THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
BONUS CHAPTER


__ADS_3

Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye


***************************************************************************


Selamat membaca ..


*************************


Dalam sebuah kelas di sebuah Sekolah Swasta, London, Inggris


Seorang guru pria yang sudah masuk ke dalam kelas setelah bel tanda masuk kembali selepas jam istirahat selesai, kemudian berbicara pada salah seorang muridnya yang malah berdiri dikala ia datang.


“Miss Adrianne, you may sit at your seat, please ........ ( Nona Adrianne, silahkan duduk di kursimu ) ......”


Itu guru mata pelajaran Ann yang berbicara pada gadis tersebut.


“Miss Adrieanne, where are you going? ( Nona Adrieanne, kamu mau kemana? ) .....”


Alih-alih duduk ke tempatnya seperti yang guru pelajarannya minta, Ann malah mengambil tas sekolahnya lalu menyelempangkan dengan santai menyilang di pundaknya.


“None of your business ..... ( Bukan urusanmu ) .....”


Ann menjawab datar sembari berjalan melewati sang guru.


Membuat sang guru termangu di tempatnya, atas kelakuan satu muridnya yang tidak patuh bahkan menjawabnya dengan seenaknya saja. Ditambah berlalu dan menyahut padanya bahkan tanpa menoleh padanya.


“Miss Adrieanne Esposito Smith, please mind your words ..... ( Nona Adrieanne Esposito Smith, tolong perhatikan kata-katamu ... ),” Ucap Guru tersebut.


“Get out of my way ( Menyingkir dari hadapanku )....”


Alih-alih patuh, Ann malah berlaku tidak sopan pada sang guru, meski dia berbicara sembari diam berdiri ditempatnya.


“Miss Adrieanne ... ( Nona Adrieanne )....”


Sang Guru masih menghadang jalan didepan Ann.


“Get out, of my way ( Menyingkir, dari hadapanku ) ...”


“You know I can tell Principal for the way you behave, Miss Adrieanne ....”


“( Kamu tahu aku bisa mengadukan kepada Kepala Sekolah atas sikapmu ini, Nona Adrieanne ) ...”


Ann menatap sang guru kemudian.


Bahkan Ann menampakkan senyumnya. Hanya saja senyum Ann begitu tipis, nampak lebih ke sebuah seringai jika diperhatikan benar-benar, berikut tatapan Ann yang dirasa membuat sang guru sedikit merasa ...


Merinding?


“Just get out of my way, or I make you feel sorry for blocking me now”


“( Menyingkir saja dari jalanku, atau aku akan membuatmu menyesal karena menghalangiku sekarang )”


Ah, anak setan yang sedang merasa dongkol setengah mati itu bahkan berani mengancam guru mata pelajaran di kelasnya itu.


Sang guru kemudian tertegun ditempatnya.


Sedikit banyak, guru tersebut, yang tadinya ingin berusaha menertibkan Ann, malah merasa terintimidasi oleh Ann.


Menghalangi jalan Ann agar tertib dan tidak seenaknya meninggalkan kelas dan pelajarannya agar dapat menunjukkan pada siswa lainnya untuk bersikap patuh.


Tapi yang sedang dihadapinya sekarang, adalah seorang murid, yang cantik sekali memang wajahnya.


Hanya saja, sorot matanya cukup membuat merinding sang guru.


“If you want to know how the way I make you fell sorry, then you can try me”


“( Jika anda ingin tahu bagaimana aku membuatmu menyesal, silahkan anda mencobaku )”


Ann menaikkan sudut bibirnya.


“But I’m afraid you can’t come here anymore tomorrow ( Tapi aku khawatir jika anda tidak bisa datang lagi kesini besok )”


Nada suara Ann biasa saja. Datar dan pelan.


“And the day after.... maybe, forever? ( Dan hari setelahnya... mungkin, selamanya? )”


Hingga pada akhirnya sang guru tak lagi bergerak untuk menghalangi jalan Ann. Entah mengapa bulu kuduknya langsung meremang, selepas mendengar ucapan salah seorang muridnya itu.


Dan Ann pun melenggang dari hadapan sang Guru yang bergeming ditempatnya.


*****


“What did you said?!!!! (Apa yang anda katakan?!!)”


“Our student affairs staff who I asked to call your daughter, said that she left her class after the next teacher come in after the break time, Mister Lucca (Staff bagian kesiswaan yang aku suruh untuk memanggil putrimu, mengatakan jika ia meninggalkan kelasnya setelah guru selanjutnya datang setelah jam istirahat selesai, Tuan Lucca )...”


“Have you people searched around the school?! (Apa kalian sudah mencarinya di sekitar sekolah?!)”


“Yes, we have, Sir ( Iya sudah, Tuan ). But we can’t find her in every place of this school ( Tapi kami tidak dapat menemukannya di setiap tempat di Sekolah ini )....”


“Hish!”


“I have asked all staff to search once again, Mister Lucca ( Aku sudah menyuruh para staff untuk mencari sekali lagi, Tuan Lucca )...”

__ADS_1


“Let me know then (Kabari aku jika begitu) ....” Papa Lucca kemudian memutuskan panggilan.


“What happened?! (Apa yang terjadi?!),” Poppa langsung bertanya setelah Papa Lucca memutuskan panggilan teleponnya.


“The Principal said, that Ann left School (Kepala Sekolah bilang, kalau Ann meninggalkan Sekolah),” Jawab Papa Lucca.


“She what?! ... ( Dia apa?! )....” Poppa terkejut dan Papa Lucca manggut-manggut. “Call Juan, maybe Ann with him already ( Hubungi Juan, mungkin saja Ann sudah bersamanya )”


“Ya, I just want to call him ( Aku hendak menghubunginya )”


“Make sure if Rery with her or not, cause if not then maybe I will call school because Rery’s cellphone will off until the end of the school time ( Pastikan apakah Rery bersamanya atau tidak, karena jika tidak mungkin aku akan menghubungi sekolah karena ponsel Rery pasti mati sampai waktu sekolah berakhir ) ...."


“No, do not disturb Rery if he’s not with Ann .... ( Jangan, jangan ganggu Rery jika dia memang tidak bersama Ann ... ),” Sahut Papa Lucca seraya menggeleng. Poppa pun mengiyakan. Dan keduanya berhenti bercakap kala ponsel Papa Lucca sudah terhubung dengan nomor kontak yang ia tekan.


Poppa langsung lagi bertanya setelah Papa Lucca selesai berbicara di sambungan telepon.


“Is Ann with Juan?..... ( Apa Ann with Juan? ) ..”


Kepala Papa Lucca nampak manggut-manggut dan nampak juga kelegaan di wajah Poppa.


“And where are they now? ( Dan dimana mereka sekarang? )”


“Fania’s Studio ( Studionya Fania ),” Jawab Papa Lucca yang kemudian menyuruh supir yang mengendarai mobil yang ditumpanginya bersama Poppa itu langsung meluncur ke tempat yang tadi ia katakan pada Poppa.


Studio musiknya Momma.


***


Beberapa saat kemudian


“Where is she? ..... ( Dimana dia? ) .....”


Papa Lucca langsung bertanya pada seorang pengawal yang bertugas mengawal Ann dan Rery juga sebenarnya. Selain satu orang supir.


“Third floor Sir ( Lantai tiga Tuan ),” Jawab pengawal pribadi yang bernama Juan itu pada Papa Lucca, dimana kemudian beberapa staff di tempat tersebut menyapa Papa Lucca dan Poppa dengan sopan.


Papa Lucca langsung saja pergi ke arah tangga untuk menyusul Ann. Sementara Poppa bertanya tentang keberadaan Momma disana, karena ponsel Momma sulit dihubungi.


Setelahnya Poppa pun pergi menyusul Papa Lucca, karena Momma masih dalam perjalanan menuju studio musik miliknya itu.


*****


DUM! DUM! TAK!


DAASSHHHH!


( Kira-kira begitu dah yak )


Suara musik yang diputar kencang mendominasi ruangan tersebut.


Dan suara tabuhan drum bertenaga dan seperti sedang mengikuti ritme lagu rock yang terputar itu, terdengar dari sebuah bagian lain yang memiliki kaca besar persegi yang dapat melihat tembus ke bagian dalam satu ruangan yang terdapat beragam alat musik.


Disanalah Ann berada.


Sedang nampak asik dan serius bermain drum yang memang sudah Ann kuasai tekniknya.


Ann menyukai musik, sama seperti halnya Rery. Ketularan sang Momma.


Hanya saja, dari sekian banyak alat musik dimana perempuan rata-rata memilih untuk memainkan seperti gitar atau piano bahkan biola, Ann memilih drum.


Dan saat ini Ann sedang nampak asik sendiri didalam sebuah bagian ruangan yang didalamnya terdapat ragam jenis alat musik.


Hanya saja tidak ada yang memainkan alat musik lainnya, karena hanya ada Ann seorang yang berada didalam sana.


Nampak asik dan serius mengikuti ritme musik rock yang terputar. Selain itu wajah Ann juga nampak masam.


Tabuhan drum yang terdengar dimainkan oleh Ann juga cukup bertenaga.


Macam orang sedang meluapkan kekesalannya.


Dan Ann langsung menghentikan permainannya kala saat ia melirik, sang Papa sudah berada dibalik kaca besar dimana ada ragam tombol dan alat disana.


Papa Lucca mengangkat tangan dan menggerakkan satu jarinya ke arah Ann dengan gerakan kode agar Ann menghampirinya. Ann terlihat manggut-manggut.


DUM! DUM! TRAAKK!


Ann menabuh drum dengan keras dan berentet, sebelum ia berdiri dari tempatnya dan meletakkan stik drum secara sembarang sebelum ia keluar dari ruangan musik tersebut untuk menghampiri sang Papa dan kemudian tak lama Poppa nampak muncul juga.


*****


Sekolah Ann dan Rery


Rery sudah berjalan menuju tempat dimana mobil-mobil yang hendak menjemput para murid sudah berjejer rapih di halaman Sekolah. Hanya saja Rery berjalan bersama beberapa teman sekelasnya tanpa lagi menghampiri Ann ke kelasnya seperti biasanya saat pulang sekolah untuk berjalan pulang bersama menuju mobil jemputan dengan supir pribadi yang dikhususkan untuk keduanya.


Seperti halnya Ann yang kesal pada Rery, Rery juga sedang merasa kesal pada Ann.


Jadi, sebagai bentuk protes ketidak-sukaan Rery atas sikap kasar Ann pada salah seorang teman sekelasnya itu, kali ini Rery tidak mau mengalah pada Ann seperti biasa.


Rery ingin Ann merubah sikap Ann yang kadang seenaknya sendiri.


Dan berpikir kali ini, dia ingin Ann menyadari hal itu dengan Rery mengabaikannya.


Rery sudah sampai di mobil yang biasa ia dan Ann gunakan untuk pergi ke Sekolah.

__ADS_1


“Wait! ( Tunggu! )” Rery menyentuh pundak supir pribadinya saat ia sudah duduk di kursi penumpang belakang dan si supir nampak akan langsung berjalan. “Ann still not coming ( Ann belum datang )”


Rery berujar.


“However, where is Juan, Gab? ( Ngomong – ngomong, Juan mana, Gab? )”


“Juan accompany Miss Adrieanne, Sir ( Juan menemani Nona Adrieanne, Tuan )....”


“Accompany Ann? ... ( Menemani Ann? ) ..”


“Yes Mister Rery... Miss Adrieanne was left school few hours ago and ask to dropped her at Mrs. Fania’s Music Studio.... ( Iya Tuan Rery, Nona Adrieanne meninggalkan sekolah beberapa jam lalu dan meminta untuk diantarkan ke Studio Musiknya Nyonya Fania... )”


Rery menghela nafasnya, lalu meminta pada supir pribadinya itu untuk melajukan mobil karena Ann sudah tidak ada di Sekolah.


***


Great Mansion of Adjieran Smith, London, England


Rery yang sepulang sekolah langsung masuk ke kamarnya itu dan tidak keluar lagi karena jatuh terlelap hingga Momma yang baru tiba di Kediaman bersama Poppa, menyambanginya ke dalam kamar Rery dan membangunkan anak bontot kandungnya itu saat waktu makan malam hampir tiba.


Momma dan Poppa sedang menginap seminggu ini di Mansion Utama sesuai jadwal kumpul dimana Daddy R dan Mommy Ara juga ada menginap di Mansion Utama. Kalau Rery, Ann dan Val, memang bisa dikatakan mereka tinggal di Mansion Utama, menemani Gappa dan Gamma berikut Oma Anye.


Sedangkan para orang tua, kadang tinggal di Mansion pribadi mereka, termasuk juga Papa Lucca dan Mama Fabi yang sudah berdomisili di London sejak lama. Rery lekas bangun dan bebersih diri saat Momma sudah membangunkannya.


“Kamu bertengkar dengan Ann, Rery?”


“Begitulah ....”


“Tumben, kalian berdua Power Ranger Pink ama Power Ranger Merah berantem?” Celetuk Momma saat Rery sudah selesai bebersih dan berganti pakaian.


“Momma pasti sudah dengar kan apa yang Ann lakukan pada teman sekelasku hari ini?”


“Udah!”


“Ya aku kesal lah pada Ann. Sudah keterlaluan sampai menyerang temanku seperti itu!”


Momma manggut-manggut kemudian.


“Jadi kamu marahin Ann terusnya? ...”


“Ya iya aku marahi. Habis aku kesal sekali kali ini!...”


“Huuuummm ...”


“Tapi dia malah balik membentakku!”


“Ya udeh, ayo turun!” Ajak Momma sembari merangkul Rery yang sudah hampir sedikit lagi menyamai tingginya itu, meski Rery baru berusia belasan.


*****


“Papa Lucca dan Mama Fabi belum datang? ....”


“Mereka tidak ikut bergabung kali ini”


“Kenapa? .. Apa mereka jadi pergi ke Rusia? ....”


Poppa menggeleng.


“Papa Lucca dan Mama Fabi berada di Mansion pribadi mereka...” Ucap Poppa.


Rery pun berdecih pelan.


“Apa Ann merajuk dan minta tinggal disana karena kesal denganku saat ini? ....”


Poppa yang sedang menonton televisi sambil menunggu makan malam siap serta yang lain turun  pun manggut - manggut.


“Begitulah,” Sahut Poppa.


“Baguslah!” Sambar Rery. “Aku juga sedang kesal pada Ann dan malas sekali bicara dengannya sekarang!..”


“Ya sudah, kalau begitu kau bisa merasa lega tanpa harus berdebat dengan Ann ....”


“Setidaknya malam ini atau dalam beberapa hari kedepan aku tidak akan direpotkan olehnya!”


“Mungkin untuk seterusnya ....”


“Maksud, Pop?...” Rery mengernyitkan dahinya.


“Ann akan tinggal di Mansion Papa Lucca mulai malam ini dan tidak akan menginap atau bahkan sekedar datang kesini, jika kau ada disini”


*****


🍹 BONUS CHAPTER 10 🍹


Ditunggu Bon-chap yang ke 11 ye


Jangan lupa tinggalkan jejak


Tararenkyu buat kalian yang masih setia dimari


Salam sayang,


Emaknya Queen

__ADS_1


__ADS_2