THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 39


__ADS_3

Nih, Emak kasih dua episode sekaligus. biar pada anteng.


**********************


♥ LOVE ME ♥  Cintai Aku


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Selamat membaca...


***********


John POV’s on


Aku sudah tak sanggup lagi menahannya.


Rasa cintaku pada gadis yang bernama Prita.


Tadinya ingin bergerak perlahan, membuatnya jatuh cinta padaku atau setidaknya memastikan ulang kalau rasa yang pernah ia punya untukku masih ada.


Tapi tidak setelah aku melihat ia nampak mesra dengan laki – laki lain didepan mataku.


Demi Tuhan aku geram. Bahkan saat Aila memutuskan hubungan rasanya tak se geram melihat Prita dalam rangkulan mesra seorang pria dan bahkan pria sialan itu hampir menciumnya.


Aku sudah tak perduli apapun lagi, tak lagi berpikir untuk merebut hati Prita dulu, baru kemudian menyatakan cinta. Persetan dengan itu semua. Prita hanya milikku dan tak akan ku biarkan ada pria lain yang boleh mendekati, apalagi menyentuhnya.


Dan kali inilah saatnya.


Mengklaim Prita Eriselena adalah milikku!!.


John POV’s off


***********


Prita POV’s on


Sumpah gue terkejut bukan main saat mendengar Kak John bilang dengan lantangnya pada Tristan..


“She, Is Belong To Me!. ( Dia, Milik Gue! ). Jadi jangan pernah lo coba – coba untuk mendekatinya lagi!.”


Gue bahkan ga percaya dengan apa yang gue dengar saat Kak mengucapkan kalimat tersebut. Ucapan yang secara ga langsung kalo sibule koplak yang menyeramkan banget saat marah itu, mengklaim kalau gue ini milik dia. Sampe – sampe gue merinding melihat muka horornya yang seumur – umur gue kenal dia, gue ga pernah lihat wajah Kak John yang seperti itu.


Gue sampe melongo dengan mulut terbuka. Ga kebayang dongo nya muka gue saat itu.😫


Wow. Gue ini lagi direbutin apa ya?. Ca elah sok beut kecakepan ye gue?. Hahaha....


Well, Saat dia bentak dan nunjuk gue waktu selek masalah mantannya yang bernama Aila pun mukanya ga sampe


seperti saat tadi dia ribut dengan Tristan. Jadi ngeliat Kak John begitu ya gue emang bener – bener kaget.


Tapi tadi sumpah, gue sempat takut sama Kak John.


Kak John bahkan sampai melayangkan tinjunya kewajah Tristan.


Hanya karena Tristan tak mengindahkan ucapan dia yang bilang...


“GUE BILANG SINGKIRKAN TANGAN LO DARI DIA!.”


Gila! Gue kaget se - kaget  – kagetnya!


Ga pernah gue sangka Kak John sampai se - murka itu, karena si Tristan yang menarik tangan gue tepat dihadapannya.


Gue takut, keributan jadi panjang kek coki – coki, jadi gue spontan memeluk tubuh Kak John yang deru nafasnya serta debaran jantungnya bener – bener terasa memburu, begitu emosi. Gue sendiri pun heran kenapa otak dan tubuh gue reflek buat meluk dia. Tapi .... seneng sih bisa meluk si bule koplak, Hehehehe.


Tapi kayaknya dia ga terlalu iyeng saat gue meluk dia. Toh dia masih memandang horor ke Tristan. Tapi kemudian Kak John rangkul pinggang gue. Agak kenceng sih, tapi somplaknya gue malah berbunga – bunga. Ga lama sih, abis itu gue kesel karena tiba – tiba cewe yang gue gelendotan sama si bule koplak muncul dihadapan gue dan Kak John.


Pake segala manggil baby lagi. Ish. Geli banget gue dengernya.


Yang gue pikirkan saat itu adalah, cewe itu pacarnya sibule koplak.


Tapi kayaknya bukan, karena Kak John ngebentak itu cewe dihadapan gue, tanpa melepaskan tangannya dari pinggang gue.


“Aku bilang minggir!.”


Begitu kata si bule koplak, eh bule serem sama itu cewe yang kaget kek gue sampe bahu gue dan dia terangkat. Terus itu cewe minggir dah.


Hahaha..... emang enak dibentak??!!!...


Jahat ya gue?.


Bodo amat!.

__ADS_1


Tapi gue masih kesel, dengan sikap Kak John yang seenaknya di Leon tadi.


Makin kesel karena dia mengabaikan ucapan gue buat anter gue ke apartemennya si Diana, eh malah dia bawa gue ke apartemennya.


Jadilah gue cecer habis dia. Terakhir gue bilang, saat Kak John berkata agar gue mengulangi kalimat terakhir gue....


“Lo! Bukan siapa – siapa Gue! Dan ....”


Mulut gue dibungkam oleh benda kenyal disalah satu bagian wajah laki – laki yang sudah membuat gue jatuh hati sejak dulu.


Ah, gue lemas seketika.


Prita POV’s off


**


 “Lo! Bukan siapa – siapa Gue! Dan ....”


GREP!


CUUPP!😚😚


Dug – Dug – Dug ....


(Bukan suara bedug ye).


Debaran dua hati yang bertalu lumayan cepat terasa di dada masing – masing insan yang bibirnya sedang menempel saat ini.


Prita dibuat terkejut setengah mati oleh John yang tiba – tiba menarik dirinya dalam dekapan laki – laki yang langsung menciumnya tanpa permisi.


John pun antara sadar dan tidak, langsung merengkuh tubuh Prita dengan mencengkram pinggang gadis itu dan


membuat tubuh mereka menjadi amat sangat dekat. Ia terprovokasi oleh ucapan Prita yang mengatakan kalau John bukanlah siapa – siapa Prita, hingga membuat laki – laki itu tak terima selain karena sudah tak sanggup lagi menahan cintanya pada Prita.


‘Meskipun gue harus menerima tamparan dari Prita setelah ini, gue benar - benar ga perduli!.’ Batin John.


“K – kak....” Prita terbata setelah John melepaskan bibirnya dari ciuman tiba – tiba yang diberikan laki – laki itu padanya.


Ciuman yang terasa sedikit menuntut namun juga lembut tapi sanggup membuat tubuh Prita terasa membeku.


‘Ciuman pertama gue....’ Batin Prita.


John melepaskan bibir Prita perlahan. Mencoba juga menetralkan debaran dihatinya.


Prita sedang menetralkan nafasnya, namun gadis itu tak bisa berkata – kata.


Nafas John yang sedikit terengah pun samar terdengar sembari menatap Prita lekat tanpa melepaskan rengkuhan satu tangannya dipinggang Prita. Wajah yang sedang John tatap itu nampak merona dan iris mata berwarna coklat gelap itu menatap John ragu – ragu.


Yap wajah Prita memang merona saat ini. Wajah laki – laki yang ia cintai sejak dulu itu kini berjarak terlalu dekat dengannya, bahkan Prita bisa merasakan hembusan pelan nafas John diwajahnya.


Ditambah lagi laki – laki yang umurnya jauh lebih dewasa itu baru saja menciumnya. Cinta pertama Prita yang sudah mengambil ciuman pertamanya juga.


“Kalau kamu menganggap aku sudah melecehkan kamu tadi, kamu boleh menampar aku, Prita.” Ucap John dengan lembut, sambil menatap iris mata Prita yang sedang tergugu itu lekat – lekat.


John kemudian tersenyum.


“Tapi rasanya aku sudah tidak sanggup menahannya lagi.”


Prita masih diam. Bingung mau berkata apa, selain juga kayaknya masih syok habis mendapat ciuman dari John.


“Maaf untuk apa yang aku lakukan barusan.” Ucap John sambil terus memandangi Prita. Masih menyunggingkan


senyum pada gadis yang sudah membuatnya jatuh cinta itu. Senyuman tulus yang muncul atas bahagia berikut kelegaan dari dalam hatinya.


John membelai lembut wajah Prita dengan satu tangannya, karena tangan yang sedang merengkuh pinggang Prita


itu tak bergerak dari tempatnya.


“Aku cinta kamu, Prita.”


Sekali lagi Prita rasanya mau pingsan mendengar ucapan John barusan. Jantungnya yang tadi sudah berdegup


kencang dan sedang berusaha dinetralkan, kembali terasa bergetar lagi, berdegup lebih kencang dan keras dari sebelumnya.


‘O – Em – Ji .... gue ga salah denger ini? ....’ Batin Prita yang tak percaya dengan apa yang terlontar dari mulut John barusan.


“Kak John yang sering membuat kamu kesal ini, sudah jatuh terlalu dalam pada rasa cintanya ke kamu, Prita....”


Masih dengan senyumnya, John menatap Prita lekat – lekat. Membuat gadis itu nampak kikuk dengan semburat


merah diwajahnya. Namun Prita masih diam. Lidahnya masih dirasa kelu untuk berucap.

__ADS_1


“I Love You, Prita Eriselena.”


Satu kecupan lembut kemudian mendarat dikening Prita.


“Aku tidak akan bertanya apa kamu mau menerima cinta aku atau tidak.”


John mengangkat dagu Prita agar gadis itu benar – benar menatapnya.


“Aku hanya ingin katakan, Love Me (Cintai Aku) dan akan aku berikan semua cinta yang aku punya untuk kamu.”


‘Oh Tuhan, rasanya gue pengen lari ke lapangan sambil hujan – hujanan.’


🎶🎹


Kyunki Tum Hi Ho


Ab Tum Hi Ho


Zindagi Ab Tum Hi Ho


Chain Bhi, Mera Dard Bhi


Meri Aashiqui Ab Tum Hi Ho


🎶🎹


Aca, Aca. Aca, Aca....


😁😁


**


“Hey.... say something. ( Hey.... katakan sesuatu ).” John kembali membelai wajah Prita sembari tersenyum.


“Enng ...”


“Apa kamu marah, Prita?.”


Prita tertunduk.


“Apa aku masih ada dihati kamu?.”


Deg!.


“Itu..”


“Rasa dihati kamu yang pernah ada untuk aku, apa benar – benar sudah hilang, Prita?.”


Prita menghela nafas sekaligus mendesah pelan.


“Sepertinya engga ....”


Prita menjawab namun ia masih menundukkan wajahnya.


“Syukurlah ....”


John mendekap erat tubuh Prita.


“Jangan lagi berusaha kamu hilangkan.”


John menangkup wajah Prita lembut dengan kedua tangannya.


“Karena mulai sekarang, ga akan aku ijinkan kamu menghilangkan aku, dari hati kamu.”


Lagi – lagi Prita terpaku sambil menatap wajah tampan ciptaan Tuhan yang ia cintai sejak lama itu.


“Love Me. (Cintai aku) sepenuh hati kamu. Sebagaimana penuhnya hati aku yang mencintai kamu.”


**


To be continue...


Apa sudah cukup Uwuuuu .........???


Semoga kalean bahagia wahai para reader yang blaem – blaem.


Wkwkwkwk


*


Dua episode sudah meluncur, dukungan buat Author juga boleh diluncurkan dong ah,  ya ya ya???

__ADS_1


Ma acih ...*


💞💞


__ADS_2