
đLONGINGđ Kerinduan   Â
******************************
Selamat membaca ...
 ******************************
If the sky starts falling Now
And the world stop turning around
Last thing that I want to do
Is to meet my love ..Â
( Jika langit mula runtuh saat ini )
( Dan Dunia berhenti berputar )
( Hal terakhir yang ingin ku lakukan )
( Adalah bertemu dengan cintaku )
  ******************************
Crotone, Italy
Sebuah Ferrari 458 Speciale Armor berwarna merah melaju dengan cepat dijalanan tepi pantai.
Mobil yang sudah termodifikasi itu membawa tiga orang didalamnya.
Mereka bertiga baru saja mengunjungi sebuah kastil abad ke â 16 untuk dapat menemukan orang bernama Lucca Valentino yang sedang mereka cari. Setelah mengerucutkan beberapa tempat tentang keberadaan pria misterius tersebut.
âSo Viterbo will be our last hope to find him. ( Jadi Viterbo akan menjadi harapan kita untuk dapat menemukan dia ).â
âYup!.â
âGila! Dia bener â bener setan! Susah banget dicarinya. Masih mending Jelangkung kalo mau dateng bisa dijemput pulang suruh naek Ojol!.â
Fania menggerutu, Michelle dan Vla cekikikan.
âJust like we told you, heâs a ghost! People are be able to meet or see him only if he wants to. ( Seperti yang sudah kami katakan, dia itu hantu!. Orang baru bisa menemui atau melihatnya hanya jika ia sendiri yang mau ).â
âTapi sebagai orang yang kaya dan berkuasa di negara ini, pastinya ada orang â orang yang sudah pernah bertemu dengan dia kan?. Kita bisa mencari tahu lewat mereka.â
âEveryone here must be know who is Lucca Valentino and his character. When Lucca says No, means No. ( Setiap orang disini pasti tahu Lucca Valentino dan tabiatnya. Saat dia bilang Tidak, berarti Tidak ). I bet they donât want take any risk connected with that man. ( Aku bertaruh mereka tidak ingin mengambil resiko apapun yang berhubungan dengan laki â laki itu ).â
âKurang lebih sama dengan Kak Andrew dan para pria kami yang lain kalau begitu. Irrefutable!. ( Tidak boleh dibantah! ).â
Michelle berkomentar.
âI heard Lucca is more creepy than your men, even more creepy than Andrew or R when he felt dislike or mad. ( Aku dengar Lucca lebih menyeramkan daripada pria â pria kalian, bahkan lebih menyeramkan dari Andrew atau R saat dia merasa tidak senang atau marah ).â Ucap Vla yang berada dibelakang kemudi.
***
Viterbo, Italy
Mobil Ferrari 458 Speciale Armor berwarna merah itu kini sudah berada di bagian tengah Italia. Berjalan menyusuri jalanan lurus yang begitu sepi dalam malam. Gantian Fania yang kini berada dibelakang kemudi dan Vla disampingnya, Michelle yang nampak sudah kelelahan itu tetap berada dikursi penumpang belakang.
âWhat kind of man who lives in this creepy place?. ( Orang seperti apa yang tinggal di tempat menyeramkan seperti ini ). This road seems has no end!. ( Jalanan ini seperti tak berujung ).â
âTapi jika aku tidak salah, didepan sana itu perkebunan anggur nan indah. Yang terbaik di Italia.â
Fania manggut â manggut.
âWe almost there. ( Kita hampir sampai ).â Vla menunjuk sebuah Mansion yang berdiri kokoh dipandangan mereka saat ini. Fania mematikan mesin mobil yang ia kemudikan dengan sepersekian jarak dari Mansion yang sedang mereka lihat itu.
âAku rasa, pria bernama Lucca itu memang ada disini.â Ucap Michelle yang sudah memajukan tubuhnya diantara Fania dan Vla dalam mobil.
âApa yang membuat lo yakin, Chel?.â
âLihat para penjaga itu! Penjagaan disini lebih ketat dan lebih banyak dari di Crotone. Bahkan mereka memegang M4 Carbine!.â Ucap Michelle yang menunjukkan senjata api canggih yang dipegang beberapa orang yang berjaga di depan gerbang Mansion tersebut.
__ADS_1
âYou right, Michelle ma Belle. ( Kamu benar, Michelle ma Belle ).â Sahut Vla. âItâs quiet risky. ( Ini sedikit berisiko ).â
Vla memandangi Fania dan Michelle.
Kemudian dua wanita itu juga saling pandang.
âApa kita akan sia â sia sudah sejauh ini, Nyonya Michelle Finn Smith?.â
âAbsolutely No Mrs. Andrew Smith... ( Tentu saja Tidak Nyonya Andrew Smith )...â
Fania dan Michelle memandang pada Vla.
âAre you come in? Or want to get out here, Vla?. ( Lo mau ikut? Atau turun disini, Vla? ).â Ledek Fania.
âWell, Iâm a man who canât resist womenâs will!. ( Yah, aku pria yang tidak bisa menolak keinginan wanita! ).â
Vladimir berbicara sambil tersenyum dengan berekspresi kocak seperti orang yang pasrah.
Mereka bertiga kemudian terkekeh dan Fania kembali menyalakan mesin mobil dan melaju pelan menuju sebuah Mansion yang berdiri kokoh diatas sebuah bukit kecil, melewati perkebunan anggur yang terbentang dengan sangat luas dan kira â kira luasnya hingga sepuluh hektar.
Vla melirik dua wanita yang bersamanya itu. Kagum pada dua wanita tangguh dari Klan Adjieran Smith yang tak gentar dan sepertinya hanya punya sedikit rasa takut.
****
âLet me!. ( Biar aku saja! ).â Ucap Michelle saat mobil yang dikemudikan Fania sudah berada di depan Mansion yang mereka tuju. Michelle mengajukan diri, karena dia sudah sangat fasih berbahasa Italia.
Vla dan Fania mengangguk.
Kemudian Michelle turun dari mobil setelah tiga pria berbadan besar dan berwajah garang menyetop mobil mereka dengan tegas.
Tak seberapa lama Michelle kembali lagi masuk kedalam mobil.
âThey warned us to go from here as soon as possible. ( Mereka menyuruh kita untuk pergi dari sini secepat mungkin ). Mereka bahkan tidak memberi aku kesempatan untuk memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan kita disini .â Ucap Michelle dengan bernada sebal.
âBerarti laki â laki itu memang ada disini!.â
Mereka bertiga sedikit terhenyak karena gedoran di kap mobil. Dan orang yang menggedor kap mobil mereka itu mengkode dengan serius kalau mereka harus segera pergi.
âKak Fania mau apa?!.â
âKita harus bertemu dengan Lucca biar bagaimanapun, Chel!.â
Fania sudah melepas sabuk pengamannya dan bergegas turun, namun Michelle menyergahnya dengan cepat. âMereka mengancam akan menembak, jika kita macam â macam Kak Fania!.â
Michelle berkata dengan panik, begitupun wajah Vla yang juga merasa cemas jika Fania keluar dari mobil.
âBetter we leave, Fania. (Â Sebaiknya kita pergi, Fania ).â
âNot before I meet that man ... ( Tidak sebelum gue bertemu pria itu ).â Ucap Fania. âTake the wheel, Vla. You both stay in the car ( Pegang kemudi Vla, kalian berdua tetap dimobil ). If something bad happened to me, just drive the car as fast as you can. ( Jika sesuatu yang buruk terjadi padaku, lajukan mobil secepat yang kau bisa ).â
âBut Fania!. ( Tapi Fania! ).â
âKak Fania!.â Vla dan Michelle sama â sama berseru, tapi Fania sudah keburu turun dari mobil.
âYang aku ingin hanya dapat tahu kabar kamu, D .... bagaimanapun caranya, apapun resikonya....â
Fania membatin.
Seperti yang dibilang Michelle kalau para penjaga Mansion itu sudah memberi peringatan untuk mereka bertiga agar segera pergi. Tepat saat Fania turun, para penjaga itu langsung menodongkan senjata padanya. Fania mengangkat kedua tangannya sambil berdiri tepat disamping mobil.
âI just want to meet Mister Lucca! ( Aku hanya ingin bertemu dengan Tuan Lucca! ).â Fania berseru kepada orang â orang yang menodongkan pistol padanya. Vla dan Michelle juga segera turun dari mobil. Michelle menterjemahkan ucapan Fania pada para penjaga yang menodongkan pistol pada mereka itu.
â......â
âLebih baik kita pergi, Kak!.â
âEngga Chel, gue harus tahu apa yang terjadi pada suami gue .... kakak â kakak gue... Dad...â
âTapi Kak ....â
âI Nero Fuoco!.â Fania memandang serius pada salah seorang penjaga yang berada didepannya dan menodongkan senjata api ke arah kepala Fania.
âKak Fania bilang apa?.â
__ADS_1
âBilang sama mereka itu pesan buat Lucca, Chel! ....â Ucap Fania pada Michelle. âI Nero Fuoco!.â Ucapnya lagi dan Michelle pun mengatakan apa yang Fania bilang dengan Bahasa Italia pada orang â orang yang sedang menodongkan senjata pada mereka itu. Salah satunya kemudian berbicara disebuah alat komunikasi.
âYou! ( Kamu! ). Move! ( Jalan! ).â Pria yang menodongkan senjatanya pada Fania berbicara dengan berbahasa Inggris sambil menggerakkan tangannya tanpa menurunkan senjata yang ia pegang, agar Fania mulai berjalan sesuai instruksinya.
âKalian tunggu disini. Just like what I said, go as far as you can ( Seperti yang gue bilang, Pergi sejauh yang kalian bisa ) dari sini, kalau kalian mendengar atau melihat sesuatu yang ga beres.â Bisik Fania pada Vla dan Michelle sambil masih mengangkat tangannya, kemudian ia mulai berjalan dengan todongan senjata dari dua orang menuju
bangunan yang masih agak sedikit jauh dari tempatnya berdiri sekarang.
âPlease protect her, God.. ( Tolong lindungi dia, Tuhan.... )â Vladimir dan Michelle berdoa dalam hati dengan raut wajah takut melihat Fania yang sudah berjalan masuk ke arah Mansion.
Vladimir dan Michelle tidak diperkenankan untuk ikut bersama Fania. Mereka berdua juga masih dijaga ketat oleh beberapa pria bersenjata lainnya. Dengan senjata api yang terarah pada Vladimir dan Michelle.
***
âJust Walk! Donât make any suspicious move or we will shoot you with no hesitation! .... ( Jalan! Jangan membuat gerakan mencurigakan atau kami tidak akan ragu menembakmu ).â
Dua pria lain bersenjata api datang dan juga siaga dengan senjata mereka yang terarah ke Fania.
Fania mengangguk. Ia berjalan dengan pelan, dengan rasa takut, ditambah tubuhnya pun terasa kurang enak, karena mungkin kondisinya sedang turun akibat terlalu lelah dan terlalu banyak berpikir.
âKalau âwaktuâ ku habis disini pun tak apa. Aku sudah berjalan sejauh yang aku bisa hanya untuk ketemu kamu, D..... hanya untuk tahu gimana keadaan kamu ....â
Fania tersenyum tipis.
âStop!.â Pria yang berbahasa Inggris dengan fasih itu menyuruh Fania untuk berhenti. âDonât move and get down! ( Jangan bergerak dan berlututlah! ).â Perintahnya tegas dan dingin pada Fania.
Fania pun mengikuti apa yang disuruh pria itu. Fania masih berada dijalanan belum sampai ke Mansion.
âSaid what you have said at the gate!. ( Katakan apa yang tadi kau bilang di gerbang! ).â
Pria berbahasa Inggris fasih yang sebelumnya berbicara pada Fania berkata lagi sambil tangannya memegang tengkuk Fania, memaksanya untuk tertunduk.
Hingga sepasang kaki dengan sepatu kulit yang nampak begitu mahal, terlihat disaat ia sedang dipaksa menunduk itu.
âI.... I Nero .... Fuoco ...â Ucap Fania pelan dan setengah terbata.
âHow do you know that? (Â Bagaimana kau mengetahuinya? ).â
Suara seorang pria yang lebih dingin dan mendominasi terdengar bertanya ditelinga Fania.
âI .... ( Aku ... ) ....â
âBetter you have a good explanation or your brain will be on my shoes ( Sebaiknya kau punya penjelasan yang bagus atau otakmu akan berada di sepatuku ).â Ucap pria itu tanpa menyuruh anak buahnya untuk mengangkat wajah Fania.
Fania meneguk salivanya setelah pria bersuara dingin dan mendominasi itu berbicara, terlebih lagi senjata yang tadinya berjarak, kini sudah tertempel satu dibelakang kepalanya.
Rasa takut menghampiri Fania, namun dia tetap pasrah. Jika pria tersebut tidak menerima penjelasannya atau ternyata dia datang pada orang yang salah, biarlah, Fania rela dan pasrah.
âI .... I just want to meet Lucca Valentino ... and ask about my brothers, my Dad, and my husband ..... ( Aku ... Aku hanya ingin bertemu Lucca Valentino... dan bertanya tentang kakak â kakak lelakiku.... Ayahku, dan suamiku .... ).â
Ucap Fania terbata, pelan dan suaranya yang sedikit parau karena matanya pun sudah berkaca â kaca.
âSemoga kita dapat bertemu lagi, D ...â
Fania memejamkan matanya.
âIf you are him, Lucca Valentino ... ( Jika kau adalah dia, Lucca Valentino )...â Fania memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya dan menatap pria yang berada didepannya itu, meski dengan pandangan yang sedikit buram, akibat air matanya yang mulai menghalangi pandangannya. âPlease tell me .... if you know where my husband is ... ( Tolong katakan padaku .... jika kau tahu dimana suamiku )....â
Fania mulai terisak.
âBecause you... are my last hope... ( Karena kau ... adalah harapan terakhir ku ... ) ..... Lucca ..â
Bahu Fania sudah bergetar, tubuhnya pun rasanya hampir lunglai. Antara takut dan sedih juga lelah dan letih mencari jawab dan terang, tentang Andrew dan yang lainnya, serta rasanya tubuhnya mulai terasa tak bertulang, bahkan lutut tempatnya bertopang pun ikut gemetar.
Perjalanannya begitu panjang, tempat ini dan pria bernama Lucca adalah harapan terakhirnya. Jika tidak .. setelahnya, yang terjadi, terjadilah.
âBetapa aku kangen kamu, DÂ ... Bahkan diujung kematian pun yang kulihat hanya kamu....â
Fania tersenyum getir, bayangan Andrew samar â samar dan jauh ada dipelupuk matanya. Hingga semua terasa gelap.
***
To be continue ....
__ADS_1