THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 46


__ADS_3

 SKOR SEMENTARA


Selamat membaca .....


**********


Jakarta, Indonesia


“Prita Eriselena ... I want you to marry me (Aku ingin kamu menikah denganku).”


Prita sampai membuka mulutnya saat ini. Merasakan bagaimana rasanya dicium John semalam dan tadi pagi serta mendapatkan pernyataan cinta berikut kata – kata cinta yang mungkin terdengar seperti gombalan saja sudah cukup manis Prita rasa. Dan kini John sudah berlutut disatu kakinya, melamarnya, dihadapan teman – teman John.


“Sorry, aku tidak akan bertanya soal kesediaan kamu. I insist you to marry me (Aku memaksa kamu untuk menikah dengan aku).” Ucap John.


Maksa ye...


“I love you. Lebih dari segala yang pernah aku rasakan selama ini. And it’s true (Dan itu sungguh – sungguh).”


John menyematkan cincin yang sudah dipersiapkannya untuk Prita disalah satu jari gadis yang matanya kini sudah berkaca – kaca.


“Jangan lagi meragukan aku, Prita Eriselena.” John berdiri dan membawa Prita dalam pelukannya setelah ia menyematkan cincin disalah satu jari Prita.


‘Ya Allah, ini mimpi bukan sih?.’ Batin Prita tak percaya.


“Hey, jangan nangis dong.”


John menangkup wajah Prita dan menghapus bulir air mata yang jatuh dipipi gadis itu saat John memeluknya tadi.


Suara ricuh tepuk tangan dan suitan dari teman – teman John mewarnai moment lamaran John yang setengah resmi ini.


Setengah resmi, karena baru melamar Pritanya, belum meminta pada Papa Herman dan Mama Bela, termasuk pada si Kajol.


“Jangan bilang kamu menolak ya?.” Ucap John dengan tersenyum yang tangannya masih menangkup wajah Prita.


Prita setengah tertunduk, sedikit terisak.


“Prita mau kan, mendampingi Kak John kamu ini sebagai seorang istri dan mengukir bahagia kita bersama?.” John mengangkat wajah Prita yang setengah tertunduk itu.


Prita mengangguk pelan sambil tersenyum meski sebulir air matanya masih menetes.


“Benar?. Dengan segala kekurangan yang Kak John punya dan segala hal buruk dalam hidup Kak John dimasa lalu?.”


“Iya Kak ......” Ucap Prita dan John mencium keningnya juga kembali lagi membawa Prita dalam dekapannya.


“Terima kasih ya.”


“Cium, cium.”


Suara ricuh para provokator yang menjadi saksi keuwuan seorang John Darwin Smith pada seorang gadis belia yang terpaut umur belasan tahun dengan laki – laki itu kompak terdengar.


John terkekeh mendengar orasi yang berupa provokasi untuk mencium Prita itu.


CUP!.


John pun mengikuti provokasi untuk mencium bibir Prita. Selain emang doyan.


“I Love you, Prita.”


“I Love you too, Kak John.”


John kembali memeluk Prita. Erat, karena bahagia. Sambil mengecupi pucuk kepala gadisnya itu. Seiring dengan suara ricuh dan tepuk tangan serta sorai dari teman – teman John saat ini.


****


Bandung, Jawa – Barat, Indonesia


Jeff masih berada di Bandung saat ini. Selepas tadi mencium Jihan dengan pemaksaan, mereka kembali duduk diruang tengah.


“Ka – kamu... ga pulang?.”


Jihan bertanya sedikit canggung pada Jeff karena sesi ciuman yang hingga sampai tiga kali itu dengan Jeff.


Dan parahnya lagi menurut Jihan, di sesi ketiga ciumannya dengan Jeff itu dia bahkan membalas ciuman sang Casanova yang sedang dalam tahap insap itu. Jihan memilih untuk duduk sedikit berjarak dari Jeff setelah membuatkan lagi secangkir kopi untuk laki – laki itu tadi.


“Kamu mengusir aku?.”


Jeff bertanya dengan santai pada Jihan yang masih ia perhatikan dengan intens itu.


“Bu – bukan, aku hanya sekedar bertanya.”


Jihan yang nampak gugup itu menjawab dengan terbata pertanyaan Jeff tadi.


Jeff menarik satu sudut bibirnya keatas.


Laki – laki itu senang melihat Jihan yang nampak kikuk berhadapan dengannya saat ini. “Sini.” Ucap Jeff sambil menepuk – nepuk dudukan sofa disampingnya.


“Ya?.”


Jeff terkekeh melihat wajah Jihan saat ini.


“Aku bilang duduk sini. Kamu kekasih aku sekarang. Eh no, milik aku!.”


“Aku bukan barang!.” Sahut Jihan sambil menatap Jeff yang sedang tersenyum jahil padanya saat ini. “Sini.”


Jeff kembali menepuk – nepuk dudukan sofa disampingnya.


“Aku disini aja.”


Kali ini Jeff tersenyum miring.


“Sudah aku bilang aku tidak terima penolakan, bukan?.”


Jihan memandang sebal pada Jeff namun dadanya berdebar.


“Pindah kesini atau aku akan membuat kamu duduk diatas pangkuanku. Atau aku yang akan menduduki mu.” Ucap Jeff dengan santainya sambil menatap Jihan.


GLEK! Jihan menelan salivanya.


Mau tidak mau, Jihan pun berpindah duduk tepat disamping Jeff.


Jeff menyeringai melihat Jihan yang meski wajahnya sebal tapi pada akhirnya ia pindah duduk juga.


“Nah begini kan bagus. Jadi pacar harus nurut” Ucap Jeff. ‘Sebentar lagi juga jadi istri gue.’ Batinnya.


“Aku masih terikat hubungan dengan Liam..”

__ADS_1


CUP!


Jeff meraih tengkuk Jihan dengan cepat. Meraup bibir wanita itu sedikit kasar. “Jangan pernah menyebut nama laki – laki lain dihadapan aku.”


“Ta – tapi itu memang benar Jeff ..” Ucap Jihan yang sedikit tersengal setelah dicium Jeff tadi. “Jangan tersinggung dulu .....”


Jihan mengantisipasi kemungkinan Jeff yang bisa saja menciumnya tiba – tiba lagi.


“Ijinkan aku bicara ..”


“Bicaralah ..” Ucap Jeff.


“Terlepas dari... apa yang sudah kita .... lakukan tadi ..” Ucap Jihan terbata. “Aku pada dasarnya masih kekasih Liam, Jeff.” Jihan melirik sebentar pada Jeff saat ia menyebutkan nama Liam. ‘Dan aku merasa sangat bersalah padanya saat ini.’ Batin Jihan.


“Putuskan dia kalau begitu.” Sahut Jeff cepat. “Kamu milik aku sekarang.”


Jihan menatap Jeff. ‘Ya Tuhaaannn, maksa banget sih ini orang. Dan bodohnya gue ga kuasa menolak. Aaa..’ Batin Jihan menjerit lagi. ‘Gimana ngomongnya ke Liam nanti?.’


“Kenapa?. Ga bersedia memutuskan dia?.”


“A – aku ... ga tega.”


“Aku yang akan mengatakan pada Liam kalau begitu.”


“Ja – jangan!.”


“Kenapa?.”


“Aku mohon Jeff, beri aku waktu.”


Jeff memiringkan tubuhnya. Menghadap Jihan yang setengah tertunduk sambil sesekali membuang pandangannya ke arah lain.


“Lihat aku.” Ucap Jeff.


Jihan pun ragu – ragu menoleh dan menatap Jeff.


“Do you love him? (Apa kamu mencintainya?).” Tanya Jeff tajam. ‘Coba bilang iya, akan gue pastikan malam panas sebelum adanya Nathan terulang lagi malam ini, biar muncul adiknya Nathan!.’


Ah, sang Casanova memang benar – benar tak terima penolakan.


“Jawab.”


Jihan menundukkan wajahnya.


“Apa kamu mencintai dia, Ji –han?.”


Jeff meraih dagu Jihan dan menatap tajam pada iris mata Jihan lekat – lekat.


“Tidak ..” Sahut Jihan sambil menggeleng pelan. “Tapi aku menyayanginya ..”


Rahang Jeff sedikit mengeras.


“Dia sudah begitu baik pada aku dan Nathan juga ibu selama ini..” Ucap Jihan pelan – pelan. “Dan aku ga tega kalau harus menyakitinya, Jeff..”


“Dan kamu lebih tega menyakiti aku dengan bertahan bersamanya?.” Sahut Jeff yang masih memandang tajam pada Jihan. ‘Cih! Ga akan gue biarkan!.’


Jihan menggeleng pelan. “Aku tidak ingin menyakiti siapapun ...... tidak Liam .... tidak juga kamu..” Ucapnya sedikit putus – putus.


“Apa kamu mencintaiku?.”


“Jawab.”


“Aku..”


“Apa kamu mencintai aku, Jihan - Shaquita?.” Kali ini pertanyaan Jeff sedikit terdengar menekan Jihan, menuntut jawaban Jihan.


“Iya ..”


Jeff menyunggingkan senyumnya.


“Apa kamu terpaksa  mengatakannya karena takut padaku, hem?.”


“Engga, Jeff..” Ucap Jihan yang nampak sedikit ragu. “Aku .... sudah merasakan kalau aku mencintai kamu sejak malam itu. Sejak aku mulai menjauh tapi tak bisa berhenti memikirkan kamu. Hingga aku bertemu Liam, tapi ternyata aku belum bisa menghapus bayangan tentang kamu.”


“Say it (Katakan).”


“Katakan apa?.”


“Katakan kalau kamu mencintaiku, Ji.”


Kali ini suara Jeff sudah melembut, senyumnya pun terlihat teduh juga hangat pada Jihan. Membelai wajah Jihan perlahan dan lembut.


“Aku mau mendengarnya. Ucapan cinta dari wanita yang juga aku cintai.” Ucap Jeff bersungguh – sungguh.


Jihan memberanikan dirinya untuk menatap Jeff saat ini, sedikit lekat karena ia mencoba mencari celah kalau ucapan Jeff hanya gombalan semata.


Tapi Jihan tak menemukan arti lain selain ketulusan dan kesungguhan dari ucapan Jeff barusan.


“Aku sudah mencintai kamu sejak aku bertemu dengan kamu lagi, Ji.” Ucap Jeff yang belum berpaling menatap Jihan. “Jadi katakan. Aku ingin dengar. Kalau kamu ternyata juga mencintai aku.”


“Aku cinta kamu, Jeff.”


Jeff tersenyum lebar mendengar ucapan Jihan barusan. Bahagia dihatinya pun membuncah.


“I love you more (Aku lebih mencintaimu).” Ucap Jeff yang seketika langsung main sosor bibir Jihan.


# Kelakuan ....


Jeff : Sirik aja Author.


***


Terlena dalam ciumannya dengan Jihan yang kini berubah hampir panas dari yang anget.


Jeff menarik Jihan keatas pangkuannya.


Jihan hanya pasrah, tapi ciuman Jeff lagi – lagi menerbangkan akal sehatnya.


Jihan sendiri merasa bodoh karena tak kuasa menolak Jeff yang sudah membuatnya kini berada diatas pangkuan


lelaki itu dengan kakinya yang tertekuk disini kanan dan kiri Jeff. Jeff dan Jihan terbawa suasana atas ciuman yang memabukkan itu.


“Mphhh ..”


Jihan ingin berbicara, tapi bibir Jeff yang sedang bergerilya itu membungkam bibirnya.

__ADS_1


“Jeeeef..”


‘Apa sih? Lagi enak juga! ..’ Batin Jeff menggerutu karena Jihan menarik kepalanya pada akhirnya. Menjauhkan bibir nan sensual dimata Jeff itu dari bibirnya. “Kenapa sih?. Ga suka sama ciuman aku?.”


“Buk – kan itu.. aku sulit bernafaslah ..” Ucap Jihan malu – malu yang wajahnya sudah merona.


“Ambillah nafas – nafas banyak – banyak. Habis itu kita lanjutkan lagi.” Sang Casanova menyeringai mesum.


“Engga ah, udah.”


Jihan hendak melepaskan diri dari atas pangkuan Jeff.


‘Haish!.’ Dada Jeff ser – seran. Jihan yang hendak melepaskan diri itu menyentuh pusakanya yang suka hilang akhlak kek yang punya. “Jangan bergerak Jihaaaannnn ..”


“Aku mau pindah, ih.” Jihan setengah berbisik.


“Diam.” Jeff menahan pinggul Jihan sambil setengah melotot.


Jihan spontan menelan salivanya saat merasakan sesuatu yang bergerak pelan dibawah sana. Sesuatu yang seperti hewan melata, tapi sedikit keras.


‘Mati gue ..’ Batin Jihan was – was.


“Jangan bergerak, atau dia akan menyerang”


Jeff menatap Jihan lalu melirik kearah bawahnya.


Jihan pun spontan mendelik.


‘Demi apapun ... simalakama banget ini gue.’


Jihan meratap dalam batinnya. Sementara si bule gila masih dengan seringai mesumnya.


CUP! Jeff memegang lagi tengkuk Jihan dan mencium bibirnya.


“Je – ff, udah ..” Jihan berusaha melepaskan diri.


“Sebentar lagi.” Ucap Jeff yang menjeda sebentar ciumannya.


“Ponsel kamu sepertinya bergetar.” Ucap Jihan yang mendorong Jeff pelan.


“Kamu tahu pasti apa yang sedang bergetar Ji.”


Jeff kembali memegang tengkuk Jihan.


“Jeff, ih. Ponsel kamu itu bergetar. Masa ga berasa?.”


Jeff mendengus kesal. Pada akhirnya ia merasakan getaran ponselnya yang ia senyapkan sedari tadi. Benar yang dibilang Jihan.


Susah kalo otak mesum, sampe ponsel didalam saku bergetar aja ga berasa, padahal deket sama paha. Tapi berhubung Jeff lebih fokus pada paha Jihan yang sempat ia elus – elus dari luar celana wanita itu. Getaran ponselnya pun tak ia rasa.


Omes, omes, dasar!.


Jeff mau tidak mau segera mengeluarkan ponselnya dari saku.


“Ck! Si John nih ganggu gue aja!.” Jeff menggerutu melihat nama John yang memanggil diponselnya. “Diam, Ji. Aku belum selesai.” Ucapnya tanpa akhlak pada Jihan yang masih berada diatas pangkuannya.


“Udah ah, nanti kalau ibu tuba – tiba keluar kamar, gimana?.”


“Ck!.” Jeff berdecak. Dan ia melepaskan Jihan pada akhirnya meski tak rela.


‘Hah, selamat..’


“Apaan sih?.”


Jeff hendak menerima panggilan John tapi keburu mati. Namun ia melihat notifikasi di grup khusus para lelaki di Keluarga Adjieran Smith.


Dewa : Sepi banget ini grup. ( satu jam yang lalu ).


Andrew : Sedang menemani Fania di Kafe.


Reno : Baru selesai bersemayam


*-*


Dewa : Anak kembar mana?. Masih pada usaha lo berdua?!.


Andrew : Si John sudah nembak si Prita dan diterima. Jeff! Lo jangan buat malu gue!.


Reno : 1 – 0 lo Jeff ke salip si John!.


*-*


Jeff : Weits 1 – 1 sekarang. Si Jihan sudah dalam genggaman. Harusnya gue bisa minum susu kalau kalian ga berisik.


Andrew : Good Job!.


Reno : Halalin dulu woy!.


Andrew : Minimal lo ga jadi dicoret dari daftar ahli waris Jeff.


Dewa : 😅😂😂😂😂


John : Sorry Bro, gue sekali lagi selangkah didepan lo Jeff!.


John : Skor 2 – 1 sekarang.


Andrew, Reno, Dewa & Jeff : ?????


John : Gue sudah melamar Prita!. 


*-*


BLUUURFFF!.


Empat orang lelaki di klan Adjieran Smith yang sedang berbalas pesan di grup sambil masing – masing menyesap minuman mereka kompak menyembur plus keselek di tempat yang berbeda.


***


To be continue ....


MARI CUCI MATA SEJENAK, BIAR AGAK MELEK SORE - SORE 😄


💗JEMPOL TOLONG DIKONDISIKAN UNTUK PARA PANGERAN💗


__ADS_1



__ADS_2