THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
BONUS CHAPTER


__ADS_3

Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye


******************************************************************************


Selamat membaca .....


***********************


Author’s POV


Bicara soal para pewaris The Adjieran Smith yang sudah tersertifikasi (mantep dah bahasa emak). Yang mana sudah jelas tertulis dengan urutan kelegalan yang sudah pasti dari mulai Varen, Nathan, Andrea, Mika, Valera, Aro, Isha, Rery dan Ann, ada dua bocah yang beranjak remaja, yang merupakan dua pewaris terakhir di generasinya Abang Varen.


Merekalah Aina dan Ares.


Aina, si pewaris bontot ga jadi, adalah putri kandung bontotnya Daddy Jeff dan Mama Jihan, adik kandungnya Tan-Tan.


Yang kini sudah akan masuk menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Pertama.


Sementara Ares, si Dewa Perang cilik, si bontot kandungnya The Broken Heart Couple, yakni Daddy Dewa dan Mom Ichel, adik kandungnya Mika, masih duduk di kelas lima SD.


Dan garis para pewaris di generasi Abang Varen putus di Ares.


Dan generasi baru sudah muncul ke Dinasti The Adjieran Smith, yakni anaknya Varen dan Andrea, serta anak dari Nathan dan Kevia.


Putra dan Gadis.


Author’s POV off


****


Kediaman Utama Keluarga Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia...


“Jadi SMP mana yang mau kamu pilih Ain?..” Itu Mama Jihan yang bertanya pada anak bontot kandungnya yang usianya terpaut jauh dengan sang kakak lelaki kandungnya.


“Aina, please. Mamaku yang cantik jelita”


Yap, itu Aina, si pewaris bontot ga jadi, karena setahun setelah Aina lahir, si Dewa Perang, Ares lahir.


Seperti halnya formasi mereka yang berdomisili di London, dan seringnya berada di Mansion Utama keluarga The Adjieran yang berada disana, formasi yang berada di Kediaman Utama yang berada di Jakarta pun tetap sama.


Varen dan Andrea, berikut Nathan dan Kevia seperti para orang tua mereka, memiliki sebuah Penthouse dan Rumah Pribadi yang mereka beli, jika kadang mereka ingin memiliki waktu pribadi, selain beberapa aset investasi lainnya.


Namun selebihnya, mereka selalunya berkumpul dan tinggal bersama di Kediaman Utama. Lebih asik, lebih rame dan merasa seru kalo ramai orang. Banyak bahasan, juga gibahan. Tapi ya itu, lebih ke momen serunya aja kalau ngumpul dengan keluarga yang lain.


Yang di London pun suka sering datang ke Jakarta, begitu juga sebaliknya. Termasuk dua pentolan Keluarga Cemara, yang masih sehat di usia rentanya.


Dan saat ini, mereka yang berdomisili di Kediaman Utama yang berada di Jakarta, seperti biasa jarang melewatkan makan malam bersama dengan yang lain.


Karena biarpun punya banyak aktifitas diluar, ada peraturan yang tidak tertulis dan tidak wajib juga bagi semua orang untuk berada di dalam Kediaman Utama sebelum waktu makan malam tiba.


Dan peraturan yang tidak tertulis dan tidak wajib itupun berlaku di Mansion Utama Dinasti The Adjieran Smith yang berada di London.


**


“Jadi SMP mana yang mau kamu pilih Ain?..” Tanya Mama Jihan saat ia dan yang lainnya sudah memulai makan malam.


“Aina, please. Mamaku yang cantik jelita”


Aina yang ceriwis seperti para saudara perempuannya yang lain itu langsung melayangkan protes kecilnya.


Entah karena efek para kakak perempuannya ga ada yang pendiam, jadi Aina pun tumbuh menjadi gadis yang ceriwis juga.


“Emang ada salah Mama panggil Ain ke kamu?..” Tukas Mama Jihan. “Ain kan bagian dari nama kamu juga”


“Ya ga ada salahnya emang ..” Timpal Aina. “Tapi jangan putus manggil Aina pake Ain doang gitu” Sambung Aina.


Yang lain masih mendengarkan saja ibu dan anak kandung itu saling bicara sembari masih menikmati makan malam mereka.


“Emang kenapa?” Tanya Mama Jihan.


“Yah Mama Bear, nanya kenapa lagi”


“Ya emang kenapa? Nama kamu Aina, Mama panggil Ain sah-sah aja kayaknya. Masih bagian nama kamu juga”


“Pokoknya jangan panggil Aina pakai Ain-Ain lagi ah!” Cebik Aina. “Kecuali Aina punya sodara namanya Nun, Wau, Lam Alif, Hamzah, Ya'!”


Dan yah, seperti para saudarinya, Aina sama ceriwisnya dengan mereka. Suka punya timpalan-timpalan unfaedah macam Alisha.


Dan tentu saja, celetukan Aina itu membuat semua orang yang berada di dekatnya sontak cekikikan.


**


Lain Aina, lain Ares-si pewaris bontot dalam daftar. Bagaimana para perempuan yang ceriwis di Dinasti The Adjieran Smith, Ares kurang lebih sama dengan para Daddy dan abang-abangnya. Cool pembawaannya.


Soal tampannya paras Ares jangan ditanya.


Karena garis keturunan dari soal paras dan fisik dalam Dinasti The Adjieran Smith seolah dikutuk tanpa kekurangan.


*****


Ares sekolah di Sekolah yang sama dengan Aina sampai nanti Aina memasuki masa putih biru, dan Ares akan duduk di kelas enam.


Namun Ares yang wajahnya mirip Mom Ichel lebih banyaknya, namun punya gurat keramahan dan santai pada wajahnya macam Daddy Dewa, nampaknya sudah terlihat jika ia anak yang slengean, macam Nathan.


“Rambutmu sudah panjang Boy. Mau pergi ke Barber Shop atau mau dipanggilkan saja Hair Stylist kesini? ..”


Itu Daddy Dewa, yang berbicara sembari menyugar rambut anak bontotnya yang memang sudah melebihi batas rambut yang ditentukan oleh peraturan sekolah rata-rata.


“Tidak dua-duanya Dad”


Ares menyahut sembari merapihkan rambutnya kembali setelah disugar sang Daddy.


“Aku suka rambutku yang sekarang dan aku tidak mau memotongnya ..”


“Ih, mana ada anak SD rambutnya gondrong begitu? ..”

__ADS_1


Itu Isha yang nyeletuk.


“Ini ga gondrong lah!” Protes Ares.


“Nah ini poni udah hampir nutupin mata ..”


Isha yang duduk disamping Ares itu mengacak poni Ares.


“Ish! Kak Ishaa” Ares mencebik pada Isha sembari membetulkan lagi poni lempar nya itu.


Para anggota keluarga yang sedang bersama mendengus geli saja.


Kecil-kecil begitu, Ares bisa dibilang sangat memperhatikan penampilannya.


Tapi ya itu, suka-sukanya dia.


“Potong sih Res, ga rapih tau? ..” Celetuk Isha lagi.


“Enak aja ga rapih ..” Ares melayangkan protes kecilnya lagi. “Ini kalau aku kasih Pomade, stylish lah!”


Ares mengibaskan rambutnya. Lagi-lagi membuat seluruh anggota keluarga yang bersamanya merasakan geli di perut mereka.


“Nanti aku pakein Pomade, baru aku quiff ini poni aku!” Ujar Ares dengan gaya sok cool-nya.


“Bocil jaman now, tahu rambut model quiff segala!” Celetuk Andrea sembari geleng-geleng cengengesan.


“Memang boleh di sekolah kalau rambut kamu melebihi batas? ..”


Daddy Dewa bersuara lagi seraya bertanya.


“Ih, kata siapa boleh, Ares?”


Aina menyela.


“Kata aku!”


“Nanti dihukum sama gurunya loh ..”


“Kalau aku sampai dihukum guru gara-gara memanjangkan rambut, buat apa aku punya Daddies kaya raya dan berkuasa? ..” Enteng saja si Dewa Perang cilik itu berbicara.


Membuat para orang tua mengulum senyum mereka saja mendengar celotehan Ares, yang sepertinya sudah paham ia berasal dari keluarga seperti apa.


“Sekalipun keluarga kita ini bisa melakukan apa aja, bukan berarti bebas melanggar peraturan juga Ma Bro!”


Kakak Tan-Tan bersuara sembari cengengesan.


“Peraturan dibuat untuk dilanggar bukan? ..”


Lagi-lagi si Dewa Perang cilik itu berujar santai.


Ah Ares, udah gede begimane nih bocah.


***


Ada yang sibuk senyum ga kelar-kelar disamping Andrea.


Itu Valera, yang beberapa hari lalu datang ke Jakarta, karena ada rindu yang tak tertahan katanya, pada seseorang yang merupakan asisten sang Abang kandungnya.


Padahal Valera sedang tidak ada libur perkuliahan.


Tapi karena rasa rindu yang tak terbendung miliknya untuk seseorang yang ia sudah sukai sejak lama itulah, Valera memaksakan diri untuk terbang ke Jakarta demi si dia.


Asek daaahhhh.


***


“Senang amat sih Val? ..”


“Senang dong!..” Sahut Valera. “Aku kan mau bertemu jantung hati aku dan melepas rindu”


Andrea langsung saja cekikikan dengan Putra yang ada diatas pangkuannya dan bocah tampan miliknya dan si Abang itu ikut juga cekikikan, kek paham aja.


Pasalnya Andrea tahu apa dan siapa yang dimaksud oleh adik angkat sekaligus adik iparnya itu. Andrea tahu pada siapa Valera tergila-gila, dan gadis itu memang bukan tipe orang yang menutupi perasaannya.


“Tapi beneran deh, Kak Drea tanya serius nih ya ..”


Valera kemudian menoleh pada Andrea dan menatap kakak angkat sekaligus kakak iparnya itu.


“Tanya apa?” Tanya Valera sembari mengajak bercanda Putra, keponakan tampannya.


“Kamu beneran serius jatuh cinta sama Kak Kafeel? ..”


“Beneran dong! Nih aku aja sampe bela-belain nih kesini saking aku tak sanggup menahan rindu”


Dan Andrea cekikikan lagi.


‘Perasaan gue ga gini-gini amat lebay nya waktu sadar udah jatuh cinta sama Abang ..’


Andrea membatin geli.


“Kak Kafeel seumur Abang loh ..” Ucap Andrea kemudian.


“Terus kenapa memang? ..”


Valera menjawab enteng.


“Kak Drea sama Abang kan terpaut jauh juga usianya?”


“Ish hanya enam tahun okay?!”


“Oh iya ya!” Timpal Valera. “Tapi kan Kak Drea nikah masih muda sekali sama Abang”


“Ya, itu sih Abang kamu aja yang udah ngebet sama Kak Drea si..” Canda Andrea dan Val cekikikan.


“Ah, tapi itu Mami sama Papi aja terpaut jauh banget kan usianya?. Berapa tuh ..”

__ADS_1


Valera nampak berpikir dengan bola matanya yang bergerak keatas, dengan bibir dikerucutkan dan satu telunjuk yang mengetuk-ngetuk dagunya sendiri.


“Dua belas tahun!” Seru Valera. “Dan mereka masih harmonis-harmonis aja tuh sampai sekarang! ..”


“Ya iya memang..”


Andrea manggut-manggut.


“Nah ya sudah, sah-sah aja dong kalau aku cinta sama Kak Kafeel?”


“Iya deh iya..” Sahut Andrea sembari senyum-senyum. ‘Kalo bener si Val ini serius cintanya sama Kak Kafeel, tapi apa Dad R sama Mommy Peri setuju? ...’


Andrea membatin.


‘Kalau setuju sih kayaknya setuju aja. Toh Kak Kafeel baik, udah jadi anak angkatnya Papi juga. Soal umur yang terpaut jauh kayaknya Dad R, Mommy Peri atau Abang juga sih woles .. Tapi, perasaan Kak Kafeel ke ini si Val? .. Gimana ya? ..’


Andrea masih membatin.


‘Ah, pokoknya jangan sampai ada yang menderita karna cinta deh di keluarga gue!’


***


Perusahaan Smith, Jakarta, Indonesia ...


“Ah, pucuk dicinta ulam pun tiba!”


Valera menggumam bahagia dengan senyumnya yang mengembang, saat dia masuk ke ruang kerja pribadi sang Abang yang sudah dibukakan pintunya dengan lebar oleh sekertarisnya Abang.


Dan orang yang Valera harap-harap untuk bertemu dan melepas rindu itu ada disana juga.


“Kak Kafeeell ..” Valera langsung saja menyapa dengan riang.


“Loh Val kok disini?”


Kafeel nampak sedikit terkejut melihat Valera saat ini.


“Cium tangaan ..”


Valera mengabaikan keterkejutan Kafeel, dan langsung saja menyambar tangan Kafeel tanpa meminta lagi pada si empunya untuk mengulurkan tangannya.


“Memang kamu sedang libur? ..”


“Mana ada libur!”


Abang Varen menyambar sembari menyambangi Andrea yang ada dibelakang Valera dengan menggendong Putra, berikut seorang pengasuh yang juga ikut.


“Nah terus? ..”


Kafeel bertanya lagi, sementara Valera yang habis mencium tangannya itu tak langsung menjawab, karena menyalim takdzim pada sang Abang.


“Tuh kelakuan! Kangen katanya dia sama lo, makanya bela-belain kesini bolos kuliah!”


Dan tawa renyah Kafeel sontak terdengar.


“Aku bawakan Kak Kafeel makan siang!..” Valera kemudian mengangkat sebuah wadah bekal yang tadi dipegangkan oleh pengasuhnya Putra. Tanpa menjawab seruan Kafeel yang terheran Valera datang bukan saat ia tengah libur kuliah.


Toh udah dijawab oleh Abang juga pertanyaan Kak Kafeel, kalo kata Valera di hatinya.


“Wow, baik banget ini memang si cantik Val!..”


“Pas bukan?..” Sambar Valera.


“Pas memang! Kebetulan aku sudah lapar sih!”


Kafeel menyahut sembari menerima wadah bekal yang isinya sama dengan wadah bekal makanan yang Andrea bawa untuk Varen.


“Ada lagi yang lebih pas dari itu! ..”


“Oh ya? ..” Sahut Kafeel.


“Hu’um” Valera manggut-manggut.


“Jadi apa yang pas? ..” Kafeel bertanya lagi.


“Tadi Kak Kafeel bilang apa karena aku bawakan Kak Kafeel makan siang? ..” Celoteh Valera.


“Eeuumm .. Valera cantik, baik banget? ..”


“Nah itu yang pas..”


“Oke, oke, Val memang cantik dan baik”


“Nah itu!”


Valera mengangkat telunjuknya selintas pada Kafeel yang tersenyum lebar itu.


“Gadis cantik nan baik seperti aku ini, pas sekali untuk dipilih jadi pasangan bukan?? ..”


Ah Valera, percaya dirinya memang luar angkasa.


“Bikin malu ..”


Abang Varen menggumam dongkol.


“Adik Abang?”


Sementara Andrea kasak-kusuk di telinga suaminya.


“Kalau dia sedang seperti ini aku memilih tidak kenal ..”


***


🍹 BONUS CHAPTER 25 🍹


Ditunggu Bon-chap yang ke 26 ye

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak


Tararenkyu buat kalian yang masih setia dimari


__ADS_2