THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 306


__ADS_3

ON THE WAY


( Dalam Perjalanan )


 


 


Selamat membaca .........


****************************


Di sebuah lobi suatu gedung


“Selamat jalan, Pak Prima. Hati – hati di jalan”


Salah seorang pria berpakaian satpam menundukkan sedikit tubuhnya dengan hormat pada seorang pria paruh baya yang berpakaian cukup necis.


“Iya terima kasih” Sahut si pria necis yang bernama Prima. “Loh? mobil saya mana Had?”


Pria bernama Prima itu berbicara pada salah seorang yang berada dibelakangnya, kemungkinan adalah Bodyguardnya.


“Sebentar saya telpon Doko”


Pria yang dipanggil Had oleh Prima meraih ponselnya dan hendak menghubungi supir majikannya itu.


“Prima Gunawan?” Seorang pria berbadan cukup kekar, tegap dan tinggi besar keluar dari dalam mobil yang baru saja di hadapannya.


Prima menoleh namun tak langsung menjawab pertanyaan pria berparas tampan namun berekspresi datar yang


baru keluar dari mobil didepannya itu.


“Heii!”


Laki – laki yang disebut Had, itu menegur si pria yang baru turun dari mobil tersebut sambil menahan dengan tangannya, kala pria besar yang menggunakan topi supir seperti supir – supir keluarga kaya di luar negeri itu mencoba mendekati Bosnya.


“Doko ga bisa dihubungi Pak”


Sebentar Had beralih dan berbicara lagi pada Bosnya.


“Coba kamu hubungi lagi, saya ada jadwal penting kamu tau kan?!”


“Iya Pak, sebentar” Jawab Had pada Bosnya itu.


“Rul! Lu hubungi terus si Doko! Suruh kesini cepet – cepet! Kalo ga bisa juga lo susulin di ruang tunggu supir! Tidur kali dia!”


Had berbicara pada satu rekannya yang tadi sudah sigap juga.


“Anda siapa?! Ada keperluan apa?!”


Had bertanya dengan garang pada pria tamvan berbadan tinggi besar meski dia sendiri kalah tinggi dan kalah besar dari pria tampan tersebut.


“Aku ingin menjemput Prima Gunawan”


Pria tampan berbadan besar dengan otot yang cukup tercetak dibalik jas panjangnya itu kembali bersuara sembari menatap Prima.


“Anda kan, yang bernama Prima Gunawan?”


“Iya saya. Siapa yang menyuruh kamu?”


Prima bertanya sambil memperhatikan pria yang keluar dari mobil yang cukup terbilang mewah didekatnya.


Pria dengan ekspresi datar namun sorot matanya nampak tajam, dengan tinggi sekitar 1,85 meter dan tubuh yang bisa dikategorikan kekar dan sepertinya berkepala plontos yang tidak terlalu terlihat karena tertutup oleh topi yang ia pakai.


“Anoushka” Jawab pria dengan ciri – ciri diatas itu.


Prima mengernyitkan dahinya. “Madam Anoushka?”


“Ya”


Prima terdiam sejenak, memperhatikan lagi pria di depannya itu. Ia sedang menelisik penampilan pria yang katanya adalah utusan dari seseorang yang ia kenal.


Kemeja gelap dipadu dengan jas yang sedikit panjang menyerupai jubah namun tidak tebal, memang dirasa seperti penampilan dari orang – orang yang biasa berada di sekeliling seseorang yang tadi disebutkan namanya oleh pria didepannya ini.


“Kamu dikirim Madam Anoushka untuk menjemput saya?” Tanya Prima lagi.


“Ya”


“Oh ya?” Sahut Prima. "Tidak ada pemberitahuan apapun pada saya?. Bukankah dia mengundang saya untuk segera datang ke Rusia? Dan saya memang hendak ke Bandara"


“Kau bisa menghubunginya jika tidak percaya”


“Baik, saya akan menghubunginya dulu” Sahut Prima yang mengeluarkan ponsel dari saku kemejanya.


‘Kau hubungilah nomor si germo sialan itu!’ Pria berbadan tegap itu membatin.


Sementara Prima melakukan panggilan, Had yang merupakan orangnya memandang penuh selidik pada pria berbadan besar itu. “Bagaimana?”

__ADS_1


“Oke. Saya ikut kamu” Jawab Prima. “Ayo Had ..”


Prima mengajak orangnya ikut serta saat dia hendak memasuki mobil mewah yang menjemputnya. Namun segera dihalang oleh pria yang membawa mobil tersebut.


“Apa – apaan?!”


Had nampak tak senang.


“Hanya Prima Gunawan yang diperkenankan naik ke mobil ini, lainnya tidak”


“Ga bisa! Gue harus menemani Pak Prima kemanapun dia pergi!”


‘Haish! Dua keledai ini sudah membuang waktuku!’


“Dia orang kepercayaan saya. Dia ikut dengan kita”


“Tidak bisa” Sahut si pria berbadan tegap dengan cepat namun tetap suaranya yang berat itu terdengar datar. “Kau tahu bagaimana Anoushka bukan? Dia tidak akan senang jika kau tidak mengikuti keinginannya”


Prima nampak berpikir.


“Okelah” Ucap Prima kemudian. “Had, kamu sama Arul ikut dibelakang”


“Tapi Pak...”


“Udah jangan banyak omong. Rul ambil mobil yang tadi kamu bawa!”


“Iya Pak!”


“Pak, lebih baik saya ikut Bapak”


Had sedikit memaksa pada Bosnya itu.


“Sudah jangan membantah! Kamu tau tabiatnya si Anoushka itu kan?! Kita jangan melawan dia, nanti jika dia tersinggung bisa saja dia menyuruh orang menghabisiku!”


‘Cih! Gue yang akan menghabisi lo!’


Ada batin yang berkata geram.


“Apa bisa cepat?. Anda sudah membuang waktu saya”


“Hey! Jaga bicara lo! Lo tau Pak Prima ini siapa?!” Hardik Had pada si pria yang barusan berbicara.


‘Cih!’ 


Pria pembawa mobil mewah itu berdecih dalam hatinya.


“Yang ku perdulikan hanya tugasku. Dan kalian cukup membuang waktuku”


macam pada Anoushka saya yang repot”


‘Heh! Bahkan dia yang dibilang hebat di negeri ini pun tunduk pada seorang germo wanita!’


Prima nampaknya sedikit gentar pada pria yang ditugaskan untuk menjemputnya itu.


Wajah nampak datar biasa saja. Namun aura pria yang menjemputnya itu dirasa kalau sepertinya dia bukan pria biasa.


Tapi kemudian Prima memiliki pikiran karena pria yang menjemputnya adalah suruhan dari orang yang bernama


Anoushka, jadi rasanya wajar jika aura pria tersebut sedikit mengerikan.


Toh Anoushka terkenal memiliki bisnis gelap yang cukup besar dan punya banyak orang suruhan yang kurang lebih sama menyeramkannya dengan pria penjemputnya ini. Dan Anoushka juga terkenal cukup kejam di kalangannya.


Dan berhubung Prima memiliki kerjasama dengan Anoushka selama beberapa waktu dan itu sangat menguntungkan baginya, jadi bisa dikatakan Prima patuh pada Anoushka meski di negerinya ini dia dan keluarganya terkenal sebagai seorang Crazy Rich.


Tentunya sebagian besar harta yang ia punya didapat dari beberapa bisnis yang dia jalankan bersama orang yang bernama Anoushka itu, hingga ia bisa membangun kerajaannya di negara yang ia tinggali bersama keluarganya.


“Had!”


“Ya Pak?”


Had mendekat pada Prima yang kemudian berbicara dengan pelan padanya.


“Kamu hubungi Dilara dan tanyakan apa paketnya sudah siap, terutama dua paket special itu”


‘Paket.... Cih!’


Pria penjemput itu membatin lagi.


‘Akan kukirimkan paket berisi kepala setiap anggota keluargamu!’


“Ayo!”


Prima sudah masuk ke dalam mobil yang disediakan untuk menjemputnya dan ia duduk di kursi penumpang belakang.


Pria penjemput itupun juga masuk kedalam mobil dan kembali duduk dibelakang setir. Ia menyungging miring yang tak diperhatikan oleh Prima.


‘Hah! Mudah sekali membodohi keledai satu ini!. Bahkan Rery pun lebih pintar darinya!’****

__ADS_1


Waktu sebelumnya


“Bang..” Poppa menghubungi Putra sekaligus juga menantunya.


“Ya Pop?” Suara Abang Varen terdengar dari sebrang telpon.


“Kau yakin sanggup membereskan semua disana?”


“Lebih dari sanggup”


“Baiklah jika begitu, kau bawa Little Star dan Via kembali dengan selamat”


“Pasti Pop”


“Cecunguk – cecunguk wanita keparat itu habisi tanpa sisa. Wanita itu dan orang kepercayaannya kau sisakan


sebagai makanan penutup”


“Tak perlu kau ingatkan Pop”


“Baiklah, aku percaya padamu. Kita bertemu di Kediaman” Ucap Poppa sebelum memutuskan sambungan teleponnya dengan Abang.


“See you soon, Pop”


****


Back to present ( Kembali ke saat ini )


Mobil yang membawa Prima sudah melaju dengan kecepatan rata – rata.


“Hish! Topi ini membuat kepalaku gatal!” Pria yang mengemudikan mobil yang membawa Prima menggerutu sembari membuka topi yang ia pakai dan melempar sembarang kesampingnya.


Prima mendengar gerutu dari pria yang mengemudikan mobil yang sedang membawanya itu, sembari mengernyitkan dahinya. “Ngomong – ngomong, siapa nama kamu?. Kalau saya ingat – ingat, saya belum pernah melihat kamu saat beberapa kali saya bertemu Anoushka”


“Namaku? Andrew.... Andrew Eager Adjieran Smith”


Owgh, itu Poppa yang menyamar sebagai orang suruhan dari seseorang yang bernama Anoushka.


“Saya seperti pernah mendengar nama itu” Ucap Prima.


“Maka kau ingatlah baik – baik namaku, karena aku yang akan kau lihat terakhir kali”


“Apa maksud....”


“Check Point!” Poppa berbicara setelah dia memasang sebuah alat disalah satu telinganya.


“Kamu bilang apa?” Tanya Prima.


BRUUAAKKKK!!


Bersamaan dengan suara yang sangat kencang terdengar dibelakang mobil yang dikendarai Poppa dan Prima


spontan menoleh ke belakang, Poppa hanya melirik lewat spion.


Di belakang mobil mereka, ada sebuah mobil yang terhantam oleh truk dari arah yang berbeda dan sepertinya


terhantam dengan sangat keras, terdengar dari suara hantaman yang memang amat kencang itu.


Prima mendelik tajam, karena yang tertabrak oleh sebuah truk besar itu adalah mobil yang berisikan dua pengawal pribadinya.


Dan mobil yang berisikan dua pengawal pribadinya itu nampak terguling dan ringsek.


“Kubilang, kau ingatlah baik – baik namaku, karena aku, yang akan kau lihat terakhir kali!”


Poppa berkata dengan suara beratnya dan bernada dingin dengan menyeringai, sembari menekan lebih dalam pedal gas mobil dibawah kakinya.


“A-Apa katamu????!!!!! ....”


Prima membulatkan matanya dan spontan memekik, sekaligus panik juga karena mobil yang ditumpanginya melaju lebih kencang.


Seringai iblis nampak jelas di wajah Poppa sekarang. Prima yang sudah mulai terlihat ketakutan itu mencoba mengambil ponselnya.


CIIIITT!!!!


Poppa yang membawa mobil lebih cepat dari sebelumnya itu, kemudian mengerem mendadak sembari membanting setirnya setelah ia sampai disebuah jalanan yang cukup sepi yang merupakan rute dari segala perencanaan.


Ditambah jalanan tersebut memang sudah dibuat sedemikian rupa agar tidak ada kendaraan dan bahkan orang yang berada dijalanan tersebut.


BUGG!!


Prima yang tidak fokus itu dan duduk dibagian tengah kursi penumpang belakang langsung saja terjungkal sampai ke bagian tengah mobil di dekat rem tangan.


JEDAGGG!!


Tangan Poppa dengan cepat meraih kepala Prima dan tanpa ragu membenturkannya ke bagian tengah mobil disisi kanannya dengan memakai tenaga, hingga Pria paruh baya itu langsung tak sadarkan diri.


Ih, Poppa tega deh.

__ADS_1


****


To be continue ....


__ADS_2