
Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
RARIWEUH
💚💚💚💚💚💚
Selamat membaca...
💚💚💚💚💚💚💚💚💚
“Cek kembali barang – barang kalian .... Segala macam identitas jangan lupa juga! ... Moms, kalian yang incharge soal identitas, sudah dicek semua? ..... Jangan sampai kalian hanya sibuk mengurusi skin care dan make up!”
Daddy Jeff membeo, saat hari keberangkatan mereka untuk berpesiar sudah tiba dan mereka akan bertolak ke
negara sebelah, untuk menyambangi kapal pesiar milik mereka yang bersandar di sana.
Menaikinya, lalu berangkat berpesiar ria sesuai tujuan yang sudah ada dalam daftar.
Para Mom hanya memutar bola mata mereka dengan malas, termasuk istri tercintanya Daddy Jeff, yakni Mama
Jihan.
Yang mulai merasa sebal pada si Papa Bear itu yang sudah beberapa kali ber cerocos tentang apa yang tadi Papa
Bear katakan sembari setengah berteriak.
“Udaaahhhh Papa Beaaarrr. Kalau perlu akte lahir nanti sekalian kita bawa!”
“Aku hanya mengingatkan”
“Iya Papa Beaarr!!...”
Kemudian sahutan kompak terdengar tidak hanya dari mulut Mama Jihan, tetapi juga dari para Mom yang sedang berlalu lalang di hadapan Daddy Jeff
“Kita mau berangkat jam berapa sih sebenarnya?”
“Lihat saja jika para Nyonya itu sudah tidak lagi seliweran macam mobil-mobil di jalanan”
“Haish, rasanya setiap kita mau liburan keluarga kita ini macam mau pindah rumah dan pindah negara!”
Akhirnya Daddy Jeff dan Papi John yang berpapasan di dekat ruang tengah itu pun bergabung dengan para pria
lain di pekarangan belakang.
***
“Oh iya, itu keluarganya Uncle Arya diajak juga kan?”
“Iya lah diajak dong” Sahut Papi John pada Varen yang barusan bertanya.
“Lalu mereka mau ikut atau tidak?”
Lagi, si Abang bertanya.
Papi John mengangguk.
“Kafeel bilang sih iya, dia berikut ibu dan adiknya akan ikut kita liburan”
“Syukur deh!” Sahut Varen. “Sudah lama juga tidak bertemu Aunt Manda dan Lena ya, kita? Sama Kafeel apalagi”
“Yah, mau bagaimana. Sejak insiden Arya, mereka memilih pergi dari Indo dan membangun hidup baru di Malay dan seolah menjauh dari kita semua yang mengenal Arya”
Para pria yang sedang bersama Papi John kemudian manggut-manggut.
“Tapi aku juga tak menyangka kalau ternyata Kafeel menyelidiki kematian Uncle Arya dan sampai menemukan
sindikat keparat itu bahkan sampai bergabung dengan mereka untuk membalas dendam kematian Uncle Arya”
“Kami pun tidak menyangka, Boy!” Sahut Papi John. “Dia bahkan sengaja bertengkar dengan ibunya demi
menciptakan jarak agar dia leluasa masuk ke sindikatnya wanita bernama Dilara itu, agar ibu dan adiknya tidak terancam bahaya”
“Besar juga nyalinya si Kafeel”
“Ya baguslah! Sekarang kan dia bisa hidup tenang dan mengikhlaskan kematian ayahnya”
“Lo sudah pernah bicara dengan Manda, bujuk dia agar mau kembali tinggal disini?. Kita bisa membantu mereka hidup lebih layak setidaknya kan?”
“Hhhh, gue, Rico bahkan Cello sudah beberapa kali coba membujuk Manda. Lena yang sering merengek untuk
tinggal bersama Rico dan Cello saja sering dimarahi Manda. Ditambah saat dia ribut dengan Kafeel, dan Kafeel memisahkan diri darinya ,Manda semakin menutup diri”
“Heemmm, iya juga sih”
“Coba nanti aku yang berbicara dengan Kafeel. Siapa tahu dia berminat untuk bekerja di Perusahaan membantuku dan Nathan juga nantinya..”
“Good idea Bang .. sekarang kan Kafeel sudah kembali berkumpul bersama ibu dan adiknya di Malay. Mungkin
Manda bisa berubah pikiran dan mau kembali ke Indo jika Kafeel juga berkenan”
“Ya semoga saja...” Sahut Poppa dan para pria lainnya selain Papi John. “Setidaknya kalian berdua..” Tunjuk Poppa pada si Abang dan Tan-Tan. “Sudah punya kandidat untuk menjadi orang kepercayaan kalian kelak, jika sudah saatnya kami semua benar-benar pensiun”
***
“Periksa kembali barang-barang pribadi kalian!”
Itu Daddy R yang berseru kala waktu sudah menunjukkan waktu untuk bertolak ke bandara dan terbang
sebentaran menuju ke negara sebelah.
“Jika sudah dirasa okay katakan itu pada Adis dan Ipul agar mereka bisa meminta yang lainnya untuk segera memasukkan barang-barang kalian kedalam mobil” Poppa juga ikut berseru pada mereka yang sudah sibuk lalu lalang dengan rusuh saat ini.
Daddy R dan Poppa memang sepasang naga yang kompak dalam banyak hal. Sampai-sampai setiap ada hal-hal
dan hil-hil, mereka berdua seolah memang sudah terlatih untuk melakukannya secara bersama.
Seperti juga saat ini, dimana mata Daddy R dan Poppa berikut kepalanya sudah nampak berkeliling ke segala arah, memperhatikan orang-orang. Para anggota keluarga mereka lebih tepatnya, termasuk para asisten rumah tangga yang sedang grabak-grubuk di hadapan mereka sekarang.
“Haish. Mereka ini sibuk urus apalagi sih, bolak-balik macam setrikaan!” Daddy Dewa geleng-geleng saja melihat keriweuhan para wanita dan anak-anak itu.
“Hurry up troopers!!! ( Cepatlah wahai pasukan!! )” Poppa sudah kembali berseru.
“Just a minute!!...”
“Iya sebentaarr!!..”
“Lima menit!!!! ..”
“Sebentar aku kebelet pipis! ..”
“Tunggu ya?, aku tiba-tiba mulas!..”
“Alamaakkk!!!!..”
Para pria yang sudah siap itu memijat pelipis mereka, sementara para tetua yang duduk anteng cekikikan saja melihat anak dan para menantu wanita serta cucu-cucu mereka yang masih riweuh bolak-balik tak karuan.
Beberapa menit kemudian ..
Keriweuhan belum juga selesai.
Membuat Poppa yang tadi sudah sempat duduk, kini kembali berdiri dan berseru lagi di tengah kediaman.
“Ares awas!”
Seruan Mama Jihan terdengar dari lantai atas, membuat orang-orang sedikit panik. Dan segera mendekat ke
sumber suara.
Kemudian bubar lagi karena Ares tidak kenapa-kenapa.
Bocah tersebut, yang sudah hampir tersungkur dari tangga saat hendak turun, karena ribet dengan sebuah tas oranye yang dibawanya itu keburu tertangkap oleh Mama Jihan.
“Haish Ares, be careful okay?!” Itu Mom Ichel yang sudah juga menghampiri Ares dan Mama Jihan yang berada di dekat tangga.
“Yes, Mommy!”
Ares pun menyahut.
“Ih, ini tas apa?! Bawa tas sampai dua begini? Pakaian Ares sudah Mommy rapihkan ke dalam suitcase dinosaur
kamu... Sudah dimasukkan ke dalam mobil juga kok!”
“Back pack aku isinya tab, handphone, dan ini mainan aku!...”
“Astaga Areeeesss...” Mom Ichel setengah memekik. “Untuk apa bawa mainan sebanyak itu?!”
“Ya untuk main lah Mommy! Nanti kan ada Anandita, Indra, Fannan, Gakin ..”
“Iiish!...”
Mom Ichel mendesis.
“Ga perlu Areees!!...”
“Tapi Mommy, nanti di laut kan susah cari mainan...”
“Kamu ga akan sempat bermain dengan itu semua! Di kapal kan ada tempat main Ares, masa lupa? Sudah banyak
mainan disana!”
“Tapi Mom..”
“Simpan kembali itu semua! Cepaatt!!!!..” Mom Ichel memekik.
Dan pekikan Mom Ichel sampai ke lantai bawah.
“Jika para wanita itu melengking macam si Michelle, atap baja rumah ini pun gue rasa bisa ambruk!”
__ADS_1
Daddy Jeff menggerutu kecil, yang bersamanya cekikikan. Poppa masih berdiri di tengah kediaman, memanggil
itu para pasukan yang riweuh nya ga kelar-kelar.
Bak seorang kapten tentara yang sedang berada dalam barak dan sedang memberikan perintah para pasukannya
untuk segera bersiap.
“Cepatlah para pasukan Wakanda dan Avengers! Kepalaku keburu ditumbuhi rambut karena menunggu kalian
semua!”
Kembali si Poppa berseru dengan suara bariton ngebas nya yang sudah terdengar menggema sembari berkacak
pinggang. Dan kepala licin si Poppa, berikut matanya kembali menatap ke berbagai arah.
“Okay Poppaa!!..”
“Siap lapan enam! ..”
“Comiiinngg!!..” Paduan suara sahutan pun kembali juga terdengar.
Keriweuhan pun kian terdengar rusuh dari arah tangga dan lift kediaman, sampai di lantai bawah.
“Joo!! Cepetan Poppa sudah marah-marah ituhhh!!! ...”
“Iyaaaa!!! ...”
“Reryyy snacks kita jangan lupa dibawa yaaaa ... Coklat dan susu kotak aku aku juga jangan lupaaa!!! ...”
“Iyaaaa, Aaaann!!! ...”
“Little Star, coat couple kita sudah dibawa belum?!..”
“Sudaahhh!! ..”
“Sellii!! Praaam!! Nanti tolong cek ulang kamar-kamar yaaa!! ..”
“Iya Nyaaahhh!!!..”
“Kalian yang bertanggung jawab selama Adis dan Ipul ga ada loh!”
“Iya Nyaahh, jangan khawatir pokoknya beres”
“Yang udah siap, langsung masuk mobil!”
“Iyaaa Mommaaa!!!...”
“Ayo udah cepetaaannnn!!!!....”
Poppa merasa sakit kepala mendengar suara-suara yang bisingnya mengalahkan burung paling berisik di dunia
dan melihat kerusuhan para wanita dan anak-anak itu.
“Haish! Aku seperti berada di dalam kapal Titanic yang baru saja menabrak gunung es di samudra Atlantik!”
****
Akhirnya, setelah lima menit yang menjadi tiga puluh menit. Kerusuhan yang tadi membuat kepala Poppa dan para Dad cenat-cenut selesai juga.
Seluruh anggota keluarga yang lain sudah memasuki mobil yang akan ditumpangi secara berkelompok, berikut dua asisten rumah tangga dan dua baby sitter yang turut serta.
Tidak ada kecemburuan sosial dalam lingkup para asisten rumah tangga mereka itu, karena semuanya sudah
pernah diajak liburan naik kapal pesiar.
Kalau Uncle Ezra dan Uncle Nino sih cengengesan saja. Termasuk juga Aunt Seraphine dan Aunt Eve.
Sudah biasa dengan keriweuhan satu keluarga yang sangat dekat hubungannya dengan mereka, berikut anak-anak mereka itu.
“I can’t imagine if Abang and Little Star, also Nathan and Via have kids, and those others scroundels grow up get married then have kids too, then we are going to go for holiday like this which is will be goin’ every years, I thought this house will be crack!”
“( Aku tidak bisa membayangkan jika Abang dan Little Star. Juga Nathan dan Via memiliki anak, dan para bocah tengik lainnya tumbuh dewasa lalu menikah dan punya anak juga, lalu kita akan pergi lagi liburan seperti ini yang mana akan rutin dilakukan setiap tahun, aku rasa rumah ini akan retak! )”
Poppa menggerutu saat hendak masuk ke dalam mobil yang akan di tumpangi nya bersama Momma, Gappa dan Gamma.
Momma, Gappa dan Gamma sontak terkekeh saja mendengar gumaman Poppa sembari ia mendengus kemudian.
Para orang tua dan tetua lain menaiki beberapa mobil berbeda, dengan formasi empat orang di dalam mobil,
diluar supir dan satu pengawal pribadi yang ikut serta mengantarkan para sultan dan sultanah ke bandara.
Sementara anak-anak dan para kakak menumpangi mobil yang terpisah. Dua asisten rumah tangga dan dua baby
sitter berbagi dua mobil yang berisikan barang – barang.
Dan, tak lagi mau membuang waktu, beberapa mobil mewah itu pun satu per satu mulai keluar melewati gerbang
kediaman secara beriringan.
****
Sebuah jet pribadi bertipe Airbus itu adalah yang paling mentereng diantara beberapa jet pribadi yang nampak terparkir di sekelilingnya.
Dan yah, jet pribadi Airbus yang kurang lebih sama dengan milik seorang pangeran dari timur tengah itu sendiri juga memiliki hangar eksklusif yang terpisah dari hangar yang biasa.
Jet pribadi seharga kurang lebih lima ratus juta dolar itu dibeli Gappa yang memang diperuntukkan untuk
keluarga besarnya, karena memang intensitas bepergian mereka dalam satu keluarga utuh bisa dikatakan sering juga. Jadi beli yang gede sekalian biar bisa sekali angkut.
Jet pribadi tersebut mirip rumah pada bagian dalamnya, dilengkapi dengan sebuah pemandian eksklusif selain
kamar tidur tentunya dan ruang untuk menyimpan kendaraan dan hal lainnya. Serta beberapa ruangan lain yang akan menciptakan kenyamanan selama terbang untuk setiap orang.
Dengan kecepatan maksimum sekitar 1.050 km / jam dan jangkauan penerbangan sekitar 17.000 km kurang
lebihnya.
“Halo, selamat pagi semua”
“Welcome everyone”
“Sir, Ma’am, Miss ....”
Pilot, Co – Pilot, dan beberapa pramugari menyambut dan menyalami satu persatu para sultan dan sultanah itu dengan sopan dan ramah pastinya.
Balasan sapaan Pilot jet dan Co – Pilot berikut para pramugari dan beberapa orang bodyguard itu dibalas dengan ramah juga oleh satu keluarga besar tersebut, kecuali para anak – anak yang sudah sibuk berlarian naik ke tangga jet dan masuk ke dalamnya dengan rusuh, demi mendapatkan tempat duduk yang mereka inginkan.
Para tetua, orang tua dan kakak hanya geleng – geleng saja melihatnya.
“Hati – hati Kiddooss....”
Itu Ibu Peri yang berseru sembari mengurai senyuman melihat anak – anak mereka yang super duper antusias
itu dan rata – rata hiper aktif.
“Kita ini udah macam guru – guru yang membawa anak muridnya karya wisata setiap kali kita liburan begini” Ucap Mama Jihan yang mendapat anggukan sumringah oleh para orang tua yang lain.
Beda dengan anak – anak, para orang tua sih melenggang santai aja untuk naik ke dalam pesawat jet mereka itu.
Termasuk juga dengan dua pasang kakak dan para kakek serta nenek.
Dan beberapa bodyguard berikut dua asisten rumah tangga dan dua baby sitter kepercayaan mereka yang ikut dari Indonesia sibuk menurunkan dan memindahkan semua koper dan tas milik para majikan mereka dari mobil kedalam bagasi pesawat.
****
“Excuse me Sir, Ma’am ....”
Pilot pesawat datang mendekat.
“Is there anyone else that all of you still waiting? ( Apa masih ada orang lain yang kalian tunggu? )”
Pilot itu bertanya.
“No ( Tidak ), Boney ”
“Alright then, it means that me and Kenzo can prepare to take off”
“( Baiklah kalau begitu, berarti aku dan Kenzo dapat segera bersiap untuk lepas landas )”
“Yes Capt” Sahut Varen mewakili keluarganya.
Pilot dan Co – Pilot itu pun kemudian undur diri untuk masuk ke dalam kokpit pesawat dan bersiap untuk menerbangkan jet pribadi milik sebuah keluarga yang cetar membahenol itu.
***
“Sambil menunggu Kapten Boney dan Kenzo bersiap untuk lepas landas, apakah anda semua ingin kudapan?”
Tanya seorang pramugari yang sudah mendekat pada para sultan dan sultanah yang sudah mengambil tempat duduk dalam pesawat.
Yang ditanya adalah para orang tua, tapi sahutan cepat menyambar dari para anak-anak.
“Maauu!!!....”
Sahutan dari anak – anak beragam usia itu tanpa segan.
Membuat para orang tua kembali geleng – geleng saja.
Sang pramugari itu tersenyum lebar saja lalu mengangguk dan menjawab sahutan dari anak – anak tersebut, kemudian undur diri untuk mengambil kudapan dan beragam minuman untuk satu keluarga itu.
Tak berapa lama sang pramugari bersama dua rekannya yang lain sudah datang lagu ke tengah – tengah para
Tuan pemilik pesawat dengan dua buah troli berisikan kudapan dan minuman. Seiring pintu pesawat yang sudah tertutup.
****
“Serve the kids first ( Layani saja dulu anak – anak )” Ucap Mama Fabi pada para pramugari yang membawakan
kudapan dan minuman itu dan para pramugari itu pun mengangguk seraya tersenyum dan menyahut dengan sopan.
__ADS_1
“Ada Ombre Cake ga?!”
“Yah, ga ada sayang ....”
“Then what you have? ( Lalu adanya apa? )”
“Chocolate cupcakes, Donuts and Rice Crispy Caramel Peanut”
“Aku mau chocolate cupcakes!”
“Okay”
“Hei kakak – kakak, dahulukan Ares dan Aina dulu”
“Iya Poppaa....”
“Setelah itu kalian diamlah! ....”
Papi John gantian yang berbicara, seiring suara Kapten sudah terdengar cuap – cuap di pengeras suara yang
tertempel di dinding kabin jet mewah tersebut.
“Iya Piii ....”
“Ares, Aina kalian mau yang mana?! ....”
Itu suara sikembar yang bertanya berbarengan.
Namun...
Dua bocil yang dipanggil tidak ada suaranya.
“Ares? Aina?”
“Cek di kamar”
Daddy Jeff meminta Mba Adis dan tiga lainnya mencari dua bocil yang ga keliatan itu, karena memang biasanya
mereka berdua langsung ngeloyor kedalam kamar saat bepergian dengan jet pribadi mereka.
“Lalu bawa mereka kesini!” Titah Daddy Jeff lagi, karena perlahan pesawat mulai bergerak.
“Baik Tuan”
**
Kediaman Keluarga Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia ..
Waktu sebelumnya..
“Simpan kembali itu semua! Cepaaatt!!!!..” ( Mom Ichel memekik ).
“Iya Mommy .. “ ( Ares ).
( Bocah tersebut dengan lunglai membawa kembali tas berisi mainannya itu ke dalam kamar ).
“Kak Ares, kok tas mainannya dibawa lagi?” ( Aina ).
“Ga boleh sama Mommy Ichel”
“Yah, berbie aku kan juga ada disitu”
“Kata Mommy Ichel di kapal sudah banyak mainan, ada tempat bermain juga”
“Oh iya ya!”
( Aina manggut – manggut ).
“Ya udah sini, Aina bantuin bawain sama beresin mainannya”
( Aina berbagi pegangan tas yang berisikan mainan lumayan banyak itu dengan Ares )
“Ini kita harus rapiin juga Kak, mainannya?”
“Iya deh, rapihkan aja. Nanti kalau berantakan Mommy Ichel marah lagi”
“Ya udah deh, ayo kita rapiin!”
( Dua bocil tersebut mengeluarkan satu – satu mainan dari dalam tas dan menempatkan kembali ke tempatnya ).
“Aina titip berbie Aina disini dulu ya Kak?”
“Iya”
***
Beberapa waktu kemudian ...
“Yeeee selesaiii ....”
“Ayo sekarang kita turun! ....”
“Ayo!”
***
“LLL – OOO – HHH???!!”
Beberapa asisten rumah tangga yang hendak mulai membereskan kamar tercengang dan melongo melihat dua
bocil yang baru saja keluar dari sebuah kamar di lantai dua.
“Halo Bi Seli, Bi Anin, Bi Arum, Bi Chayu!”
“Aku sama Aina sudah rapiin mainan loh ya!”
“OH – MAI – GOT!!!!”
“ASYTOGEEE!!...”
“LAH IKI PIYE??!!....”
“ASTAGFIRULLOOOOH!! ....”
Ares dan Aina mengendikkan bahu mereka setelah saling tatap melihat ekspresi para asisten rumah tangga
mereka itu yang tercengang, melongo sampe melotot.
“PRAAAAMMM!!!!....” Suara salah seorang asisten rumah tangga menggelegar dari lantai dua disaat dua bocil yang membuat mereka syok itu melenggang santai.
“OOYY!!! ....”
Sahutan kencang nan bersemangat terdengar dari lantai satu disertai orangnya yang setengah berlari menuju tangga yang kemudian ikutan syok saat berpapasan dengan dua bocil yang nampak melenggang santai itu.
“LL – LLAA – LLLAAHHH ....” Asisten rumah tangga berjenis kelamin pria itupun berekspresi sama seperti empat asisten rumah tangga wanita di lantai dua tadi, sampai terbata macam lihat hantu.
“TELPON NYONYA JIHAN SAMA NYONYA MICHEEELLL!!! ....”
**
Kembali ke Jet Pribadi yang sedang bergerak mundur untuk kemudian memutar sebelum lepas landas
“Ponsel setting ke flight mode dulu!”
Daddy Dewa mengingatkan.
“Tu – Tuan.... Tuan Ares dan Nona Aina tidak ada di semua kamar....”Kemudian yang tadi diperintahkan Daddy Jeff untuk mengecek dua bocil dalam kamar kembali dengan raut wajah yang nampak takut - takut dan panik.
“Hem?!” Daddy Jeff mendelik, dimana para orang tua kemudian menoleh.
“Iya, ga ada Tuan. Saya sama Adis udah cek semua kamar, Tuan Ares sama Nona Aina ga ada”
“Kamar mandi?. Mereka kan hobi berendem sembari main bath bomb tuh! Kalo engga di pemandian!”
“Ga ada Tuan, Nyonya, kami sudah cek....” Mas Ipul yang menjawab, seiring ponsel Mom Ichel dan Mama Jihan yang hendak diubah modenya karena suara pilot terdengar lagi dan pramugari mengingatkan untuk mengganti mode ponsel untuk sesaat, itu keburu berdering.
“Perasaan gue ga enak nih” Momma menggumam.
“HAHH?!”
“APPAA?!”
Mom Ichel dan Mama Jihan memekik bersamaan.
“BOO – BOOOO!!!! ....”
“PAPA BEAARR!!....”
“ADA APA???!!” Dua Daddy langsung mendekat mengguncang kedua istri mereka yang nampak, syok?.
Yang duduk juga sampai berdiri akhirnya.
“Kenapa Chel?! Ji?!”
“ARES SAMA AINA MASIH DI KEDIAMAAANNNN!!”
“APPAA???!!”
“BONEEYYY STOP THE PLANEEE!!!....”
“( BONEEYYY HENTIKAN PESAWATNYAAAA!!! .... )”
****
To be continue ..
Menuju Akhir Cerita – Road To An End
Terima kasih masih setia
__ADS_1