difficulties about it ( Ya. Lo bisa hubungi Paman Keenan kalau ada kendala ).” Ucap Fania.


“Okay. Meet you at the Garage, then ( Oke. Ketemu di bengkel nanti kalau gitu ).”


“Okay.” Sahut Fania. “One of you could please bring my car?. I’ll go to Garage with Ben ( Salah satu kalian tolong bawa mobil gue?. Gue ikut Ben ).”


“Let me ( Biar gue yang bawa ).”


Walker mengambil kunci mobil Fania yang sudah ia sodorkan dan Fania kemudian menaiki mobil bersama dengan


Ben. Walker membawa mobil Fania, sementara Martin dan Patrick menaiki mobil yang tadi dinaiki oleh Walker dan Patrick untuk mengarah kembali ke Bengkel. Sementara Walker mampir dulu ke kantor polisi.


***


“So, how you get here, Ben? ( Jadi, gimana kamu bisa sampai disini, Ben? ).”


“I’m sorry Miss. I was followed your Taxi, because I’m a little bit worried since I thought you look nervous when you left from Smith Company ( Maaf Nona. Saya mengikuti taksi yang anda naiki, karena saya merasa sedikit khawatir pada anda yang terlihat gelisah saat meninggalkan Perusahaan ).” Ucap Ben sopan. “Forgive my impudence ( Maafkan kelancangan saya ).”


“No Ben, I supposed to thank you ( Tidak Ben, sudah seharusnya aku berterima kasih ).”


“No need to thank me, Miss ( Tidak perlu berterima kasih padaku, Nona ). Every safety of all Adjieran Smith family supposed to become my responsible ( Keselamatan setiap anggota Keluarga Adjieran Smith, sudah seharusnya menjadi tanggung jawab saya ).”


Fania tersenyum tulus. “Thank you.”


****


To be continue ...

__ADS_1


Dukung terus karya ini ya para reader emak yang blaem - blaem


__ADS_2