
♥ BELONG TO ME ♥ Milikku ♥ #3
****************
Selamat membaca ....
************************
“Sedang apa itu mereka?. Senang banget kayaknya. Dapat calon mangsa yang mau diincar?!” Ucap John sambil terkekeh.
“Yoi! Cakep sih kayaknya itu cewe kalau dari sini. Tapi bodinya yang lebih nampak nyata.” Teman John menyeringai
Jahil.
“Ingin tahu gue! ceweknya seperti apa sih?!” John penasaran. ‘Gue yakin masih bagus body si Prita.’
John melangkah mendekat pada dua temannya yang lain yang sedang cengengesan memandang kearah bar.
Pandangan dua temannya itu fokus pada seorang cewe ramping yang memakai jumpsuit bersama seorang pria yang tampak berlaku mesra pada cewe itu.
“Mana cewe yang buat kalian ribut?.” Tanya John sekedar ingin tahu.
“Tuh! Mau taruhan John?.”
John terkekeh.
“Tapi dia kayaknya sama cowoknya itu.” Celetuk salah satu teman John. “Tapi tetep, itu cowok masih kalah keren sama kita – kita orang, Bro....”
Keempat cowok keren nan mapan itu pun tertawa bersama.
“Mau taruhan ga?!”
“Nope. Gue hanya penasaran mau lihat seperti apa cewek incaran kalian.” Ucap John. “Apa berbeda dengan
mereka?” John menunjuk para wanita yang datang bersama mereka itu.
“Lo lihat tuh sendiri!” Salah seorang dari mereka menunjuk lagi ke arah bar. “Bumpernya lo lihat”
‘Buat gue sekarang bumpernya Prita yang lebih sedap dipandang.’ Batin John. ‘Ah iya Prita....’
John seketika teringat mau mencari si Prita.
“John, c’mon.”
“Gara – gara kalian gue lupa kalau gue ada urusan penting!. Udah ya gue duluan.” Ucap John.
“Halah! Sebentar aja John, siapa tahu lo yang beruntung dapetin itu cewe.”
“Nope, thanks”
“Liat dulu, tuh!”
‘Ga akan tergoda gue dengan wanita lain. Hanya Prita seorang udah’ Batin John. ‘Prita ....Kakak John padamu ini ....’
“Tuh!.” Salah satu teman John merangkulnya sambil menunjuk saat wajah gadis itu tak lagi menyamping.
‘Prita....?!.’
**
“Please, beri aku kesempatan. Kita coba ya, Prita?.”
Tristan membelai wajah Prita dengan tangannya.
‘Ini dia kayak mau cium gue?’ Batin Prita menduga. “Tris ....”
“Aku ga bisa melihat gadis lain lagi selain kamu, Prita.” Ucap Tristan. Dan laki – laki itu makin mendekatkan wajahnya pada Prita, seperti sudah bersiap untuk mencium Prita.
“Tris gue....”
“JANGAN BERANI – BERANI LO SENTUH DIA!.”
*
‘Prita....?!*.’
Raut wajah John seketika berubah setelah John melihat wajah gadis yang sedang mereka perbincangkan. Rahang
John seketika mengeras. Ia langsung berbalik dan bergegas menuju tempat gadis yang mereka tadi maksud.
Tiga teman John pun kompak saling menatap. Mereka bingung juga melihat perubahan wajah dan sikap John yang
__ADS_1
seperti buru – buru melangkah kelantai dibawah mereka.
“Kenapa dia?.”
“Entah!”
“Mau ngajak kenalan itu cewe?”
“Gue rasa engga. Si John malah kelihatannya murka”
“Jangan – jangan.. itu cewe, cewe barunya si John makanya dia murka begitu?” Mereka kembali saling lempar
pandangan dengan raut wajah yang sama.
“Ah **!. Ribut ini bakalan!” Tiga orang lelaki itu buru – buru menyusul John ke lantai bawah.
***
“JANGAN BERANI – BERANI LO SENTUH DIA!”
Prita dan Tristan langsung tersentak kaget ketika sebuah suara hardikan terdengar sangat kencang. Orang –
orang yang mendengar suara hardikan yang kencang itu pun seketika menoleh lalu terdiam memandang.
“SINGKIRKAN TANGAN LO!.” Tangan Tristan dihempas dengan amat sangat kasar dari tangan dan wajah Prita.
“Kak John?!.”
Mata Prita membulat sempurna melihat John yang muncul dengan wajahnya yang tidak biasa. Rahangnya yang
nampak mengeras dan tangannya yang terkepal menunjukkan kalau saat ini John nampak murka.
‘Kak John, kok ada disini ....?.’ Batin Prita bertanya – tanya. Sekaligus ini merasa ngeri melihat John saat ini yang sempat menatapnya sinis. “Kak....”
Namun John tak menjawab panggilan Prita yang pelan itu. Ia kini sedang memandang tajam sambil berdiri tegak didepan Tristan yang kemudian bangun dari duduknya dan memposisikan dirinya seperti halnya John.
“Apa – apaan ini?!” Ucap Tristan. “Ada apa dengan lo sih?!. Kenapa lo selalu menjadi pengganggu acara gue dan Prita?!”
“Pengganggu lo bilang?!” Ucap John dengan tajam.
“Ya lo itu selalu menjadi pengganggu diantara kami” Sahut Tristan.
John mencengkram kasar kerah kemeja Tristan. “Jaga bicara lo!”
“Kak John apa – apaan sih?!” Prita meraih tangan John agar melepaskan cengkramannya dari kerah kemeja Tristan. Orang – orang masih memperhatikan mereka. Sementara teman – teman dari kedua kubu juga sudah mendekat dua pria yang nampak bersitegang itu.
Sementara pengunjung yang lain hanya memperhatikan dua laki - laki yang sedang berseteru itu termasuk para karyawan tempat tersebut.
“Prita, kenapa ini?” Seorang teman Tristan menghampiri Prita.
“John, chill out (tenang), Man” Seorang teman John pun ikut bersuara. Ia hendak menghampiri John dan melerai agar tak terjadi baku hantam sepertinya.
“Tetap ditempat lo. Ini antara gue dan dia” Sahut John tanpa menoleh pada temannya itu.
“Dia siapa kamu sih, Prita?. Kenapa dia selalu saja mengatur kamu?!” Ucap Tristan bernada menantang. “Naksir lo sama Prita?!. Iri karena si Prita lebih memilih gue?!”
‘Ish si Tristan nih apaan sih?!’ Batin Prita menatap jengah pada Tristan karena ucapannya barusan.
‘Bocah tengik, pake segala nantangin si John dia!’ Batin teman – teman John.
‘Si Tristan lagi memperebutkan Prita sama ini bule?’ Batin teman – teman Tristan.
“Lo ga ada hak mengganggu gue dan Prita!. Dengar lo?!”
Tristan memberi peringatan pada John yang belum berkata apa – apa lgi, namun hampir tak berkedip menatap
laki – laki didepannya itu dengan sangat tajam.
“Tris, udahlah” Prita menyela Tristan yang nampak sedang memprovokasi John saat ini.
Prita sendiri sedang merasa takut pada John saat ini, karena aura pria yang biasanya koplak itu kini sangat jauh berbeda dari Kak John yang biasanya. Prita takut akan ada keributan yang lebih dari ini, kalau Tristan terus saja memprovokasi John.
Dari satu sisi nampak seseorang yang sepertinya pihak dari tempat tersebut berjalan mendekat bersama dengan dua orang sekuriti.
“Minggir lo!” Ucap Tristan sembari mendorong John dengan kasar. “Prita sama gue!” Ia kemudian menyambar tangan Prita dengan cepat dan sedikit kasar.
“Tris....”
“GUE BILANG SINGKIRKAN TANGAN LO DARI DIA!!!”
BUGGGH!!!!
__ADS_1
Satu hantaman keras dari John mendarat di wajah Tristan. Pekikan pun seketika langsung terdengar. Pihak tempat tersebut yang sepertinya adalah seorang penanggung jawab tempat dan sekuriti yang bersamanya setengah berlari kearah keributan.
Namun saat beberapa teman – teman John berbalik dan menghadang staff resto itu, wanita yang menggunakan setelan blazer itu menghentikan langkahnya, berikut dua sekuriti yang bersamanya. “Tuan .. Rico .. Tuan Arya ..” Staff itu juga melirik kearah dua orang yang sedang ribut itu. Wanita itu nampak terkejut, namun ia terpaku ditempatnya.
Dua orang yang disebut staff resto itu tak berkata apa – apa padanya. Namun sepertinya wanita itu tahu siapa orang – orang yang sedang bertikai itu. Dan sepertinya juga ia mengenali wajah John.
“Ma – maaf Tuan”
Wanita itu mengangguk hormat lalu memilih mundur, juga ia mengajak dua sekuritinya agar pergi menjauh.
**
“Kak!”
Prita yang ikutan memekik spontan memeluk tubuh John saat laki – laki itu menghantam wajah Tristan dengan tinjunya.
“Udah Kak ....”
Suara Prita terdengar lirih. Ia sudah gemetar dengan aura John saat ini. Wajah yang nampak murka walau sudah
meninju wajah Tristan namun nampak John belum puas. Tapi Prita keburu memeluknya.
“Udah ... Kak. Please ....” Ucap Prita.
“Ayo pulang!” John mencengkram tangan Prita. Sementara Tristan menyeka darah dari bibirnya.
“Cih!”
“Udah Tris!” Pekik Prita.
“Ayo Kak!”
Beberapa teman Tristan nampak tak terima dengan apa yang baru saja John lakukan pada temannya itu. Mereka yang tak terima hendak maju, namun ditahan oleh beberapa temannya yang lain.
“Jangan cari gara – gara dengan mereka” Bisik seseorang yang sepertinya tahu siapa John dan teman – temannya.
Teman Tristan yang berbisik itu sudah memperhatikan teman – teman John satu satu – satu. Bahkan beberapa dari teman – teman John itu juga sedang menatap tajam kearah teman – teman Tristan yang nampak ingin menyerang John. Tadinya.
“Lo liat dua orang itu?. Arya Adiwangsa dan Rico Narendra. Kita selesai kalau berurusan dengan mereka” Salah seorang teman Tristan memperingatkan. "Kalau cowo yang ribut sama Tristan itu sama-sama mereka, yakin gue kalau dia bukan orang biasa. Jadi jangan ikut campur mendingan!"
Pada akhirnya teman – teman Tristan yang tadinya ingin ikut campur menahan langkah mereka. Toh gerombolan John juga sepertinya menang jumlah dari mereka. Bahkan sudah nampak ‘pasang badan’ juga.
“You can go, John. Let us handle everything here ( Lo bisa pergi, John. Biar kami yang urus semua disini ).” Ucap Rico pada John yang nampak emosinya belum redam itu. John mengangguk dan langsung mencengkram pinggul Prita untuk berjalan bersamanya keluar dari tempat tersebut.
“Hey baby. Ada apa?”
Seorang wanita tau - tau menghadang jalan John dan Prita.
‘Ini cewek yang tadi siang gelendotan sama sibule koplak, kan?’ Batin Prita. ‘Eh bule serem deh dia sekarang’
“Siapa dia John?”
‘Emang ini cewenya kan?. Dari tadi siang berduaan sampe sekarang. Ngapain juga dia sewot liat gue sama Tristan?!’
“Minggir Em, bukan urusan kamu!” Ucap John ketus. Dan wanita yang dipanggil Em itu langsung berwajah tak senang juga langsung menatap sinis pada Prita yang sedang dirangkul pinggangnya oleh John.
“Baby ....”
‘*Baby .. b**bi!’ Batin Prita yang sewot itu mengumpat kasar.
“Tentu aja urusan aku, kamu kan ....”
“Aku bilang minggir!”
Prita dan wanita yang dipanggil Em itu spontan mengendikkan bahu mereka mendengar suara John barusan.
Wanita yang dipanggil Em itu pun langsung menyingkir dari hadapan John. John pun kembali mengayunkan
langkahnya membawa Prita dengan tergesa akibat kesalnya.
“Dan lo!” John menghentikan langkahnya. Mata dan telunjuknya mengarah pada Tristan “Ini peringatan terakhir!” Ucap John keras. “She, Is Belong To Me! ( Dia, Milik Gue! ). Jadi jangan pernah lo coba – coba untuk mendekatinya lagi!”
Prita pun spontan menganga.
***
To be continue....
Yang menunggu cerita para tokoh yang lain harap bersabar yah. Udah baca BSS kan?. Udah paham dong ya kalo
*emak suka kasih cerita yang kadang bikin terkejut. Wkwkwkwk.*
__ADS_1
Sok beut emang Author.
Happy Weekend ..