
♦♦MISI YANG NAMPAK MUSTAHIL♦♦
♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦
Selamat membaca .....
“Where you can find someone who can drive just like what you said and put those exploder in one minute? ( Dimana kau bisa menemukan seseorang yang bisa mengemudi seperti yang lo bilang dan memasang peledak dalam satu menit? ).” Ucap Lucca lagi.
“I’m looking at her now ( Gue sedang melihatnya sekarang ) ....” Sahut Vla sambil tersenyum penuh arti dan pandangannya tertuju ke satu orang. Mereka yang sedang berbicara serta berkumpul itu serta merta menoleh kemana arah mata Vla memandang.
“What? Me? ( Apa? Gue? ).” Fania menunjuk dirinya sambil menatap orang – orang yang sedang menatapnya
berdasarkan pendapat Vladimir. Wajah Fania sendiri juga antara terkejut dan tak percaya.
“You’re the right person, I guess ( Lo orang yang tepat gue rasa ).” Ucap Vladimir.
“Hell No! ( Tidak! ).”
Andrew buru – buru menyergah setelah tahu siapa yang Vladimir maksudkan orang yang dirasa sangat mampu untuk melakukan hal yang seperti pria Russia itu bilang. Pastinya babang boke alias botak keren itu ga rela kalau Fania diikutsertakan karena menurutnya itu sangat beresiko. Sementara lainnya masih diam seperti sedang berpikir.
“Do not involve her into this! ( Jangan libatkan dia dalam ini! ).” Seru Andrew.
“Andrew was right ( Andrew benar ). Too risky for her, I also don’t agree ( Terlalu beresiko untuknya, gue juga ga setuju ).” Timpal Reno.
“Not really, I guess ( Engga juga, menurut gue sepertinya ).”
Jeff menyampaikan pendapatnya.
“Dari blueprint gedung itu, ada lorong yang terabaikan yang bisa tembus ke area parkiran. Disana hanya ada satu pos dan dua penjaga. Pengamanan tidak begitu ketat. Mereka lebih fokus ke keamanan dalam gedung dan tempat penyimpanan.”
“Dua diantara kita, atau anak buah Lucca bisa menyamar juga sebagai penjaga menggantikan mereka. Setelahnya
akses masuk dari lorong yang terbengkalai itu akan bisa kita permudah. Kita hanya perlu membuat id palsu untuk masuk kedalam area gedung.” Sambung Dewa.
“Leave that to me! ( Serahkan itu sama gue! ).” Sahut Vla.
Lucca terlihat manggut – manggut, sementara lainnya termasuk Michelle, Fania dan istri Lucca masih mendengarkan.
“Kalau hanya seperti itu, gue pun bisa melakukannya.”
“Can you do like Vla said, last than one minute? ( Lo bisa melakukan apa yang Vla bilang, kurang dari satu menit? ).” Tanya Reno pada Andrew.
“I think I can ( Gue rasa bisa ).” Sahut Andrew yakin. Namun lainnya berpikir jika hal itu justru beresiko, jika Andrew yang melakukannya.
“No, Ndrew. You or R must avoid anything that could caught you both faces as much as possible. Is more risky if you both who do that ( Engga, Ndrew. Lo dan R harus menghindari segala hal yang bisa membuat wajah kalian terlihat sebisa mungkin. Lebih beresiko kalau kalian yang melakukannya ).”
“I’ll do it .... ( Gue akan melakukannya ) ....” Fania akhirnya bersuara. “Kasih tau gue apa yang harus gue lakukan secara detail.”
“No! ( Engga! ).” Andrew langsung menyergah.
Fania menatapnya. “Trust me, hem? ( Percaya aku, hem? ).”
“Aku khawatir, Heart.”
Andrew memegangi kedua lengan Fania dengan wajahnya yang memang terlihat khawatir.
Fania tersenyum pada Andrew. “Gini deh, jelasin dulu gimana – gimana nya, kalau aku memang merasa ga bisa, aku mundur.”
__ADS_1
“Tetap saja, Heart ....”
“Gue rasa Little F benar. Biar dia dapatkan penjelasan dulu apa yang harus dia lakukan.”
Kakak ganteng bersuara dan berpendapat.
“Dengan catatan, kalau lo rasa memang ga mampu, lo ga boleh memaksakan!....”
“Iya, Kak! ....”
“Gue setuju sama R, Ndrew. Lebih baik Fania dapat penjelasan terlebih dahulu. Kalau memang dia tidak mampu kita pikirkan orang lain, kalau memang Fania merasa mampu kita tidak punya pilihan.” Ucap John.
“Agree ( Setuju ).” Timpal Jeff dan yang lainnya selain Andrew, Reno, Lucca dan istrinya yang hanya menjadi pendengar yang baik seperti Michelle. Lalu Fania mencoba membujuk Andrew dan pada akhirnya Andrew pun mengiyakan.
***
“Waktu lo hanya satu menit setelah keluar dari lorong itu, Little F.” Ucap Reno. “Meski Vla akan berusaha untuk menahan waktu lebih lama, untuk mengalihkan kamera pengawas dan sistem mereka disana. Tapi pahitnya, anggaplah lo hanya perlu satu menit untuk bisa keluar dari lorong, memasang peledak lalu keluar dari area gedung.” Sambung Reno.
Fania mendengarkan baik – baik sambil memperhatikan juga rute dalam cetak biru yang sedang ditunjuk Reno. “Kamu hanya perlu mengemudi dengan sangat cepat, Naomy. Seseorang yang akan memasangkan peledak, jadi kamu ga sendiri.” Ucap Dewa.
“Who can put C4 so fast?. Only need to put it in few spot ( Siapa yang mampu memasang C4 dengan cepat?. Hanya perlu memasang di sedikit titik ).”
Semuanya nampak berpikir. “Biar gue.” John mengajukan diri, semua orang menatap padanya.
Para pria nampaknya setuju dengan usulan John. “Sekarang kembali ke elo, Jol.” Ucap Jeff. “Apa lo bisa mengejar satu menit itu?.” Sambungnya. “C4 hanya tinggal ditempel, kuncinya pada si driver. Apa lo sanggup?.”
“Sanggup!.”
***
Tropea, Italia
“Apa lo sudah siap, Jol?.” Ucap John yang kini sudah berada dalam satu mobil Fania yang sudah duduk dibelakang
kemudi. Fania nampak menghembuskan nafasnya sambil kedua tangannya sudah siap pada kemudi.
“I’m ready! ( Gue siap! ).”
“Wait! ( Tunggu! ).” Suara Vla terdengar dialat komunikasi yang terhubung dengan semua orang yang sudah bersiap di posisinya masing – masing. Dua orang terbaik Lucca sudah masuk dengan id palsu sebagai penjaga keamanan dan telah menggantikan dua keamanan yang bertugas sebelumnya.
Reno dan Dewa berada dalam satu mobil di luar gedung yang bersiap jika John dan Fania mendapatkan masalah
dalam tugasnya. Begitupun Andrew yang juga sudah menunggu Fania di mobil yang terpisah dengan Reno dan Dewa bersama Lucca. Berjaga, jika Fanianya dalam bahaya.
Sekaligus nanti keempat pria dengan dua mobil yang berbeda itu nantinya juga akan mengawal Fania dan John
hingga sampai ke Mansion, berikut beberapa anak buah Lucca yang juga sudah berada dimobil terpisah, untuk berjaga – jaga jika keadaan menjadi kacau.
“Can she really drive? ( Apa dia benar – benar bisa mengemudi? ).” Tanya Lucca pada Andrew soal kemampuan
Fania. Meski rasanya Andrew mengkhawatirkan Fania, namun ia terkekeh mendengar pertanyaan Lucca yang juga terdengar oleh seluruh kru, yang sebagian juga terdengar terkekeh.
“You asked, if my wife can drive? ( Lo tanya apa istri gue bisa mengemudi? ).” Sahut Andrew sambil masih terkekeh.
Andrew yang kedua tangannya sudah tertempel di kemudi kemudian menggeleng. Meski Lucca pernah mendengar
kalau istrinya Andrew jago dalam mengemudikan mobil, terlebih mobil balap. Namun Lucca masih ragu karena belum pernah melihat dengan mata kepalanya sendiri.
__ADS_1
“She even ever flew with R’s car from the up raised high way! ( Dia bahkan pernah membawa terbang mobil R dari jalan tol yang terangkat ).” Ucap Andrew lagi.
“Exaggerate .... ( terlalu melebih – lebihkan ).” Sahut Lucca malas. Fania yang mendengar percakapan itu hanya tersenyum tipis bersama dengan John yang terkekeh.
“On position Fania.... ( Siapkan diri lo Fania .... ).”
Suara Vladimir terdengar lagi.
“Already .... ( Sudah.... ).”
“Go, when I say go! ( Jalan, saat gue bilang jalan! ).” Ucap Vladimir lagi.
“Okay.”
“Hati – hati, Heart....”
“I will, D ( Iya, pasti, D ).” Sahut Fania pada Andrew yang terdengar khawatir. Reno pun mengucapkan hal yang
sama seperti Andrew, meminta Fania untuk berhati – hati.
“Now! ( Sekarang! ).” Seru Vla.
**
Fania langsung menginjak pedal gas dan menggerakkan tangannya dengan cepat di perseneling mobil setelah
mendengar aba – aba dari Vla. Hanya sepersekian detik sampai ia bisa mencapai lantai bersemen tempat John akan memasangkan peledak.
“Go!.”
John dengan sangat cepat menempelkan peledak berkekuatan tinggi pada salah satu sisi dinding.
Kemudian masuk lagi kemobil dengan sangat cepat, untuk ketitik selanjutnya. Bahkan ia tak menutup rapat pintu disampingnya.
“Go!.”
Seru John lagi setelah selesai di titik kedua. Fania tetap dengan kecepatan akselerasinya dalam mengemudikan mobilnya. Hanya tinggal dua titik lagi, Fania sudah terus sigap pada kemudi, pedal dan perseneling.
Dua titik lagi, setelah itu harus Fania dan John harus segera keluar dari sana. Fania melirik cepat penghitung waktu
yang berada dimobil sambil menginjak pedal gas dan memainkan perseneling. “C’mon.... c’mon.... ( Ayo .... ayo.... ).”
Semua orang nampak gugup karena waktu hanya tinggal sepuluh detik lagi, namun mobil Fania belum terlihat di gerbang keluar.
Gerbang sudah dibukakan dengan lebar oleh anak buah Lucca yang menyamar sebagai penjaga. Mereka juga
memperhatikan kamera CCTV yang sedang dialihkan oleh Vla dari Mansion.
“I can’t hold any longer to distract their system, they will found out if I still hold it more few seconds. Get out now, Fania! ( Gue ga bisa menahan lebih lama lagi untuk mengalihkan sistem mereka, mereka bisa tahu dengan cepat kalau gue menahannya lebih dari beberapa detik lagi !. Keluar sekarang, Fania! ).”
**
To be continue ..
Jeng .... Jeng .... Jeng ....
Emang enak di pehape ama Emak?.
__ADS_1
Wkwkwkwk....