THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 358


__ADS_3

Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye


************************************************************************


 ENJOY


( Nikmatin Aja )


Selamat membaca..


**********************


“Haish!”


******* frustasi para pria yang bisa dikatakan memiliki kuasa saat ada dua bocil yang tertinggal di kediaman mereka. Yang kini merasa konyol, karena harus berada dalam pesawat yang akhirnya harus nge-jogrog lagi di bandara untuk beberapa waktu.


Merutuki diri mereka yang seolah dirasa macam orang bodoh saat ini, terutama dua ayah yang dua bocilnya jadi ‘korban’ ga keangkut dalam mobil saat berada dalam kediaman.


Bagaimana tidak merasa konyol dan bodoh, kalau akhirnya pesawat yang sudah siap lepas landas itu harus mundur lagi balik ke hangarnya, demi menunggu dua bocil yang ga keangkut itu datang dengan diantar oleh beberapa orang dari kediaman.


Penjaga garis bahkan sudah siap di jalanan pesawat.


“Aku rasa kita bisa menjadi bahan cemoohan jika ada yang melihat pesawat termahsyur di tempat ini, bukannya


naik ke angkasa, tapi malah mundur ke hangar”


“Hem, jet ini juga rasanya langsung merasa rendah diri saat dia dibuat mundur untuk kembali ke hangar seperti ini”


“Capt Boney dan Kenzo juga rasanya enggan keluar dari pesawat dan memilih untuk stay di Sin sampai kita


selesai liburan kurasa. Mereka pasti malu dengan rekan sejawatnya” Celetuk si Abang.


“Nanti kami kasih bonus Boney dan Kenzo dan semua pramugari” Timpal Daddy Jeff yang di aminkan oleh Daddy Dewa dengan anggukan.


“Aku tidak mau keluar dari pesawat ini sampai dua bocah itu datang! Mau taruh dimana wajahku, kalau jet pribadi terkeren ini mundur balik karena ada dua anak yang tertinggal akibat orang tua dan kakak-kakaknya sibuk sendiri!”


Yang merasa, hanya mesam-mesem sembari menggaruk tengkuk mereka meski tak terasa gatal mendengar


gerutuan Daddy R, Papi John dan Poppa.


Sisanya cekikikan.


“We’re supposed to go with our personal Jet, right Fabi? ( Seharusnya kita naik jet pribadi kita sendiri saja ya, Fabi? )”


Papa Lucca kasak – kusuk di telinga istrinya.


***


Jika saja di film kartun, mungkin pesawat akan menekuk saat di kokpit terdengar seruan kencang untuk berhenti. Saking itu pilot, co-pilot berikut pesawatnya kaget.


Untung saja, Boney, sang pilot jet pribadi keluarga Adjieran Smith berikut Co-pilotnya yang bernama Kenzo sudah begitu handal dalam tugasnya. Jadi perintah untuk menghentikan laju pesawat bisa dengan cepat ia lakukan.


Meski Kapten Boney dan Kenzo harus sedikit repot berurusan dengan menara kendali bandara.


Dan untung saja juga, keduanya hanya baru sebatas selesai memutarkan pesawat dan baru hendak mengambil ancang-ancang untuk take-off saat suara pekikan terdengar dari intercom kabin menyuruhnya untuk menghentikan pesawat dengan segera.


Coba kalau roda pesawat sudah terangkat?.


Ga ribet puter balik di atas langit noh?.


Aya-aya wae.


*****


“Aku sudah bilang, jangan terlalu fokus pada make – up dan skin care kalian, perhatikan yang lain..... Haish, Aina kalah sama tas Fendi yang tidak mungkin terlupa terselempang di bahu ...”


Daddy Jeff menggerutu sambil melirik sang istri.


“Kok kamu jadi nyalahin aku sih Papa Bear?!”


Yang merasa di gerutuin, sang Mama Bear pun nyolot.


“Ya, aku bukannya menyalahkan....”


“Kamu aja sendiri coba? Cuma bisa nyerocos aja, bukannya merhatiin anaknya malah sibuk ngobrol pula!”


“Haish! .. Salah lagi .....” Gumam Daddy Jeff sembari mendengus frustasi.


“Iya betul itu!” Sambar Mom Ichel. “Sudah tahu kita orang ini...” Menunjuk para wanita di hadapannya. “Repot urus ini itu, tapi kalian pria – pria, hanya duduk manis!”


Mom Ichel sama nyolot nya dengan Mama Jihan.


“Siapa yang duduk manis coba? Kami ini juga berbagi tugas... Dari mengecek kapal yang akan kita gunakan, keberadaan kerabat yang sudah dan belum sampai di sana ......”


“Halah! Kalian kan punya tangan kanan, tangan kiri lebih dari satu orang!”


‘Hello! Kami kerja keraslah agar bisa punya banyak uang! Makanya bisa punya banyak orang yang bisa disuruh ini itu!’


Para pria menggerutu.


Tapi dalam hati saja.


Selain dua suami yang sedang debat kusir dengan istrinya masing – masing, para suami lain cari aman, karena jika mereka menyambar, yuakin istri mereka akan ikut menyambar membela yang benar. – Eh bukan, membela kaumnya.


Resiko terbesar jika ditanggapi, ngambek berjamaah itu para Mom, dan liburan di pastikan gatot!. Selain itu bisa dicuekin berbarengan minimal satu minggu, tanpa ada yang namanya ‘diurusin’.


Kalo kata Bang Caca, 


Makan, makan sendiri, Tidurku sendiri ....

__ADS_1


“Ya memang, kami dibantu sama orang – orang kepercayaan kami. Buat apa uang banyak tapi malah repot?. Kalian saja yang memilih repot sendiri. Padahal tinggal suruh para asisten bekerja, kalian hanya tinggal ucap sambil juga duduk manis, tapi kalian kan yang maunya begitu, jadi merepotkan diri sendiri ...”


“Oh, menyindir jadinya?!”


‘Salah ngomong juga kan?’ Batin Daddy Dewa, kemudian saling lirik dengan Daddy Jeff.


“Yang packing pakaian kamu dan kalian – kalian para pria pemilih soal pakaian siapa kalau bukan kami, hah?. Printilan kalian, kalau bukan kami yang ingat memasukkan ke koper?. Belum lagi pakaian dalam kalian?. Siapa?. Mau menyuruh Adis, Arum, Seli, Anin, atau Chayu?!”


“Nah bener itu yang Michelle


bilang! Kamu apalagi kan Papa Bear?. Ribet kalau soal pakaian, belum selesai


aku pilihin, kamu udah teriak ‘ Mama Beaaarrr coat aku jangan yang ini! Topi


aku jangan lupa juga! Bla ... bla ... bla.....” Sambar Mama Jihan.


"Aku saja, baru packing semalam, karena kamu ribut yang ga cocok lah pakaian yang dibawa. Sampai kamera saja kamu segala pilih - pilih!"


Mom Ichel menyembur lagi.


Daddy Dewa dan Daddy Jeff memijat pelan pelipis mereka.


“Ya sudah, kita semua ini sama salahnya sudah....” Daddy Dewa mencoba mengakhiri perdebatan.


“Kalian juga ini ...”


Mom Ichel beralih ke dua baby sitter mereka.


“Kalian kan kami pekerjakan untuk lebih mengawasi Ares dan Aina?! Kenapa bisa teledor sih?!”


“Maaf, Nyonya Michelle, Nyonya Jihan, tadi kan Nyonya menyuruh kami berdua mengecek lagi koper – koper sebelum jalan”


“Iya Nyonya, tadi waktu saya mau ajak Non Aina turun, Nyonya Jihan minta saya juga mengecek ulang barang –


barang Non Aina, dan Nona Aina kan setahu saya juga sama Nyonya pas saya tinggal ....”


“Jadi kamu nyalahin saya nih?! Nyalahin Michelle juga?!”


“Ma – maaf Nyonya, bukan begitu ....”


Dua baby sitter itu langsung meralat ucapannya pada dua nyonya yang sedang sensi plus nyolot itu.


“Sudahlah, jangan salahkan mereka juga ....”


Daddy Jeff menyela.


“Aku juga dengar tadi kalian lebih menyuruh mereka melakukan hal yang lain daripada menjaga Ares dan Aina ..”


“Iya. Bahkan kalian saja menyuruh mereka masuk duluan ke mobil yang berisikan koper – koper sebelum kita


semua naik mobil. Wajar kalau mereka tidak ngeh sama Ares dan Aina. Pasti juga mereka berpikir Ares dan Aina sudah sama Mom mereka kan? ...”


Dugaan yang menjurus pada tudingan terlontar dari Mom Ichel.


“Ya bukan kami membela mereka, tapi kan memang seperti itu kenyataannya?”


Para tetua dan orang tua di luar dua pasang ibu dan ayah yang sedang berargumen itu memilih jadi penonton saja sampai detik ini. Termasuk dua pasang kakak, yang ogah nyeletuk karena takut kena bulan – bulanan, terlebih lagi si Tan – Tan, karena Aina adalah adik kandungnya.


Satu huruf saja keluar dari mulutnya kalo sok – sok an menengahi Papa dan Mama Bear yang sedang berargumen


itu, yakin Nathan akan kena semprotan dahsyat yang mengalahkan selang air pemadam kebakaran semprotan nya.


“Jadi mau bilang kalau aku dan Michelle ibu ga bertanggung jawab gitu?!”


Nah kan mulai tegang dah, bara solotan kian berkobar dari dua ibu hebring.


“Persiapkan tas dan ransel kalian, karena kemungkinan kita kembali lagi ke kediaman, say babay pada kapal


pesiar ...”


Bisik Kak Drea yang sudah menoleh ke tempat duduk para adik yang sedari tadi khusyuk menonton dua emak dan bapak lagi adu mulut sembari anteng ngegares kue - kue yang tadi ditawarin pramugari yang tidak berani beringsut karena jalanan terhalang oleh dua pasang suami istri yang sedang berhadapan.


Yang wanita nampak sangar, sementara yang pria nampak menghela nafas mereka ga kelar - kelar.


Alih – alih mereka mendesah kecewa, para adik yang paham itu malah kompak membentuk kode oke dengan tangan mereka, sembari mempersiapkan tas dan ransel kecil yang mereka bawa ke kabin. Dengan cemilan dan minuman ringan yang kembali mereka gares kemudian, sembari menonton lagi perdebatan dan menunggu kelanjutan.


Apakah akan lanjut berangkat ke Sin dan kemudian berpesiar ria untuk mengelilingi sebagian Eropa sesuai rencana?. Atau mungkin akan turun dari jet dan main ke Time Zone aja?.


****


Setengah jam kemudian .....


Ketegangan sudah berlalu, karena dua bocil yang ketinggalan sudah sampai dengan selamat dengan tampang


tanpa dosa mereka.


Yah memang dua bocil itu tak berdosa sih, karena mereka kan korban keriweuhan.


Wajah-wajah para kakek, nenek, ibu, ayah, kakak, paman, bibi dan anak dari paman dan bibi yang ikut sudah nampak sumringah semua.


Termasuk dua asisten rumah tangga dan dua baby sitter yang langsung nge-kepin itu si Ares sama Aina,


berikut titah yang diturunkan oleh Daddy R dan Poppa pada dua baby sitter itu saat Ares dan Aina tiba dengan diantar satu set penjaga dan asisten rumah tangga yang sudah panik duluan saat di kediaman


“Meski bumi terbelah dua, kalian jangan lepaskan tangan dan jangan jauhkan mata kalian dari mereka!”


“Kalau perlu pakaikan pelacak ber alarm di kaki Ares dan Aina!”


Begitu kira-kira titah dan seruan dari Daddy R dan Poppa.

__ADS_1


Dua baby sitter itupun mengangguk patuh.


Kemudian keadaan tenang kembali, menikmati perjalanan udara yang hanya sebentar itu.


Namun keadaan dua suami sedikit kurang aman terkendali. Karena ada dua istri yang lanjut merajuk, karena dua suami itu dianggap memojokkan mereka.


“Michelle, ma belle ...” – Daddy Dewa yang sedang usaha membujuk. “Jangan marah dong Mom Ichel, Boo-Boo ga


bermaksud memojokkan Mom Ichel-lah ...”


Namun Mom Ichel diam saja, sekaligus buang muka. Dimana tampang judesnya begitu mendominasi saat ini.


Membuat Daddy Dewa mengusap kasar wajahnya, sembari memikirkan kalimat dan cara lain untuk merayu.


“Mama Bear.......”


Yang ini Daddy Jeff, yang juga sedang berusaha meluluhkan sang istri yang membuat sinar matahari yang


menembus dari jendela pesawat seolah redup dimata si Papa Bear – sah elah.


Karena Mama Bear sedang cembetut dan nyuekin Daddy Jeff, seperti Mom Ichel yang lagi nyuekin Daddy Dewa.


“A breathe of my life... ( Nafas hidupku ) ...”


“Cuih!” Belum selesai rayuan Daddy Jeff tapi Mama Jihan sudah menyambar dengan decihan.


Membuat mereka yang sedang memperhatikan kembali dua pasang mudi yang ga muda lagi sembari cengengesan.


“Ma.....”


“Chel!”


Belum selesai Daddy Jeff lanjut bicara, Mama Jihan lagi – lagi menyela, hingga Daddy Jeff menjeda lagi


ucapannya.


“Kita satu kamar aja nanti di kapal ya?, mau ga?”


“Oh sangat mau!”


“Aaaahh..... kok begitu .....” Daddy Dewa dan Daddy Jeff langsung mencelos.


“Kalian secara tidak langsung menuduh kami tidak bertanggung jawab, bukan?!”


Mommy Ichel mendelik.


“Jadi sekalian, selama pesiar nanti kami mau melepas tanggung jawab pada kalian! Urus diri sendiri!”


Mama Jihan ikut menyembur.


“Eh, dosa mengabaikan suami” Celetuk Daddy Jeff, Daddy Dewa mendukung dengan anggukan antusias.


“Masa bodoh!”


Dua Moms yang sedang merajuk itu kompak menjawab dengan sahutan yang sama, plus sama ketusnya.


“Yaaahhhh, jangan begitu dong .....”


“Wait, wait ....” Daddy Jeff membuka tas pinggangnya. “Ini! Ambil untuk Mama Jihan yang menjadi setiap degupan


jantung Daddy Jeff”


Preettttt ....


Menyodorkan sebuah dompet kulit berisikan lembaran cek kosong pada Mama Jihan dengan senyuman sumringah


yang terpatri di bibir Daddy Jeff.


“Pakai! Habiskan itu lembaran! Kalau perlu kuras aja itu isi rekening aku! Asal jangan pisah kamaaaarrrrr ....”


Wajah memelas Daddy Jeff nan konyol Daddy Jeff tunjukkan, membuat yang melihatnya jadi geli sendiri.


“Mama Bear ...”


Sok imut ala Daddy Jeff mode on.


“Ada ranting ada kayu ...”


“Cakeeeppp!!!!”


“I’m nothing without you!”


“Eeeaaa!!!!!”


“Cuih!”


****


To be continue .......


Road to an end


Menuju akhir cerita


( Au kapan ) 😃


Salam sayang,


Emaknya Queen

__ADS_1


__ADS_2