THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 242 – VAREN & ANDREA - SERIES


__ADS_3

💐THE RECEPTION💐


💐( Resepsi )💐


Selamat membaca ..


***********************


 


“Kalau masalah Arya mau datang atau tidak aku tidak perduli. Bagaimanapun dia kan hitungannya teman Little Star, Arya menjaganya dengan baik saat aku di Massachussets. Aku memperbolehkannya datang karena aku menghargai Little Star. Asal dia tidak mencari masalah denganku jika ia datang”


“Tidak mungkin lah Bang, toh Papi sudah memberitahu pada Uncle Rico kalau kau dan Little Star sudah menikah


sebelum acara resepsi.”


“Uncle Rico pasti sudah memperingatkannya juga untuk tidak macam – macam denganmu” Ucap Papi.


Varen manggut – manggut saja.


*****


Andrea sudah ikut bergabung ke tengah – tengah keluarganya setelah menerima panggilan video dari grup chat bersama teman – temannya.


“Kalian mau mengadakan jumpa pers?” Tanya Mami pada Andrea dan Varen.


“Ah ilah, ga usah. Memang mereka seleb disini?”


Momma yang menyahut.


“Ya siapa tau!.....”


“Aku sih terserah saja”


“Drea gimana?”


“Iya aku rasa juga tidak usah” Sahut Andrea. “Kalau di London mungkin iya, disini kan mereka hanya mengenal aku sebagai Selebgram dan content creator saja. Lagipula yang mengenal aku, kita kan orang – orang di London”


“Tapi kan banyak juga yang mengenal keluarga kita disini?”


“Tapi bukan khalayak ramai seperti di London. Disini hanya orang – orang tertentu saja yang tahu tentang keluarga kita” Timpal Papi. “Kami kan sering tercantum di majalah bisnis, bukan di acara infotainment yang sering kalian saksikan itu” Sambungnya. “Which is hanya para pebisnis saja yang tahu kita disini. Itu pun yang sudah punya nama besar”


“Iya Papi benar. Aku nyaman disini. Ya itu, karena orang disini tidak terlalu mengenal keluarga ini. Kecuali orang – orang tertentu saja. Jadi biarkan saja seperti itu. Paling tidak aku bisa bergerak dengan bebas, tidak seperti di London yang kadang ada Paparazzi iseng yang ingin tahu setiap kegiatan kita”


“Oh iya Abang, Drea, Gappa meminta kalian juga menyelenggarakan acara resepsi di London. Bagaimana? Mengingat kita juga punya banyak kolega dan kerabat disana serta dari tempat lainnya yang tidak sempat kita undang kesini”


Varen dan Andrea saling tatap sejenak kemudian sama – sama mengangguk.


“Kapan?”


“Satu atau dua bulan kedepan”


“Ya sudah”


“.....”


“Dan tentang apa yang aku bilang tadi, aku tidak main – main”


Varen menegaskan sesuatu.


*****


Para Dads dan Moms serta para dua kakek dan para nenek masih berkumpul saat Varen, Andrea dan Nathan pamit memisahkan diri dari mereka yang berada di ruang tengah selepas makan malam.


“Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan” Poppa mengelus lembut kepala Momma yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Momma menoleh padanya. “Aku tahu kamu memikirkan ucapan Abang soal adik iparnya Vla kan?”


Momma mengangguk pelan.


“Hanya sedikit merasa ga enak sama Vla kalau Abang sampai memberikan ancaman seperti itu. Biar gimana kan Danita itu adik iparnya. Seharusnya Abang tidak perlu bersikap sampai sebegitunya pada Danita”


“Vla pasti paham mengapa Abang bersikap seperti itu pada adik iparnya. Memang dari awal perempuan itu yang salah dalam bersikap” Ucap Poppa lagi.


“Iya memang, tapi maksud aku kan ini hanya soal kecil aja. Yah, Danita dengan caranya untuk memikat si Abang”


“Hey, Little F, you see us. ( Lo lihat kami ini )”


Daddy R yang tak pernah merubah panggilannya pada Momma itu bersuara, menunjuk dirinya dan para pria.


“Cara Abang mencintai Andrea itu sama seperti cara kami mencintai kalian” Ucap Daddy R lagi sambil kini menunjuk para Momz. “Tidak akan sedikit pun mau mengambil resiko pada tiap hal yang bisa menyakiti kalian, yang efeknya akan berimbas pada kami, lalu pada hubungan kita”


“R benar, Sweety”


Mommy Ara menimpali.


“Segala hal menyangkut Little Star, sangat sensitif bagi Abang. Terlebih lagi Danita pernah mengganggu Andrea, dimata Abang itu sudah sebuah kesalahan besar” Ucap Mommy Ara lagi. “Aku rasa Vla memahami itu. Dia bukan setahun dua tahun mengenal kita. Dia bagian dari kita, Vla itu mereka. Sama sifatnya! Jadi dia tidak akan mempermasalahkan jika Abang mengeluarkan statement itu”


Momma manggut – manggut.


“Kalau lo khawatir Vla akan tersinggung, gue rasa tidak. Karena dia sudah memberi peringatan keras tidak hanya pada adik iparnya tetapi juga pada Shita sejak hari itu”


Papi ikut menimpali.


“Kalau sekarang dia bertanya, mungkin saja adik iparnya itu memohon karena merasa diasingkan, makanya dia menggunakan alibi untuk meminta maaf”


“Kalau soal urusan Drea, Abang jangan dilawan. Seperti aku, Andrew, R, two J dan Lucca, termasuk juga Vla kalau soal seperti ini menimpa kalian para wanita kami, ya sikap kami juga pasti sama. Hal – hal yang menyakiti kalian sedikit saja, akan kami bereskan dalam tempo yang sesingkat – singkatnya”


“Proklamasi kali ah!”


*****


“Abang...”


“Hem? Ada apa?”


“Tadi Drea dengar”


“About?. (Tentang?)”


“Tentang Abang yang melarang Danita datang”


“Jangan dibahas”


“Tapi Drea sudah tidak merasa terganggu dengannya kok, Abang” Ucap Andrea sembari bersandar manja dan merebahkan dirinya disamping Varen yang sedang menonton acara di televisi dalam kamar mereka.

__ADS_1


“Abang bilang jangan dibahas” Sahut Varen datar. Membuat Andrea terdiam. “Anggap saja kamu tidak pernah mengenalnya”


***


Hari resepsi....


Saat ini seluruh Keluarga Adjieran Smith sudah berada di satu Hotel Bintang Lima di daerah Jakarta. Satu hotel yang bisa dikatakan sangat eksklusif karena memiliki kamar yang harganya mencapai dua ratus jutaan semalam. Yang tentunya sudah di booking Varen untuk dia, Andrea dan keluarga inti mereka menginap sejak sehari sebelum resepsi.


Tidak heran, kamar hotel yang di klaim sebagai suite termahal di Jakarta itu dilengkapi dengan segala hal yang sangat sangat eksklusif. Dominasi warna emas terlihat dalam kamar tersebut, berikut furnitur premium yang ada didalamnya.


Kamar seluas 595 meter persegi ini dengan kamar tidur utama yang kasurnya berukuran dua kali lipat dari King size, yang dibalut seprei berbahan sutra serta bantal Nancy Corzine edisi terbatas. Termasuk juga kamar mandi yang tidak bisa dipandang sebelah mata.


Dari jacuzzi, hingga shower Sherle Wagner berlapis emas 24 karat, menambah nilai keindahan kamar tersebut.


Kamar yang super eksklusif ini  khusus untuk Varen dan Andrea sebagai raja dan ratu hari ini. Sementara keluarga yang lain tetap diberikan kamar suite yang juga terhitung mewah dan mahal.


Atas keputusan bersama, acara resepsi pernikahan Varen dan Andrea akan diselenggarakan di Hotel Mewah tersebut. Hotel milik Daddy R yang juga bertaraf Bintang Lima itu sudah digunakan saat perayaan Ulang Tahun Andrea, berikut acara lamaran Varen pada Little Starnya itu.


Jadi untuk acara resepsi, mereka memilih Hotel lain yang tidak kalah bagus dan mewah seperti Hotel milik Daddy R.



Yuk, patungan kita nginep disono, reader?. Pegimane?. Wkwkwkwk


**


“Sepertinya kita sudah harus turun ke Ballroom sekarang”


Daddy Dewa yang sedang merokok bersama para Daddies serta Nathan dan Varen yang duduk – duduk di balkon Presidential Suitenya Varen dan Andrea itu melirik arloji lalu mematikan rokoknya.


Mereka yang berada bersama Daddy Dewa pun mengangguk dan kemudian berdiri untuk bergegas.


“Little Star sudah siap?”


Varen berpapasan dengan Mama Bear didepan kamar tidur.


“Sudah dong”. Mama Bear melebarkan pintu kamar tidur.



 


Dan disanalah berada, bidadari cantik pemilik hati, cinta dan rindunya Varen. Sudah terbalut dengan indahnya gaun pengantin bak putri raja. Membuat Varen tak sanggup menahan senyumnya.


“Jika langit punya pelangi untuk dibanggakan, maka aku punya kamu untuk aku pertahankan” Varen memegang dadanya dengan tersenyum bahagia, sembari setengah membungkuk didepan Andrea yang juga menunjukkan senyum lebar nan cantiknya.


“Untung Drea bukan es batu, kalau tidak mungkin sudah meleleh” Andrea tertawa kecil bersama Varen. Abang mengulurkan tangannya untuk mengajak Andrea berjalan ke tempat acara.


“Shall we?. ( Ayo? ).” Varen sudah tak sabar, untuk menunjukkan pada semua orang kalau Andrea adalah miliknya seorang.


***


“Ck!” Varen berdecak sebal saat matanya menangkap sosok yang rasanya ia malas untuk lihat.


“Abang kenapa?” Tanya Andrea yang mendengar kalau suaminya yang sedang berdiri bersamanya untuk menerima


ucapan selamat dari para tamu itu berdecak, berikut wajahnya yang sedikit ia tekuk.


Varen membatin.


“Abang?”


“It’s okay Little Star.....”


****


“Selamat malam semua” Sebuah suara terdengar dari mikrofon panggung hiburan di acara resepsi pernikahan Varen Andrea yang begitu megah hari ini.


“Spesial untuk Miracle Andrea yang begitu cantik hari ini. I dedicate this special song for you. ( Aku persembahkan lagu ini khusus untuk kamu )”


****


“Siapa yang mengijinkannya naik kesana?”


“Sudahlah Abang”


🎵🎤Kutak Bahagia, Melihat Kau Bahagia Dengannya🎵🎤


“Kamu dengar tidak yang dia bilang tadi, hem?”


“Iya Drea dengar. Biarkan aja lah ....”


🎵🎤Kutak Bahagia, Melihat Kau Bahagia.. 🎵🎤


“Setelah ini akan ku karungi dia!’ Batin Varen.


🎵🎤Harusnya Aku Yang Disana, Dampingi mu dan Bukan Dia🎵🎤


“Benar – Benar cari mati!” Varen menggumam kesal.


🎵🎤Harusnya Kau Tahu Bahwa, Cintaku Lebih Darinya .. 🎵🎤


‘Haduh, Kak Aryaa ...’ Andrea membatin sambil memijat pelipisnya, melirik Varen yang nampak juga sedang meliriknya dengan wajah yang terlihat sebal. Andrea menunjukkan deretan giginya pada Varen.


🎵🎤............ 🎵🎤


“Apa perlu dia kukirim ke Hutan Amazone biar jadi santapan Anaconda?”


Varen berucap sambil menunjukkan senyum lebarnya pada Andrea.


“Abaikan Abang..... antepin kalau kata Ene” Andrea mencoba merayu Varen yang sepertinya bau – bau merajuk.


🎵🎤Harusnya Aku Yang Kau Cinta dan Bukan Dia🎵🎤


“Benar – benar mengajak ribut itu orang”


“Ulululu... jangan cemburu ah”


“Aku kesal, bukan cemburu”


“Sama aja itu sih”


Andrea tersenyum saja. Sembari duduk merapat pada Varen sambil mengelus pipinya. Kedua mempelai yang sedang kasak – kusuk berduaan itu tentunya menjadi perhatian kembali karena si Arya yang sedang bernyanyi diatas panggung itu bak mantan yang ditinggal kawin.

__ADS_1


🎵🎤Harusnya Yang Kau Pilih Bukan Diaaaa!!!.. 🎵🎤


“Fix, akan aku mutilasi itu si Arya”


***


Arya cengengesan turun dari panggung setelah mempersembahkan satu lagu untuk Andrea. Mengabaikan pelototan dari sang Ayah, namun mendapat tepukan yang meriah justru dari para keluarga Adjieran Smith yang bertepuk tangan sembari tergelak sambil menoleh ke arah Varen yang memandang Arya super sinis.


“Bosen idup lo?” Sony, kakak Arya mendekati dan berucap pada sang adik yang nampak meminum soft drink dari bar kecil yang tersedia untuk melayani minuman untuk para tamu di acara resepsi pernikahan Varen dan Andrea.


“Hahaha!!!...” Sementara Nathan yang bersama Sony tergelak dengan kelakuan si Arya, sama seperti anggota


keluarganya yang lain. “Tambeng emang lo, Arya, Arya” Ucap Nathan. “Good job, tapi. Gede juga nyali lo. Hahahahaha ...”


Lelaki tampan berlesung pipit itu cengengesan saja, hingga Sony dan Nathan meninggalkannya yang masih


bersandar di bar minuman.


“Lebay!”


“Hum?” Arya menoleh karena ia mendengar seseorang berbicara didekatnya. “Lo ngomong sama gue?” Tanya Arya


pada gadis yang kini sudah berada didekatnya, sembari juga nampak memesan soft drink di bar minuman tersebut.


Gadis itu melirik remeh padanya. “Siapa lagi? Sad boy lebay!” Gadis itu mengejek ketus pada Arya.


“Wah, anak kecil songong banget!”


“Yang penting cantik si! Dan bukan Sad girl! Ish Norak!”


“Wah, Kak Jo adeknya songong banget satu!”


“Bodo! Tuh cewe banyak! Jangan mengharap istri orang! Istrinya Abang lagi! Mau mati muda?!”


“Eh gue ga takut sama Abang lo, adek Mikaela  Ares Smith, yang judesnya minta ampun! Pedes lagi mulutnya! Udah gede susah dapet pacar lo!”


“Hish! Tinggal jentik kan jari cowok ngantri!” Ucap gadis judes yang adalah Mika itu.


“Waduh sok banget bocil!”


“Cantik, kaya! Wajarlah gue sok!” Ucap Mika pongah. “Ga bakalan gue jadi Sad Girl, macam lo yang Sad boy ke


Kak Drea tuh!”


“Wah! Waaaah!!! ..” Arya berkacak pinggang sambil geleng – geleng. “Awas lo ngatain gue, sudah gede naksir gue tahu rasa! Ga bakal gue layan!”


“Idiiihhh coy coy Gue naksir sama Sad boy sih!” Mika menyanggah cepat. “Amit! Amit! Jangan sampe gue naksir sama lo!”


Dua insan itu masih saling berseteru mulut.


“Dah ah minggir, wasting my time aja lo Kak!”


“Heh, ada juga elo yang duluan ganggu gue! Dateng – dateng ngatain gue Sad boy!”


“Memang kenyataan!. Sudah awas ah!”


Mika menggeser tubuh Arya dengan menepak dada kiri laki – laki itu.


“Awas lo udah gede jatuh cinta sama gue!”


“Mimpi!”


***


Sementara itu dibagian Ballroom yang lain ....


“Abang cari siapa?”


“Ammar”


“Kenapa cari Ammar?”


“Mau aku suruh gulung itu si Arya!”


‘Haish!...’


“Ponsel tadi aku titip ke siapa ya?”


“Abaaangg...”


“Hem?”


“Sudah sih, jangan pikirkan Arya”


“......”


“Sini deh”


Andrea mengkode agar Varen lebih rapat padanya dan Andrea berbisik kemudian.


“Abang jangan marah – marah, nanti Drea kasih hadiah selesai acara”


“Apa?”


“Nunu Nana, Nananina....”


“Okay, Abang terima kelakuan si Arya dengan lapang dada kalau begitu. Asal Nananina jangan sekali”


‘Alamaakk..’


***


To be continue..


Sampai sini emak mau tanya – tanya deh. Penasaran aja sih, baru keingetan mau tanya. Dulu waktu nemu novel emak yang pertama si BSS itu tuch, kalian lihat dimana sih?.


Bagi yang duluan baca BSS sebelum The Smith’s yah. Lumayan meleduk kan ituh BSS. Jadi emak penasaran bisa banyak yang baca.


Karena Alhamdulillah, meskipun dengan segala kekurangan yang ada. BSS banyak yang fave, popularitas sampai dua jutaan. Padahal, BSS yang merupakan novel pertama Emak, asli emak pede minim kalo itu novel akan ada yang baca waktu itu.


Gitu aje sih, pengen tau. Nemu BSS dimane, kenapa setia baca sampe end, sampai juga ngikutin kesindang. Jangan lupa kalau ada yang masih dirasa kurang sedep, kek ketek emak, kasih tau ye. Biar emak bisa introspeksi dalam membuat cerita.


Loph Loph

__ADS_1


__ADS_2