
đđđ THIS HAPPINESS, IS BELONG TO US đđđ
        ( Bahagia Ini, Milik Kita )
Selamat membaca .....
Hari sudah gelap saat mereka semua sudah keluar dari Save House. Nino dan Ezra sudah menunggu mereka semua yang naik dengan terbagi menjadi dua kelompok dari Save House menuju ruangan yang seperti gudang itu.
âWelcome Everyone... ( Selamat datang semua ).â Ezra memberikan salam dengan senyumnya pada seluruh anggota Keluarga Adjieran Smith yang sudah berkumpul semua di ruangan tersebut, termasuk lima maid yang ikut bersama mereka.
Semua orang tentunya menjawab sapaan Ezra, baik dengan ucapan, jabat tangan dan pelukan termasuk juga Nino yang tersenyum lebar saat ini. âWeâve been waiting for you. ( Kami sudah menunggu kalian semua ).â Ucap Nino.
âThanks, you guys. Thank you for everything. ( Terima kasih pada kalian berdua. Terima kasih untuk semuanya ).â Fania mewakili seluruh anggota keluarganya, berterima kasih kembali pada Ezra dan Nino dengan juga tersenyum sumringah.
âItâs always be our pleasure, Maâam ( Kami akan selalu dengan senang hati melakukannya, Nyonya ).â
Semua orang pun tersenyum. âShall we?. ( Ayo? ).â
Ajak Andrew pada semua orang dan mereka pun mengangguk kompak lalu berjalan keluar dari ruangan tempat mereka berada sekarang dengan hati yang lega dan bahagia.
**
Sudut garis bibir seluruh Keluarga Adjieran Smith kompak tertarik keatas, saat mereka semua sudah keluar dari ruangan yang berada di paling ujung belakang Mansion. Tempat yang amat sangat jarang dipijak oleh para penghuni disana. Yang ditugaskan untuk membersihkan tempat tersebut secara berkala juga bukan para maid yang bekerja di Mansion.
Mansion mereka sudah terang benderang seperti sedia kala saat mereka sudah mencapai area taman belakang yang memiliki kolam renang besar tempat mereka biasa berkumpul. Bahkan sepertinya saat ini Mansion lebih terang dari biasanya.
BAM!
Suara letupan terdengar saat seluruh keluarga berikut Nino, Ezra, Ben , Theresa, Lita, Hera dan Amber, mencapai pintu yang menghubungkan halaman belakang dan dalam Mansion.
âVery Naff.... ( Norak sekali ).â Ucap Reno sambil melirik Nino dan Ezra. Namun sindiran akan penyambutan dengan benda yang meletup lalu mengeluarkan kertas warna â warni itu dilakukan Reno dengan setengah terkekeh, berikut juga keluarganya yang lain. Nino, Ezra dan lima maid yang bersama merekapun ikut terkekeh juga.
Para krucil lah yang terlihat amat senang dengan penyambutan tersebut, ditambah dengan beberapa balon dikanan dan kiri pintu masuk, serta tulisan WELCOME diatas pintu penghubung yang lumayan lebar itu dan kini pun sudah dibuka sepenuhnya.
âHis Idea! ( Idenya dia! ).â Ucap Ezra cengengesan, sambil menunjuk pada Nino yang juga cengengesan.
âJust Improvising. ( Hanya berimprovisasi ).â
Nino menyahut dengan santainya.
Mereka pun terkekeh lagi dan kembali melanjutkan langkah mereka untuk masuk kedalam Mansion.
âWelcome!....â
Suara yang menyapa dan menyambut seluruh Keluarga Adjieran Smith dari arah halaman belakang itu kompak terdengar, berikut dengan barisan orang â orang yang menggunakan seragam asisten rumah tangga seperti biasanya.
Barisan para maid dan beberapa orang yang berpakaian bak pengawal pribadi itu pun memberikan bow pada Tuan â tuan dan Nyonya â Nyonya mereka, termasuk pada para Tuan dan Nona mudanya. Ada bahagia, lega, dan haru saat para maid melihat para majikannya setelah sekian lama. Lengkap, tak kurang satupun.
Begitu pula seluruh anggota Keluarga Adjieran Smith yang terlihat haru melihat barisan para maid dan bodyguard yang sedang menyambut mereka saat ini.
âAll of them .... ( Mereka semua )....â
âAll of them were not refused when we asked them whether they want to comeback here or not ( Mereka semua tidak ada yang menolak  saat kami menanyakan mereka apakah mereka mau kembali kesini atau tidak ).â
âWelcome back Sirs, Madams, and all of you sweet angels. ( Selamat datang kembali, Tuan â Tuan, Nyonya â Nyonya dan kalian semua malaikat â malaikat yang manis ).â
âIntan ...â
Mom memeluk asisten rumah tangga yang merupakan wakilnya Theresa itu. Wanita berdarah Indonesia itu tadinya hanya berbicara dengan mata yang berkaca â kaca, namun tangisnya kemudian pecah saat Mom memeluknya.
âOh Mrs. Erna ... you donât know how much all of us were scared, worried and panic when we were took out
from here and watch the news about what was happened to all of you.. ( Oh Nyonya Erna... anda tahu betapa kami begitu takut, khawatir dan panik saat kami dibawa keluar dari sini dan melihat pemberitaan tentang apa yang terjadi pada anda semua ).â
Intan berkata dengan terisak pada Mom dan yang lainnya. Ia mewakili seluruh maid yang kini ada bersamanya, yang selama ini bekerja pada Keluarga Adjieran Smith. Para maid itu seluruhnya ada tanpa terkecuali.
Mata seluruh maid itu berkaca â kaca, bahkan air mata pun meluncur jatuh dari mata mereka saat melihat para majikannya kembali.
âThank you ... to all of you. ( Terima kasih... pada kalian semua ).â Mom memeluk Intan sekali lagi dan menghampiri barisan para maid yang lainnya juga dengan air mata yang sudah turun kepipinya itu. âThank you, that all of you want to comeback here for us ( Terima kasih, karena kalian semua sudi untuk kembali kesini pada kami ).â
Mom pun memeluk satu â satu para maid setianya itu.
Seluruh anggota keluarga pun melakukan hal yang sama dengan Mom. Mereka rasanya beruntung, diantara orang â orang yang pernah berniat jahat pada mereka diluar sana, banyak sekali juga orang â orang yang masih menyayangi dan setia disekitar mereka.
âThank you Intan, Kevin, ...., ...., ..â Dad mengabsen satu â satu maid mereka dengan sangat ramah berikut senyuman diwajahnya. âThank you for all of you dedication, loyalty and affection to us. ( Terima kasih untuk dedikasi, kesetiaan dan perhatian kalian pada kami ).â Ucap Dad. âSincerely from my heart, especially to this five
person who have been so patience to take care of the ladies and kids while we are not around. ( Tulus dari dalam hatiku, terutama pada lima orang ini yang sudah begitu sabar mengurus para wanita dan anak â anak disaat kami tidak ada ).â
__ADS_1
âThank you, Mister Anthony (Â Terima kasih, Tuan Anthony ).â
âNo, thank you, to all of you. ( Tidak, terima kasih, pada kalian semua ).â
Dan akhirnya semua anggota keluarga mengucapkan rasa terima kasih yang besar pada semua orang yang bekerja pada mereka, yang sedang menyambut mereka saat ini.
***
Keesokan harinya
Mansion Keluarga Adjieran Smith, London, Inggris
âMister Herman, Mrs. Bela and Mrs. Yuna just landing at our private airport. They are heading here right away, Maâam, Sir. ( Tuan Herman, Nyonya Bela dan Nyonya Yuna baru saja mendarat di airport pribadi kita. Mereka sedang menuju kesini secepatnya, Nyonya, Tuan ).â
âAlhamdulillah ....â Seluruh anggota kompak mengucap syukur setelah mendengar ucapan Ezra barusan.
âIs Eddie also coming with Omar and them?. ( Apa Eddie juga ikut bersama Omar dan mereka? ).â Tanya Andrew.
Ezra mengangguk. âYes Sir. (Â Ya Tuan ).â Jawab Ezra.
âGood. We are giving them appreciation for their work hard as you and Nino. ( Bagus. Kami akan memberikan penghargaan atas kerja keras mereka seperti halnya kamu dan Nino ).â Sambung Reno dan diiyakan dengan anggukan oleh anggota keluarga yang lain.
âHowever, are you feel satisfied about you gift, Ezra? ( Ngomong â ngomong, apa kamu puas dengan hadiahmu, Ezra? ).â
Ara menggoda Ezra tentang bonus besar yang mereka berikan untuk setiap orang yang sudah begitu setia mendukung mereka saat masa sulit kemarin, terutama pada para pentolan keamanan seperti Ezra, Nino, Omar dan Eddie.
Ezra tersenyum lebar. âVery, Mrs. Ara. Thank you for the gift and I think that was too much. (Sangat, Nyonya Ara. Terima kasih untuk hadiahnya dan aku pikir itu justru berlebihan ).â Ucap Ezra.
âYou deserved it Ezra, for everything you did for us just like Nino, Omar and Eddie. ( Kamu pantas mendapatkannya Ezra, untuk semua hal yang sudah kamu lakukan seperti halnya Nino, Omar dan Eddie ).â
âThank you once again. (Â Terima kasih sekali lagi ).â
âDonât forget gift from August, Baraq and Harris, you guys.... ( Kalian jangan lupa juga hadiah untuk August, Baraq dan Harris ).â
âThey are you Dudes, Dad.... Your responsible... ( Mereka kawan â kawanmu, Dad.. Tanggung jawab itu sih )...â
âCih! ( Dasar! ).â
âWell you better ask bonus from your Boss, Dude.. ( Sebaiknya kamu meminta bonus pada Bosmu itu ).â
âDonât you guys worry.. ( Kalian ga usah khawatir ).â Sahut Andrew yang barusan disindir oleh Jeff yang cengengesan. âKalian jangan seperti orang apa, Heart?.â
Mereka semua pun terkekeh.
âJust say it Ezra. You know me donât you?. ( Tinggal bilang Ezra. Lo tau gue kan? ).â
Ezra pun tersenyum sambil manggut â manggut pada Andrew yang bicara padanya. âWell Iâm gonna think about it, if you insist. ( Ya kalau begitu akan ku pikirkan, jika memang anda memaksa ).â Canda Ezra yang kini sudah sedikit bisa bersikap santai pada Andrew dan yang lainnya, setelah Andrew berbicara pribadi padanya karena bagi mereka kini Ezra sudah seperti Nino yang sudah terlebih dahulu dianggap sebagai keluarga dekat Klan Adjieran Smith.
âMatrealistic Guy! ( Dasar Cowo Matre! ).â
Merekapun terkekeh lagi.
***
âKita mau memberikan apa untuk Bryan, Vla dan Paman Li?.â Tanya John setelah Ezra pergi dari hadapan mereka untuk mengurus suatu hal. John dan yang lain sedang menunggu kedatangan Keluarga Cemara dan Ibu Yuna.
âKalian pikirkanlah!.â
âKalau untuk Vla, gue dan RÂ sudah menyiapkan nya.â
âYa sudah untuk Bryan dan Paman Li biar gue dan John yang urus.â
âApa Ben, Theresa, Lita, Hera dan Amber juga kita kasih bonus?.â
âTentu saja Mama Jihaaannn.â Sahut Jeff pada istrinya. Jihan pun manggut â manggut.
Jihan sudah mewakili pertanyaan para wanita.
Merekapun mengobrol santai sambil menunggu tiga orang yang sudah sangat dinantikan itu.
***
âAssalamuâalaikum.â
Tiga suara berbeda dari arah pintu masuk utama Mansion terdengar. Semua orang kemudian buru â buru berdiri dari tempatnya untuk menghampiri.
âPapa! Mama!.â Fania dan Prita langsung berhambur pada orang tua mereka yang sangat duo kakak beradik yang kadang gesrek itu rindukan.
__ADS_1
âIbu!.â Jihan pun juga langsung berhambur pada ibunya.
âYa Allah, Kakak, Prita .. Papah sama Mamah hampir mati waktu denger berita tentang kalian dan semuanya.â Papa Herman memeluk kedua anaknya dengan air mata yang sudah meluncur otomatis dari mata ke pipinya.
âKajol, Priwitan. Ya Allooooh, anak Mamah sama Papah, selaen waktu kalian lahir, baru ini Mamah bahagia beut liat kalian berdua!. Seringnya pada ngeselin soalnya!.â
Mama Bela memeluk dua putrinya itu dengan celotehan nya seperti biasa, namun air matanya juga turun seperti Papa Herman dan Ibu Yuna yang merasa bahagia bisa melihat dan bertemu anak â anak mereka lagi, berikut keluarga yang lain.
Melihat keharuan antara Fania, Prita dan Jihan dengan orang tua mereka, keluarga yang lain hanya tersenyum dan kemudian memeluk tiga orang yang baru datang itu satu â satu juga dengan haru, lega dan bahagia.
Setelah puas menyapa dengan pelukan dan air mata bahagia, mereka semua pun kembali berkumpul sambil menyantap hidangan yang sudah dipersiapkan untuk seluruh anggota keluarga yang kini sudah benar â benar lengkap.
Mereka yang di Mansion juga menyapa dan berterima kasih pada dua abdi setia yang menyertai kedatangan Papa
Herman, Mama Bela dan Ibu Yuna bersama dengan beberapa orang pengawal yang lain.
Para cucu yang juga ikut bahagia melihat kakek dan dua nenek mereka itu pun juga memeluki satu â satu nenek dan kakeknya yang bari datang itu dengan wajah yang sumringah dan pelukan yang erat.
***
Wajah â wajah bahagia tentunya menghiasi semua orang yang berada di Mansion Utama Keluarga Adjieran Smith yang bertempat di London saat ini. Rasanya sudah lama sekali momen ini tak mereka nikmati.
âJadi kalian semua ada di Italia selama ini?.â
Ibu Yuna bertanya.
âHanya Dad, Andrew, Reno, Jeff, John dan Dewa. Baru kemudian Fania dan Michelle menyusul ke sana.â
âTerus kalian yang lain tinggal dimana kalo ga disini?. Papah sama Mamah sam Ibu Yuna juga itu sampe lemes pas denger kalian di bom!. Astagfirullah.â Timpal Papa Herman.
âKami tinggal disuatu tempat yang aman, Pa.â
Ara yang menyahut dan Tiga orang paruh baya yang baru datang itu pun manggut â manggut. âTerus kenapa Cuma
si Kajol sama Michelle aja yang pade nyusul ke itu Italia?. Kenapa ga pada ikut semua?.â Tanya Mama Bela. âLagi pada kaga megang duit buat beli tiket ye, soalnya kan pasti kalian buru â buru diamanin, kan?.â
âEnak aje kaga punya duit.â Sahut Prita. âDuit mah ada, banyak malah!.â
âSombong amat!.â
Yang lain hanya terkekeh melihat dan mendengarkan Prita dan Mama Bela.
âBener Mah, yang dibilang si Priwitan. Duit sih ada, cuman kenape Fania sama Michelle yang berangkat, itu buat keamanan. Lagian kan waktu itu belum tau pasti keadaan mereka semua gimana.â Sambar Fania.
âYa tapi Alhamdulillah kalian semua selamat dan baik â baik aja. Ibu ga kebayang kalau ga bisa melihat kalian semua lagi.â Ucap Ibu Yuna dengan tersenyum sambil kemudian mendekap Jihan yang duduk disampingnya. Sementara anak â anak sedang berada di kamar mereka dalam Mansion yang sudah sangat dirindukan oleh Varen, Nathan dan Andrea.
âTerus kamu Kak sama Michelle tau dari mana si Endru sama yang laen ada di Italia.â
âValentino Rossi! ...â
âKamu nih, papa nanya serius juga!.â
Fania terkekeh.
âYa nanya â nanya, cari informasi sama beberapa orang.â
âEmang kamu ngarti Jol, nanya â nanya disono, di Italia?. Kan bukan nye disono bahasanya beda kaga pake Bahasa Inggris?.â
Mama Bela penasaran, karena sepengetahuannya bahasa yang si Kajol kuasai selain Bahasa Indonesia sama Bahasa Betawi baik tengah atau pinggiran itu Cuma Bahasa Inggris doang.
âElah timbang Bahasa Italiano mah nyeâmen!..â Sahut si Kajol asal.
âAh belagu kamu!.â Ucap Mama Bela sebal.
âDih kaga caya beut Syahrini.â
âCoba kalo makanan enak ape Bahasa Italia nye?.â
âYa ilah itu doang? .....â
âIye itu aje dulu, apaan coba Bahasa Italia nye Makanan Enak?.â
âMamamia Lezatos!.â
âLu kate iklan Geri Salut!.â
***
__ADS_1
To be continue...