
Jempol dikondisikan dulu ( ehem ) sebelum sekerol ke bawah ye
**************************************************************************
Selamat membaca ..
***********************
Di sebuah daerah yang memiliki koneksi Italia yang cukup kuat di sudut barat daya Clerkenwell, London, Inggris ..
Ann sudah masuk ke sebuah Restoran khas Italia, yang sudah menjadi langganan dirinya dan keluarganya setiap kali mereka mengunjungi daerah tersebut. Yang mana pemiliknya adalah salah seorang kenalan baik Papa Lucca dan Mama Fabi, yang merupakan wanita keturunan Italia asli seperti Papa Lucca. Dan wanita itu memang juga pernah lama mengabdi untuk bekerja pada Papa Lucca.
Dan sejak beberapa tahun lalu, Papa Lucca menyuruh wanita tersebut untuk pensiun dari pekerjaannya yang sudah mengabdi lama pada si Papa hantu itu, hingga akhirnya wanita tersebut memutuskan untuk tinggal di Inggris bersama Putra semata wayangnya, lalu membuka sebuah Restoran Italia di daerah yang sarat di sebut sebagai 'Italia Kecil' itu di salah satu bagian daerah di London, Inggris.
Dan tentunya dengan nama Papa Lucca juga The Adjieran Smith yang menjadi pendukungnya, wanita Italia bernama Allegra itu dapat dengan mudah tinggal dan membangun usahanya di kawasan tersebut tanpa ada gangguan sama sekali sampai dengan saat ini.
"Il mio dolce angioletto ... (Malaikat kecilku yang manis...), Adrieanne ..."
Wanita si pemilik Restoran yang memang selalunya ada di Restoran miliknya itu, langsung saja berjalan cepat ke arah Ann, kala ia melihat anak gadis mantan Bosnya itu datang ke tempatnya.
Yang sudah ia anggap sebagai penolongnya, meski diluar seorang Lucca Valentino yang sebenarnya bermarga asli Esposito itu dikenal kejam. Namun wanita bernama Allegra itu sangat mengagumi Papa Lucca.
"Aunt (Bibi), Allegra ..."
Ann menyambut hangat sambutan Bibi Allegra yang langsung berhambur dan memeluknya saat Ann tiba di Restoran miliknya itu.
"Come stai?... (Apa kabar? ...)" Sapa Ann ramah dengan bahasa Italia pada wanita yang ia panggil dengan Aunt Allegra itu.
"Bene, grazie (Aku sehat-sehat, terima kasih) ..."
Allegra menjawab dengan wajahnya yang sumringah setelah mengurai pelukannya dengan Ann.
"E tu? ... (Lalu kau sendiri? ...)" Aunt Allegra balik bertanya pada Ann.
"I'm great Aunty (Aku sangat baik Bibi)" Jawab Ann, kali ini dengan menggunakan bahasa Inggris.
Dan Aunt Allegra pun cukup maklum dengan Ann yang sering mencampur-campur bahasa Italia dan bahasa Inggris jika bertemu dengannya.
Ann lahir dan besar di Inggris, meski wajahnya sangat Italia seperti sang Papa, dan Mamanya yang juga setengah berdarah Italia.
Namun keseharian Ann adalah menggunakan bahasa Inggris, dan Indonesia, karena keluarga angkat sang Papa yang sudah tinggal bersama Ann sejak Ann lahir ke dunia, yang hampir kesemuanya berdarah campur Inggris-Indonesia.
Terlebih seluruh ibu angkat Ann merupakan wanita Indonesia asli semua, yang kesehariannya membawa budaya Indo ke dalam keluarga, baik dari bahasa bahkan kebiasaan. Jadi Ann malah lebih lekat pada budaya Indonesia ketimbang Italia.
Selain itu juga, Papa Lucca dan Mama Fabi yang sejak Ann lahir ke dunia sudah berdomisili di London, cukup jarang menggunakan bahasa Italia dalam keseharian mereka. Jadi Ann, meskipun paham betul bahasa Italia, karena seyogyanya Ann memang cerdas dan cepat tanggap dalam mempelajari sesuatu itu kurang terbiasa berkomunikasi dengan bahasa sang Papa itu.
Lagipula si Papa juga paling-paling akan berbahasa Italia dengan orang yang sama rasnya atau jika si Papa sedang mengumpat.
*
"I don't see* (Aku tidak melihat), Rery?..."
Aunt Allegra akhirnya menggunakan bahasa Inggris juga bertanya pada Ann barusan, lalu celingukan dan hanya mendapati Juan yang ada berjarak dibelakang Ann.
Ann tersenyum tipis saja. "He's not coming with this time ... (Dia tidak ikut serta saat ini...)" Ucap Ann dan Aunt Allegra pun mengangguk.
"Come, I will prepare your favourite gelato (Ayo, aku akan menyiapkan gelato kesukaanmu)" Aunt Allegra kemudian merengkuh bahu Ann dan membawa gadis itu duduk di salah satu sudut Restorannya.
__ADS_1
"Thank you Aunty... (Terima kasih Bibi ...)" Jawab Ann sopan dan manis.
Ann dan Aunt Allegra sama-sama menyuruh Juan mendekat kemudian selepas Ann sudah duduk. Juan menganggukkan kepalanya, dan duduk di hadapan Ann, bersebrangan dengan Nona Mudanya yang moody orangnya itu.
Tentunya sesuai dengan titah sang Nona Muda yang jika dibantah dan si Nona Muda Adrieanne itu tidak senang hati, Juan akan tertimpa satu kesialan yang disebabkan oleh Ann. Namun begitu, dari sekian bodyguard yang pernah mendampingi Ann, Juan lah yang paling tahan dengan kelakuan sang Nona Muda Adrieanne jika keisengannya sedang kambuh, atau jika sang Nona Muda lagi dateng angot-nya.
"By the way, Aunty... (Ngomong-ngomong, Bibi...)"
"Si, Caro?. (Ya, Sayang?) ..."
"Where's Ricci? ... (Dimana Ricci?...)"
****
"Be a devoted kid by helping your mom in her restaurant than busy seeing those women who make your brain becomes dirty in that magazine..."
"(Jadilah anak yang berbakti dengan membantu ibumu di restorannya daripada kau sibuk melihat wanita-wanita yang membuat otakmu kotor di majalah itu ...)"
Ann menyandarkan tubuhnya di garis pintu sebuah kamar yang ia buka tanpa permisi.
Kamar tersebut berada di lantai tiga diatas restoran milik Aunt Allegra yang merangkap sebagai rumah tinggalnya juga dua lantai di atasnya
"Adrieanne Carine Esposito Smith..." Sebuah suara dari seorang pria muda yang sedang berbaring di ranjang dalam kamar yang pintunya Ann buka tanpa permisi itu pun terdengar.
Lalu pria muda yang kira-kira seusia Andrea itupun kemudian nampak bangkit dari posisinya di atas ranjang, namun belum beringsut turun dari sana. Kemudian pria muda itupun menyunggingkan senyum saat mendapati Ann sudah duduk di kursi yang berada disamping meja dimana ada set komputer lengkap diatasnya.
"Ah, it's really you! ... (Benar itu kamu ternyata!...)" Ucap pria muda itu dengan wajah yang nampak slengean.
"My Italian brother (Saudara Italia-ku), Ricciardo Verdy..."Tukas Ann dengan menyunggingkan senyumnya pada pria muda bernama Ricciardo itu.
"What a surprise ... (Sungguh sebuah kejutan...)"
"Haha! Very much!. (Sangat!)"
Pria muda yang Ann panggil Ricci itu kemudian baru beringsut dari ranjangnya, lalu melangkah menuju sebuah kulkas kecil yang tersedia dalam kamarnya itu.
***
"Beer? ... (Bir?...)" Ricci yang sudah membuka kulkasnya itu menawarkan minuman kaleng yang juga ia tunjukkan pada Ann.
"I'm an innocent girl (Aku ini gadis polos), Ricci" Ucap Ann santai sembari menyungging miring menatap Ricci. Dan Ricci pun terkekeh geli.
Ricci kemudian membawa dua buah kaleng minuman berbeda jenis dan mendekat pada Ann, lalu memberikan satu minuman bersoda pada gadis yang disebut sebagai Little Devil oleh papa kandungnya sendiri itu.
"An innocent girl would not choose a wolf to become her pet (Seorang gadis polos tidak akan memilih seekor serigala untuk menjadi binatang peliharaannya)" Timpal Ricci yang kemudian mengambil tempat duduk diatas sebuah bean bag yang dekat dengan dimana Ann duduk.
Ann pun terkekeh.
"Well, I'm curious (Aku penasaran)..."
Ricci nampak memiringkan tubuhnya sembari menatap ke arah pintu kamarnya dengan meneguk bir kalengan yang sudah ia ambil dan buka segelnya itu.
"Is surprising that your boy baby sitter is allowed you to meet me here, and he's not accompany you also... (Mengherankan sekali jika pengasuhmu lelakimu itu mengijinkanmu untuk menemuiku disini, dan tanpa juga dia menemanimu...)"
Ann hanya tersenyum miring dengan tipis.
"*Isn't he afraid that I will give you a bad impact for you?. (*Bukankah dia takut jika aku memberikan pengaruh buruk padamu?)"
__ADS_1
"You are giving a bad impact to me ... (Memang kau memberikan pengaruh buruk padaku...). Who's the one that take me to see the underground fighting, then I saw someone dead?! ... (Siapa yang membawaku untuk melihat pertarungan bawah tanah, sampai aku melihat seseorang mati?! ...)"
"And who's the one that got so curious then push me to show that underground fighting with a threaten that she will told my mom about what I'm doing under the ground, hem? (Lalu siapa yang begitu penasaran hingga memaksaku untuk memperlihatkan pertarungan bawah tanah padanya dengan ancaman jika dia akan memberitahu ibuku tentang apa yang aku lakukan dibawah tanah, hem?) ..."
Ann mengulum senyumnya.
"You also bring your papa's name in your way threatened me... (Kau juga bahkan membawa nama papamu dalam ancamanmu padaku ...)"
"Haha!"
"Cih!"
****
"So you haven't answer my question ... (Kau belum menjawab pertanyaanku ...)" Cetus Ricci lalu menyalakan televisi yang ada di kamarnya.
"Which one? (Yang mana?) ..." Tanya Ann yang kemudian meneguk lagi minuman kalengnya.
"How come Rery allowed you to meet me?. Isn't he forbid you to meet me, or at least without him after he knows is me who bring you to see the underground fighting? ..."
(Kenapa bisa Rery mengijinkanmu menemuiku?. Bukankah dia jelas melarangmu untuk menemuiku, atau setidaknya jika tanpa dia sejak dia tahu kalau akulah yang membawamu ke pertarungan bawah tanah itu? ...)
Ann tak menyahut.
"And from what I know and see, you such so obey every word that Rery told you..."
(Dan dari apa yang aku tahu serta lihat, kau itu kan begitu patuh padanya ...)
"Well ... not really... (tidak juga ...)"
"Did you sneaking from him to meet me? ... (Apa kau mengendap-endap darinya untuk menemuiku?...)"
"No (Tidak)"
Ann menyambar cepat.
"However Ricci ... I came here to ask your favour... (Ngomong-ngomong Ricci... Aku datang kesini untuk meminta bantuanmu ...)"
Ann kemudian mengatakan pada Ricci maksud dirinya menemui Ricci yang Ann tahu cukup senang dengan yang namanya kekerasan.
"What? You want me to get a hyena for your new pet?... (Apa? Kau mau aku mencari hiena untuk peliharaan barumu? ...)" Kelakar Ricci.
"I'm seriously asking your favour (Aku serius ingin meminta bantuanmu)"
"What favour?... (Bantuan apa?...)"
Melihat wajah Ann yang nampak serius saat bicara barusan padanya, Ricci akhirnya memperhatikan dengan seksama saudara satu ras-nya itu.
"To do a crime ... (Untuk melakukan sebuah kejahatan...)"
**BONUS CHAPTER 15
NOTED:
Berhubung Kompi Emak sedang bermasalah, jadi Update selain slow sampe nunggu kompi bener, juga terbatas ye.
__ADS_1
Harap maklum, untuk sementara pake laptop suami, agak-agak ga sreg kalo bukan kompi pegangan.
Ma acih