THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 86


__ADS_3

🕑 HARI YANG MELELAHKAN 🕑  Part One ( Bagian 1 )***************


Selamat membaca ...


***************


Perusahaan Smith, London, Inggris


Andrew dan Reno sudah mengantarkan Leroy pergi dari Perusahaan mereka setelah Jill Silas dan kedua putrinya dibawa paksa oleh orang – orang dari pria bernama Eun Ha. Andrew dan Reno baru saja akan mengecek ponsel mereka saat Ezra berbicara pada keduanya.


“Sir, Mister Jeff called me. He said that Mrs. Fania is in London ( Tuan, Tuan Jeff menghubungiku tadi dan dia bilang Nyonya Fania ada di London ).”


“What?! ( Apa?! ).”


Andrew dan Reno sama – sama terkejut mendengar apa yang baru saja Ezra ucapkan.


“Mister Jeff said that he and Mister John tried to call both of you so many times, but you both haven’t answer, neither read their message ( Tuan Jeff bilang kalau ia dan Tuan John sudah mencoba menghubungi anda berdua beberapa kali tapi tidak ada yang tersambung, begitupun pesan mereka yang belum kalian baca ).”


Andrew dan Reno langsung mengecek ponsel mereka.


“Thanks Ezra.”


Reno dan Andrew langsung mencoba menghubungi Fania. “It seems that Mrs. Fania cellphone is switch off, Sir ( Sepertinya ponsel Nyonya Fania mati, Tuan ).” Ucap Ezra. “I also already tried to call her several times ( Aku juga sudah mencoba menghubunginya beberapa kali tadi ). When both of you still busy with that old man ( Saat kalian berdua sedang sibuk dengan orang tua itu ).”


Andrew berdecak. “You should told me about that, Ezra ( Harusnya lo bilang soal itu, Ezra ).” Ucap Andrew.


“Sorry Sir, I’m afraid if that’s will disturb you when you were at lounge ( Maaf Tuan, aku takut hal itu mengganggu urusan anda di lounge tadi ).”


“Everything about my wife and family is more important than anything! ( Semua tentang istri dan keluargaku lebih penting dari apapun! ). You should already know that very well! ( Lo harusnya sudah tahu itu dengan baik! ).” Ucap Andrew yang nampak sedikit kesal.


“My mistake, Sir ( Kesalahan saya, Tuan ).” Sahut Ezra setengah menunduk.


“Do you know where is my sister, now? ( Lo tahu adik gue dimana sekarang? ).”


“I haven’t saw her around ( Aku belum melihatnya disekitar sini ).”


“I call Mansion ( Gue telpon Mansion ).”


“Prepare my car, Ezra. I’m going to my office first then I’ll go ( Siapkan mobil gue, Ezra. Gue ke ruangan dulu, setelah itu gue akan pergi ).” Ucap Andrew yang kemudian berjalan menuju lift pribadinya bersama Reno sambil mengecek ponsel mereka.


***


Amersham Station, Buckinghamsire, England


“HISH!.” Fania mendengus saat Tyana berlari menyebrangi rel kereta dan ia pun juga langsung juga berlari


kearah yang sama dengan wanita bernama Tyana itu. "Pada kemana itu polisi kalo dibutuhin!." ia bergumam kesal dengan nafasnya yang mulai terengah.


Fania langsung  turun ke arah rel mengejar wanita bernama Tyana, berlari tanpa melihat kanan kirinya lagi.


“FANIA WATCHOUUUT! ( FANIA AWAAS! ).”


Patrick berteriak dengan kencang saat ia dan Martin sudah juga masuk ke area dalam stasiun dan melihat Fania yang sedang berlari diantara rel tanpa sadar ada kereta yang juga sedang melaju dari satu arah. Fania mendengar teriakan teriakan Patrick.


Suara pekikan ngeri dari orang – orang yang berada di stasiun juga terdengar. “Fania...” Walker yang sudah berhasil meringkus Levi, serta Martin dan Patrick terpaku ditempat mereka saat kereta melintas dan Fania belum diketahui nasibnya.


BRUGH!


**

__ADS_1


Perusahaan Smith, London, Inggris


“Little F ga ada di Mansion, Ndrew.” Ucap Reno setelah ia selesai berbicara di ponselnya. “Theresa bilang Fania sempat menelpon minta Ben untuk menjemputnya di Bandara, tapi sampai sekarang mereka belum kembali ke Mansion.”


Andrew mengangguk. “Coba gue hubungi rumah di Frognal. Lo tolong hubungi Ben, R.”


Reno mengangguk dan langsung mencoba menghubungi ponsel Ben.


Andrew dan Reno sudah berada di lorong menuju ruangan pribadi Andrew. “Fania also not at home in Frognal (


Fania juga ga ada di rumah yang di Frognal ).” Ucap Andrew.


“Ben juga ga mengangkat telponnya.” Ucap Reno juga.


“Sir! ( Tuan! ).”


Eve datang menghampiri Andrew dan Reno.


“Ah, Eve!.” Sahut Andrew. “Is my wife called? ( Apa istri gue ada telpon? ).” Tanya Andrew pada sekertaris pribadinya itu.


“She was here, Sir ( Tadi dia kesini, Tuan ).”


Andrew dan Reno sedikit terkejut setelah mendengar ucapan Eve.


“Why didn’t you tell me? ( Kenapa lo ga bilang sama gue? ).”


“I was, Sir. But Mrs. Fania looks a little bit hurry and she refused when I offered her to call you at lounge ( Tadinya saya mau memanggil Tuan. Tapi Nyonya Fania terlihat buru – buru dan dia menolak saat saya mau memanggilkan tuan di lounge tadi ).”


“How long she’s been here? ( Berapa lama dia disini? ).”


“I'm not so sure, Sir. I met here when she was came out from your office ( Saya kurang tahu juga, Tuan. Saya berpapasan dengannya saat ia keluar dari ruangan anda ).”


“Come in Eve, there’s something I want you to do ( Masuk Eve, ada yang mau gue suruh ).”


“Yes Sir ( Ya tuan ).”


Eve mengangguk patuh.


“Ah, by the way. Mrs. Fania left her cell phone on your desk, Sir ( Ah iya, ngomong – ngomong. Nyonya Fania


meninggalkan ponselnya di meja kerja anda, Tuan ).”


“Ck.” Andrew berdecak saat melihat ponsel Fania yang diletakkan ditempat untuk mencharge ponsel. Ia juga mengecek komputer pribadi nya, sementara Reno kembali terlihat sibuk dengan ponselnya.


Eve berdiri didepan meja kerja Andrew, menunggu bos nya itu memberi perintah.


“Did you touch my pc? ( Apa lo menggunakan komputer gue? ).” Tanya Andrew pada Eve sambil matanya menatap


pc nya.


“No Sir ( Tidak Tuan ). I did not touch anything. I just seeing her cell phone ( Aku tidak menyentuh apapun. Aku hanya melirik ponselnya ).”


Andrew nampak fokus mengecek komputernya.


‘Berarti Fania yang pakai mungkin.’ Andrew melirik arlojinya sambil mengecek layar video yang sudah ia perbesar. “Eve, you move this video into a flashdisk ( Eve, lo pindahkan video ini ke usb ). And also make one or two copies of it ( Dan juga buat satu atau dua kopian nya ).”


Eve langsung mengangguk. Andrew kemudian mengecek lagi video dari cctv selama dia di lounge.


“What time you saw her out from here? ( Jam berapa lo lihat dia keluar dari sini? ).” Tanya Andrew lagi pada Eve.

__ADS_1


“About thirty minutes ago ( Sekitar setengah jam yang lalu ).”


Andrew membuka lagi video yang pertama.


‘Jangan – jangan dia hanya menontonnya sampai sini.’


Andrew mem – pause video dan melihat waktu di video tersebut.


‘Kalau hanya sampai sini, pasti dia berpikir yang aneh – aneh.’ Andrew kemudian berdiri dari duduknya.


Andrew mengkode Reno yang sedang berbicara ditelpon dengan kepalanya, sambil ia menyambar ponsel Fania


yang tengah di charge itu.


“John bilang ada masalah di garage, makanya Little F buru – buru ke London.”


“Coba gue hubungi Walker.” Andrew meraih ponselnya dan mencoba menghubungi pria yang merupakan temannya


juga itu.


Andrew mendengus karena nomor Walker tak dapat dihubungi.


“Little F kemungkinan besar menonton apa yang terjadi di lounge namun tidak sampai selesai. Ada kemungkinan


dia salah paham tentang kita dan kedua putrinya tua bangka itu.”


Reno manggut – manggut. Ia dan Andrew hendak bergegas pergi.


“Eve, do like what I have told you ( Eve, kerjakan apa yang tadi gue suruh ).”


“Yes Sir ( Iya Tuan ).”


Nino datang ke ruangan Andrew.


“Sir, I’ve got some informations that Miss Fania stuffs for her garage was hold in the customs ( Tuan, aku dapat info kalau beberapa barang Nona Fania untuk bengkelnya di tahan di bea cukai ).”


Andrew dan Reno menampakkan ekspresi terkejut.


“Miss Fania was here with Ben, but then she’s left by using a cab ( Nona Fania tadi datang kesini, tapi kemudian


dia pergi menggunakan taksi ).”


“We go to the garage then ( Kita ke bengkel kalau begitu ).”


“Sir! Something happened! ( Tuan! ada sesuatu! ).” Ezra datang setengah tergesa.


“What is it?! Don’t tell something bad, happened to my wife ( Ada apa?! Jangan bilang sesuatu yang buruk menimpa istri gue ).”


***


“Where is she ( Dimana dia? ).”


“She’s inside ( Dia didalam ).”


“How is she? And how about that two rascals? ( Bagaimana keadaannya? Lalu dua penjahat itu? ).”


“They already caught and police were arrested them ( Mereka sudah tertangkap dan polisi sudah menahan keduanya ).” Reno berbicara dengan Walker sementara Andrew langsung setengah berlari untuk sampai ke Fania.


***

__ADS_1


To be continue ...


__ADS_2