THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
BONUS CHAPTER


__ADS_3

Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye


❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇


Selamat membaca ...





Kebahagiaan Varen dan Andrea yang menjadi orang tua, akhirnya menular juga pada Nathan dan Kevia.


Sama seperti Varen yang begitu memanjakan Andrea saat istri kecilnya itu hamil, Nathan juga sama, bahkan sedikit berlebihan.


Karena Nathan sangat mengharapkan jika anaknya dan Via nanti bisa lahir dengan selamat dan sehat sebagaimana anak pertama Varen dan Andrea.


Meski pernah kehilangan anak karena Nathan sendiri yang menghilangkannya dengan alasan tidak siap, kala itu.


Tapi sungguh, Nathan sangat-sangat menyesalinya. Dan untuk itu, Nathan pun memiliki ketakutannya sendiri. Jadi, sebutan calon ayah lebay, kini menempel di diri Nathan dari keluarganya.


Dan Nathan ....


“Sabodo amat!”


***


“Sayang!”


Nathan yang baru tiba di Kediaman langsung berseru kala melihat Via yang sudah berdiri diambang tangga atas.


“Mau ngapain cinta?.....” Ucap Nathan yang langsung meraih tangan Via yang juga langsung menyambar tangan Nathan dan mencium punggung tangannya dengan takdzim.


“Ya mau menyambut kamulah, Jo ....” Sahut Via.


“Iya, kenapa lewat tangga, kan aku udah bilang, pakai lift kalau kamu mau turun-naik di sini.....”


Nathan pun mencerocos ria.


“Nanti perut kamu sakit naik turun tangga, belum lagi ini tangga kan bahaya, kalau kamu kepleset gimana? Trus kamu kenapa-kenapa? Bisa gila kalo engga mati nanti aku! Kalo debay kita kenapa-kenapa juga, sedih tak berujung nanti aku, kamu juga pasti sedih kan?. Nah double lah nanti kesedihan aku jadinya ...”


Via pun memutar bola matanya malas, jika mode bawel suaminya sudah on.


“Ya jangan nge doain yang jelek-jelek gitu makanya .....” Timpal Via dan Nathan langsung mencebik.


“Bukannya nge doain yang jelek-jelek, Cintaa.... aku ini k-h-a-w-a-t-i-r” Sambar Nathan dan Via pun mendengus saja.


Sementara Papi John dan Mami Prita yang ada di lantai bawah, karena Papi John pulang bersama Nathan dan Mami Prita menyambutnya seperti biasa, keduanya mendengus geli pada kelebay-an si Tan-Tan sejak Via dinyatakan hamil.


“Iya! Iya!” Tukas Via.


****


“Heits, mau kemana?! ...”


Nathan menahan lengan Via yang berdiri dari duduknya saat sore hari. Mereka berdua, dan beberapa orang anggota keluarga yang memang tinggal di Kediaman Utama, sedang duduk-duduk sore di teras pekarangan belakang kediaman.


“Mau ambil jus aku, kelupaan, sekalian mau ambil cake coklat lagi”


“Tunggu sini aja! Biar aku yang ambilin!”


Nathan pun lekas berdiri dan berjalan untuk mengambil jus dan cake coklat yang diinginkan Via.


Kembali, seperti selalunya, Via mendengus saja atas kelakuan Nathan yang berlebihan dengan tidak memperbolehkan Via melakukan ini itu, jika si Tan-Tan sedang berada di Kediaman.


***


Begitulah kelakuan Nathan yang seringnya membuat Via merasa risih dan sebal atas perlakuan berlebihan Nathan dimasa kehamilannya.


“Sayang! Cinta! Mau kemana?! ....”


Via menghentikan langkahnya dan berbalik, dimana Nathan sudah ada di belakangnya dan berseru itu.


“Mau cari buku di perpustakaan” Sahut Via.

__ADS_1


“Bilang dong, sama aku!”


Via pun menghela nafasnya.


“Jo ... aku tuh mau cari bacaan, buat iseng aja aku baca. Mau ngomong ke kamu orang aku juga mau lihat-lihat yang mana nanti yang sreg yang mau aku baca.....”


“Ya kan kamu bisa panggil aku ....” Ucap Nathan.


“Kan kamu tadi lagi di ruang kerja, Jo...”


“Kan bisa minta dipanggilin, Cinta...” Tukas Nathan. “Ya udah, kamu bilang mau model bacaan seperti apa, nanti aku bawain yang banyak biar kamu bisa milih tanpa jauh-jauh jalan ke perpus!”


“Jo ..... aku ini ke perpus dalem sini, bukan ke Perpustakaan Negara!”


“Ya, iya emang.... tapi kan jauh, Cintaaa” Ucap Nathan lagi.


“Jauh dari mana sih?!. Lagian aku ga sreg ah kalo ga milih sendiri bukunya”


“Ya udah sini aku gendong! ....”


“Ih! Apaan sih! Ga!”


“Eh nanti kalo kamu kecapean?...”


“Ga bakal!” Via pun bersungut.


“Kalau begitu besok aku beli kursi roda aja ya, biar kamu bisa ga kecapean wara-wiri dirumah ini? ...”


Sementara yang mendengar ucapan Nathan dan berada tak jauh dari Nathan dan Via tak sabar ingin tergelak ngakak.


“Joooo!!!! Aku ini hamil! Bukan menderita sakit kronis!!!”


****


Dan waktu pun bergulir


“So, what is this beautiful angel’s name? .... ( Jadi, siapa nama malaikat cantik ini? ) .....” Tanya Mama Fabi yang sedang menggendong bayi merah cantik jelita, yang belum lama lahir ke dunia itu.


Bayi cantik milik Nathan dan Via yang telah lahir dengan selamat dan sehat dan dijaga benar – benar oleh Nathan bahkan berlebihan.


Ketakutan dan paranoid nya Nathan pun menguar terbang ke angkasa, atas seorang bayi perempuan yang dikaruniakan oleh Tuhan padanya dan Via.


“Gadis, Mam” Jawab Nathan atas pertanyaan Mama Fabi tadi.


“Udah ijin Gappa belom lo, Tan?!...”


“Udahlah!” Tukas Nathan atas ucapan Andrea.


“Is it true ( Benar itu ) Gappa? .... Tan-Tan sudah minta ijin buat kasih nama Oma Gadis untuk anaknya?”


Varen ikut menimpali ucapan Andrea dengan wajah yang cengengesan berbicara pada Gappa yang juga sudah berada di Kediaman Utama mereka yang berada di Jakarta.


Karena seperti saat Andrea mau melahirkan dulu, saat Via dikabarkan akan segera melahirkan, mereka yang sedang tidak berada di Jakarta, akan berbondong-bondong datang dengan segera, semata-mata untuk memberikan support serta berbagi kebahagiaan.


Atas sama ratanya kasih sayang.


Via sudah pulang ke Kediaman Utama yang berada di Jakarta, setelah tiga hari di rumah sakit pasca melahirkan.


Dan semua keluarga inti The Adjieran Smith sudah berkumpul semua tanpa terkecuali.


“Dih, Tuan Alvarend Aditama ga percaya banget sama Tuan Jonathan Alton yang tampan luar angkasa ini!....”


Mereka yang sedang berkumpul bersama di ruang santai pun terkekeh geli atas celotehan si Tan-Tan.


“Ye, gue kan hanya memastikan. Daddy R sama Mommy Peri ijin formal waktu mau menyematkan nama Gramma Madelaine di namanya Val, Poppa sama Momma aja ijin sama Gappa waktu mau pakai nama Rery, gue sama Drea ijin waktu mau pakai nama Putra ...”


“Ya udah, gue udah ijin si, yee .... tanya aja sama Gappa! Ya kan, Gap?”


Gappa hanya manggut – manggut seraya terkekeh.


“Tuh, liat! Gappa manggut – manggut!” Tukas Nathan.


“Abang sama Kak Tan – Tan jangan berisik ih, nanti debay nya bangun loh ....” Aina melayangkan protes kecil.


“Tau nih! Sudah pada jadi ayah juga, masih saja suka debat kusir!”

__ADS_1


Mommy Ara pun mendukung protes kecilnya Aina.


“Loh, kami kan hanya mengikuti jejak para Dad kami yang huebat itu”


“Setujuuuu!” Timpal Nathan yang cekikikan atas celotehan si Abang dan keduanya pun mengadu tangan untuk tos sembari cekikikan bersama melirik para Dad yang juga ada dalam ruangan dan melempar tatapan sebal pada dua papah muda tersebut.


“Take a good things, not a bad things ( Ambil yang baik-baik, jangan yang buruknya )” Timpal Mama Fabi.


“Tuh dengarkan Esmeralda ngomong!....” Gamma asal nyeletuk dan kembali mereka terkekeh bersama.


**


“By the way Gappa ..... ( Ngomong-ngomong Gappa ) .....” Valera buka suara.


“Yes My Dear? ..... ( Iya Sayangku? ..... )”


“Kan, Rery itu nama Daddynya Gappa, tapi kenapa Poppa Gappa dan Gamma tidak menggunakan nama Rery pada Poppa? .....” Tanya Valera.


“Actually, it was My Dear.. ( Sebenarnya, tadinya ingin seperti itu...... ) Me and your Gamma was thinking to give my Daddy’s name if we have a baby boy ( Aku dan Gamma-mu berpikir untuk memberikan nama ayahku jika kami memiliki bayi laki-laki )..”


Gappa menjawab pertanyaan Valera.


“Then, why forgo? ( Lalu, mengapa tidak jadi? ) ..” Mika ikut bertanya.


“Karena saat Poppa kalian lahir, Gappa dan Gamma merasa, wajah Poppa kalian itu tidak cocok dengan nama Grandpa Rery, jadi akhirnya kami memakai nama kecil dari kakek ter buyut kalian untuk Poppa....”


“Why Gamma and Gappa thought that Poppa’s face was not match if both of you give him name with Grandpa Rery’s name?... ( Mengapa Gamma dan Gappa berpikir jika wajah Poppa tidak cocok jika diberikan nama dengan nama Grandpa Rery.. )” Tanya Valera lagi.


“Soalnya, Grandpa Rery itu kan kalem wajahnya.. Sementara Poppa kalian itu, dari lahir sudah sangar wajahnya”


“Hahahahaha!!! ......” Tawa tanpa akhlak dari seluruh anggota keluarga yang sedang berkumpul bersama itupun pecah.


Sementara yang bersangkutan, yakni Poppa. Merungut saja.


**


Hanya bahagia saja kiranya, setelah dua penghuni baru keluarga The Adjieran Smith muncul ke dunia.


Seperti halnya pada saat para pewaris generasi Abang hingga Ares lahir, harapan demi harapan berikut doa untuk dua malaikat kecil milik dua pasang kakak itu teruntai, agar keduanya dapat tumbuh sehat dan bahagia.


Apa yang ditunggu oleh Varen dan Andrea serta Nathan dan Via, sudah mereka punya untuk melengkapi kebahagiaan mereka. Berharap, jika Tuhan tidak hanya mempercayakan satu saja buah hati untuk mereka.


Namun jika memang hanya satupun, ke empat orang itu akan tetap mensyukuri karunia dengan memiliki buah hati.


Toh saat ini, suara tangis dua malaikat kecil tersebut rasanya menjadi alarm yang indah untuk menghiasi hari dan hidup mereka.


Putra Aditama Adjieran Smith dan Gadis Jovia Adjieran Smith, menjadi anugrah yang menjadi alasan seluruh keluarga The Adjieran Smith berbahagia disetiap waktunya saat ini.


**


Tuhan Telah Menjawab Doaku


Kau Hadir Menyejukkan Hatiku


Kau Anugrah, Yang Terindah Dihidupku


Sehatlah Kau S’lalu, Bahagialah S’lalu


Bersyukurlah S’lalu, Sayangku..


‘Kan Kujaga Oh Dirimu Hingga Tua Nanti


‘Kan Ku sayangi, Ku lindungi Dari Kerasnya Dunia


‘Kan Kujaga Oh Dirimu Hingga Tua Nanti


Itu Tugasku, Kau Buah Hatiku ..


**


🍹 BONUS CHAPTER 2 🍹


Ditunggu Bon-chap yang ke 3 ye


Jangan lupa tinggalkan jejak

__ADS_1


Tararenkyu


__ADS_2