
Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye
************************************************************************
LITTLE DEVIL
( Setan Kecil )
Selamat membaca ...
“Iya kan Mommaa??? .. Poppa kan bucin akut pada Momma, iya kaaann?? ..”
Rery masih meledek sang Poppa yang juga masih memitingnya dengan gemas seraya terkekeh.
Tak hanya Poppa, Daddy R, Mommy Ara, Daddy Dewa dan Mom Ichel juga terkekeh berikut Momma yang sedang
berjalan bersama Ann yang ia rengkuh pundaknya.
Mereka semua yang tadi berada diarea snowboarding, kini berjalan untuk pergi ke area bermain ski di sekitar gunung yang katanya adalah gunung tercantik di dunia itu.
“Don’t be upset, hem? ( Jangan kesal, hem? )”
Momma berkata pada Ann yang berjalan sembari berangkulan dengannya itu.
“Jika Rery dan tiga Dad kalian melarang kamu untuk ber - snowboarding ditempat tadi. Mereka benar kalau tempat tadi lumayan curam jika untuk pemula. Momma saja sedikit slipped tadi karena sudah lama tidak ber - snowboarding...”
Momma berkata seraya berjalan berangkulan bersama Ann yang tingginya sudah hampir mengejar tinggi badan Momma itu.
“I’m not upset Momma. Not anymore ( Aku tidak kesal Momma. Tidak lagi )”
Ann menunjukkan rentetan giginya yang rapih dan putih itu.
“Good ( Bagus )”
Momma tersenyum pada Ann dan menggoyang pelan kepala Ann yang tertutup topi ski.
“Jika kamu masih ingin ber - snowboarding, rasanya disini bisa. Atau di area sleeding saja ... Mau?...”
Ann menggeleng.
“Tidak Momma. Nanti aku mau bermain toboggan saja...”
“Ya sudah...” Sahut Momma. “Momma saja tidak bisa bermain basket dengan benar sampai sekarang Ann... Dan juga Poppa itu, sejak Momma bersama dengannya, sudah semakin ketat melarang Momma mencoba ini itu yang menurut Poppa membahayakan untuk Momma ...”
Ann menampakkan senyumnya sembari ia antusias mendengarkan cerita Momma.
“Ann tahu?. Waktu seumur Ann dulu, Momma baru bisa bermain voli dan skateboard. Itupun hanya baru sekedar
bisa saja”
“Benarkah, Momma?”
Momma mengangguk.
“Lalu Momma bisa memiliki keahlian di pool dan race cars, juga motor sejak umur berapa?”
“Kalau mengendarai motor, sejak seusia kamu Momma sudah belajar. Motornya Ake. Old Vespa. Kalau motor besar
saat Momma berusia enam belas tahun”
“.............”
“Kalau pool, sekitar satu tahun setelahnya dan racing with car setelah Momma memenangkan turnamen pool, lalu pada satu kesempatan Momma bertemu dengan Uncle Vla, Uncle Bryan and Uncle Arman also aunt Caca. Baru Momma mengenal dunia otomotif dan race”
Momma masih bercerita.
“So, you still have a lot of time Ann ... to learn a lot of things that you want to learn... ( Jadi, kamu masih punya banyak waktu Ann ... untuk mempelajari segala hal yang ingin kamu pelajari )...”
Ann manggut-manggut. “Yes, Momma” Ucap Ann.
“Lagipula, seiring waktu kamu akan menemukan dimana passion kamu Ann. Hal-hal apa yang akan menjadi
kesukaan kamu ... bahkan cita-cita kamu ...”
“Aku sudah memiliki satu cita-cita Momma! Cita-cita yang tidak akan berubah sampai aku dewasa nanti”
“Oh ya?”
Ann mengangguk antusias.
“Apa itu?”
“Terus bersama-sama dengan Rery!”
Momma sontak tersenyum lebar.
“Ann ... Ann ...”
***
Mereka yang tadi berada di area snowboarding untuk yang mahir kini sudah berada di area ski dan bergabung
bersama beberapa kerabat mereka yang sebagian besar juga sedang bermain ski.
Lalu beristirahat sebentar di sebuah kedai makanan dan minuman untuk sekedar menghangatkan diri.
Setelahnya mereka yang tadi menikmati kudapan serta minuman hangat melanjutkan untuk bermain aneka permainan salju lagi.
“Papa!” Seru Ann pada sang papa kandung yang tadi sudah ikut bergabung juga dengannya dan rombongan yang
tadi bersama Ann.
Beberapa sudah kembali berpencar ke area permainan toboggan dan sleeding.
“Where’s Rery? ( Rery mana? )”
Ann bertanya pada Papa Lucca yang bersama Mama Fabi, berikut Mika dan Val yang paling terakhir keluar dari
kedai makanan dan minuman sembari menunggu Ann dan Alisha selesai dari toilet.
“He go for cross country with Varo, Felix and others ( Dia pergi untuk melakukan cross country dengan Varo, Felix dan lainnya )”
__ADS_1
Mama Fabi yang menjawab.
Ann langsung mencebik. “Ck! Why he don’t wait for me?! ( Kenapa sih dia tidak menungguku?! )”
Papa Lucca mendengus geli saja melihat wajah putri semata wayangnya yang nampak sebal itu sembari Ann
mensedekapkan tangannya.
“Don’t put that ugly face! ( Jangan pasang wajah jelek seperti itu! )”
Papa Lucca berseloroh.
“Beside, everyone who go with Rery are boys! ( Lagipula, semua yang pergi bersama Rery juga anak laki-laki semua )”
Papa Lucca pun langsung merangkul Ann seraya keluar dari tempat mereka berada saat ini, setelah sebelumnya menunggui Ann dan Alisha yang memakai kembali sepatu ski dan embel-embel ski lainnya.
“Let’s go to sleeding area! ( Ayo kita pergi ke area sleeding! )” Ajak Mika yang dijawab anggukan oleh semua yang bersamanya kecuali Ann.
“I want to catch up Rery! ( Aku ingin menyusul Rery! )” Seru Ann.
“Main sleeding saja lah Aann ....” Celetuk Alisha.
“Iya! Atau main toboggan saja! .... cross country kan melelahkan!” Timpal Mika.
“No, I want to catch up Rery!.... ( Tidak, aku ingin menyusul Rery! ).... Ya, Papa?
Ann meminta persetujuan Papa Lucca yang langsung mengangguk, mengiyakan permintaan Ann.
Karena jika ditolak, maka akan terjadi perdebatan yang menguras energi Papa Lucca dan Mama Fabi.
Karena Ann, si setan kecil itu-kalau kata Papa Lucca yang menyebut Ann sebagai Little Devil, hobi, sama yang namanya berdebat dengannya dan Mama Fabi.
Jadi Ann pasti akan punya timpalan-timpalan ucapan balasan pada sang Papa dan Mamanya. Macam Papa Lucca
yang hobi berdebat dengan lawan-lawannya dan membuat mereka terpojok.
Namun yah, kebanyakan perdebatan Papa Lucca dilakukan dengan kekerasan atau senjata api, atau dengan
sesuatu yang mengerikan yang ia lakukan pada lawan-lawannya.
“Go then! ( Pergilah sana! )” Ucap Papa Lucca yang diiyakan oleh Mama Fabi yang tidak mau tensinya naik jika
beradu argumen dengan putrinya yang keras kepala itu jika menyangkut keinginannya.
Jika di rumah, mungkin Mama Fabi akan memilih untuk beradu argumen dengan anaknya, tapi berhubung sedang
liburan, Mama Fabi mau enjoy saja lah!.
Begitupun Papa Lucca yang malas menanggapi rengekan Ann nanti jika ia melarang putri semata wayangnya dan
Mama Fabi itu untuk menyusul Rery yang sedang melakukan cross country skiing bersama beberapa anak laki-laki lainnya, berikut beberapa kakak-kakak serta beberapa orang Bodyguard yang menjaga jarak mereka, atas permintaan para Tuan dan Nyonya untuk kenyamanan putra-putri mereka.
***
“Step aside! ( Minggir! )” Seru Ann pada seorang pria berbadan besar yang mengikuti gerak-gerik Ann. “Do not following me! ( Jangan mengikutiku! )”
“I can’t Miss, I’m sorry. I have to guard you ( Aku tidak bisa Nona, maafkan aku. Aku harus mengawal mu )”
“Papaa!!!!!” Ann yang tadinya sudah akan meluncur itu berseru memanggil sang Papa dengan wajah jengkelnya.
“I don’t want being followed!... I’m not a little girl anymore! ( Aku tidak ingin diikuti!... Aku bukan gadis kecil lagi! ) ”
Ann berseru lagi. Melayangkan protes pada seorang pria berbadan kekar lengkap dengan pakaian tebal seperti
mereka dan pria itu juga ikut bergerak di belakang Ann saat Ann hendak meluncur.
“Tell this Gorilla to stay here! ( Bilang pada Gorila ini untuk tetap diam disini! )”
Sang Gorila, eh Bodyguard Ann itu hanya bisa mengelus dada.
‘Like daughter, like father! ( Sama saja seperti ayahnya! ). Never think someone else feeling! ( Tidak pernah memikirkan perasaan orang lain! )’
Bodyguard itu membatin sebal.
‘Thanks God I have a soft and big heart... ( Terima kasih Tuhan karena aku memiliki hati yang lembut dan luas )’
Sang Bodyguard menampakkan senyum yang penuh kesabaran.
“Do what that Little Devil said ( Lakukan saja apa yang setan kecil itu katakan ) , Elijah!”
Papa Lucca berseru pada satu Bodyguard yang memang disiapkan untuk para pewaris junior. Dan Bodyguard
bernama Elijah ini, ditugaskan untuk menjaga Ann.
“If you don’t want her ski pole landing on your head, then let her! ( Jika kau tidak ingin tongkat skinya mendarat di kepalamu, maka lakukan saja keinginannya! )”
Papa Lucca menambahkan. Memberikan sedikit wejangan pada sang Bodyguard jika tidak ingin bernasib sial jika Ann sudah melayangkan protes keras, seperti saat ini.
Dalam hal ini nasib sialnya adalah benjol di kepala, karena Ann memang, yah sedikit ‘ringan tangan’. Saking ringannya itu tangannya si Ann, kadang beberapa barang melayang jika dia sedang merasa tak senang, meski jarang.
Itu pun bukan pada keluarga paling dekatnya, pada orang lain yang dianggap si Little Devil itu ancaman atau
gangguan baginya.
Kalau dulu Abang Varen adalah pawangnya Andrea, nah kalo Ann, si Rery lah pawangnya.
Elijah menyahut dan mengangguk patuh pada Papa Lucca dan tetap ditempatnya saat Ann sudah akan mulai
meluncur cantik untuk menyusul Rery dan rombongan.
Lagipula memang sudah ada korban dari kubu Bodyguard sebelumnya yang mendapat kesialan dari Ann yang kala
itu juga sedang tidak ingin didampingi oleh Bodyguard dalam jarak dekat dan Bodyguard tersebut tetap kekeh, lalu akhirnya Bodyguard tersebut berakhir dengan tangan nyut-nyutan plus bengkak akibat dijepit Ann dipintu mobil.
Papa Lucca dan Mama Fabi membiarkan saja keinginan Ann yang tidak ingin didampingi Bodyguard.
Karena Rery dan rombongan juga belum lama pergi, dan track cross country skiing menuju arah Rery dan
rombongan mengarah juga rasanya cukup aman.
Selain itu, kalau untuk bermain ski, Ann cukup lihai.
__ADS_1
“Kalian mau ikut tidak?”
Ann berseru seraya bertanya pada tiga saudara perempuannya yang kompak menggeleng.
“Malas! Tired! ( Melelahkan! )”
Valera yang menyahut.
Lagipula ada seseorang yang ingin Valera dekati di area sleeding.
“Ya sudah!”
Lalu Ann pun meluncur cantik ke arah dimana Papa Lucca menunjukkan kemana Rery dan rombongan mengarah.
***
Ann sudah meluncur cantik di tanah datar bersalju. Ada beberapa orang yang bersama Ann yang hendak melakukan cross country skiing juga ke arah dimana Rery dan rombongan mengarah sebelumnya.
Sreeeeettt!!!
Tiba-tiba Ann mengerem papan ski yang tertempel di kedua sepatu ski yang ia kenakan dengan tongkat skinya.
Pandangan Ann tertuju pada ke satu arah. ‘Heemm, looks fun! ( Terlihat menyenangkan! )’
***
“Sir!”
“You guys find her? ( Kalian menemukan keberadaannya? )”
“Yes, Sir ( Iya, Tuan )”
“Then why don’t you guys bring her here? ( Lalu mengapa kalian tidak langsung membawanya kesini?)”
“I’m sorry Sir, but someone has said that he saw Miss Ann was join some of people to go skiing at the higher foothills. The longest descent ski in this mountain Sir ( Maaf Tuan, tetapi seseorang mengatakan kalau melihat Nona Ann bergabung bersama sekelompok orang untuk bermain ski di kaki gunung tertinggi. Di bagian turunan ski
terpanjang di gunung ini Tuan )”
“SHE WHATT??!!! ( DIA APAAA??!! )”
“Oh Goodd!!... ( Oh Tuhaaann!! ) ....”
Papa Lucca memekik kencang seraya mendelik, sisanya mendengus frustasi.
‘Oh Ann.....’
Dan Rery begitu khawatir.
***
'Hopefully they can hurry stop that Little Devil before she do something reckless if Ann really on there ( Mudah-mudahan saja mereka bisa segera menghentikan Setan Kecil itu bertindak ceroboh jika Ann memang benar ada disana )'
Papa Lucca membatin.
Di suatu bagian gunung yang bisa yang tracknya nampak lebih curam. Selain itu juga sangat tinggi, karena untuk sampai kesana harus menaiki mobil kabel setinggi dua belas ribu lima ratus kaki untuk sampai ke kawasan tersebut.
Dan kini, Rery, Papa Lucca dan sebagian dari mereka yang mencari Ann sudah menaiki beberapa mobil kabel
itu untuk sampai ke tempat dimana katanya Ann berada.
“I think I recognize that suit ( Sepertinya aku mengenal pakaian itu )”
Papa Lucca menggumam saat ia melihat seseorang dengan set pakaian tebal yang sepertinya tak asing bagi Papa
Lucca, disatu bagian gunung yang selain lahan seluncurnya sangat tinggi, kemiringan nya yang entah berapa derajat itu akan membuat ngeri mereka yang tidak memiliki nyali yang cukup serta keahlian bermain ski yang dapat dikatakan mahir.
Karena curamnya area, dapat memungkinkan mereka yang tidak ahli bertabrakan dengan sisi berbatu yang cukup
tajam. Makanya disarankan bagi para pemain ski menggunakan helm khusus ski, untuk mengurangi resiko gegar otak apabila terjadi kecelakaan saat meluncur di kawasan tersebut.
Papa Lucca dan Rery yang bersamanya di mobil kabel yang sama, juga merasa mengenali seseorang yang sudah berdiri diujung atas kawasan tersebut dan nampak akan meluncur itu.
Papa Lucca dan Rery menajamkan mata mereka dari tempat mereka berada sekarang, yakni diatas mobil kabel yang sedang bergerak untuk sampai di kawasan ski untuk para pemain ski pro itu.
“Papa, that suit looks like the suit that Ann wear ...... ( pakaian itu sepertinya sama seperti yang Ann pakai )....”
Rery mengarahkan telunjuknya dengan sedikit gugup.
Semakin dekat, dan mereka sama-sama meneguk saliva mereka masing-masing.
Hingga wajah mereka mulai berubah pias kala sebuah suara kencang yang merupakan teriakan terdengar.
“MISS AANN DON’T DO THAAAAATTTTT!!!!.... ( JANGAN LAKUKAN ITUUU!!! )....”
“Oh No! ( Oh Tidak! )” Rery mencelos.
“Ooohhhh Ssshhhhiiiiittt!!!!”
Papa Lucca mendesis ngeri.
“AAANNN!!!.....”
Papa Lucca berteriak sembari langsung meloncat dari mobil kabel yang ia dan Rery tumpangi saat telah mencapai titik dimana teriakan yang diduga kuat adalah dari salah seorang Bodyguard mereka itu berasal.
“DOOOONNN’TTTTTT... ( JANGAAANNN )...” Teriak Papa Lucca lagi sembari berlari ke arah dimana itu memanglah Ann yang sudah sedikit merundukkan badannya tadi.
“AANNNNN!!!! ....”
Rery juga berteriak.
Tapi sayang sungguh sayang, kalau cepat dengan Ann yang sudah melesat ke arah track turunan di bawahnya yang sangat tinggi dan curam itu.
“Oh My!!! For every supernatural being! That Little Devil could really make me become a haunt spirit! ( Ya ampun!!! Demi para makhluk astral! Setan Kecil itu bisa benar-benar membuatku jadi arwah gentayangan! )”
***
To be continue .....
Road to end
Menuju Akhir Cerita
__ADS_1
Yang susah banget emak akhiri
Wkwkwkwkwk