
OMESH
💞💞💞💞
Selamat membaca ....
💞💞💞💞
“Euuuugh! ......”
Lenguhan panjang terdengar di kamar Varen dan Andrea.
Lenguhan dalam arti yang bersih bukan yang ngeres. Piktor tolong disapuin.
Andrea meregangkan otot – ototnya, kala matanya sudah terbuka dari lelapnya tidur semalaman.
“Morning” Sapa Andrea pada makhluk tampan disampingnya.
“Morning”
Makhluk tampan itu menyapa balik dengan suara parau khas bangun tidurnya.
“Hoaaammm!”
Andrea menguap lebar.
Cup!
Satu kecupan dari makhluk tampan disamping Andrea mendarat dipipinya.
“Sudah sering dibilang kalau menguap ditutup mulutnya”
“Hehe..”
“Ayo bangun”
“Iya”
“Mau Shubuh berjamaah dengan yang lain, atau berdua aja disini?”
“Terserah Abang”
“Ya sudah ayo, kita jamaah dengan yang lain aja” Ajak Varen dan Andrea mengangguk. “Ayo bangun, wudhu”
“Iya sudah Abang saja duluan. Mau mandi sekalian kan?. Mau Drea mandikan memang?” Goda Andrea sambil
memainkan alisnya, membuat Varen terkekeh kecil.
“Kecil – kecil mesum!” Celetuk Varen sambil terkekeh dan kemudian masuk ke kamar mandi.
****
“Jadi mau shopping hari ini?” Tanya Varen pada Andrea setelah ia selesai mandi.
“Jadi dong! Abang sudah janji kita mau kencan hari ini” Jawab Andrea sembari berjalan menuju kamar mandi.
“Ya sudah iya” Sahut Varen. “Ya sudah cepat mandi sana. Jangan lama – lama”
“Iyaaa”
****
“Ehem” Andrea sengaja berdehem saat keluar dari kamar mandi sembari tersenyum jahil pada Varen yang sedang duduk menunggunya selesai mandi dan bersiap – siap untuk Subuh berjamaah. Varen yang sedang mengecek ponselnya itu langsung menoleh saat mendengar deheman Andrea.
“Apa?”
“Mau intip aku ganti baju lagi ga?”
“Mau sholat , jangan iseng!..”
“Hahaha!” Andrea tergelak sembari masuk ke walk in closet. “Ibadah juga bukannya mengintip istri ganti baju?” Ledek Andrea yang menyembulkan kepalanya dari dalam walk in closet setelah dirinya masuk. “Ayo sini!” Goda Andrea.
“Miracle Andrea ..” Varen mendelikkan matanya.
“Hahaha”
****
Flash back....
( Desiran tanpa akhlak seperti saat ia berkenalan dan bermain dengan Nunu en Nana mulai menyelimuti diri Varen, kala ia melihat tubuh polos Andrea yang orangnya sedang ingin berpakaian didalam walk in closet mereka )
‘Ini dia sengaja atau apa sih?’
( Mata Varen terus memperhatikan gerak – gerik Andrea yang sedang nampak sibuk memilah pakaian dalam lemari )
“A-Abang ...?”
( Lamunan Varen seketika buyar, saat suara Andrea yang nampak terkejut itu terdengar. Membuat Varen jadi salah tingkah )
( Namun Varen tetap berlagak sok cool )
( Tapi tetap saja, kepala Varen seolah terasa pening sekarang, karena sisanya, bagian tubuh Andrea yang tidak tertutup sepasang kain itu terlihat jelas, termasuk area pinggul kebawah yang tak sempat Varen lihat sebelumnya, kecuali saat Andrea masih balita )
( Andrea juga terlonjak saat sudah menutup pintu lemari dan matanya menangkap Varen yang sudah berada didalam walk in closet, berdiri ditengah antara pintu dan dirinya )
( Varen terdengar berdehem. Ia juga sedang menetralkan dirinya, tapi tak putus memandang Andrea, yang
nampak kikuk saat ini )
( Andrea menelan ludahnya, kala Varen berjalan mendekat )
( Varen pun sama menelan kasar salivanya berjalan mendekati Andrea melemparkan pandangan intens pada istri kecilnya itu )
“Se – jak kapan A – bang disana....?”
“Lumayan..”
“Engg ...”
( Varen sudah hampir tak berjarak dengan Andrea, yang kemudian ia kukung hingga punggung Andrea menempel
pada pintu lemari )
“Harum ....”
“.....”
“Apa Drea sedang menggoda Abang lagi, hem?”
“Eh, engga! Engga! Sumpah engga! Drea justru kaget kan.... hmmmmphhhh”
( Andrea tak bisa melanjutkan ucapannya karena sudah dibungkam Varen )
Cuuuup.... ( Kecupan beralih ke leher Andrea yang orangnya sudah memejamkan mata )
“Berharap sekali Abang apa – apakan sampai merem begitu, hem?”
“Ah – eh”
__ADS_1
( Andrea membuka matanya, dan mendapati Varen yang menyeringai jahil dihadapannya dan kemudian Varen
terkekeh kecil )
“Abang ih!”
“Siapa suruh tidak tutup pintu ...”
“Namanya orang lupa”
“Lupa atau sengaja, hem?”
“Lu – lupa, seriusan lupa!”
“Huuuuummmm ...”
“Sudah sana Abang mandi gih! Atau beneran Drea godain lagi nih ya?! Gampang nih tinggal buka”
Gluk! ( Varen menelan salivanya )
“Ayooooo”
( Keadaan kini terbalik, Andrea mencondongkan tubuhnya kearah tubuh Varen yang kemudian gelagapan )
“Jangan – jangan memang Abang berharap Drea goda yaaaaa???....”
“Eeennng ..... Abang mandi dulu. Kita mau cari kado untuk Ake dan Ene kan ya?”
***
“Ada apa? Ada yang terlupa?”
“Ga ada”
“Lalu Drea mau apa masuk kesini?. Abang mau mandi ini?”
“Iya Drea tahu”
“Ya sudah sana, Drea keluar dulu”
“Engga ah, Drea mau disini saja”
“Ini gimana sih, Abang kan mau mandi?”
“Ya sudah, Abang mandi saja. Drea mau lihat Abang mandi.”
“APA?!”
“Abang kan sudah melihat salah satu bagian tubuh Drea yang rahasia, nah sekarang giliran Drea dong?”
“Ka – kamu ...”
“Tenang saja, Drea Cuma ingin lihat. Abang mandi ya mandi saja. Ga akan Drea apa – apakan kok”
“W^^%!”
“..........”
‘Bukankah kalimat itu seharusnya gue yang bilang?’
***
‘Oh Tuhan ... kenapa Little Star jadi agresif sekali??? ...’
“Hhhh...”
Varen membatin sekaligus menarik nafas dalam – dalam lalu menghembuskannya dengan berat.
Adalah kalimat yang kini sudah kian akrab dengan dirinya setiap kali Andrea mengganggu Varen dengan kecentilan nya. ‘Kalau sudah saatnya nanti, kita koyak tanpa sisa itu si Little Star. Okay, Little Dragon?’
Varen membatin sambil melirik pada adik kecilnya dibawah sana.
***
Hari terus berganti
Tiba waktunya bagi Andrea dan angkatannya melaksanakan Ujian Nasional. Mobil yang ditumpangi Andrea bersama Abang suami melaju mulus menuju sekolah.
“Ingat jangan buru – buru mengerjakan soal ujiannya. Baca dulu dengan baik dan pahami baru isi”
“Iya Abang suami” Sahut Andrea cengengesan.
Varen terkekeh kecil sambil mengacak pelan rambut Andrea.
“Oh iya, nanti sepertinya Abang ga jemput ga apa?” Tanya Varen saat mereka sudah sampai di sekolah Andrea.
Andrea mengangguk sembari tersenyum. “Iya ga apa – apa”
“Ya sudah kalau begitu. Sana segera masuk. Jangan lupa baca doa”
“Iyaa Abang suami Drea sayaaaaaannnng”
Andrea mencubit gemas pipi Varen.
Yang orangnya kemudian terkekeh lagi. Lalu melajukan mobilnya keluar dari area parkir sekolah Andrea setelah istri kecilnya itu keluar dari mobil setelah menyalim takdzim tangannya.
**
Ujian Nasional sudah Andrea lewati seluruhnya. Kini hanya tinggal menunggu waktu untuk pengumuman kelulusan.
Ini hari sabtu, sejak seminggu yang lalu keluarga yang berdomisili di London sudah kembali datang ke Jakarta. Apalagi kalau bukan karena persiapan acara resepsi pernikahan Varen dan Andrea. Yang akan dilaksanakan seminggu setelah pengumuman kelulusan Andrea.
Momma dan para wanita dalam keluarga mereka adalah tim rempong soal printilan acara resepsi pernikahan Andrea dan Varen. Sebenarnya sudah siap semua, namun tetap saja tim rempong tidak ingin ada secuil kekurangan dalam resepsi putra – putri mereka itu, yang akan digelar secara besar – besaran.
**
“Kenapa lo?. Cengengesan ga jelas gitu?”
Andrea melirik Nathan yang menghampirinya yang sedang duduk selepas berenang. Yang memang benar orangnya datang sambil cengengesan ga jelas.
“Ehem. Bentar lagi lulus – lulusan”
“T’rus?. Kalau soal lulus, yakin gue lulus dengan nilai yang super oke” Andrea Pede.
“Iyaa percaya gue kalau soal itu sih!”
“T’rus? Datang – datang cengengesan?. Mau pinjam Cayman gue lagi?. Lama – lama itu mobil berpindah kepemilikan!” Cerocos Andrea. “Muka lo menyebalkan banget kalau sudah begitu tau ga?” Sambungnya.
“Haha” Si Tan – Tan malah tergelak. “Gue hanya mau tanya”
“Soal?” Tanya Andrea.
“Persiapan”
“Resepsi?”
“Bukan”
“Lalu?”
“Malam pengantin”
__ADS_1
Seketika mulut Andrea menganga. Ah iya, dia baru ingat, Abang pernah bilang, kalau setelah ia lulus nanti ritual suami istri yang sesungguhnya mungkin baru dilaksanakan oleh Abang.
Wajah Andrea memerah seketika.
Membuat lagi – lagi gelakan si Tan – Tan pecah dengan gelinya. “Hahaha pasti lagi ngebayangin nyam – nyam sosis jumbo so nice nya Abang lo ya?. Sampe merah begini muka lo! Hahaha”
“Apa sih lo!” Seru Andrea sembari mengepret tangan Nathan yang orangnya masih nyambung ketawa.
“Udah tercetak jelas dimuka lo tuh! Lo kan cewe mesum!”
“Tau ah!”
“Hahaha”
Andrea melirik sebal pada Nathan yang belum habis meledeknya. Kan jadi salah tingkah sendiri Andrea. Jadi beneran mesum, membayangkan tubuh si Abang yang polos sepenuhnya. Aaaa!
Gugup, tapi pengen.
**
Sejak itu Andrea selalunya gugup jika berhadapan dengan si Abang. Tapi tak menampik Andrea juga penasaran.
‘Ya Tuhaann gue harus persiapan apa ini coba untuk malam pengantin?’ Batin Andrea bingung sendiri. ‘Tanya Momma apa ya? Ah, malu ga si?’ Andrea membatin lagi sambil mengetuk – ngetuk kan jari di dagunya sendiri.
“Ada apa Little Star?”
Varen yang sedang menyetir mobil untuk mengantar Andrea ke sekolahnya, merasa sedikit aneh dengan sikap Andrea yang seperti sedang bingung. Andrea yang seketika sadar itu langsung menoleh sembari nyengir dan menggeleng, lalu mengusap tengkuknya sendiri.
“Gugup mau melihat hasil di papan pengumuman?”
“Hehe .. sedikit”
Varen tersenyum dan membenarkan anak rambut Andrea dan menyangkutkannya ke belakang telinga istri kecilnya itu. “Lulus pasti” Ucap Varen.
“Iya. Aamiin”
**
Teriakan bahagia, berikut tawa yang menggema terdengar membahana di depan papan pengumuman kelulusan.
Sepertinya juga, angkatan Andrea lulus semua. Andrea dan teman – teman dekatnya loncat – loncat kegirangan ditempat lalu sambil saling memeluk satu sama lain dengan wajah yang luar biasa sumringah.
Andrea sudah tak sabar untuk segera pulang dan memberitahukan keluarganya secara langsung tentang hal
tersebut. Terlebih lagi nama Andrea tercantum dideretan para siswa – siswi yang memiliki nilai tertinggi. Andrea dan teman – temannya terus saja bersorak kegirangan. Setelah puas berbahagia di depan papan pengumuman kelulusan, Andrea dan teman – temannya melipir ke kantin sekolah yang ternyata tetap buka.
Mereka masih saja meluapkan kebahagiaan mereka termasuk Andrea. Saking bahagianya..
“Makan sepuasnya! Jajan sepuasnya! Kalau perlu bawa tuh etalase jajanan. Gue yang bayar!”
Andrea berdiri disalah satu kursi kantin yang dipegangi oleh kedua teman dekatnya itu.
“Hahahaha ...”
“Bungkuuuss!!!...” Sahut teman – teman Andrea dengan gembira.
Setelah puas ber haha – hihi, para siswa – siswi tahun akhir termasuk Andrea, kemudian membubarkan diri untuk hengkang dari sekolah. Tentunya sebelum pergi Andrea membayarkan dulu tagihan semua teman – temannya pada semua pedagang di kantin sekolahnya. Yang mukanya sumringah karena Andrea tidak memberikan uang yang pas – pasan untuk tagihannya.
“See ya! Tunggu kabar baik dari gue!” Ucap Andrea sambil melambaikan tangan pada kedua temannya, lalu
menyunggingkan senyum lebar pada seseorang yang sudah menunggunya. Dimana laki – laki berbadan tegap yang ia puja itu juga tersenyum dengan tampannya ke arah Andrea.
“Bagaimana?” Tanya Varen dengan lembutnya.
“Drea berhasil Abang! Drea lulus! Masuk ke list siswa – siswi dengan nilai terbaik juga!” Andrea langsung berhambur memeluk Varen dengan haru dan bangga. Varen pun tersenyum dan memeluk
balik Andrea sambil mengelus – elus rambut Andrea.
“Congrats ya” Ucap Varen yang juga merasa bahagia dan bangga. “Ayo” Ajak Varen sambil merengkuh bahu Andrea dan membawanya masuk ke mobilnya.
“Drea tak sabar ingin katakan ini langsung pada Poppa, Momma dan semua yang ada di kediaman!”
**
Andrea mengernyitkan dahinya saat menyadari kalau Varen tidak langsung membawanya kembali ke kediaman
setelah menjemputnya di sekolah.
“Eh, Abang kita ngapain kesini?. Ada gaun yang mesti diambil pesanan the Mommies?”
“Engga. Kita cari gaun untuk kamu. Abang sudah buat janji. MUA fave kamu juga sudah Abang minta datang. Dan
mereka sudah menunggu kamu sekarang”
Andrea nampak heran.
“Memang mau ada acara apa?” Tanya Andrea.
“Acara kita”
“Memang keluarga kita mengadakan pesta? Kok Drea ga tahu?”
Varen tersenyum kemudian. “Ki – ta, Little Star”
“Kita?”
“Ya. Kita. Hanya Kita berdua”
Andrea kemudian manggut – manggut.
“Oh, hadiah kelulusan Drea nih ya? Abang mau beri kejutan?”
“Heem .. begitulah”
“Ih, Abang suami so sweet banget deh!..”
“Hadiah untuk kita sih sebenarnya”
“Dari?”
“Sudah lebih baik sekarang kita masuk”
“Okayy”
**
‘Oh iya, mereka punya koleksi lingerie seksi ga sih?’
Otak cantik nan mesum itu mulai lagi.
‘Nanti gue tanya ah didalam. Hihi. Kalau gue pakai lingerie apakah Abang akan langsung menerkam?. Aa.. mau dong diterkam Abang. Rrrr.....’
Abg jaman now, keburu mateng di puun akibat kemajuan teknologi. Untung ganjen sama suami sendiri si Juleha.
**
To be continue..
Scroll ke bawah ah.
Heits sebelum itu jempol dulu napa
__ADS_1
Tenk yuh. Loph Loph