
Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye
*****************************************************************************
Selamat membaca..
*******************
London, England/Inggris
“Reryyy!!” Suara lengkingan seorang gadis terdengar di lorong sebuah sekolah.
“Hemm ..”
Si pemilik nama yang dipanggil spontan menoleh saat sosok yang memanggilnya barusan kini sudah berada didekatnya.
“What is it, Ann?.. (Ada apa, Ann?)..”
“Come, let’s go home!. I’m starving! (Ayo, kita pulang!. Aku kelaparan! )”
Itu Rery dan Ann yang memutuskan untuk menjalankan pendidikan formal saat pendidikan home schooling junior mereka sudah selesai.
“Sepertinya kamu harus kembali lebih dulu ke Mansion tanpa aku deh Ann..” Sahut Rery.
“Memang kenapa? ..”
“Aku kebetulan ada science project dan aku mau membahasnya dengan kelompok aku..”
“Yahh Rery ..” Kesah Ann.
“Kamu kembali ke Mansion aja lebih dulu ya?....”
“Tidak mau!”
Ann menolak permintaan Rery dengan cepat.
Rery pun tersenyum.
“You said you starving .... (Katanya kamu kelaparan) ..”
“Iya, memang!”
“Ya sudah, kamu kembali ke Mansion saja lebih dulu..”
“Not without you! (Tidak tanpa kamu!)” Tukas Ann.
“Ann..”
“Kan sudah dari dahulu, kita kemana-mana selalu sama-sama!”
“Iya memang .. Selama ini juga seperti itu kan?”
“Seperti itu bagaimana?! Kamu oke-oke saja tidak sekelas denganku! Bahkan kamu tidak memperbolehkan aku pindah ke kelas kamu saat kita mulai belajar formal disini!”
Ann mencebik seraya melayangkan protes.
“Sekarang, kamu minta aku pulang sendiri!”
Ann mensedekapkan kedua tangannya.
“Sudah tahu, aku tidak mau ketinggalan kamu!”
Ann dan sikap manjanya pada Rery. Menbuat Rery menyunggingkan senyum pada Ann yang nampak merajuk dengan wajahnya yang dibuat cemberut.
“Iya, aku tahu Ann ..Tapi sekarang kan kita sudah menempuh pendidikan formal, yang sudah punya ketentuannya sendiri, dan sekarang di kelas aku ada tugas untuk science project berkelompok jadi aku harus mengikutinya dong?..” Rery yang selalunya sabar pada Ann itu menjelaskan.
“Iya, tapi masa sampai kamu harus menyuruh aku pulang sendiri?!”
“Kamu kan katanya lapar, sementara aku harus membahas tugas yang diberikan guru dengan kelompok yang sudah ditentukan ...”
“Ya makanya, kamu pulang sekarang sama aku!” Paksa Ann. “Ayo!” Ann merangkul lengan Rery tanpa ragu.
“Ann, ingat tidak, kita sudah bicara soal ini sebelum kita memutuskan untuk bersekolah formal loh. Banyak teman-teman, akan banyak tugas baik individu atau berkelompok. Nah jika dapat tugas berkelompok, kita ga boleh egois dong?. Kamu juga sudah janji akan berbaur dengan murid-murid disini, saat kamu dapat tugas kelompok nanti, aku juga ga akan ganggu kamu Ann ..”
“Oh, jadi maksud Rery sekarang, aku ganggu kamu begitu?!” Ketus Ann.
“Ya bukan seperti itu juga maksud aku,” Tukas Rery. “Maksud aku itu, kalau di sekolah ya kita ikuti saja alurnya”
Ann mendengus.
“Nah sekarang kan aku sedang punya tugas kelompok, dan mereka yang satu kelompok dengan aku itu sepakat untuk membahasnya hari ini juga selepas sekolah usai agar kami cepat dapat mempersiapkan supaya mendapat nilai sempurna ..”
“Ck!”
“Jangan cemberut begitu” Tutur Rery.
“Ck!”
“Ann kan baik .... nurut ya? ....”
“Ya sudah aku ikut saja dengan kamu kalau begitu” Cetus Ann.
“Ya jangan juga seperti itu,” Kata Rery.
“Pokoknya aku tidak ingin kembali sendiri dari sini!”
“Kan kamu katanya kelaparan?,” Kata Rery lagi. “Kamu kan macam Kak Drea yang tidak bisa menahan diri kalau sudah lapar.. Dan aku bisa jadi lama loh ini, kamu pasti bosan,” Sambungnya.
“Masa bodoh!”
“Ann ..”
“Pokoknya jika Rery tidak pulang bersamaku, ya sudah aku yang ikut denganmu..”
Ann dengan keras kepalanya. Namun seperti selalunya, Rery begitu sabar menghadapi Ann.
“Jangan seperti ini ah!” Rery mencebik kecil.
“Masa bodoh!,” Cetus Ann. “Pokoknya seperti yang aku bilang tadi!”
“Ya aku tidak enak dengan teman-temanku dong Ann, nanti mereka malah merasa risih jika kamu ikut aku .. Kalau aku mau pergi bermain tuh, silahkan deh kalau kamu mau ikut. Tapi ini kan aku mau berkumpul untuk membahas tugas kelas aku Ann, kamu kan kelas lain juga .. Canggung mereka nanti, aku yang merasa ga enak kalau seperti itu ...”
Rery mencoba memberikan pengertian pada Ann yang memang selain keras kepala dan sulit untuk berbaur dengan orang lain, hingga membuat Ann masa bodoh dengan pendapat orang diluar keluarganya. Bahkan seringnya kekeh dengan keinginannya sendiri.
“Ih, Rery kok begitu?! Lebih mementingkan orang lain daripada aku?!”
Ann melayangkan protesnya pada Rery.
“Ya bukan begitu juga Ann”
“Ya sudah aku pulang sendiri!”
Ann berucap ketus.
“Mulai hari ini aku pulang sendiri, pergi ke sekolah sendiri! Bye!”
Ann berbalik. Hendak pergi.
__ADS_1
“Ann...”
“Mulai sekarang aku akan kemana-mana sendiri! Ga akan aku cari Rery lagi!” Ann melayangkan ancaman, yang membuat Rery meringis jika Ann sudah merajuk seperti itu.
“Yaaaahh jangan marah doonnggg...” Rayu Rery yang langsung menjegal langkah Ann. Dua bocah itu cukup menjadi perhatian murid-murid yang masih berlalu lalang karena memang waktu pulang sekolah hingga semua murid sudah berhamburan ke luar kelas.
Namun tidak sampai kasak-kusuk, karena murid-murid di sekolah Rery dan Ann tahu, siapa dua orang anak murid di sekolah mereka itu yang nampak sedang terlibat perdebatan kecil.
Well, walau hanya tahu jika kedua murid tersebut menyandang nama keluarga yang sama dibelakang nama mereka. Jadi murid-murid yang lain mengira jika itu perdebatan antara saudara. Selain itu, rasanya sungkan juga untuk ikut campur atau membicarakan dua murid yang keluarganya cukup punya pengaruh besar di negeri tersebut.
Padahal sebenarnya, kedua murid yang nampak sedang berdebat kecil itu tidak memiliki ikatan darah, namun kenyataannya ikatan mereka lebih dari itu.
Entahlah apa namanya hubungan Rery dan Ann ini. Dimana Ann yang sudah merasa terikat dengan Rery sedari bayi. Sedari mereka mulai mengenali satu sama lain karena dibesarkan dalam lingkungan yang sama.
“Ann....” Rery berusaha membujuk Ann seperti biasa.
“Shu!” Usir Ann.
“My dear Ann .. (Ann-ku sayang .....)”
Rery merayu.
“Okay, I’m sorry, I’m sorry, yaa?.... Aku meminta kamu pulang terlebih dahulu itu, selain kamu bilang tadi kamu kelaparan, kamu kan punya maag macam Papa Lucca, nanti jika perut kamu terlalu lama kosong, kambuh maag kamu nanti, gimana?”
“Mungkin saja aku mati!” Jawab Ann seenaknya.
“Ish!” Rery langsung mendelik tajam pada Ann. “Aku ga suka ya kamu bicara seperti itu, Ann!”
“Sudah sana minggir aku mau pulang!” Usir Ann lagi.
“Aku ini khawatir sama kamu, Ann .. Jangan marah dong.... ya?”
Rery memegangi lengan Ann.
“Gini deh, Ann pulang duluan ke Mansion, aku janji aku ga akan lama, gimana?. Nanti pulangnya aku belikan cake kesukaan kamu? Sama besok kita pergi ke Shard Tower, okay? Kan katanya kamu mau lihat pertunjukan laser disana lagi? Iya kan? Hem?”
Ann terdiam, dimana Rery menampakkan senyuman lebar sembari menatap Ann yang nampak sedang menimbang-nimbang itu. Dan kemudian ....
“Benar loh ya?!” Ucap Ann sembari mengangkat telunjuknya pada Rery untuk memastikan. Dan Rery langsung mengangguk antusias.
“Janji!” Sahut Rery.
“Heemm ...”
“Jadi sekarang, Ann kembali dulu ke Mansion Gappa dan Gamma, makan, lalu istirahat, nanti saat aku sudah sampai disana, aku langsung bawakan cake favorite kamu itu ke kamar kamu, Okay? ”
“Ya sudah. Okay!” Ann menyetujui bujukan Rery.
Macam Abang Varen yang selalu punya cara untuk membujuk Andrea agar patuh saat kecil dulu.
“Nah gitu .. Baru itu Ann-nya Rery!” Cetus Rery sumringah. Wajah Ann ditekuk manja, membuat Rery mendengus geli. “Yuk, aku antar ke mobil”
“Okay!” Sahut Ann.
“Udah ah! Jangan cemberut aja! Jelek tau!”
“Masa bodoh!”
“Ann .. Ann ..” Rery memencet gemas hidung Ann.
“Tapi janji loh ya Rery, belajar kelompoknya jangan lama-lama!”
“Iya Aann...”
“Sudah janji lo sama aku!”
“Awas saja jika ingkar!”
Ann mencebik manja pada Rery yang kemudian menyentuh kepala Ann, lalu menggoyangkannya gemas seraya mereka berjalan menuju mobil dimana sudah ada supir berikut pengawal pribadi yang ditugaskan khusus untuk menjaga para tuan dan nona muda The Adjieran Smith.
“Ann .. Ann ..” Rery geleng-geleng, kadang merasa terganggu oleh sikap Ann yang seolah mendominasi dirinya, namun tidak sampai Rery tunjukkan dengan keras pada Ann. Karena memang Rery menyayangi Ann. Efek seringnya bersama sejak Rery dan Ann masih bayi, bahkan kadang ditidurkan di box yang sama dengan Ann.
Ann bergelayut manja pada Rery kemudian. Biarkan, memang Ann hanya manja pada Rery seorang.
Hanya Rery. Di hidup Ann Rery yang utama.
**
Esok hari
Ann celingukan saat waktu istirahat tiba di kelas Rery. Lalu bertanya pada teman sekelas Rery yang baru saja hendak keluar dari kelasnya perihal keberadaan Rery yang tidak ada di kelasnya. “Okay, Thanks,” Ucap Ann pada teman sekelas Rery itu setelah memberitahu kemana Rery pergi. Lalu Ann melenggang menuju ke tempat yang diberitahukan dimana Rery berada sekarang, yang katanya pergi menemani guru yang baru saja mengajar ke kantor untuk membawakan beberapa barang praktek, bersama dengan temannya yang lain.
Ann berjalan cepat, karena perutnya yang cepat keroncongan itu sudah berdemo sekarang. Seperti selalunya Ann akan makan di kantin sekolah bersama Rery.
Namun beberapa saat kemudian, wajah santai Ann langsung berubah kesal saat melihat Rery keluar dari ruang guru bersama seorang murid wanita dan mereka tampak akrab.
Ann melebarkan langkahnya untuk menghampiri Rery.
“Ann!”
Rery memekik.
Saat tahu-tahu Ann mendorong kasar murid perempuan yang sedang bersamanya itu.
“What are you doing?! (Kamu apa-apan?!)”
“I warn you! (Aku peringatkan kamu!)”
Ann mengabaikan Rery, dan ia mengangkat telunjuknya pada gadis disamping Rery itu.
“Don’t you ever get close with Rery! (Jangan kamu dekat-dekat sama Rery!),” Ketus Ann. “Or I will do something bad to you! (Atau aku akan melakukan hal yang buruk padamu!)”
Ann berseru dengan wajah seriusnya pada Gadis yang berada disebelah Rery itu.
“Ann! Come! (Ayo!)”
Rery segera menarik Ann untuk menjauh dari teman sekelasnya yang nampak membeku akibat kaget karena tahu-tahu disemprot Ann bahkan diancam.
“Kamu apa-apaan sih Ann?!"
“Sudah aku bilang aku tidak suka jika ada gadis lain yang berada didekat kamu!”
“Iya tahu! Tapi dia itu teman sekelas aku, Ann!”
“Aku tidak perduli!”
“Haish, Ann......”
‘Awas saja jika aku melihat dia dekat-dekat lagi dengan Rery! Akan kucabik-cabik wajahnya!’
**
“Don’t act like the way you behave few minutes ago (Kamu jangan seperti tadi dong) Ann..” Ucap Rery saat ia sudah membawa Ann ke kantin sekolah.
“Her fault ge close to you! (Siapa suruh dekat-dekat dengan kamu!)” Sahut Ann.
“Ya tadi kami itu sama-sama membantu guru kami membawakan barang-barang praktik saja, makanya kami bersama keluar dari ruang guru”
__ADS_1
“Aku tidak perduli apapun alasannya!”
Rery menghela nafasnya. “Ann..” Ucap Rery.
“.....”
“Dia itu teman sekelasku, kamu tidak boleh seperti itu”
“Aku tidak perduli dia itu siapa! Yang jelas aku tidak kenal! Dan aku tidak suka ada gadis yang tidak aku kenal dekat-dekat denganmu!”
Ann berkata dengan ketus.
“Melly saja yang sudah aku kenal sejak kecil aku suruh tidak boleh dekat-dekat denganmu, apalagi gadis yang tidak aku kenal!”
Rery pun mendengus dan menghela nafasnya lagi. “Jangan seperti ini Ann, jika sikap kamu terus-terusan seperti ini, nanti kamu tidak punya teman loh,” Kata Rery.
“I don’t care! (Aku tidak perduli!)”
Ann dengan keras kepalanya.
“Ann, kamu sudah di high school sekarang kan? Jangan seperti ini dong”
“Pokoknya aku tidak mau kamu dekat-dekat dengan gadis tadi, atau dengan gadis-gadis lainnya!” Tuntut Ann.
“Ya dikelas aku kan banyak anak perempuan Ann..”
“Ya pokoknya jangan sampai dekat-dekat, apalagi jalan bersama seperti tadi!”
Rery lagi-lagi menghela nafasnya. Susah memang kasih penjelasan pada Ann kalau fangirl garis kerasnya Rery itu sedang seperti ini.
“Ya sudah, iya...” Rery mengiyakan saja lah dulu.
Nanti akan dia pikirkan cara untuk kembali membujuk seraya memberi penjelasan pada Ann kalau dia ingin berbaur dengan semua murid di sekolah, terutama teman-teman sekelasnya.
“Tapi janji, kamu tidak boleh kasar ya Ann?” Kata Rery.
“Heemm ..”
**
Esok harinya lagi
“AAAAAA!! ....”
“ANN!!!!! ...”
Suara mengaduh berikut pekikan terdengar di ruang kantin sebuah sekolah swasta terbaik di Inggris.
Berikut kericuhan yang langsung saja terbentuk akibat ada salah seorang siswi yang menarik kasar kursi yang diduduki oleh siswi lainnya, hingga siswi yang menduduki kursi yang ditarik oleh seorang siswi yang wajahnya nampak geram itu, terjungkal dengan keras ke atas lantai kantin.
“Ann Let Her Go! (Lepaskan Dia!)” Itu Rery yang berseru setelah ia memekik kaget kala gadis yang duduk disebelahnya itu tertarik dengan tiba-tiba disaat mereka sedang bersenda gurau bersama beberapa teman mereka lainnya di sebuah meja panjang dalam kantin sekolah tersebut.
“I have warned you! (Aku sudah memperingatkanmu!)” Itu Ann, yang badannya merunduk dengan menatap tajam pada gadis yang tadi ia lihat ber-haha-hihi dengan Rery dalam jarak yang begitu dekat. Dengan satu tangan Ann mencengkram kuat kepala si gadis yang belum sempat berdiri, serta satu tangan Ann lainnya mencengkram kerah seragam si gadis yang kini mulai nampak menangis. Ann menatap gadis itu nyalang, ia geram.
“Let Her Go(Lepaskan kan dia), Ann!” Rery sudah merengkuh kuat tubuh Ann untuk menariknya menjauh dari gadis yang merupakan teman sekelasnya itu.
Rery mengerahkan cukup tenaga, karena Ann itu cukup besar juga tenaganya macam Kak Drea dan Momma.
Terlebih jika sedang marah dan mengamuk pada seseorang.
“I can do more than this if you still foppery like this to Rery! (Aku bisa berbuat lebih jauh dari ini jika kamu masih kegenitan pada Rery!)”
“Enough Ann! (Cukup Ann!)” Rery menarik Ann menjauh dari teman perempuannya itu, dibantu dengan beberapa teman Rery lainnya yang melepaskan cengkraman tangan Ann di rambut dan kerah seragam gadis yang diserang oleh Ann itu.
Rery juga mengkode pada teman-temannya yang membantu melerai itu untuk membawa gadis yang diserang Ann untuk keluar dari kantin. Sementara Rery masih memegangi Ann dengan kuat sampai gadis yang diserang Ann itu sudah dibawa pergi keluar dari kantin.
“DISBAND! (BUBAR!)”
Kemudian Rery berteriak seraya melotot pada para murid yang tadi berkumpul untuk menonton itu. Dan mereka pun membubarkan diri.
**
“Kamu Apa-Apaan Ann???!!”
“As I said, I don’t like if there’s any girls being that close to you (Aku sudah bilang, Aku tidak suka jika ada gadis lain yang sedekat itu dengan kamu), Rery!”
“But not treat her like that! (Tapi tidak dengan memperlakukannya seperti itu!)”
“Her fault! (Salahnya sendiri!)” Ketus Ann.
“Dia temanku, Ann! Teman sekelasku, teman satu kelompok denganku dalam science project! Wajar dia sering dekat dengan aku! Lagipula kami berkumpul ramai-ramai disini! Itupun mau membahas project kami!”
“Dan kamu sampai meninggalkan aku karenanya!”
“Ya Tuhaan Ann, hanya seperti itu saja! Kan kamu datang juga ke kantin? Hanya tinggal mendatangi dan memanggil aku tanpa harus menyerang temanku seperti itu!”
“Kenapa kamu jadi marah-marah padaku Rery?!”
Ann mendelikkan matanya pada Rery.
“Jelas aku marah-marah! Karena kamu sudah keterlaluan!”
“Kamu memarahiku karena gadis tadi?!” Ann membesarkan matanya, menatap Rery.
“Iya!” Sambar Rery. “Aku tidak suka dengan sikap kamu yang seperti tadi! Kamu terlalu kasar Ann!”
Rery pun sama membesarkan matanya pada Ann.
“Aku tidak mau melihat sikap kamu yang seperti tadi pada teman-temanku! Keterlaluan!”
“Apa kamu bilang Rery, aku? Keterlaluan?!” Ann menunjuk dirinya.
“Iya! Dan aku mau kamu minta maaf pada temanku yang kamu kasari tadi!”
“Jangan harap!”
“Ann dengar! Jika kamu tidak mau meminta maaf padanya, aku tidak mau lagi dekat dengan kamu seperti biasa!”
Praannggg!..
Tangan Ann menyambar piring kantin yang ada di meja tempat Rery berada tadi hingga jatuh ke lantai, dimana sekarang Ann berdiri didekat sana.
“OKAY!”
Alih-alih luluh, Ann membuat Rery tercengang dengan balasan jawaban Ann atas ancamannya pada Ann.
Lalu Ann mengangkat telunjuknya pada Rery dan berkata dengan keras.
“YOU! (KAMU!) STAY AWAY FROM ME FROM RIGHT NOW! (JAUH-JAUH DARI AKU MULAI SEKARANG!)”
**
🍹 BONUS CHAPTER 8 🍹
Ditunggu Bon-chap yang ke 9 ye
Jangan lupa tinggalkan jejak
__ADS_1
Tararenkyu