THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
BONUS CHAPTER


__ADS_3

Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye


👄👄👄👄👄👄👄👄👄👄👄👄👄👄👄👄👄👄👄👄👄👄👄👄👄👄👄


Selamat membaca ..


Keesokan harinya..


Mansion Utama Keluarga Adjieran Smith, London, Inggris ..


“Rery ..”


“Ya Pop?”


Rery sedang sarapan bersama mereka semua yang berada di Mansion Utama saat ini.


“Untuk kunjunganmu ke Chapel Down hari ini, berkumpul di sekolah atau ada titik kumpul lain? ...”


“Tetap berkumpul sekolah, Pop”


Poppa manggut-manggut kemudian setelah mendengar jawaban Rery.


“Kamu mau ikut sama Momma dan Poppa atau tetap mau dianter Gab aja kayak biasa? ...”


Momma kemudian bersuara. Sementara sisanya memperhatikan saja tiga orang yang sedang berbicara itu.


“Memang Momma sama Poppa mau kemana? ...”


“Momma-mu akan pergi ke Garage ‘n Cafe-nya, and I ( dan aku ) akan pergi ke Sheffield ...”


“Huumm ...”


“Kira-kira kamu berapa lama di Chapel Down Rery?”


“Dua atau tiga jam mungkin Mom” Jawab Rery pada Momma.


“Ada kegiatan lain di Sekolah setelah kembali dari Chapel Down?”


Rery langsung menggeleng, menanggapi pertanyaan Poppa. “Kenapa memang?”


“Tidak apa-apa...” Tukas Poppa.


Rery manggut-manggut saja. “Memang Poppa ada keperluan apa di Sheffield?”


“Menemani Papa Lucca yang ingin membuka kantor cabang disana, lalu membantu mengurusnya sementara dia dan Mama Fabi di Italia”


“Papa Lucca dan Mama Fabi mau ke Italia memangnya?”


“Hu’um. Siang ini mereka berangkat” Sahut Poppa.


‘Apa mereka benar-benar akan pindah ke Italia?’


Rery membatin.


“Apa... Ann ikut?...”


“Entah kalau soal itu, aku tidak menanyakan pada Papa Boogeyman-mu itu ... Tapi mungkin saja Ann ikut. Dia kan


meminta untuk bersekolah disana ... Jadi bisa saja Ann ikut untuk melihat-lihat sekolah yang sesuai dengan keinginannya...”


***


Didalam mobil yang ditumpangi Rery ..


“Tapi katanya Mama Fabi sih, ada kemungkinan besar, sesuai permintaan Ann, kalau Papa Lucca, Mama Fabi dan Ann, akan segera pindah ke Italia ...”


‘Cih! Kekanakkan sekali Ann itu! Masa bertengkar denganku seperti ini saja merajuk minta pindah ke Italy?!’


Itu suara batin Rery yang teringat ucapan Mommy Ara kala ia mengobrol dengan salah satu Mom dan Mommanya di dapur Mansion Utama keluarga mereka beberapa hari yang lalu.


‘Lagipula meminta maaf saja, apa susah sekali untuknya? .. Toh dirinya yang memang salah karena menyerang Maria hanya karena Maria dekat denganku. Berlebihan sekali. Sikap burukmu semakin besar semakin menjadi saja, Ann’


Rery geleng-geleng sembari menatap jalanan dari kursi penumpang belakang mobil yang Poppa kendarai dan Momma duduk disisi kanan Poppa.


“Oh iya Sayang...”


“Ya Mom? ..” Rery sontak menoleh kala sang Momma mengajaknya bicara.


“Mungkin aku dan Poppamu akan pulang larut, setelah dari Sheffield, Poppa akan menjemput Momma dan kami akan pergi Liverpool..”


“.........”


“Daddy R dan Mommy Peri juga sedang ada acara di Bath, lalu Gappa dan Gamma akan pergi ke Indo sore nanti.


Dan Oma  akan sepertinya akan ikut dengan Daddy R dan Mommy Peri. Jadi kemungkinan saat makan malam nanti kamu hanya dengan Val aja, ga apa-apa kan? ..” Ucap Momma.


“Iya Mom, tidak masalah ..” Tukas Rery.


“Tapi akan kami usahakan agar kembali sebelum larut malam”


“Iya Pop”


“Ya sudah”


“By the way Boy .. ( Ngomong-ngomong Nak ..)”


“Iya Pop?” Sahut Rery.

__ADS_1


“Kau tidak ingin menghubungi Ann?..”


“Dia yang memusuhiku duluan..” Tukas Rery.


“And you don’t want to try fix it? .. ( Dan kau tidak mau memperbaikinya? .. )” Sambung Poppa.


“Benar tuh kata Poppa..” Timpal Momma. “Emang kamu mau musuhan terus sama Ann?”


“Kan sudah aku bilang Mom, dia yang  memusuhiku duluan”


“Ya ga ada salahnya juga kalau kamu yang ajak baikan duluan kan?..”


“Nantilah aku pikirkan Momma..”


“For at least you call Ann. If she coming with Papa Lucca and Mama Fabi to Italy by today, you might not meet her


for some long time..”


( Setidaknya kau hubungilah Ann. Jika dia memang ikut dengan Papa Lucca dan Mama Fabi ke Italia hari ini. ada


kemungkinan kau tidak akan bertemu dengannya dalam waktu yang cukup lama.. )


Momma manggut-manggut mengiyakan ucapan Poppa.


“Memang kau tidak sedih jika berjauhan dengan Ann untuk waktu lama nanti?”


“Iya, nanti nangis lagi?” Ledek Momma yang menimpali ucapan Poppa. Sementara Rery mendengus geli kemudian


menanggapi ledekan kedua orang tuanya itu.


“Apa sih Mom.. Mom..” Gumam Rery sambil geleng-geleng.


**


Sekolah Rery dan Ann ...


“Ingat Boy, jangan kau mencoba minum wine disana”


Poppa memperingatkan Rery saat ia sudah membawa mobil yang dikendarainya sampai di sekolah Rery dan Ann.


“Iya Popp .. Guru-guru juga tidak akan mengijinkan kami untuk mencoba wine disana. Kami kan hanya melakukan


kunjungan untuk melihat bagaimana proses produksinya sampai menjadi suatu produk saja”


“Aku hanya mengingatkanmu Boy”


“Iya Popp.. Lagipula aku juga tidak mau mencobanya seandainya diperbolehkan juga”


“Baguslah jika begitu” Tukas Poppa.


Dan Rery kemudian mengkode agar Poppa memberikan tangannya untuk Rery cium dengan takdzim, begitu juga dengan Momma.


“Ya buat apa juga segala Momma dan Poppa ikut turun antar aku naik ke bis, begitu?” Sahut Rery. “Memang aku anak SD?..” Rery memonyongkan bibirnya menanggapi ucapan Poppa yang sedikit meledeknya, selepas Rery mengecup kedua pipi sang Momma.


“Oh jadi Rery-nya Momma sama Poppa udah merasa gede nih?”


“Ya iyalah!” Tukas Rery.


 “Berarti bisa dong bersikap lebih dewasa daripada Ann?.. Lagian Rery kan cowok?.. Yang Gentle dong!”


“Yah kena sindir Momma pagi-pagi deh!” Ledek Poppa yang kemudian terkekeh pada anak bungsunya dan Momma itu.


**


Rery sudah menyambangi teman-teman sekelasnya yang sudah berkumpul di parkiran sekolah dekat sebuah bis yang akan ditumpangi oleh Rery dan teman-teman sekelasnya itu.


Dan beberapa bis juga sudah terlihat berjejer rapih untuk mengangkut murid yang berasal dari kelas lain. Nampak


semua murid seangkatan Rery yang akan pergi untuk kunjungan ke sebuah perkebunan anggur yang merangkap pabrik produksi sebuah merek wine kenamaan.


Rery melayangkan pandangannya ke arah murid-murid yang merupakan teman sekelas Ann yang sudah mulai nampak berbaris rapih karena para guru sudah mulai mengabsen anak didiknya yang diminta untuk segera naik ke dalam bis setelah namanya disebut.


Sudah waktunya untuk berangkat bagi Rery dan para murid seangkatannya, berikut wali dari masing-masing kelas yang akan melakukan kunjungan ke sebuah perkebunan dan pabrik anggur di sebuah daerah bernama Kent yang ada di Inggris itu.


‘Jadi benar Ann tidak ikut ke Chapel Down hari ini? ..’ Batin Rery yang juga sudah berdiri berbaris dibelakang seorang temannya, sembari matanya tidak putus memperhatikan ke arah teman-teman sekelas Ann.


“Papa Lucca dan Mama Fabi mau ke Italia memangnya?”


“Hu’um. Siang ini mereka berangkat”


“Apa... Ann ikut?...”


“Entah kalau soal itu, aku tidak menanyakan pada Papa Boogeyman-mu itu ... Tapi mungkin saja Ann ikut. Dia kan meminta untuk bersekolah disana ... Jadi bisa saja Ann ikut untuk melihat-lihat sekolah yang sesuai dengan keinginannya...”


Rery sudah masuk ke dalam bis berikut seluruh teman sekelas, serta guru wali kelasnya juga yang sudah nampak


bercuap-cuap dan bis sudah terasa mulai bergerak. Hanya saja Rery tidak fokus pada sang wali kelas yang sedang menjelaskan segala hal mengenai peraturan saat di mereka sampai di perkebunan anggur yang mereka tuju nanti.


“For at least you call Ann. If she coming with Papa Lucca and Mama Fabi to Italy by today, you might not meet her for some long time..”


( Setidaknya kau hubungilah Ann. Jika dia memang ikut dengan Papa Lucca dan Mama Fabi ke Italia hari ini. ada kemungkinan kau tidak akan bertemu dengannya dalam waktu yang cukup lama.. )


“Memang kau tidak sedih jika berjauhan dengan Ann untuk waktu lama nanti?”


‘Dasar Ann kekanakkan!’ Rery merutuki Ann dalam hatinya. ‘Hanya bertengkar seperti ini saja sampai minta pindah sekolah ke Italia?!!! Cih!’


Rery sebal, tapi juga gusar.

__ADS_1


“STOP!”


**


Mansion Utama Keluarga Adjieran Smith, London, Inggris ..


“Ya ampun Vaall!! Kamu menyuruh aku datang dengan segera kesini, tapi kamu malah masih tidur!”


Ann yang baru saja sampai di Mansion Utama itu langsung saja masuk ke dalam kamar pribadi Valera selepas ia


berpapasan dengan Gappa dan Gamma di lantai bawah yang kebetulan hendak pergi untuk mengunjungi beberapa Yayasan.


Dan Valera yang selepas sarapan itu memang kembali lagi untuk bobo cantik akibat matanya yang masih terasa


berat karena begadang nonton drama semalaman itu, hanya sedikit menggeliat saat sayup-sayup ia mendengar suara Ann. “Kamu sudah sampai Ann..”


Valera hanya membuka matanya sedikit sembari tetap memeluk guling berbungkus sarung berwarna putih gading


berenda dengan posesif.


“Kalau kamu masih mau tidur, untuk apa suruh aku datang cepat-cepat?!”


“Ya sudah sini ikutan bobo..”


Syut!


Valera menarik Ann ke atas ranjangnya.


“Ish! Aku tidak mengantuk lah!”


“Ya sudah baring-baring aja dulu disini Ann” Ucap Val dengan suara rendah dengan matanya yang terpejam.


Ann memutar bola matanya malas.


Namun untuk sejenak akhirnya Ann ikut berbaring disisi Valera yang kembali memejamkan matanya.


**


‘Why don’t take four of them at a time? ( Kenapa tidak sekalian saja angkut ke empatnya? )’


‘As I said to you, I have another plan for the two ( Seperti yang aku katakan padamu, aku punya rencana lain


untuk dua lainnya )’


‘Okay’


‘Up to you Sweet Little Devil Boss! ( Terserah kau sajalah Bos Setan Kecil yang Manis )’


Ann mendengus geli saat sedang berkirim pesan dalam ponselnya itu.


“Bangun dong Val..”


Ann kemudian menggoncangkan pelan tubuh Valera selepas dia berkirim pesan di ponselnya dengan Ricci sehubungan permintaannya pada saudara Italianya itu kemarin, untuk sebuah bantuan bentuk pembalasan dendamnya pada empat gadis yang sudah merundung dan menganiayanya meski tidak terlalu serius luka yang Ann alami.


“Vaall!!”


“Iyaa Aann!!!”


“Bangun! Mandi sana biar tidak mengantuk!”


“Iyaa..”


“Bangun ga?! Kalau engga aku tinggal pergi nih ya?!”


“Hish!” Valera mendesis sebal.


“Daripada aku nemenin kamu tidur, lebih baik aku jalan-jalan sendiri mengitari London! Biar saja kamu sendirian


sampai mati kebosanan disini!”


“Iya aku bangun inii..” Valera pun bangkit dari posisinya meski nampak malas-malasan.


“Nah begitu!. Mandi sana, lalu kita pergi jalan-jalan”


“Heemm..”


‘Ssshh..’


Ann terdiam sejenak, meringis dalam hatinya, saat Valera sudah bangkit dari ranjang pribadinya itu.


“Eh Ann..” Panggil Valera saat sedang memakai slippernya.


“Hem?” Sahut Ann.


“Kamu sakit?”


“Tidak”


Ann menyahut cepat.


“Tapi sepertinya wajah kamu pucat Ann..”


**


🍹 BONUS CHAPTER 16 🍹


Ditunggu Bon-chap yang ke 17 ye

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak


Tararenkyu buat kalian yang masih setia dimari


__ADS_2