
# A DANGEROUS and HORRIBLE CHAOS # Kekacauan yang Membahayakan dan Mengerikan
**********************
Selamat membaca.....
**************************
“I’m afraid.... Keenan’s death is a message for us ( Aku khawatir... kematian Keenan adalah pesan untuk kita ).
“If that so.. ( Jika begitu.. )....”
“We must be prepared ( Kita harus bersiap ). A Big Storm, might come to our family ( Badai besar mungkin akan datang pada keluarga kita ).”
****
“Never thought this thing will coming ( Tak pernah menduga hal ini akan datang ).”
“Huuuummm.”
“But why he just showing up now? ( Tapi kenapa dia baru muncul sekarang? ).”
“Mungkin saja dia baru bangun dari koma yang panjang! ....”
“Atau dia sedang menyiapkan rencana besar untuk kita.”
“If that so ...... ( Jika memang begitu... ) ... Seperti yang Dad bilang, kita harus bersiap. Mulai dari sekarang.”
“Call Nino and Ezra ( Hubungi Nino dan Ezra ). Beritahukan pada mereka kondisi saat ini, sehingga mereka bisa juga bersiap, jika tangan kita tak cukup kuat untuk melindungi keluarga ini.”
“Lo benar R, jangan sampai para wanita dan anak – anak di keluarga ini sampai terluka.”
“Jika setelah selama ini orang itu baru datang, sudah pasti dia punya rencana yang matang dan penuh persiapan. Dan serangan pertamanya mulai dari Uncle Keenan. Berarti juga tandanya dia sudah memegang informasi, siapa saja orang – orang yang setia pada keluarga kita.”
“Dan kita pun harus segera memberi tahukan mereka tentang ini.”
"Nanti tanya Dad lagi siapa saja yang sudah ia hubungi dan siapa yang belum ...."
“We need to find out every little information about the cartel that work with him ( Kita harus menemukan setiap informasi tentang kartel yang bekerja bersamanya ).”
“There must be an big offered that he have been promised to the cartel ( Pasti ada penawaran besar yang ia janjikan pada kartel itu ).”
“Apapun itu, tetap yang paling utama adalah keselamatan anak – anak dan para wanita yang harus kita prioritaskan.”
“Bicara tentang kartel, tidak jauh dengan persenjataan. Sepertinya ia akan menggunakan cara kasar.”
“Then Nino should must stay here with his men ( Kalau begitu Nino dan orang – orangnya harus berada disini ). Saat kita menghadiri upacara pemakaman Uncle Keenan besok.”
“And Ezra must prepare more back up for us tomorrow ( Dan Ezra harus menyiapkan lebih banyak orang untuk bersama kita besok ).”
“Better you call Omar to come here and bring some of his best men, Ndrew ( Lebih baik lo hubungi Omar untuk datang kesini dengan beberapa orang terbaiknya ). Dan Eddie stay di Indo untuk menjaga Papa dan Mama serta Ibu Yuna. Kita tidak tahu sejauh mana cucunya Jaeden akan bertindak.”
“Okay!.”
“Oke, kalian sudah tahu apa yang harus kalian lakukan bukan?.”
“Huuuummm ....”
“Tapi pastikan para wanita tidak diberitahukan soal ini. Gue ga mau mereka menjadi khawatir, tak tenang bahkan ketakutan.”
“Huuuummm ....”
“I want to practice my hand in shooting range, if we finish here ( Gue mau melatih tangan gue di tempat latihan menembak, kalau kita sudah selesai disini ).”
“Let’s go then ( Ayolah kalau begitu ).”
“Setelah itu kita harus beristirahat yang cukup, karena mungkin besok kita lebih membutuhkan tenaga lebih dari sebelumnya.”
“Aye, Capt!.”
*****
“Apa kalian sedang ada masalah?.” Tanya Fania pada Andrew.
“Kenapa berpikir begitu, hem?.”
__ADS_1
“Tanya aja. Tadi kayaknya muka Dad agak serius waktu ajak kalian bicara. Dan tumben kalian ada disini malam ini.”
Andrew tersenyum.
“Kan sudah biasa kalau kami suka latihan menembak.”
Fania manggut – manggut. “Iya sih ....”
“Jadi tidak aneh, kan?.”
“Iya ....”
“Sebaiknya kamu mempersiapkan diri.”
“Buat?.”
“Aku akan menembakkan ‘sesuatu’ pada kamu di kamar nanti.” Bisik Andrew seraya menggoda pada Fania.
Fania terkekeh sambil mencubit pinggang Andrew yang selalu sulit untuk ia cubit saking kencengnya itu pinggang.
Andrew pun ikut terkekeh, dan dua sejoli itu berjalan sambil bercanda hingga sampai ke kamar mereka.
****
Present ... ( Saat ini.. )
“Prita akan tinggal disini untuk menemani Mama Anye.”
“Ya udeh kalo gitu.”
Keluarga Adjieran Smith yang memakai pakaian dominan hitam, sudah berkumpul untuk segera berangkat ke acara
pemakaman Uncle Keenan. Selang berapa lama, mereka pun sudah bersiap di depan Mansion untuk segera masuk ke dalam beberapa mobil yang sudah siap untuk mengantar mereka semua ke tempat dimana upacara pemakaman salah satu kerabat dekat mereka itu diadakan.
Dad nampak berbicara dengan Nino sebelum ia masuk kedalam mobil dan Nino pun mengangguk sopan kemudian setelah Dad menepuk – nepuk pundaknya.
Kemudian beberapa mobil yang mengangkut Dad dan yang lainnya untuk pergi ke pemakaman pun tak lama melaju.
***
Kingston Upon Hull / Hull, England ...
yang juga berpakaian dominan hitam, dibangunan yang disambangi oleh keluarga tersebut
“So sorry for your lost, Marion ( Turut berduka cita yang sedalam – dalamnya, Marion ).” Mom langsung memeluk wanita paruh baya yang cantik seperti dirinya namun wajahnya begitu berduka karena sembab yang begitu ketara.
Begitupun Dad dan segenap keluarganya yang datang memberikan pelukan dan ucapan duka cita yang mendalam
pada istri Uncle Keenan itu.
Mereka juga menyalami anak – anak Uncle Keenan yang juga berhubungan baik dengan Keluarga Adjieran Smith.
Kemudian prosesi acara pemakaman sesuai dengan agama yang di anut Uncle Keenan dan keluarganya pun dimulai. Meskipun berbeda keyakinan, namun Keluarga Adjieran Smith tetap menghadiri upacara pemakaman kerabat dekat mereka itu. Sebagai bentuk duka cita yang mendalam, serta sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan Uncle Keenan pada keluarga mereka.
***
“Kak, gue kedepan ya sama Kak Ara, Mom, Jihan dan Michelle.”
Fania berbisik ditelinga John, karena pria itu sedang berdiri didekat Fania setelah mereka kembali dari acara pemakaman Uncle Keenan yang dikuburkan dalam area belakang rumah yang mirip seperti kastil itu.
Mereka semua kembali berkumpul di dalam area rumah bersama pelayat yang lainnya untuk sekedar mengobrol dengan para kerabat dan kolega, selain untuk memberikan dukungan pada keluarga Uncle Keenan. Fania berbisik pada John karena Andrew sedang terlihat mengobrol serius dengan Reno dan Dad beserta beberapa orang pria yang nampak berwibawa dalam masing – masing usianya.
John yang juga sedang mengobrol dengan dua orang pria yang sama gagah dengan dirinya itu kemudian mengangguk.
Jeff dan Dewa juga nampak berbicara dengan beberapa pria gagah dan berwibawa seperti para pria di Keluarga Adjieran Smith itu di sudut yang lainnya.
“Tunggulah dimobil, sebentar lagi kami menyusul.” Ucap John pelan.
Gantian Fania yang mengangguk.
“Ya udah.” Sahut Fania yang kemudian berpamitan pada istri Uncle Keenan dan keluarganya, lalu berjalan bersama empat wanita lain dikeluarganya itu untuk keluar dari area rumah menuju mobil mereka, sembari bertegur sapa dan sedikit mengobrol dengan orang – orang yang juga mereka kenal dengan baik.
“Kak.”
Fania berbisik ditelinga Ara saat mereka tengah berdiri bersama Michelle dan Jihan tak jauh dari Mom yang sedang mengobrol dengan empat orang lain seusianya.
__ADS_1
“Hem?....”
“Kak Ara sadar ga sih, kalau hari ini bodyguard yang ngawal kita lumayan banyak?.”
“Yah, mengingat bagaimana Uncle Keenan meninggal, mungkin suami – suami kita sedikit lebih berjaga – jaga.”
“Iya sih.” Sahut Fania.
“Tapi hampir semua wajah – wajah orang disini nampak begitu serius ya?.” Ucap Jihan pelan. ‘Kaku, tegang, gue merasa seperti berada ditengah – tengah mafia dan keluarganya.’
“Yah lihat aja para suami kita sendiri kalau di luar rumah, wajah mereka apa ga sama serius dan kakunya seperti orang – orang itu?.”
Tiga orang yang bersama Michelle pun manggut – manggut.
“Sudah selesai, Mom?.”
Michelle bertanya pada Mom yang sudah menghampiri keempat wanita muda yang sedang berdiri itu.
“Sudah. Ayo kita tunggu dimobil, sebentar lagi Dad...” Mom tidak sempat meneruskan kalimatnya.
Dor! Dor! Dor! Dor!
Karena suara tembakan terdengar dekat, berikut suara teriakan wanita yang berada didekat mereka, dan nampak beberapa pria juga tumbang. Ezra yang berada didekat para wanita Keluarga Smith itu langsung sigap bersama beberapa pria lainnya melindungi para Nyonya mereka itu sembari membuat lima wanita itu menunduk dan menggiring mereka menuju mobil dengan segera.
“Into that car! ( Masuk ke dalam mobil itu! ).”
Teriak Ezra menunjuk satu mobil yang nampak kokoh, namun kelima wanita itu tak merasa mobil itu ada sebelumnya. Tapi sesuai intruksi Ezra, Fania dan empat wanita yang bersamanya itu langsung masuk ke mobil yang ditunjuk Ezra.
“Fania! mereka masih didalam!.”
Pekik Jihan saat ia dan yang lainnya sudah berada didalam mobil hitam yang kokoh itu dan mobil sudah siap melaju. Dan Jihan memandang panik serta takut melihat pemandangan orang – orang yang sedang berhambur tak beraturan untuk menyelamatkan diri.
Benar - benar menyadari kalau Jeff, berikut lima orang pria dalam keluarga mereka masih didalam kastil.
“EZRA!. THEY’RE STILL INSIDE! ( EZRA! MEREKA MASIH DIDALAM! ).”
Fania berteriak pada Ezra karena ia juga sudah masuk dalam mobil dan menyuruh sang supir untuk segera berjalan menuju jalan yang ditunjuk bodyguard kepercayaan Keluarga Smith itu. Jalan yang berbeda dari yang mereka lalui saat datang.
Ia sama panik dan takutnya dengan Jihan serta tiga wanita lainnya mengingat para suami masih berada dalam kediaman Uncle Keenan yang tadi ditembaki itu.
“My duty is to make sure that all of you save! ( Tugasku adalah memastikan kalian semua selamat! ).”
“But... Ezra ....”
Mobil sudah melaju cepat.
DUAAARRR !!!!
Suara ledakan terdengar dari kastil yang merupakan kediaman Uncle Keenan.
“TIIIDAAAAKKKKK!.”
Fania, Ara, Mom, Jihan dan Michelle berteriak bersamaan dengan air mata mereka yang kini berurai deras, menatap kastil yang nampak diledakkan dengan sengaja saat mobil yang mereka tumpangi berjalan dan api nampak menyembul akibat ledakan yang lumayan besar.
“D !!!!!!!.”
***
To be continue...
Jika para reader Otor yang blaem – blaem nanya, “Thor konfliknya berat banget kayaknya ya?.”
Othor jawab , “Au dah masuk kategori berat pe kaga, kek rindunya Dilan ke Milea.”😂
Yang jelas sih, konflik yang othor angkat saat ini adalah konflik utamanya Keluarga Smith, yang disesuaikan dengan Judul ini nopel receh.
Yah, mungkin beberapa episode ke depan ada bagian yang bisa cukup menguras bak mandi. Eh, aer mata deng! ... wkwkwk ...
Happy reading aja pokoknya deh ya....
Jangan Lupa Jaga Kesehatan
Dan
Jangan lupa bahagia!
__ADS_1
Loph Loph dari Othor yang selalu rindu sama dukungan kalean para reader yang blaem - blaem
Eyyyaaaa