THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 168


__ADS_3

Pesan Cinta dari Otor :


Persiapkan diri, mata dan waktu karena cerita Sekuelnya Bukan Sekedar Sahabat ali The Smith’s ini akan OTor habek disini ampe ntu krucil yang terlanjur kaya pada gede. Jangan lupa siapin kuota. 😃


Itu aje dulu pesan cinta dari otor..


Dukungan Jangan Lupa


💌💌💌💌


# IKATAN #


Selamat membaca ...


Rasa bahagia dan ucapan Syukur dalam Keluarga Adjieran Smith terus saja mengalir. Dua penghuni baru dunia dalam keluarga mereka, telah lahir dihari yang sama, meski dalam waktu yang berbeda.


“RERY FANDREW ADJIERAN SMITH”


Adalah nama yang disematkan Andrew dan Fania untuk anak kedua mereka. Seorang bayi laki – laki tampan yang


diberi nama depan seperti nama dari ayah Dad Anthony, kakeknya Andrew dan Michelle.


“ADRIENNA CARINE ESPOSITO SMITH”


Adalah nama yang diberikan Lucca dan Fabiana untuk anak pertama mereka yang sesuai dengan prediksi berjenis kelamin perempuan. Lucca menyematkan nama Smith dibelakang nama putrinya dan Fabiana karena dia sudah menjadi bagian dari keluarga itu sekarang.


Berharap dua malaikat mungil anggota keluarga baru itu menjadi sosok – sosok kebanggaan keluarga mereka kelak, di kemudian hari. Aamiin.


****


London, Inggris


Fabiana sudah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit karena ia dan bayi yang baru dilahirkannya sehat, dan karena Fabiana melakukan persalinan normal jadi ia tidak memerlukan waktu yang lama untuk tinggal di Rumah Sakit.


“Me and Ara will fly to Indo three days ahead ( Aku dan Ara akan terbang ke Indo tiga hari lagi ). I can’t wait to see my new boy directly ( Aku tak sabar ingin melihat anak laki - laki ku yang baru secara langsung ).” Ucap Reno dan Ara mengangguk mengiyakan.


“Beside we miss Varen also and of course ‘those extraordinary kids’ of ours, you know ( Lagipula kami merindukan Varen dan ‘anak – anak kita yang luar biasa itu’, kalian tahulah ).”


Ara terkekeh kecil, mengingat banyaknya krucil dalam Keluarga Adjieran Smith sekarang, Reno dan Ara punya dua, Andrew dan Fania juga sudah punya dua, John dan Prita pun dua sekaligus, hanya dua pasangan yang baru memiliki satu anak, yakni dua J versi couple, Jeff dan Jihan, serta Michelle dan Dewa. Ditambah satu lagi anak Lucca dan Fabiana.


Itung Ndiri dah.


Lima orang yang bersama Ara itu pun ikut terkekeh kecil saat mereka sedang duduk bersama di Mansion dengan


Adrieanna yang diletakkan didalam box tak jauh dari ayah dan ibunya.


“Maybe me and Fabiana will go over to Indo also if Adrieanna will be ready for a flight ( Mungkin aku dan Fabiana akan pergi juga ke Indo jika Adrieanna siap untuk penerbangan ).”


Lucca bersuara dan Fabiana mengangguk, mengiyakan ucapan suaminya itu.


“Don’t such a hurry, maybe if Adrieanna age is more than a month than it would be okay for her for a flight ( Tidak usah terburu – buru, mungkin kalau usia Adrieanna sudah lebih dari sebulan baru dia aman untuk melakukan penerbangan ).”


Mom menyampaikan pendapatnya.


Dad, Reno dan Ara manggut – manggut setuju dengan ucapan Mom barusan. “Mom was right ( Mom memang benar ).” Ucap Ara.


Lucca dan Fabiana yang gantian manggut – manggut.


“Beside, Mom and Dad will stay here to accompany you while me and Ara at Indo ( Lagipula, Mom dan Dad akan tinggal disini untuk menemani kalian selama aku dan Ara di Indo nanti ).”


“No, Mom, Dad, please.... ( Tidak, Mom, Dad, tolonglah ... ).” Sahut Lucca setelah Reno berkata barusan. “Me and Fabiana are okay, if both of you also want to go to Indo with R and Ara ( Aku dan Fabiana tidak apa – apa, jika kalian juga ingin pergi ke Indo bersama R dan Ara ).”


“Lucca was right. Mom and Dad should visit and see you new grandson, right? ( Lucca memang benar. Mom dan


Dad sudah seharusnya mengunjungi dan melihat cucu laki – laki baru kalian, bukan? ).” Sambar Fabiana.


“Don’t make me and Fabiana feel bad to Andrew and Fania because make both of you stuck here ( Jangan membuatku dan Fabiana merasa tidak enak pada Andrew dan Fania karena membuat kalian tertahan disini ).” Ucap Lucca lagi.


Dad dan Mom tersenyum.


“Don’t mind with that, Andrew and Fania will understand that. Beside, this is their second child, and they have enough experience, also a lot of people there to help them ( Jangan pikirkan soal itu, Andrew dan Fania akan mengerti. Lagipula ini anak kedua mereka, dan mereka sudah cukup berpengalaman, juga disana banyak orang yang membantu mereka ).”


“Hum. And here, Me and Dad will help both of you ( Dan disini, aku dan Dad yang akan membantu kalian ).” Ucap Mom.


“Me and Ara won’t be long to stay there also ( Aku dan Ara juga mungkin tidak akan terlalu lama disana ). Even have to, John and Jeff with their family or even Michelle and Dewa will come here ( Jika pun iya, John and Jeff berikut keluarga mereka atau mungkin Michelle dan Dewa akan kesini ).”


Lucca dan Fabiana pun kemudian manggut – manggut lagi.


Selebihnya mereka melakukan pembicaraan santai, hingga Adrieanna kecil nampak sudah terbangun dan Fabiana


harus memberikan asi padanya.


**

__ADS_1


Jakarta, Indonesia


Seperti halnya mereka yang sedang berkumpul di Mansion utama yang bertempat di London, Rumah Utama yang di Jakarta pun nampak riuh dan lebih ramai karena banyaknya krucil disana. Ditambah para orang tua mereka, dua nenek dan satu kakeknya yang juga masih menginap di Rumah Utama Keluarga mereka yang bertempat di Jakarta.


“Tampan kan adik baru kalian?.”


Fania berkata seraya bertanya pada tiga krucil yang usianya lebih tua dari yang lain, yang saat ini sedang mengerubunginya yang sedang menggendong Rery. Varen mengangguk antusias pada dan Momma sambil mengelus – elus pipi bayi yang matanya masih terpejam itu. “Jangan khawatir Momma, aku akan membantu Momma menjaganya seperti aku menjaga Andrea dulu.”


“Momma tahu itu.”


Fania tersenyum pada Varen yang bagaikan putra pertamanya itu.


“Aku juga pasti akan menjaga Rery, Momma..” Timpal Andrea dengan wajahnya yang berseri – seri memandang pada sang Momma yang tersenyum padanya lalu kembali lagi memperhatikan adik laki – lakinya.


“Rery itu nanti aku sama abang yang jaga, karena dia laki – laki seperti kami ...” Celetuk Nathan. “Kamu jagain tuh Mika sama Alisha sama anaknya Papa Lucca dan Mama Fabiana. Nah aku, abang sama Varo akan bermain bersama Rery.”


“Ih, Rery kan adik aku Tan – taannn.”


Seperti biasa dua bocil yang suka beda pendapat itu ribut lagi dan Fania serta para orang dewasa yang lain hanya senyam – senyum sambil geleng – geleng.


“Kita itu kan saudara semua, jadi harus main sama – sama! ...” Ucap Andrea setengah ketus pada Nathan. “Iya kan, Momma?.”


“Andrea benar Nathan, Rery itu kan adik kamu, abang dan Andrea juga, jadi kita bertiga akan menjaganya seperti menjaga adik – adik yang lain.”


Varen yang menyahuti ucapan Andrea barusan dan gadis berusia enam tahun itu tersenyum manis pada sang abang yang kemudian mengacak acak rambutnya pelan.


“Habis main sama anak perempuan itu kan menyebalkan. Suka ngambek dan mau menang sendiri. Apalagi kamu tuh, Drea!.”


“Nathaannn...”


Jeff mencoba mengingatkan anaknya.


“Memang benar Dad, Andrea itu kan suka mengganggu aku!.”


“Ih, enak aja!.”


Andrea tak terima pada tudingan Nathan.


“Emang iya!.” Ledek Nathan.


Andrea mencebik sambil memonyongkan bibir dan melipat tangannya.


“Tuh kan, bener kan suka ngambek ....”


Andrew yang duduk didekat Nathan itu tidak marah pada buah hati Jeff dan Jihan melainkan malah tersenyum sambil juga mengacak – acak rambutnya.


“Poppa.”


“Tukang ngambek, tukang mengadu.”


Nathan masih meledek Andrea.


“Tan – tan ih!.”


“Weee!!.” Ledek Nathan lagi sambil menjulurkan lidahnya pada Andrea.


“Aku pukul nih ya!.” Andrea mengangkat tangannya yang sudah terkepal seolah akan memukul Nathan.


“Drea ..” Ucap Fania dan Andrew bersamaan.


“Habis Nathan nya nih!.”


“Berantem aja nih berdua, nanti sudah besar pacaran lagi!.” Celetuk Boo – Boo iseng dan para orang tua cengengesan.


“Ih, Daddy Dewa jangan bicara begitu!. Nanti abang cemburu ....” Sahut Andrea tanpa dosa.


“Whaaaattt...”


**


Beberapa hari kemudian...


“Apa jahitan kamu tidak terasa sakit, kalau kamu ikut jalan – jalan pagi, Heart?.” Tanya Andrew kala ia dan Reno serta tiga daddy yang lain juga Prita dan tiga krucil hendak berjalan – jalan pagi di sekitar Rumah Utama.


“Engga D, kalau jalan doang sih, lagian juga udah ga terlalau ngebet juga kayak waktu hari pertama.” Sahut Fania.


“Ya sudah tapi pelan – pelan saja ya?.”


Fania mengangguk dan Andrew langsung menggandeng tangannya lalu berjalan menyusul mereka yang sudah lebih dulu berjalan ke luar Rumah Utama.


“Permisi Tuan Andrew, apa Tuan Muda Varen dan Nathan beserta Nona Muda Andrea, jadi latihan berkuda sore nanti?.” Omar yang baru saja tiba di Rumah Utama itu menyambangi Andrew dan Fania yang hendak melangkah.


“Jadi Omar, kamu beritahukan saja pada guru berkuda mereka, sekitar jam empat mereka akan tiba disana.”

__ADS_1


“Baik Tuan.”


Omar kemudian undur diri dari hadapan Andrew dan Fania untuk melakukan tugasnya dan dua orang itu pun kembali berjalan untuk menyusul yang lainnya.


**


“Anak – anak mana?.” Andrew dan Fania yang sudah selesai berjalan – jalan itu menyambangi empat orang lainnya yang sudah duduk cantik di sebuah pujasera untuk mencari sarapan.


“Tuh lagi main di lapangan basket kenangan kalian.”


John menunjuk ke arah lapangan basket yang memang tempat bersejarah untuk Andrew, Fania dan Reno. Hanya


sudah sedikit ada perubahan. Lebih nampak modern dan agak ramai karena di luarnya sudah di sediakan tempat bermain mini untuk anak – anak.


Andrew dan Fania manggut – manggut sambil menoleh sebentar kearah lapangan basket. Andrew, Fania dan Reno


tersenyum melihat tiga krucil yang sedang asik bermain di lapangan basket dengan bola basket yang memang sengaja mereka bawa dari rumah untuk bermain disana.


Boring kalau kata tiga krucil itu main di rumah terus, meskipun hampir segala yang mereka butuhkan ada disana.


Tak hanya tiga orang yang mempunyai kenangan di lapangan basket yang tadi ditunjuk John. Tapi empat orang yang bersama tiga orang tersebut juga tersenyum melihat formasi tiga orang yang persis seperti Andrew, Fania dan Reno hanya ini versi mininya. Sedang nampak asik bermain basket bertiga yang ring basketnya sudah disetel ke mode yang lebih rendah.


Beberapa anak lain juga terlihat sedang bermain didekat sisi ring yang berbeda.


Dan para orang dewasa itupun memesan sarapan untuk diri mereka dan tiga krucil yang masih asik bermain meskipun sebelum berangkat untuk jalan – jalan pagi, mereka sudah disuruh mengisi perutnya dengan susu dan roti.


Tujuh orang itu terlibat obrolan santai sambil sesekali memperhatikan tiga krucil, sambil juga menunggu pesanan makanan dan minuman mereka datang.


“ABAAANGG!!!..”


Tujuh personel keluarga Adjieran Smith spontan menoleh saat mendengar teriakan dua bocah yang suaranya mereka kenal. Termasuk beberapa orang yang juga berada didekat ketujuh orang itu.


“Kalian tunggu disini saja.” Ucap Jeff berbarengan dengan Andrew yang langsung berdiri mengikuti Reno, John dan Dewa yang sudah beranjak lebih dulu.


**


“Hey, Hey! Chill out boy! ( Hey, Hey! Tenang Nak! ).”


Reno yang sempat terhenyak saat datang ke arah suara dimana mereka mendengar suara Andrea dan Nathan meneriakkan sebutan abang mereka pun langsung mengangkat tubuh Varen yang sedang memukuli bocah yang nampak lebih tua diatas usianya.


Andrew dan John menenangkan Andrea yang menangis dan terlihat ada bekas berwarna merah didahinya. Jeff dan


Dewa ikut melerai perkelahian yang terjadi dilapangan basket itu, dan membantu si bocah yang dipukuli oleh Varen tadi.


Nampak juga ada dua anak lagi yang bersama dengan bocah yang tadi dipukuli Varen habis – habisan itu. Dan dua anak itu sepertinya juga habis kena pukul, karena yang satu sedang memegangi perutnya dan yang satu terlihat ada lebam di sekitar mulutnya.


“Let me go, Dad! ( Lepaskan aku, Dad! ).” Varen meronta saat Reno sudah menjauhkannya dari anak laki – laki yang nampak berusia tiga tahun diatas Varen yang kini memasuki usia sebelas tahun.


“Hey! Calm down, okay?!. What is it? ( Hey! Tenang, okay?! Ada apa? ).”


Reno coba menenangkan putranya yang nampak begitu geram itu. Varen menarik dirinya sedikit keras dari sang Daddy dan nampak akan menghampiri bocah dan dua temannya yang barusan ia pukuli yang kini sudah disuruh pergi oleh Dewa dan Jeff. Reno menahan tubuh putranya itu dan menghadapkan Varen padanya.


“Kenapa, My boy?! Kenapa kamu berkelahi?.” Tanya Reno yang sempat melirik bocah yang dipukuli Varen barusan.


“Mereka mengganggu dan melukai Andrea!.” Ucap Varen dengan nafasnya yang tersengal. “Tidak akan ku biarkan siapapun berani mengganggu Little Star aku, Dad!.”


O – Em - Geh


**


To be continue....


*Abang Varen, Andrea dan Nathan Mau Menyapa **Niiiiii*


 


🎇INI ABANG VAREN🎇



 


 


🎇INI ANDREA🎇



 


🎇INI KAKAK NATHAN🎇


__ADS_1


CUCO MEONG GA KIRA - KIRA? 😁


__ADS_2