THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 85


__ADS_3

## MEREPOTKAN ## Bagian 2****


Selamat membaca ...


Perusahaan Smith, London, Inggris


“And Leroy Wellington, he is my ally! ( Dan Leroy Wellington, dia sekutu ku! ).”


“Are you? ... ( Apa benar begitu? ) ... Leroy???.” Ucap Reno sambil memandangi Jill. Bersamaan sosok yang


namanya barusan disebut oleh Reno muncul bersama Ezra.


“Hmm ... well that’s too much ( sepertinya itu berlebihan ).”


“Y – you! ( K – kau! ).” Jill Silas nampak sangat terkejut. “What this is, Mister Leroy? ( Apa ini, Tuan Leroy? ).” Jill mencoba menutupi kegugupannya.


“Nothing. A friend invited me, so I have to come ( Bukan apa – apa. Temanku mengundangku, jadi aku harus


datang.”


“Friend? ( Teman? ) ..”


Leroy manggut – manggut.


“Ah, you don’t know? ( Kau tidak tahu? ). Mister Andrew dan Reno Smith are my friends.” Ucap Leroy. “My powerful friends, actually ( Teman – temanku yang sangat berkuasa, sebenarnya ).”


Leroy menatap Jill yang nampak kebingungan.


“Seems, you lack some information, old man ( Sepertinya, kau kekurangan informasi, pak tua ).” Ucap Leroy. “All informations you have about them, is everything they want to be ‘seen’ ( Semua informasi yang kau dapat tentang mereka, adalah semua yang memang sengaja ‘diperlihatkan’ ).”


“What do you mean? ( Apa maksudmu? ).”


“All I’m saying are ... ( Maksudku adalah .. ), you messed up with the wrong guys ( Kau mencari masalah dengan orang yang salah ).” Sahut Leroy.


“He’s been too long stayed inside the sewer ( Dia terlalu lama tinggal didalam got ).”


“You said to us, you need money to spread out your company while Eun Ha was not provided you anymore. But


the fact is, you took money from three sides. ( Kau bilang waktu itu, kau membutuhkan uang untuk mengembangkan perusahaanmu saat Eun Ha tidak lagi menyokong dana untukmu. Tapi kenyataannya, kau mengambil uang dari tiga sisi ).”


“You gave us Exist Company as an assurance if you can’t pay, but then you pawned it to him, because you offer a dirty cooperation with Leroy to destroy Eun Ha. ( Kau menjaminkan Exist Company jika kau tidak bisa membayar hutangmu, tapi kemudian kau menggadaikan itu padanya karena kau menawarkan kerjasama kotor pada Leroy untuk menghancurkan Eun Ha ).”


Andrew melemparkan beberapa lembar kertas dari Leroy ke hadapan Jill yang kemudian langsung mengambil dan


membacanya. “This .... ( Ini.. ) ..” Jill Silas sudah nampak pucat.


“That ( itu ), Those, I mean ( Itu semua, maksudku ).. are evidences that you are doing money laundry and some things that you prepare to put Eun Ha in a frame ( adalah bukti – bukti kalau kau melakukan pencucian uang dan beberapa hal yang kau persiapkan untuk menjebak Eun Ha ).”


Andrew tersenyum smirk.


“So you can conquer everything that Eun Ha has, and of course what was happened to Eun Ha two trusted and loyal men all because of you who frame them then Eun Ha thought that they were betrayed him. ( Lalu kau akan menguasai semua milik Eun Ha, dan tentu saja apa yang terjadi pada dua orang kepercayaan Eun Ha dan amat setia padanya semua itu karenamu, karena kau yang menjebak mereka dan membuat Eun Ha berpikir kalau mereka berdua telah mengkhianatinya ).”


“I wonder, what Eun Ha will do to you, if he found out about this ( Aku penasaran, apa yang akan Eun Ha lakukan padamu jika ia tahu soal ini ).” Ucap Reno. “Even we really feel itchy to you, but since me and my brother are have a big respect to Eun Ha, You’ll become ‘his thing’ ( meskipun kami sudah rasanya gatal untuk memberikanmu

__ADS_1


pelajaran, tapi karena kami sangat menghormati Eun Ha, kami akan biarkan kau menjadi ‘urusannya’ ).”


“This is not about the money you take from us, but you such a rat that should be annihilated ( Ini bukan soal uang yang kau ambil dari kami, tapi kau adalah hama tikus yang perlu dimusnahkan ).” Sahut Andrew. Sementara Leroy, Nino dan Ezra hanya memperhatikan dan berjaga setelah mereka mengamankan para pengawal pribadi Jill.


“Hahaha. And you think Eun Ha will believe to all of this? ( Dan apa kalian pikir Eun Ha akan percaya semua ini? ). He trust to everything I said, that’s why he believe when I said that his two unuseful who reject to cooperate with me, was killed by Eun Ha himself! ( Dia terlalu mempercayai semua yang aku katakan, itulah kenapa saat aku bilang kalau dua orang tidak berguna itu menolak bekerjasama denganku untuk menghancurkan Eun Ha, dimusnahkan sendiri oleh tangannya ).”


“We consider that was a confession ( Kami anggap itu sebuah pengakuan ).”


“Ya I confess it, but still it won’t have any effects since Eun Ha trust me that well. And I believe, that I can make him destroy any of you into pieces, young men! ( Ya aku mengakuinya, tapi tetap saja itu tidak akan ada efeknya sama sekali karena Eun Ha begitu mempercayaiku. Dan aku yakin kalau aku bisa membuatnya menghancurkan kalian


menjadi berkeping – keping, anak muda! ).”


Andrew terbahak sementara Reno dan yang lainnya terkekeh sinis, membuat Jill nampak terheran dan dua putrinya sudah tak bersuara sejak tadi. “Are you dare ... ( Apa kau dare .. )...”


“Of course I .. ( Tentu saja aku .. ) ..” Jill bersuara namun belum selesai ia berucap Andrew sudah keburu bersuara lagi.


“Eun Ha?.” Ucap Andrew bersamaan Nino yang menekan sebuah tombol remote ditangannya dan sebuah gambar


muncul di layar datar dalam lounge.


“No I won't dare ( Tidak, aku tidak akan berani ).” Sosok dalam layar berbicara dan Jill Silas menampakkan ekspresi terkejut setengah mati.


“S – Sir ... ( T – Tuan... ).”


“Can we leave you now, Eun Ha? ( Bisa kami tinggalkan kau sekarang, Eun Ha? ).” Reno berbicara pada pria berparas peranakkan dalam layar.


“S – Sir ... ( T – Tuan... ) ... I ... ( Aku... ).” Jill Silas nampak masih mencoba berbicara dengan pria yang muncul di layar, namun pria itu mengabaikannya.


“Alright then ( Baiklah kalau begitu ).” Ucap Andrew yang bergegas keluar dari lounge bersama Reno dan tiga pria lainnya. “Ah by the way .. ( Ah ngomong – ngomong ) ... his debt to us, will become your responsible if you don’t mind? ... ( Hutangnya pada kami, akan menjadi tanggung jawabmu, jika kau tidak keberatan? )...”


“Sure, I won’t mind at all! ( Tentu, aku sama sekali tidak keberatan ).”


Pria bernama Eun Ha yang nampak berwibawa itu menyahuti Andrew dengan tenang dan tersenyum.


“Beside, it’s all my mistake to having a ‘rat’( Lagipula, ini kesalahanku yang memelihara seekor ‘tikus’ ).”


“Well, a rat is a perfect snack for snake ( Yah, seekor tikus adalah camilan yang sempurna untuk ular ).”


Kemudian Andrew, Reno beserta Nino, Ezra dan Leroy pun meninggalkan lounge bersamaan dengan kedatangan beberapa orang yang diketahui adalah orang – orangnya pria yang bernama Eun Ha yang kemudian menyeret Jill Silas dan dua putrinya keluar dari lounge dan entah dibawa kemana.


****


Sementara itu di tempat lain


“Fania, that Walker! ( Fania, itu Walker! ).”


Mata Fania mengikuti arah telunjuk Martin dan ia langsung menggas mobil yang ia kemudikan untuk mendekat dengan mobil Walker.


Fania membunyikan klakson. Walker yang mengenali mobil Fania dari spion tengahnya kemudian menepikan mobil


yang ia kendarai.


“Fania!.”

__ADS_1


“Where are you going? ( Lo mau kemana? ).” Tanya Fania pada Walker saat ia dan Martin serta Patrick yang ada dibelakangnya turun dari mobil mereka begitupun juga Walker.


“Somebody saw Tyana and Levi are heading to the tube ( Seseorang melihat mereka menuju ke arah kereta bawah


tanah ).” Jawab Walker.


“Which one? ( Yang mana? ).”


“Buckinghamsire.”


“Let’s go there, then ( Ya udah ayo kita kesana ).”


Fania dan ketiga pria yang bersamanya kemudian langsung bergerak menuju stasiun kereta bawah tanah yang tadi Walker sebutkan.


***


Amersham Station, Buckinghamsire, England


Fania, Walker, Martin serta Patrick sudah sampai didepan stasiun kereta bawah tanah di daerah Buckinghamsire. Mereka yang mengendarai dua mobil itu langsung mengedarkan pandangan mereka di area parkir. “Me and Martin will looking outside ( Gue dan Martin akan mencari diluar sini dulu ). You guys check inside ( Kalian berdua langsung ke dalam aja ).”


Walker dan Fania mengangguk dan langsung berjalan cepat kedalam stasiun sambil terus mengedarkan pandangan mereka.


Walker dan Fania berjalan ke sisi yang berlawanan. “Fania! They’re on your two! ( Fania! Mereka diarah jam dua lo! ).”


Fania langsung menoleh ke arah yang ditunjuk Walker. “TYANA!.”


“They run! ( Mereka kabur! ).” Seru Walker yang melihat sepasang wanita dan pria yang sedang mereka kejar itu berlari ke arah dalam stasiun menuruni tangga. Walker dan Fania langsung ikut berlari mengejar dua orang tersebut.


“You guys, stop! ( Berhenti kalian! ).” Seru Fania pada dua orang yang dikejarnya dan Walker.


Namun dua orang yang dikejar Fania dan Walker itu makin mempercepat lari mereka dan kemudian berpencar.


“You go after her! I go after Levi! ( Lo kejar dia! Gue kejar Levi! ).” Walker berseru lagi dan Fania mengangguk cepat sambil mengejar wanita pirang yang bernama Tyana itu.


“TYANA STOP! ( TYANA BERHENTI! ).”


Wanita bernama Tyana itu tetap berlari tanpa memperdulikan teriakan Fania. Beberapa orang yang ada distasiun bawah tanah tersebut hanya memperhatikan saja.


“HISH!.” Fania mendengus saat Tyana berlari menyebrangi rel kereta dan ia pun juga langsung juga berlari


kearah yang sama dengan wanita bernama Tyana itu. "Pada kemana itu polisi kalo dibutuhin!." ia bergumam kesal dengan nafasnya yang mulai terengah.


Fania langsung  turun ke arah rel mengejar wanita bernama Tyana, berlari tanpa melihat kanan kirinya lagi.


“FANIA WATCHOUUUT! ( FANIA AWAAS! ).”


****


 To be continue ..


Jangan lupa dukungannya buat Novel ini yaaa ....


Loph.. Loph..

__ADS_1


__ADS_2