
FAKTA BARU
♠♠♠♠♠♠♠♠♠♠♠♠
Selamat membaca....
♠♠♠♠♠♠♠♠♠♠♠♠♠♠♠♠♠
“Poppa sama Momma nih, tega sekali Rery ga diajak. Dad sama Mom juga ga ajak Val!. Aku kan kangen sama mereka berdua”
“Val dan Rery mau ikut Papa Lucca ke Italy. Gappa sama Gamma dan Oma juga mau kesana. Mungkin setelah dari
Italy mereka mau kesini juga”
“Ooo”
****
“Jadi Poppa dan Momma sedang apa di Singapore?”
“Honey Moon” Sahut Poppa santai sambil mengunyah kacang Almond termasuk menguasai toples nya juga.
“Cih! Tak ingat umur!”
“Heh! Jika bukan karena aku paranoid dengan kesehatan dan keselamatan Momma kalian. Kalian akan memiliki adik satu container penuh! ...”
“Hahaha ...” Gelakan sontak terdengar di ruang santai keluarga.
***
Momma dan Mommy Ara yang sedikit merasa letih itu sudah pamit lebih dulu untuk beristirahat setelah makan malam dan bercengkrama sebentar.
Tiga Moms lainnya juga sama. Mereka langsung pergi ke kamar masing – masing setelah mengucapkan selamat
tidur pada para krucil dan Mika.
Sisanya masih bertahan di ruang santai keluarga sembari menonton film dan mengobrol.
“Oh iya Vi, aku besok ga bisa ikut menjamu anak – anak panti”
“Kenapa, Drea?”
“Aku mau ikut Abang ke Bandung. Mau mengecek soal Tara”
“Tara?”
Kevia, Poppa dan Daddy R bertanya serempak.
“Anaknya Inggrid ....”
“Ada urusan apa?!”
“Jangan marah dulu”
“Aku hanya bertanya!”
“Ketus begitu”
“Memang seperti ini nada bicaraku!”
Varen dan lainnya yang sedang berada didekatnya dan Daddy R pun terkekeh kecil. “Dia ada hubungannya dengan wanita yang kami curigai dan sedang kami selidiki itu loh Dad” Sambar Andrea.
“Dia terlihat bersama dengan orang kepercayaan wanita yang dalam data donatur panti tempat Marsha sebagai Dilara. Aku ingin memastikan, dan katanya dia sudah tidak lama pulang ke rumah Kakek Peter sejak pamit untuk bekerja di luar kota. Tetapi orangku mendapatkan fotonya di GH”
Daddy R dan Poppa manggut – manggut. “Huumm....”
“Tapi nama aslinya bukan Dilara melainkan Jessy Tabita” Ucap Varen lagi.
“Kalian pernah mendengar namanya”
“Aku hanya mengingat nama Momma kalian dalam hatiku”
“Halah!”
“Berikan padaku fotonya”
“Sebentar aku ambilkan”
***
Varen sudah kembali dari kamarnya dengan membawa sebuah amplop besar di tangannya.
Lalu membuka dan memberikan isinya pada Poppa dan Daddy R.
“Kenal?”
“Tidak”
“Yang Poppa pegang itu foto suaminya. Dia salah seorang politisi yang cukup terkenal di negeri ini”
“Tidak kenal” Sahut Poppa cepat. “Politisi – Politisi recehan macam dia ini mana aku kenal?. Tokoh yang jauh lebih diatasnya dia di negeri ini saja ingin bertemu denganku, aku abaikan”
Pongahnya si Poppa memang.
Tapi ya wajar saja jika Poppa pongah dan berbangga diri. Di usia dua puluh tahun dia bisa menghabisi klan mafia di Rusia bersama Daddy R dengan taktik dan kemampuannya.
Dalam jangka waktu dua tahun dia bisa membangun Perusahaannya sendiri dari gaji yang diberikan Gappa saat ia dan Daddy R masih belajar dan membantu Gappa di Adjieran Smith Company.
Di London, orang – orang dalam dunia bawah sangat menghormati dan bahkan sebagian takut padanya. Kini bisnis
pribadi Poppa saja sudah tersebar hampir di seluruh dunia. Wajah Poppa dan Daddy R paling sering wara – wiri di majalah bisnis.
Pergaulan Poppa di permukaan pun sudah jelas dengan siapa saja ia bertemu. Para petinggi negara – negara Eropa tidak ada yang tidak mengenalnya. Kasarnya, Viscount yang hebat di Inggris saja kalau ketemu si Poppa cium tangan kali.
Jadi kalau si Poppa suka asal ngatain orang .. yah namanya juga Poppa.
“Kau kenal dengan wanita ini Dad?”
Varen beralih ke Daddy R.
Daddy R menggeleng.
“Kenal tidak. Tapi rasanya aku pernah melihat dia di suatu tempat. Wajahnya tidak terlalu asing untukku” Ucap Daddy R. “Nanti aku coba ingat – ingat”
“Baiklah”
__ADS_1
***
Hotel Daddy R, Jakarta, Indonesia..
“Ada apa, hem?”
“Ini loh Mom, ada anak yang sebenarnya sudah sembuh, menurut aku. Tapi tahu – tahu dia kambuh dan histeris
jadi terpaksa harus diisolasi dalam perawatan khusus di Panti”
“Diisolasi?”
“Tenang Tante – Tante cantik, bukan diisolasi dalam arti mengerikan seperti di penjara loh ya”
“.....”
“Ruang isolasi ditempat aku itu sudah dibuat khusus untuk mereka yang mempunyai permasalahan sama seperti
Lala. Ya biasanya sih anak – anak yang punya ketergantungan narkoba. Dan mereka ditempatkan disana biasanya saat awal – awal aja”
“.....”
“Itu pun ada staff yang sudah aku siapkan khusus untuk merawat mereka”
“.....”
“Tapi untuk gadis yang bernama Lala ini, karena dia nampak kambuh lagi jadi terpaksa aku tempatkan dia disana untuk ditenangkan dan diobati lagi dengan terapi”
“Tapi kalau kalian bilang gadis itu sudah sembuh atau keadaannya sudah jauh lebih baik, kenapa gitu bisa kambuh lagi?. Apa dia bergaul di luar panti?”
“Anak – anak panti yang masih kami tangani hanya boleh keluar seminggu sekali, itu pun seperti ini, bareng – bareng. Selebihnya jika mereka sudah jauh lebih baik baru kami akan persilahkan jika mereka mau meninggalkan panti, ya seperti Via ini”
“Kalau seperti itu sih, itu anak berarti dapat supply lagi”
“.......”
“Orang yang kalau sudah pernah ketergantungan narkoba lalu ia sudah sembuh lah anggap itu anak. Terus tau – tau kambuh, pasti ada pemicunya. Ya narkoba itu sendiri”
“Maksud Momma?”
“Kalau kamu bilang akses mereka, anak – anak panti seperti yang Marsha bilang hubungan mereka dengan orang luar terbatas, itu tandanya ada orang dalam yang memberikan barang haram itu pada itu anak. Dan itu patut kamu selidiki lebih lanjut”
“Masa sih Tan?”
“Coba deh kamu mulai interogasi itu perempuan yang tadi bicara sama Via”
“.......”
“Dia penanggung jawab di panti kamu kan?”
“Iya, Tan”
“Nah coba kamu interogasi dia”
“Panggillah itu coba dudukkan dia disini dengan kita, Sha!”
**
“Em, aku mau bicara soal Lala”
“Ga apa Mba Emali. Keluarga aku ga masalah mendengarnya. Lagipula Lala sudah aku anggap adik sendiri seperti yang lainnya”
“......”
“Jadi aku juga mau tahu kenapa Lala bisa – bisanya kambuh lagi”
“Begitu ya..”
“Apa Lala pernah didatangi seseorang?”
“Engga Mba”
“Lalu kenapa tau – tau di kambuh begitu?”
“Ya saya juga kurang tau, Mba. Tapi kan si Lala itu narkoba dulunya, jadi kalau dia kambuh kan wajar”
“Kalo menurut aku sih ga wajar deh”
“.....”
“Aku inget pernah lihat tekam medisnya Lala, dan seingat aku waktu itu kadar darahnya Lala sudah hampir normal, jadi kalau dia tau – tau kambuh dan langsung histeris gitu apa ga aneh ya?”
“Mungkin kamu salah baca Via”
“Sepertinya engga”
“Gini ya Via, kamu kan sudah lama meninggalkan panti, jadi kamu ga tahu apa yang terjadi di Panti”
“Memang apa yang terjadi?”
“.......”
“Apa yang terjadi Panti milik Marsha yang kamu tahu?. Coba jelaskan”
“Maksud, Nyonya?”
“Ya tadi kamu bilang Via ga tahu apa yang terjadi di Panti karena dia sudah tidak tinggal disana. Berarti kamu yang lebih tahu, kan?. Jadi apa yang terjadi pada gadis itu?. Kenapa dia bisa tiba – tiba kambuh kalau dia sendiri sudah hampir sembuh?”
“Ya seperti yang saya bilang tadi, Nyonya. Gadis bernama Lala itu kan dulunya pecandu, jadi kalau dia kambuh ya wajar”
“Dia sudah lama dirawat di Panti kalian?”
“Sudah”
“Berarti dia sudah melalui serangkaian pengobatan. Apa dia pernah kambuh sebelum ini?”
“Baru ini”
“Berarti ada yang salah”
“Mak-sud Nyonya?”
“Mereka yang kecanduan narkoba, hanya akan ‘aktif’ kambuh kalau mereka masih menggunakan barang itu dengan sering. Kalau sudah lama tidak apalagi sudah hampir sembuh tetapi tahu – tahu mereka sampai mengamuk, itu tandanya mereka kembali menggunakannya kembali. Atau, dia mengkonsumsi barang haram lain yang memicu kelakuan macam orang gila”
“Maaf, saya ga paham maksud Nyonya. Kalau Anda bilang ada orang yang menyelundupkan narkoba ke panti rasanya tidak. Saya yang biasanya menerima tamu soalnya. Bahkan bingkisan pun akan saya cek terlebih dahulu”
“Ya berarti kamu..”
“Mak-maksud Nyo-nya ..”
__ADS_1
“Ya berarti kamu yang bertanggung jawab mencari tahu sebagai kepala Panti, bukan?”
“Oh-iy-iya ..”
“Apa kamu berpikir saya sedang menuduh kamu?”
“Oh-eng-engga Nyonya”
“Kamu sakit?”
“Engga kok Nyonya?”
“Sepertinya agak pucat?”
“Saya hanya belum sempat sarapan”
“Huumm. Ya sudah silahkan makan dulu.”
“.....”
“Itu dia”
“.....”
“Pelipis yang spontan berdenyut saat kita memberikan tuduhan pada seseorang, berarti dua hal. Dia tahu jelas apa yang terjadi pada gadis yang kalian maksud tadi, atau dia sendiri yang membuat gadis tersebut seperti itu untuk menutupi sesuatu”
“Mantap Kajol!” Celetuk Mommy Ara.
‘Ga sia – sia gue suka merhatiin muka si Donald Bebek kalo otak mesumnya lagi dateng ...’
“Yah begitulah ....”
“Keren banget istrinya Donald Bebek bisa membaca raut wajah orang sekarang!”
“Terima kasih pada kakak lo yang suka ngerjain gue kalo otak mesumnya dateng Chel. Dia kalo rencana mesumnya ketauan gue kan suka kedut – kedut tuh jidatnya. Dari si Juleha belom nongol sampai itu anak segede sekarang gue merhatiin muka si Donald Bebek. Paham jadinya muka orang kalau niat sama beneran boong!”
“Mumes bermanfaat dong ya?”
“Ahahahaha!!!! ...”
****
Kediaman Utama Keluarga Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia..
“Kenapa R?”
“Gue ingat dimana gue pernah melihat wanita ini”
“Dimana?”
“Russia”
“.......”
“Anoushka. Gue ingat pernah melihatnya dua kali bertemu dengan Anoushka”
“Hmmm .... gue rasa sudah cukup jelas sekarang, bukan?”
“Yap. Hanya tinggal mencari bukti jika ingin menyeret wanita itu ke penjara andai perkiraan kita benar”
“Mau ikut bergerak?”
****
SPOILER ......
(Lengkapnya di Episode berikutnya dong ah)
“Aku besok mau ke Panti”
“Momma ikut ya?”
“Momma ga cape?”
“Momma sih kaki gatel Via”
“Ya kan bisa kulineran di Bogor habis dari panti”
“Sama aja kek anaknya satu tuh doyan jajan!”
“Mama ikut juga deh kalau begitu. Tadi kan ga sempat ikut ke Hotel”
“Oke”
****
“Tuan!”
“Ada apa Dara?! Kenapa kau terdengar panik?!”
“Aku sudah tahu semuanya Tuan!. Mereka yang pergi itu karena mendapat bujukan untuk meninggalkan tempat
ini karena di iming – imingi hidup lebih enak! Aku mendapatkan buku harian dari gadis yang dimasukkan ke ruang isolasi itu. Emali membawa anak itu keluar dari sini, aku sempat bertanya tapi dia mendorongku”
“Lalu?”
“Aku pergi ke kamar gadis itu untuk mencari tahu. Tapi aku lupa ada CCTV di lorong yang tadi aku lewati dan rasanya Emali pasti tahu aku masuk ke kamar gadis itu!. Ada yang membantunya juga disini! Salah satu staf panti! Dia pasti akan segera mencariku!”
“Kau dimana sekarang?!”
“Aku sedang berusaha kabur Tuan”
“Kau pergilah ke depan panti! Ada orang kita tak jauh dari sana! Aku akan segera menghubunginya! Staf panti yang kau maksud siapa namanya?!”
“Al... Akh!!”
“Dara!!!”
“Kenapa Bang?!”
“Lo hubungi Via! Suruh putar balik jangan sampai dia ke Panti! Hubungi juga Momma atau Mama Bear atau siapapun yang bersamanya!”
“Oke!!”
“Ammar siapkan mobil!”
****
To be continue ...
__ADS_1