
Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye
🍸🍸🍸🍸🍸🍸🍸🍸🍸🍸🍸🍸🍸🍸
I WANNA GROW OLD WITH YOU
( Aku Ingin Menua Bersamamu )
💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Selamat membaca ...
Author’s POV
Semua destinasi liburan berpesiar The Adjieran Smith sudah disambangi. Terakhir adalah Norwegia, tempat kelahiran Daddy Dewa, sekaligus mengantarkan kedua orang tua Daddy Dewa berikut keluarganya yang berdomisili disana.
Menghabiskan beberapa hari di negara Nordik di Semenanjung Skandinavia, bagian ujung barat yang berbatasan dengan Swedia, Finlandia, Rusia, Britania Raya di barat daya, dan seribu kilometer dari Islandia di arah barat.
Rombongan The Adjieran Smith memanfaatkan waktu mereka menikmati keindahan dan kenyamanan negara tersebut.
Negara yang katanya paling damai dan makmur sedunia.
Serta negara yang juga banyak menyimpan banyak sekali destinasi wisata.
Jadi rombongan The Adjieran Smith itu benar-benar memanfaatkan keberadaan mereka di negara tersebut.
Mengunjungi beberapa tempat menarik seperti Ringve Music Museum, yakni Museum, Musik dan Taman, hingga mengunjungi sebuah cagar alam liar untuk berjalan-jalan menikmati pemandangan indah dan memancing.
Terakhir, menikmati indahnya aurora yang menghiasi langit di sebuah kota bernama Tromso, yang terletak di Norwegia bagian utara. Termasuk menikmati fenomena Polar Night, dimana di tempat ini tidak bisa melihat matahari pada saat musim dingin.
Sebagai acara penutup perjalanan, acara jamuan makan malam juga diadakan di Ibukota Norwegia, yakni Oslo. Sebelum semua orang yang termasuk dalam rombongan The Adjieran Smith kembali ke kapal pesiar yang telah membawa mereka hampir mengelilingi seluruh dunia, terkecuali orang tua dan keluarga Daddy Dewa, karena memang mereka tinggal disana.
Author’s POV off
****
Oslo, Norweg
The Adjieran Smith menggelar jamuan makan malam penutup perjalanan liburan pesiar mereka, yang lebih spesial dari liburan pesiar-pesiar sebelumnya, di salah satu restoran mewah yang berada di kota tersebut.
Sebuah restoran mewah yang memiliki koki bergelar Michelin.
Michelin : Suatu gelar luar biasa yang diberikan untuk masakan yang luar biasa. Gelar bergengsi didunia kuliner.
Jamuan makan malam penutup tersebut juga dilakukan sebagai perayaan akan bertambah besarnya lingkup keluarga The Adjieran Smith saat ini.
Dari banyaknya orang – orang, dalam hal ini mereka yang menjadi kerabat sangat dekat, yakni mereka yang sudah banyak berjasa membantu setiap urusan keluarga tersebut, juga kesetiaan yang diberikan.
Ting! Ting! Ting! Ting!
“May I have you all attention, please! ( Boleh aku minta perhatian kalian sebentar? )”
Itu Poppa yang sudah berdiri dan berucap setelah mendentingkan sendok di gelas yang sedang Poppa pegang. Dan mata semua orang kini sudah terfokus pada Poppa.
“Thank you ( Terima kasih )” Ucap Poppa kemudian setelah semua perhatian semua orang sudah teralih padanya yang hendak sedikit berkata – kata.
“....”
“All I can say is thank you behalf of my family’s name, and behalf of my Dad's name, and those great guys who become a starter to build, rise, and take care this family and teach every person of us, to keep this family as the way like now...”
“( Yang dapat kukatakan hanyalah ucapan terima kasih atas nama keluargaku, dan atas nama ayahku, dan mereka para pria hebat yang mengawali untuk membangun, membesarkan dan menjaga keluarga ini dan mengajarkan kepada masing – masing kami untuk tetap menjaga dan memastikan keluarga ini tetap seperti sekarang ini... )”
“....”
“Have a lot of affection inside, a very tight bound and taking care also protecting of each other ... Thank you to every all of you, who already take part and willing to be a part of us...”
“(Dengan banyak kasih sayang didalamnya, ikatan yang kuat dan saling menjaga serta melindungi satu sama lain... Terima kasih untuk setiap dari kalian, yang sudah turut serta dan berkenan untuk menjadi bagian dari kami ...)”
“....”
“Hopefully, oh no, I’ll make sure, me and R will make sure of this family presence to be in the good condition ...”
“( Semoga saja, oh tidak, Aku yakinkan, aku dan R akan yakinkan jika keberadaan keluarga ini akan tetap berjalan dalam kondisi yang baik ) ...”
“....”
“Because me and R, and all of this guys on this table ... ( Karena aku dan R, juga para pria yang ada di meja ini... )”
__ADS_1
Poppa menunjuk dirinya, Daddy R dan para pria inti keluarga The Adjieran Smith.
“Will slice your throat, if you guys dare to betrayal us! ( Akan mengiris leher kalian, jika kalian berani mengkhianati kami.. )”
Dan suara kekehan sontak menggema dalam sebuah ruangan yang disewa khusus dalam restoran tersebut.
Poppa pun sama terkekeh seperti semua orang.
“Last but not least ... ( Terakhir namun bukan akhir ... )”
“....”
“Money can come and go ... ( Uang bisa datang dan pergi... )”
“....”
“But not everyone in this room, in this family... ( Tapi tidak semua orang dalam ruangan ini, dalam keluarga ini ... )”
“....”
“Hard to get in, heavy to get out when you already in. Am I right? ... ( Sulit untuk masuk, dan akan merasa berat untuk keluar jika kalian sudah masuk ke dalam keluarga ini. Apa aku benar? )...”
“YEAAAAHH!!...”
“So, I have say what I have to say, last... Things have gotten out of hand with our friend, but not in this bound inside our family”
“( Aku sudah mengatakan apa yang harus kukatakan, terakhir ... Hal – hal dapat terjadi diluar kontrol dengan teman kita, tetapi tidak dengan ikatan dalam keluarga kita ini )”
“....”
“Thank you! ( Terima kasih! )”
Poppa mengangkat gelasnya, dimana semua orang ikut berdiri dan mengangkat juga gelas mereka dengan minuman yang beragam.
“SALUUTT!!!...”
“SALUUTT!!!...”
“Itu si Endru ngomong apaan aje si, Priwitan? ...” Orang bekesong keder.
"Iyeh, tau - tau ngangkat gelas aje itu die! " Timpal orang bekesong atunya. "Ape kate kakak ipar kamu yang kinclong beut palanya itu dari taon jebot, Prita?? .."
“Au ah!”
**
Bandung, Indonesia
Guratan kebahagiaan serta kegembiraan masih meliputi wajah-wajah para personel The Adjieran Smith, meski liburan berpesiar mereka yang hampir berkeliling dunia, Eropa tepatnya telah selesai dan mereka semua sudah kembali ke Indonesia, lalu para kerabat sudah juga kembali ke asal mereka masing-masing.
Kini, sebelum kembali ke Kediaman Utama yang berada di Jakarta, lalu setelahnya mereka yang berdomisili di London, dan sebagian besar waktu mereka tinggal di Mansion The Adjieran Smith yang berada di London, akan kembali juga kesana, The Adjieran Smith inti, menyisihkan beberapa hari lagi dalam liburan mereka yang sangat panjang itu di sebuah kota di daerah Jawa Barat, Indonesia.
Sebuah kota dimana ada tempat yang kiranya bersejarah bagi Gappa yang terletak di sebuah perbukitan yang memiliki lahan yang sangat luas, serta pemandangan alam yang tak kalah indah dengan Switzerland, juga memiliki hawa yang sangat sejuk.
Kediaman Gappa yang ia tinggali bersama sang ayah angkat utama, berikut para orang tua angkatnya terkasihnya, sejak usia Gappa sekitar lima atau enam tahun hingga Gappa dewasa dan bertemu Gamma. Tempat yang memiliki banyak kenangan indah untuk Gappa, sama seperti Mansion masa kecil Gappa di Ravenna.
Sebuah Villa, yang pada kenyataannya lebih dapat dikatakan sebagai Mansion karena luasnya lahan dan indah serta megahnya interior bangunan yang nampak dari luar. Bangunan yang banyak sekali mengukir kenangan untuk Gappa secara pribadi, karena cukup lama tinggal disana.
***
Semua personel The Adjieran Smith tanpa terkecuali sedang berkumpul di ruang santai Villa milik Gappa, warisan keluarga mereka yang sama seperti Mansion di Ravenna yang masih tetap Gappa pertahankan keberadaannya. Tak rela rasanya Gappa menjual kedua rumah yang bersejarah baginya itu.
Saat ini, Gappa sedang duduk di sebuah kursi dengan sandaran yang tinggi, sementara para cucu duduk diatas karpet sembari menghadapkan diri mereka pada Gappa yang nampak seolah sedang berdongeng itu.
Sementara para orang dewasa, sebagian duduk di sofa sekitar mereka dan para Dad sebagian ada yang ikut gelesoran diatas karpet. Gappa sedang berbagi kisah, dongeng hidupnya pada para cucu yang nampak begitu khusyuk dan antusias mendengarkan Gappa bercerita.
Para Dad dan Mom pun sama khusyuk dan antusiasnya dengan para cucu, meski sudah sering mendengar kisah Gappa sedari kecil hingga ia telah mencapai titik maksimal dalam hidupnya sampai di usianya yang sudah senja ini. Gamma pun sama, mendampingi para cucu mendengarkan cerita Gappa bersama para besannya dan Gappa itu.
Suasana hangat menyelimuti ruang tengah Villa saat ini.
Lalu kesemua orang bercengkrama bersama selepas Gappa mengakhiri ceritanya, sebelum mereka pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
Seperti selalunya yang mereka lakukan saat sedang berkumpul bersama dimanapun. Sesuai motto mereka, yakni, selalu ada waktu untuk keluarga.
**
Tak ada hal yang lebih menyenangkan dan membahagiakan bagi para pria dewasa dalam keluarga The Adjieran Smith yang memiliki masing-masing pasangan hidup yang sangat mereka cintai disisi mereka saat ini. Para wanita hebat dengan segala kekurangan dan kelebihan mereka.
__ADS_1
Selain para anak yang kehadirannya begitu melengkapi hidup dan kebahagiaan mereka.
Sosok-sosok yang kehadirannya begitu disyukuri dengan segenap jiwa dan raga oleh para pria The Adjieran Smith.
Sama seperti halnya para pria, kebahagiaan, kesenangan dan rasa syukur ada dalam hati para wanita The Adjieran Smith untuk para pria mereka, juga anak-anak mereka, yang tidak akan mau mereka tukar dengan apapun di dunia ini.
Satu per satu, beberapa masalah dan hal buruk telah terlewati dan juga sudah diselesaikan hingga tuntas. Bahagia sudah dirasakan, sedang dirasa, dan sedang bahkan akan terus digenggam untuk dipertahankan hingga akhir.
**
“Attention, women ( Perhatian, para wanita ) , untuk para istri tercinta, please!..” Itu Daddy R yang bersuara.
Dimana kemudian para wanita menoleh dan langsung memperhatikan Daddy R dengan tersenyum, sebagaimana Daddy R yang juga menampakkan senyum cerianya saat ini.
“Mau kasih bonus Kak Ren? ..” Celetuk Mami Prita.
“Bisa diatur itu Mami Prita....” Sahut Daddy R. “Jangan apa, kids??.....”
“Jangan Kek Orang Susyaahh!! .....” Para anak kompak menjawab dan gelakan pun langsung menggema.
**
“Untuk kalian para wanita super cantik, seksi ..”
“Hahahahaha ....”
Gelakan menyelingi ucapan Daddy R yang menjeda ucapannya karena ia sendiri tersenyum lebar dan terkekeh kecil.
“Dan tentunya wanita-wanita yang saaangaatt kami cintai secara pribadi, Mrs. Ara, Mrs. Fania, Mrs. Michelle, Mrs. Prita, Mrs. Jihan, Mrs. Fabi, Little Mrs. Andrea, Mrs. Kevia, Mama Bela, dan yang saangaaatttt, sangat, sangat segalanya, of course, Mrs. Erna ...”
Kekehan pun terdengar.
“Juga Oma Anye, Nenek Yuna...Dimana aku juga mewakili almarhum dari pasangan kalian yang pastinya sangat mencintai kalian, sebagaimana aku dan Jeff mencintai Ara dan Jihan,”
Oma Anye dan Nenek Yuna pun tersenyum haru.
“Aku, mewakili, semua pria tampan ini...”
Daddy R menunjuk pada para pria yang pasangannya telah disebutkan tadi.
“Hanya ingin mengatakan, terima kasih untuk keberadaan kalian dalam hidup kami. Terima kasih, sudah mencintai kami, sebagaimana kami mencintai kalian. Berkorban untuk kami, sebagaimana kami yang tidak akan berpikir dua kali untuk berkorban demi kalian...”
Daddy R menampakkan senyum tampannya, dan senyuman yang sama juga muncul dari para pria yang sudah berdiri saling bersisian.
Terkecuali Gappa dan Ake Herman yang tetap duduk di tempatnya.
“Kami, hingga akhir nanti, akan selalu ada untuk kalian. Tidak perduli meski langit runtuh atau bumi terbelah dua. Sebagaimana kalian, yang pastinya akan selalu ada untuk kami..”
Daddy R tetap menampakkan senyumnya menatap dalam dan penuh arti pada Mommy Ara yang matanya sudah nampak begitu berkaca – kaca.
Poppa, Papi John, Daddy Jeff, Daddy Dewa, Papa Lucca, termasuk juga Gappa dan Ake Herman menatap pasangan mereka masing-masing sebagaimana Daddy R menatap Mommy Ara. Begitupun sebaliknya.
“Kami, ingin menua bersama kalian, mati- dalam dekapan kalian...”
Belum sampai Daddy R meneruskan kata-katanya, para istri sudah keburu berhambur pada masing-masing suami tercintanya, dengan wajah yang sudah basah dengan air mata.
“Terima kasih ya, sudah bertahan disisi kami, hingga detik ini.. terimah kasih, sudah menerima segala kekurangan kami dan tak pernah berhenti mencintai kami .... We love you! That mu-ch ... ( Kami mencintai kalian! Sa-ngat ) ...”
**
“Teruntuk kalian, para pria kami.. Kami, sudah melihat versi terbaik diri kalian, dan juga yang terburuk dari kalian. Dan kami, memilih keduanya”
“Tentu, kami pun ingin menua bersama kalian, selalu ada untuk kalian, berbagi apapun dengan kalian. Dan kami, mencintai kalian, sebesar kalian mencintai kami’
“Terima kasih, untuk keberadaan, cinta dan pengorbanan kalian untuk kami”
“We love you, That Very Much..”
“( Kami mencintai kalian, Dengan Teramat Sangat..... )”
--- The Women of Adjieran Smith ---
****
To be continue ..
Dilarang Baper!
__ADS_1
Wkwkwk