
Biar kate yang error dari sistem aplikasinya yang mebuat update terlambat, tetep aje emak yang kurang solehah ini merasa berdooosssaah pada para reader emak yang blaem - blaem seantero alam semestah .. Jadi ini emak tambahin satu episode dah nih hari. Mudahan kaga ke pending lagi.
*****************************************************************************
♣ MISSION IMPOSSIBLE ♣ Misi yang Mustahil ♣
Part 2 ( Bagian 2 )
*************************************************
Selamat membaca....
************************
“I can’t get Lucca’s out if I go alone! ( Gue ga bisa mengeluarkan Lucca kalau sendirian! ).”
“Another back up behind you! ( Bantuan lain sudah ada dibelakang lo! ).” Seru Reno lagi.
Drrrr... Drrrr ..... Drrrr ..
“BE CAREFUL! YOU MIGHT HIT LUCCA AND OUR MEN THERE! ( HATI – HATI! KALIAN BISA MENGENAI LUKA DAN ORANG KITA DIANTARANYA! ).”
***
“Handle the five cars behind the konvoi! So I can get in! ( Urus lima mobil yang berada dibelakang konvoi! Supaya gue bisa masuk! ).”
“We work on it! ( Kami usahakan! ).”
***
‘Sepertinya D dalam kesulitan.’ Fania membatin.
“Kak Andrew diposisi sulit, dan yang lainnya sepertinya susah untuk meng - cover saat ini, Kak Fania.” Ucap Michelle yang duduk miring dengan gelisah sembari melihat kearah depan dan belakang.
Fania yang mengemudikan mobil dengan serius dengan keadaan mobil yang tertutup sedang berpikir cepat. Mobil yang ia kemudikan dilindungi oleh mobil John dan Jeff serta bantuan dari tim lain yang sedang membalas tembakan.
“Ish! Udah dibilang ini mobil anti peluru juga!.”
“Mereka terlalu panik hingga lupa mungkin Kak!.”
Fania berdecak sambil tetap fokus pada kemudinya. “We need to do something, Chel! ( Kita harus melakukan sesuatu, Chel!.”
Michelle manggut – manggut.
“Aku tahu, Kak!.”
“Good! ( Bagus! ).” Sahut Fania. “Mungkin ide lo sama dengan yang ada diotak gue sekarang!.”
***
“Move! ( Minggir! ).”
Fania berbicara diwalkie talkie yang dipegangnya.
“Ready Chel?.”
Kemudian ia berbicara pada Michelle dengan posisi alat komunikasinya yang masih ia genggam dan menyala.
“Ready!.”
Suara Michelle terdengar yakin.
“KALIAN MAU APA?!.” Terdengar suara Dewa yang panik sambil juga sayup – sayup suara letusan tembakan.
“Membantu suami.”
Fania menyahut singkat dengan walkie talkie yang masih dalam genggamannya. Ia kembali memegang kemudi setelah meletakkan walkie talkie diatas dashboard mobil. Fania memainkan kopling dan perseneling.
“Hang on, Ayank .. ( Pegangan, Ayank ... )” Fania berkata pada Michelle sambil matanya tetap lurus sambil sesekali melirik spion dan tangannya sigap pada kemudi dan perseneling, berikut kakinya pada pedal. “Lo tau cara menggunakannya dengan baik kan?.”
“Jangan meremehkan mamah muda, kakak iparku sayang ..”
Fania dan Michelle terdengar terkekeh kecil.
“WHAT YOU GUYS WANT TO DO?! ( KALIAN MAU APA?! ).” Teriakan John yang bertanya.
Fania mengabaikan pertanyaan sibule koplak. “Kurangi kecepatan kamu, D! Dan berikan aku jalan!.” Ia kembali berbicara menggunakan walkie talkie.
Mobil yang dikemudikan Fania sudah mendekati mobil Andrew kemudian melewatinya dengan cepat.
VROOOOMM...
Suara mesin mobil yang melesat pun terdengar.
__ADS_1
“DON’T! ( JANGAN! ).” Teriak Andrew.
“Don’t think too much ( Jangan terlalu banyak berpikir ), Just move! ( Minggir aja! ). Atau aku pensiunkan setiap goyangan.”
Fania mendengar Andrew mendengus sebal dari sebrang alat telekomunikasi. Namun Donald Bebeknya itu akhirnya sedikit memperlambat kecepatan dan sedikit minggir membuka jalan untuk Fania. Pasrah!!!..
CIIITTTT.. Mobil Fania sebentar sudah memepet mobil paling belakang, sehingga mobilnya terlindung dari tembakan jarak jauh.
“Sekarang Chel!.” Fania menarik tuas disebelah kanannya dengan cepat, kemudian dengan cepat mobil itu mengepot dan bergerak stabil diposisi sedikit miring.
“WATCH OUT!!!! ( AWAS!!! ).”
Suara para pangeran terdengar berseru dengan panik dan takut.
“COVERED THEM!! ( LINDUNGI MEREKA!! ).” Pekik Reno saat mobil Fania melesat lalu kemudian mengepot dan
ter posisi miring.
“Welcome to the wifes circle! ( Selamat datang dilingkungan para istri! ).”
Michelle menggumam sambil membuka pintu mobilnya lebar – lebar, dan mobil yang dikendarai Fania sudah cukup berjarak dari beberapa mobil yang menjadi sedang menembaki mereka dan para pangeran beserta tim yang menyertai mereka.
Bang! Bang! Bang! Bang!
Suara tembakan yang diletuskan pun terdengar nyaring dari dua senjata yang berada dalam genggaman Michelle saat ia sudah membuka pintu mobil disampingnya lebar – lebar dan tubuhnya dalam posisi miring sambil kakinya yang dipegang kuat – kuat oleh satu tangan Fania.
“Bulls Eye .. ( Tepat sasaran.. ).” Gumam Michelle saat tembakan tak ada yang meleset. Tepat sasaran pada tiap ban mobil musuh yang di kekernya hingga mobil yang mereka targetkan untuk disingkirkan agar memudahkan Andrew kemudian oleng dan hilang kendali.
Dua mobil yang tadi bergerak zig – zag dan diduga ada orang Lucca didalamnya yang kemungkinan sedang berduel untuk menguasai mobil tersebut juga sudah lebih dulu terpisah dari konvoi.
**
“Gue jatuh cinta untuk yang kedua kalinya..”
Dewa bergumam sambil geleng – geleng dengan apa yang baru saja ia saksikan.
“***!.*”
Andrew dan Reno mengumpat bersamaan.
“Adjieran Smith’s Angels!.” Celetuk John dalam gumamannya.
“Too amazing!.. ( Terlalu menakjubkan ).” Timpal Jeff.
Para pangeran yang terkejut sekaligus takjub itu pun menyunggingkan senyum seraya geleng – geleng melihat dua wanita dalam keluarga mereka bisa melakukan hal - hal luar biasa tak terduga termasuk juga dengan apa yang tadi mereka semua saksikan tanpa editan.
Tak sangka juga kalau si judes nan manja istrinya si Boo – Boo itu begitu mahir menggunakan senjata api. Bak Alice yang sedang menembaki zombie difilm Resident Evil.
Memang Michelle sering berlatih menembak saat di Mansion atau saat mereka sedang bertarung bermain perang – perangan di area Paintball, seperti halnya Fania dan Ara. Ternyata eh ternyata kepake juga itu ilmu menembak yang Michelle ternyata kuasai.
Para pangeran pun kembali fokus pada musuh.
**
Michelle langsung kembali masuk dengan cepat kedalam mobil setelah tugasnya selesai.
Bruk!.
Pintu yang gagangnya sudah dengan cepat ia pegang setelah selesai menembaki pun langsung ia tutup dengan cepat juga.
“Biarkanlah para istri melakukan tugas mereka.”
Michelle berkata dengan nafasnya yang sedikit tersengal namun bibirnya menyunggingkan senyum sambil menoleh pada kakak iparnya yang tersenyum lebar, yang juga sedang menoleh pada Michelle.. Kemudian Michelle menyandarkan kepalanya sambil menyamankan duduknya dan menghela nafas panjang nan lega.
**
VROOOOMM...
Suara deru mesin mobil terdengar mendekat ke mobil yang ditumpangi Fania dan Michelle. “AKAN AKU TAMBAH UANG BELANJA KALIAN!!!.” Teriak Andrew dari dalam mobilnya dengan cepat dengan kaca disampingnya yang telah ia buka saat mobilnya melewati mobil Fania untuk mengejar Joven.
“Awas aja kalo engga! ..”
Michelle dan Fania terkekeh kecil.
**
“Get Lucca from the other side, I’ll distract Joven so he can has a chance .. ( Jemput Lucca dari sisi yang satunya, gue akan mengalihkan Joven agar dia punya kesempatan ).”
Mobil Andrew sudah tepat berada di samping mobil yang berisikan Lucca dan Joven didalamnya.
“What’s up Haram, cousin? ( Apa kabar sepupu haram? ).”
Andrew sudah membuka jendela mobilnya sambil menoleh ke sisi kiri yang mana adalah mobil yang ditumpangi
Joven. Mata Joven spontan membola, terbelalak, kaget setengah mati saat melihat Andrew didalam mobil yang dikemudikan oleh pria plontos tersebut dan sudah ada disisi mobil yang ditumpanginya. Sambil mengacungkan sebuah senjata api berlaras panjang kearah jendela mobil disisi kanan Joven.
__ADS_1
“Miss me? ( Merindukanku? ).”
“H-Ho.. ( B-baga..).” Joven yang shock melihat kalau Andrew ternyata masih hidup itu sampai terbata sambil menelan kasar salivanya. Sementara Andrew menyunggingkan senyum sinis yang tampak dari satu sudut bibirnya yang terangkat.
**
Dimobil Joven ..
“Boss!.”
“What is it?!.. ( Ada apa?! ).”
“Our Trucks were blown! All of it, and our baricade was attacked behind! ( Truk kita telah diledakkan! Semuanya, dan barikade kita telah diserang dibelakang! ).”
“WHAT?!!!! ( APA?!!!! ).”
Supir yang mengemudikan mobil yang ditumpangi Joven bersama Lucca itu memberitahukan kalau mereka sedang
diserang. Joven nampak murka dan kaget juga, Lucca hanya masih duduk dengan tenangnya sambil tersenyum miring, meskipun ia hanya sendirian dimobil Joven sementara anak buahnya tersebar di dua mobil yang mengiringi konvoi mobil Joven.
Joven yang murka itu kemudian langsung menoleh dengan wajah geram pada Lucca seperti menuduh pria itu.
“Lucca, is it your works?! ( Lucca, apa ini ulahmu?! ).” Tanya Joven penuh selidik dan menduga dengan wajahnya yang nampak geram memandang pada pria Italia yang memiliki panggilan ghost itu. Lucca sedikit menyeringai lalu mendengus dan hendak merubah posisi duduknya.
“Don’t try ( Jangan coba – coba ).”
Dua tangan Lucca yang sudah memegang pistol, mengacungkannya kedua arah yang berbeda.
Yang satu terarah ke kepala Joven dan satu lagi terarah ke supir yang mengemudikan mobil mereka,
Joven juga sudah menodongkan pistolnya ke wajah Lucca.
“WHAT THIS IS ALL ABOUT?! I THOUGHT WE HAD A DEAL?!. I GAVE YOU A VERY AUSPICIOUS OFFERED, EVEN MORE THAN YOUR WEALTHY! YOU GOT NOTHING IF YOU TARGETING ADJIERAN SMITH WEALTHY BY TRYING ELIMINATE ME, BECAUSE I STILL HAVE MY DOMAIN ON IT! AND YOU NEED MY PERMISSION FOR THAT!.”
“( MENGAPA KAU MELAKUKAN INI?! BUKANKAH KITA SUDAH SEPAKAT?!. AKU MEMBERIKANMU PENAWARAN YANG AMAT SANGAT MENGUNTUNGKAN, BAHKAN LEBIH DARI JUMLAH KEKAYAANMU! KAU TIDAK AKAN MENDAPATKAN APA – APA KALAU KAU MEMANG MENARGETKAN KEKAYAAN ADJIERAN SMITH DENGAN BERUSAHA MENYINGKIRKANKU! KARENA AKU MASIH MEMILIKI WEWENANG ATASNYA DAN KAU PASTINYA MEMBUTUHKAN IZINKU UNTUK ITU ).”
Joven mencerocos dengan geram pada Lucca. “You such an coward brazen! ( Kau hanya pengecut yang tak tahu malu! ).” Ucap Lucca dengan pasti, namun Joven tak paham maksud ucapan Lucca padanya itu.
Lucca dan Joven masih sama – sama saling menodongkan senjata mereka meski dengan mobil yang dipacu cepat.
“Concededly something wasn’t yours! Never Ever!. And you asked what this is all about? ( Mengakui sesuatu yang bukan milikmu! Tidak pernah dan tidak akan pernah! Dan kau tanya ini tentang apa? ).”
“What Do You Mean???! ( Apa Maksudmu???! ).”
“I mean, Adjieran Smith’s wealthy and everything you take from them in a shameful ways, are them as always ( Maksud gue, Kekayaan Adjieran Smith dan semua hal yang kau ambil dari mereka dengan cara yang memalukan, akan selalu menjadi milik mereka ).”
“You Part of Them! ( Kau Bagian Dari Mereka! ).” Ucap Joven makin geram. “You Know They're Died and Now You
Want To Have It by Taking From Me! ( Kau tahu mereka sudah mati dan Kau Ingin Memilikinya dengan Mengambilnya Dariku! ). Ucap Joven lagi.
“I’m supporting the real owner ( Gue mendukung pemilik yang sebenarnya ). And I’m not only a part of them ( Dan aku bukan hanya bagian dari mereka ).” Sahut Lucca. “I am them! ( Gue adalah mereka! ). Family! ( Keluarga! ).”
Lucca mengokang salah satu senjata ditangannya, menandakan ia siap menembak.
“I really want to shot you right now, but my brother want to say hi to you.. ( Gue sangat ingin menembak lo sekarang, tapi saudara laki – laki gue mau menyapa lo terlebih dulu.. ).”
Lucca memberikan kode lewat mata dan gerakkan dagunya pada Joven ke arah belakang Joven.
Joven melirik sebentar, lalu ia menoleh ke sisi kanannya. Joven melupakan Lucca, ia sudah begitu shock dengan
apa yang dia lihat saat ini. “H-Ho.. ( B-baga..).”
Lucca melirik cepat ke arah kirinya saat Joven sedang terpaku dengan pemandangan diluar kaca mobil sampingnya.
“Try to be alived ( Berusahalah untuk hidup ).”
Bang!
**
“ANDREW GET OFF THE WAY! ( ANDREW CEPAT MINGGIR! ).” Reno berteriak kencang dialat komunikasinya.
“This Is Not Good! ( Ini ga bagus! ).” Gumam Andrew saat melihat kearah belakangnya melalui spion tengah mobil yang sedang ia kemudikan. Andrew menginjak pedal gasnya dengan segera.
BUUM!
Mobil Andrew dihantam sebuah Jeep Wrangler JK yang kokoh dari arah belakangnya sebelum Andrew sempat menghindar saat ia sedang berusaha untuk menjauh.
**
To be continue.....
__ADS_1