
THREATENED # Terancam
**************************
Selamat membaca ..
Di dalam sebuah mobil MPV yang terbilang mewah ....
“Enghh..”
“Bagaimana tidur kamu sayangku, Prita?.”
“Tristan????!. Elo?!.”
Prita langsung mengangkat kepalanya dari paha pria yang ia sebutkan namanya tadi. Prita langsung menegakkan duduknya.
Prita mencoba membuka pintu mobil yang terkunci dan terasa sedang berjalan itu. Ia bahkan memukul – mukul kaca mobilnya.
“Tenang saja Prita, aku ga akan menyakiti kamu.”
“Lepasin gue Tristan!. Apa lo sudah gila?!.”
Tristan tergelak kencang. Gelakannya membuat Prita kesal marah sekaligus takut disaat bersamaan.
“Gila.... Kamu benar sayang, aku memang gila. Cinta aku ke kamu yang membuat aku gila. Hahahaha!!!!!. Sabar
yah, sebentar lagi kita sampai, dan aku akan memberikan cinta dan kehangatan aku hanya buat kamu, Prita.”
“Gila!!!!!. Tolong!!!!!.” Prita berteriak sambil kembali mencoba membuka pintu dan memukul – mukul lagi kaca mobil dari dalam. Sembari ia mencoba menegaskan pandangannya keluar jendela mobil
“Percuma Prita. Kaca mobil ini gelap dan ber peredam. Jadi kamu hanya membuang tenaga. Lebih baik kamu duduk manis dan patuh. Atau aku akan bersikap kasar tanpa lagi segan.”
“Gue, ga takut sama cowok gila kayak lo!!!!.”
GREP! Tristan langsung memegang kasar wajah Prita yang barusan menghardik sambil mengangkat telunjuknya pada Tristan dengan melotot dan berkata tajam.
“Aku bilang duduk manis dan patuh atau aku akan membuat kamu jadi milik aku saat ini juga tanpa perlu sampai ketempat yang aku tuju!.”
DAK!
“ARGHHH!.”
Suara pekikan Tristan terdengar kencang sambil memegangi perutnya setelah Prita memberikan tendangan sekuat tenaga ke perut pria itu.
‘Untung gue ga ganti sendal.’ Batin Prita puas sambil melirik sepatu ketsnya.
“BOS!.”
Dua orang yang ada dikursi depan langsung menoleh.
“DIAM KALIAN! PERHATIKAN JALANAN DAN MENGEMUDILAH LEBIH CEPAT!.”
Hardik Tristan pada dua orang anak buahnya itu.
“Baik Bos!.”
Dua orang itu langsung menyahut dan kembali menghadap lurus ke depan.
“Kamu yang memaksa aku Prita ..” Tristan langsung mencengkram Prita dan menampakkan seringai iblisnya.
“LEPAS!!!!! ..” Prita meronta kencang. Tangan Prita mencoba meraih tombol lampu diatasnya, namun tak sempat.
“GA AKAN PERNAH!.”
Tristan langsung menelentangkan tubuh Prita dibawahnya sambil satu tangannya dengan cepat menekan sebuah tombol yang kemudian membuat sebuah tirai keras penyekat turun menutup kursi penumpang depan.
“Akan aku buat kamu jadi milik aku saat ini juga!.” Tristan menindih tubuh Prita yang masih berpakaian lengkap itu. Begitupun dirinya. Namun dengan segera ia melepas jasnya.
“Gue lebih baik mati!!.”
Prita terus meronta.
‘Ya Allah, tolong aku dari laki – laki bejat ini. Kak John .... Kak Fania ... tolongin Prita, hiks .... hiks ....’
Prita benar – benar berharap akan ada keajaiban untuknya saat ini.
‘Gue ga sudi disentuh dia!. Last try!. (Usaha terakhir!).’
DAKKKK!!!!!!
Prita menyundul kan sendiri kepalanya ke kepala Tristan dengan keras dan sukses membuat pria yang nampak gila karena terobsesi padanya itu hilang fokus dan merintih lagi memegangi kepalanya.
Prita pun meringis pedih dan merasakan kepalanya pusing seketika. Namun ia tetap berusaha melepaskan diri dari bawah Tristan. Menendang sekali lagi laki – laki itu dan mengerahkan seluruh sisa tenaga yang ia punya hendak memukul Tristan, namun tangan Prita kalah cepat karena Tristan keburu mencengkram tubuhnya lagi, bahkan lebih
kencang dan keras dari sebelumnya.
“Akh!!! ....” Prita spontan memekik saat Tristan menarik rambutnya hingga kepala Prita tersentak kebelakang.
“PEREMPUAN SIALAN!.”
Tristan menyentak lagi rambut Tristan sambil mencengkram wajah gadis itu.
“Suka main kasar ternyata kamu ya, hm?! .... akan aku kabulkan ..” Bisik Tristan tajam sambil menyeringai.
GREP!.
__ADS_1
Tristan menjatuhkan lagi tubuh Prita dibawahnya dan Prita terus meronta dengan sekuat tenaga hingga nampaknya mobil terasa sedikit oleng.
“JANGAN!.”
Mata Prita berkaca – kaca sambil tangannya mencoba menahan Tristan mengangkat kaosnya.
“Tenang sayang, aku akan membuat kamu berteriak keenakan.”
Prita menggeleng kencang saat satu tangan Tristan memegangi kedua tangannya yang disatukan dengan kuat dan meletakkan diatas kepalanya.
“Jangaan Triss ... gue mohon ..” Prita mengiba seiring air matanya yang sudah menetes.
Tristan menyeringai seram. Tangannya sudah bersiap untuk menyibakkan kaos Prita sambil ia lebih menundukkan dirinya untuk mencium Prita.
Prita terisak sambil memejamkan matanya dan menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan agar bibir Tristan tak sampai menyentuh bibirnya.
DUAK!!!!.
****
“Vla, I need your help! ( Vla, gue butuh bantuan lo! ). Something happened to my sister ( Sesuatu terjadi sama adik gue ).”
‘What happened Fania?! ( Ada apa Fania?! ).’
“I need you to hack a CCTV record of Bell’s Apartment, on parking area P5, about fifteen minutes ago. ( Gue mau lo membajak rekaman CCTV di Apartemen Bell’s sekitar lima belas menit yang lalu. Area parkir, P5, sekitar lima belas menit yang lalu.”
'Just tell me what happened first! ( Bilang dulu ada apa! ).'
“My sister has been taken, okay?!. I need that information now!. ( Adik gue diculik, oke?!. Gue butuh informasinya sekarang! ).”
'SHE WHAT?! ( APA?! ).'
“I’m moving now! My husband an my other brothers are difficult to reach! Now I count on you, Vla!. ( Gue bergerak sekarang! Suami dan kakak – kakak laki – laki gue sudah untuk dihubungi! Sekarang gue bergantung sama lo, Vla! ).”
'Okay! I working now!. I let you know everything ( Baik! Akan aku kerjakan sekarang!. Gue akan infokan langsung ke elo! ).” Sahut Vladimir cepat. “By the way, who’s with you?! ( Ngomong – ngomong, lo sama siapa?. )'
“I’m moving alone now ( Sendirian ).”
'What?! ( Apa?! ).'
“Just do what I asked! Now! ( Lakukan apa yang gue minta! Sekarang! ).”
'Okay!!!!.'
Fania mematikan sambungan telponnya dengan Vladimir dan langsung menggas motor sportnya itu.
*****
Sebuah kafe di Jakarta ...
“Did R told you already what that jerk old man Jill offered to pay his debts to us, Ndrew? ( Apa R sudah bilang sama lo tentang apa yang ditawarkan oleh si tua bangka Jill untuk membayar semua hutangnya pada kita, Ndrew? ).”
“Cari apa sih lo?.”
“Ponsel!. Sepertinya tertinggal di mobil.” Andrew hendak berdiri. “Sebentar gue ambil dulu.”
John merogoh saku jasnya.
“Mau hubungi si Kajol?.”
“Iya.”
“Pakai ponsel gue nih.” John sudah mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jasnya.
“Coba lo hubungi Fania. Bilang gue agak terlambat sedikit datang ke rumah papa dan mama. Kalau sekiranya dia mau duluan ajak Andrea ke pasar malam bilang pergi duluan saja.”
“Pasar malam?.”
“Yah, kind of public fair ( semacam pasar rakyat ), tapi menurut cerita Fania sepertinya pasar malam biasa.”
John manggut – manggut lalu beralih ke ponselnya.
‘Si Kajol menghubungi gue beberapa kali?.’
“What is it? ( Kenapa? ).” Tanya Andrew yang melihat John mengernyitkan dahinya saat menatap ponsel milik laki – laki itu.
“Gue lupa mengganti pengaturan ponsel. Tadi gue senyapkan. Dan si Fania menelpon gue beberapa kali diwaktu yang ga berselang jauh.” Sahut John.
“Coba lo hubungi sekarang. Mungkin dia juga menghubungi gue tapi karena gue ga menjawab dia menghubungi lo. Gue bilang kalau akan bertemu lo dulu setelah urusan kerjaan di Perusahaan selesai.”
John mengangguk dan langsung menghubungi nomor Fania.
“Busy! ( Sibuk! ).”
“Ya sudah. Gue sepertinya jalan sekarang ke Bekasi. Mungkin Fania maunya gue buru – buru sampai kesana.”
“Ya sudah.”
“Lo mau kesana juga?.”
John nampak berpikir sambil hendak memasukkan lagi ponselnya ke dalam saku jas.
Triiiing....
‘Vla?....’
“Fania?.”
__ADS_1
“Bukan. Vladimir.”
John langsung menekan tombol panggilan di ponselnya.
“Yes, Vla? ( Ya, Vla? ).”
*'GOD DAMNED, JOHN. I TRY TO CALL YOU LIKE FOREVER, MAN! ( SALAN JOHN, GUE COBA HUBUNGI LO DARI TADI! ) ALSO TRY TO CALL ANDREW! ( JUGA BERUSAHA MENGHUBUNGI ANDREW! ).' Suara Vladimir terdengar begitu kencang dan panik.
“Wo- wo ..... chill out, Man ( Santai dong ). What is it? ( Ada apa? ).”
'PRITA HAS BEEN TAKEN! AND FANIA IS ON THE WAY TO CHASE HER! ( PRITA DI CULIK, DAN FANIA SEDANG MENGEJARNYA! ).'
”WHAT?! ( APA?! ).” Suara John terdengar kaget dan kencang. Tapi kemudian John terkekeh. “Is Fania asked
you to do this? ( Apa Fania yang menyuruh lo? ).”
'YA!! SHE ASKED ME TO CALL YOU OR ANDREW TO TELL THIS! ( FANIA MINTA GUE MENGHUBUNGI LO DAN ANDREW UNTUK KASIH TAHU INI! ).'
“Tell her for not doing this again ( Bilang sama dia jangan lakukan itu lagi ).”
'DO WHAT?! ( LAKUKAN APA? ).'
“Prank me! ( Ngerjain gue! ). Again! ( Lagi! ).”
'I AM NOT KIDDING JOHN!. IF YOU WITH ANDREW, BETTER HE CHECK FANIA’S CELL PHONE GPS ( GUE GA BERCANDA JOHN!. KALAU LO SEDANG BERSAMA ANDREW, SEBAIKNYA SURUH DIA CEK TITIK GPS PONSEL FANIA ).'
Vladimir masih berbicara dengan jelas, kencang dan serius pada John.
Sementara Andrew masih memperhatikan John dan bertanya ada apa dengan gerakan kepalanya. Meski suara
Vla terdengar kencang, tapi Andrew tidak terlalu mendengar dengan jelas.
“I’ll send you a video from CCTV at Prita’s friend apartemen ( Gue kirimin lo video dari CCTV apartemen temannya Prita ).”
John nampak terdiam sejenak. “Apa lo dan Fania sedang berencana membuat prank untuk gue lagi, Ndrew?.”
Wajah Andrew nampak bingung.
“CK! Seperti gue dan Fania kurang kerjaan merencanakan Prank untuk lo lagi!.”
Drrrrrrttt .... Nada notifikasi pesan terdengar dari ponsel John.
John langsung membuka video yang dikirim Vladimir. Air mukanya langsung berubah. ‘Prita?!. Ini gue sedang
di prank atau engga sih?.’
John sedang bertanya – tanya dalam hatinya. Tapi video yang dikirim Vladimir nampak asli.
‘Fania is heading to chase the car that bring her sister right now. She’s using her RC. I’m on my way too and some boys are also heading up ( Fania sedang bergerak mengejar mobil yang membawa adiknya. Dia membawa RC nya. Gue juga sudah dijalan dan beberapa orang dari kita juga sudah bergerak ).’
‘It wasn’t a joke! ( Ini bukan lelucon! ).’
‘I’ll send you the point of that car who bring’s Fania’s sister ( Gue kirimin lo titik mobil yang membawa adiknya Fania ).’
Pesan dari Vladimir pun masuk ke ponsel John.
John seketika berdiri sambil menutup mulutnya.
“Ada apa John?!.” Andrew ikut berdiri melihat John yang nampak panik.
“Prita, Prita diculik dan Fania sedang mengejarnya menggunakan motor RC miliknya.”
Mata Andrew membola seiring wajahnya yang berubah amat terkejut. Ia langsung merampas ponsel John dan membuka video yang dikirim Vladimir berikut membaca pesan yang dikirim oleh pria Rusia itu.
BRAK!!!.
“BRATS!! ( KURANG AJAR!! )."
Andrew memukul meja dengan keras, berikut suaranya yang menggelegar, hingga membuat semua orang yang berada di kafe tersebut terkaget – kaget dan menoleh ke arahnya. Ia langsung melangkah buru – buru menuju mobilnya.
John meraih cepat ponselnya yang tadi spontan diletakkan Andrew diatas meja setelah pria itu menggebrak meja kafe dengan keras. 'Oh Tuhan, sepertinya ini bukan main - main.' John sempat memperhatikan mata Andrew yang memerah karena emosinya yang nampak jelas.
John bisa melihat kalau ekspresi itu bukan ekspresi yang dibuat - buat Andrew. Karena ia melihatnya dari dekat. dan wajah Andrew menjadi sangat tegang. Bercampur murka. Wajah yang sama saat dulu Nick dan Cindy yang hendak mencelakai Fania.
John mengeluarkan beberapa lembar uang lalu langsung ia letakkan diatas meja kafe dan langsung berjalan cepat menyusul Andrew.
“Do you know this brat?! ( Apa lo tau b*jingan yang melakukan ini?! ).” Andrew bertanya dengan nada suara yang tajam sambil menunjuk pada John, sebelum ia memasuki mobilnya. Rahang Andrew sudah mengeras.
“I think I know! ( Gue rasa gue tahu! ).” Rahang John pun ikut mengeras ketat seperti Andrew.
“Send me the point! ( Kirimkan ke gue titiknya! ).”
Andrew kemudian buru – buru masuk ke mobilnya.
“Oh Heart, I’m so sorry ... ( Oh Sayang, aku benar – benar minta maaf ).” Andrew mendengus dan merasa bersalah dengan banyaknya panggilan tak terjawab dari Fania di ponselnya yang tertinggal di dalam mobil itu.
Andrew langsung buru – buru menghubungi nomor Fania balik sambil memasang ear phone bluetoothnya.
“Angkat, Heart..”
Andrew memukul kencang kemudi mobilnya karena Fania tak menjawab panggilannya.
“Membuat keselamatan Fania dan keluarga gue terancam!, benar - benar .... CARI MATI!!!.”
****
To be continue ....
__ADS_1
Napas dulu oke?????! ...