THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 366


__ADS_3

Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye


***********************************************************************


SITUASI


**********


Selamat membaca..


***********************


‘Heemm, looks fun! ( Terlihat menyenangkan! )’


Ann membatin kala melihat dari tempatnya pemandangan orang yang sedang berseluncur dari bagian gunung yang tinggi dan panjang tracknya.


‘Sepertinya aku tidak jadi menyusul Rery....’ Batin Ann.


Ann pun menggerakkan kakinya yang terbalut sepatu ski sekaligus papannya sembari juga mengayunkan


tongkatnya.


‘I want to know ( Aku ingin tahu ), seberapa besar keberanianku’ Ann kemudian berseluncur pelan menuju ke area mobil kabel, lalu bergabung dengan sekelompok orang yang sepertinya juga hendak pergi ke tempat tujuan Ann.


***


“Wow!”


Ann menggumam takjub saat dirinya sudah sampai di satu bagian gunung yang tinggi dan curam itu.


Tidak banyak orang yang berada di tempat Ann berada saat ini.


Yah mungkin tidak banyak orang yang memiliki keberanian untuk mencoba jalur ski yang cukup dapat memacu


adrenalin ini.


Mungkin juga para pemain ski pro tidak banyak yang datang saat ini. Entahlah. Yang jelas, Ann cukup tergoda untuk mencoba jalur ski untuk para profesional itu.


Ternyata ada juga beberapa orang yang sepertinya sama usia dengan Ann yang hendak mencoba jalur ski yang


cukup curam itu.


Senyum Ann mengembang saat salah satu dari anak seusianya meluncur turun dan pekikan senang terdengar.


‘If she can, then I can! ( Jika dia bisa, aku juga bisa! )’


Ann membatin antusias.


Semakin nampak antusias saat tiba gilirannya sebentar lagi.


“You don’t wearing helmet? ( Kamu tidak pakai helm? )” Ann menoleh saat seseorang yang sepertinya adalah


seorang penjaga menegurnya.


“No, why? ( Tidak. kenapa memang? )” Ann balik bertanya. “It’s a must?, not right? ( Memang suatu keharusan?, tidak bukan? )” Ucap Ann lagi.


Penjaga itu tersenyum.


“It’s not, but that for your safety ( Memang tidak, tapi itu untuk keselamatanmu )” Jawab penjaga tersebut.


“I’ll be okay.... don’t worry, I already usual with this ( Aku akan baik-baik saja.... jangan khawatir, aku sudah biasa dengan ini )”


Si anak setan berkata dengan pedenya. Penjaga itu pun mendengus geli.


“Okay...” Sahut penjaga tersebut. “But, here. Use mine ( Tapi, ini. Gunakan saja milikku )”


Penjaga itu melepas helm skinya.


“For your own goodness ( Untuk kebaikanmu sendiri )”


“Heemm, not thanks. I don’t know if I will back here after I arrived down there .... ( tidak ah, terima kasih. Aku tidak tahu apa aku akan kembali kesini lagi setelah meluncur ke bawah... )”


Ann menolak.


“It’s okay, you can give to another guard you meet later, my name on this helmet, so they will know ( Tidak


apa-apa, kamu bisa memberikannya pada penjaga lain yang kamu temui nanti, namaku ada di helm ini, jadi mereka akan tahu )”


“Heemmmm...”


Ann menimbang-nimbang.


‘He’s right, maybe better I’m using this helmet he borrowed. If I die, then a lot of Girlish girls will come after Rery. Oh No, cannot! I’m not willing! ( Dia benar, mungkin sebaiknya aku terima helm yang ia pinjamkan ini. Karena jika aku mati, maka akan banyak gadis genit yang mendekati Rery. Oh Tidak, Tidak Bisa! Aku tidak rela! )’


Ann membatin.


“Okay!”


Ann langsung menerima helm yang hendak dipinjamkan oleh seorang penjaga keselamatan di tempatnya berada


sekarang.


“Thank you!” Seru Ann dengan tersenyum kemudian pada si penjaga keamanan tersebut. “I will remember your


goodness! ( Aku akan ingat kebaikanmu! )”


Penjaga keamanan itu pun tersenyum lebar.


“You are very welcome ( Terima kasih kembali )”


Ann langsung mengenakan helm yang dipinjamkan padanya itu sembari menunggu giliran setelah seseorang yang


akan meluncur lebih dulu didepannya.


Ann begitu antusias dan nampak riang, namun raut wajah Ann berubah masam kala sebuah suara terdengar dari arah belakang.


“Miss! Miss Ann!” Suara seorang pria yang tergesa juga panik memanggil Ann yang langsung menoleh, termasuk juga orang-orang disekeliling Ann.

__ADS_1


“What?! ( Apa?! )”


Ann menyahut ketus.


“Please don’t do that Miss.....  Your Papa will kill me if you sleeding down there from here ( Tolong jangan lakukan itu Nona..... Papamu akan membunuhku jika anda berseluncur kebawah sana dari sini )”


Seorang pria dengan pakaian tebal seperti orang-orang yang berada di pegunungan tersebut berkata dengan memohon pada Ann.


“I don’t care! Your thing, not mine! ( Aku tidak perduli! Masalahmu, bukan masalahku! )” Sahut Ann masa bodoh.


“Miss, pleasee..... go back with me, would you???? ( Nona, tolonglaahh ..... kembali bersamaku, ya??? )” Pinta pria yang adalah salah satu Bodyguardnya The Adjieran itu, dan telah menyusul satu Bodyguard lagi.


Satu Bodyguard yang tadi berbicara pada Ann melangkah maju.


“One more step, and I make this pole stuck on your eyes! ( Satu langkah lagi, dan akan kubuat stik ini


menempel masuk di matamu! )”


Gluk!


Bodyguard itu menelan kasar salivanya, sementara si penjaga keamanan tercengang mendengar ancaman gadis


yang ia pinjami helm pada pria yang berbicara dengan Gadis itu.


Tak hanya si penjaga keamanan, tentunya juga orang-orang disekitar Ann yang melihat Gadis itu mengancam seorang pria bertubuh besar macam atlit olahraga yang identik dengan smackdown.


“But Miss..... ( Tapi Nona ) .....”


“Stay away from me! or I will stab your eyes with this pole, and you! I will burry you under this mountain! ( Jauh-jauh dariku sana atau akan ku tusuk matamu dengan tongkat ini, dan kau! Akan aku kubur kau dibawah gunung ini! )”


Ann mengancam dengan ketus sembari menunjuk bergantian dua Bodyguard yang rasanya serba salah itu.


“Wanna try me? ( Mau mencobaku? ) .....”


“N-o, Miss ..... But ..... ( Ti-dak Nona..... Tapi ).....”


“Feel free if you guys want to be person with disability ( Silahkan saja jika kalian mau cacat )”


Little Devil itu kembali mengeluarkan ancamannya.


Membuat kedua Bodyguard itu saling tatap dan menahan kaki mereka, menimbang-nimbang.


Dimana pilihannya adalah is dead karena kemarahan bapaknya setan, atau cacat karena anak setan.


Ah, sungguh pilihan yang begitu sulit. Papa Lucca sudah jelas sekali kejamnya. Lihat saja peliharaan nya, tiga jenis binatang yang dua jenisnya bisa mengoyak tubuh manusia dengan gigi mereka, yang satu bisa menelan bulat-bulat satu tubuh orang dewasa sekaligus meremukkan tulang-tulangnya.


Anaknya pun ga jauh beda, jika para gadis muda suka anjing lucu atau kucing manis, Ann, memelihara seekor


srigala sebagai binatang peliharaan nya di London. Papanya kejam, anak perempuan berparas cantiknya macam Queen of Hearts di film Alice’s Adventures in Wonderland yang sifatnya pemarah dan mudah menjatuhkan hukuman mati.


Mirip-mirip salah satu Nona Muda junior dari Dinasti The Adjieran Smith inilah kalau secara sifat. Nona Ann, dimana tidak semua Bodyguard punya ijin memanggil Ann dengan nama kecilnya itu.


Nona Ann mereka gadis yang baik sebenarnya, tapi emosian. Cantik, tapi perlu diwaspadai. Masih remaja, namun sudah terlihat ‘racunnya’. Untung saja Ann masih sering patuh pada seluruh kakek-nenek, orang tua dan kakak-kakaknya serta satu Tuan Muda, yakni Rery.


****


“My turn! ( Giliranku! )” Seru Ann dan sudah berdiri di pinggir jalur curam, bersiap untuk meluncur”


Satu Bodyguard yang bisa dikatakan dekat dengan Ann karena sering kebagian menjaga itu anak setan berteriak kencang, kala Ann sudah merundukkan tubuhnya dan sudah sangat bersiap untuk meluncur kebawah.


“AAANNN!!!.....”


‘Papa?’


Ann yang seperti mendengar sayup-sayup suara Papa Lucca, membatin.


‘Ah, whatever ( masa bodoh ).....’ Batin Ann lagi. Disaat yang sama Ann sudah mengayunkan tongkatnya yang bersentuhan dengan lapisan salju dan memberikan dorongan kuat agar papan ski yang tertempel dikedua sepatu skinya dapat bergerak untuk meluncur ke track curam dibawahnya.


“HEEELL YAAAAA!! .....” Ann berteriak antusias. Dimana di arah belakangnya, Papa Lucca dan Rery terdengar


berteriak.


Namun Ann sudah keburu meluncur kebawah.


**


“Oh-Loordd.. ( Oh-Tuhaannn )..” Lima Daddy inti yang sudah berada di belakang Papa Lucca berikut Abang


sama-sama berucap sambil geleng-geleng selepas Ann mereka juga sudah lihat meluncur ke track untuk para pemain ski bernyali dan pro tentunya.


Sementara Rery sudah dengan tergesa menaiki mobil kabel yang bergerak menuju arah bawah sembari matanya


celingukan mengikuti Ann di sebrang sana yang terlihat sedikit kecil dari atas mobil kabel, namun jelas terlihat sedang meliuk-liuk diatas lahan bersalju dengan banyak batu tajam bertaburan di sana.


**


“Generasi penerus Kajol setelah Little Star..” Celetuk Papi John dan ia cekikikan kemudian bersama lima pria lainnya. Yang cemas akan keselamatan Ann, tapi ya geli juga karena celetukan si Papi barusan.


Benar juga yang dibilang Papi, kalau Ann disebut sebagai penerus Momma yang besar nyalinya jangan ditanya.


Dan nyali serta nekatnya Momma juga turun ke anak perempuannya.


Kini, salah satu anak perempuan dari satu generasi yang sama dengan Andrea, hanya beda usia jauh lebih muda,  ada lagi yang nampaknya nekat dan bernyali besar macam Momma dan Andrea, yang punya dua hal itu juga.


Nyali besar dan kenekatan yang hakiki.


***


Awalnya...


Little F, alias Fania, alias Kajol, alias Momma. Perempuan generasi pertama dalam jajaran keluarga Adjieran Smith yang punya segudang bakat dan kenekatan yang luar angkasa. Berikut juga nyalinya dalam mencoba hal-hal ekstrem atau aksi dan olahraga berbahaya, kecuali makanan ekstrim.


Ogah beut nyoba makan, liat aja enek! – Gitu kata Momma.


Momma nekat dan bernyali besar sejak ia masih remaja, terlebih setelah sempat berpisah oleh Poppa dan Daddy R saat kedua pria itu pindah ke London.


Dan sehubungan dengan nekat dan nyali, coba tanya apa yang ingin sekali Momma lakukan dan belum kesampaian.

__ADS_1


Jawabannya adalah melakukan aksi akrobatik motor di tong setan.


Yakni, aksi motor dalam sebuah tempat bundar menyerupai tong dengan dinding vertikal dimana motor yang berada disana mengitari dinding yang memutar itu dan memang cukup berbahaya, karena ada dua motor didalam sana.


Sayangnya memang tidak pernah kesampaian bagi Momma untuk mencoba tong setan itu. Terlebih lagi Poppa


dan Daddy R over protective sekali pada Momma. Tapi kadang suka kecolongan juga sih sama Momma yang suka bikin syok terapi jantung mereka yang dekat dengannya itu.


Well, setelah Momma


Lalu....


Little Star, alias Andrea, yang meski ga ngerti benerin mobil, tapi bisa menguasai motor sport CC besar dan jago martial arts. Belum lagi tenaganya cukup besar untuk ukuran gadis tujuh belas tahun. Jago diving, punya insang.


Hehe, kaga deh. Putri duyung kali ah.


Andrea jago dalam menyelam meski tanpa alat bantu selam, Andrea sanggup menahan nafasnya dalam waktu lama dalam air. Nekat dan bernyali macam Momma.


Andrea juga jago Parkour, loncat-loncat didaerah tinggi tanpa alat bantu. Termasuk manjat-manjat.


Dan sekarang ...


Masih satu generasi keturunan dengan Andrea..


Little Devil alias Ann, yang juga punya ke-bar-bar-an sikap macam Momma dan Andrea.


Keras kepalanya macam Momma dan Andrea meski tak sedarah. Namun Ann lebih keras kepala sih nampaknya. Lebih bar-bar juga. Punya rasa penasaran tingkat dewa, Tekak!.


Makin dilarang makin penasaran si Ann. Yah, macam Momma dan Drea. Tapi Ann sedikit berbeda, rada lebih


tambeng dari Momma dan Andrea.


Nah kalo mau kasih larangan pada Ann, kudu jelas jelas alasannya kenapa sampai dilarang. Ann detail, lebih ke kritis.


Kalau nyali Ann, rasanya sedikit banyak sejak kecil sudah beberapa kali terlihat. Saat anak kecil bermain dengan empus, Ann malah guling-gulingan sama biangnya empus. Si Pupuma, Puma peliharaan nya Papa Lucca.


Nekatnya, ya itu barusan. Bermain ski di track untuk para profesional nan mahir, padahal Ann belum pernah sama sekali mencoba bermain ski di dataran curam, apalagi tanpa pendamping.


Jadi, sudah ada tiga sosok perempuan bernyali besar dan punya kadar kenekatan diatas rata-rata dalam Dinasti Keluarga Adjieran Smith.


Entah apa akan ada lagi selain Ann yang menjadi penerus Momma dan Andrea dari para anak-anak perempuan


dalam keluarga mereka. Tapi yang jelas Momma dan Andrea aja kadang-kadang bikin vertigo orang-orang plus sakit jantung mendadak.


Entah bagaimana Ann saat beranjak dewasa nanti.


Yang jelas Papa Lucca sedang memijat keras pelipisnya sembari meringis.


“Haish, I thought that I will have a sweet princess of daughter like in Fairytale, but I get a Little Devil ( Aku berpikir aku akan mempunyai seorang putri yang manis seperti dalam dongeng, tapi yang kupunya malah Iblis Kecil! )”


Papa Lucca menggerutu sembari berjalan untuk menaiki mobil kabel yang bergerak turun bersama salah satu Dad yang lain. Dimana Daddy R, Poppa, Papi John, Papa Bear, Daddy Dewa dan Varen terkekeh geli mendengar gerutuan Papa Lucca yang mengeluh tentang Putri semata wayangnya yang sering membuat ulah.


**


Kembali pada anak setan berparas cantik yang sedang berseluncur


“HEEELL YAAAAA!! .....” Ann berteriak antusias, sesaat gadis remaja itu sudah melesat untuk meluncur dari


ketinggian yang cukup bikin deg-degan.


Dimana Ann meluncur sedikit menukik ditanah bersalju yang awalnya lurus kemudian sedikit berliku dengan


batuan tajam disalah satu sisinya yang dapat Ann hindari dengan mudah.


“Piece of cake! ( Gampil! )”


Senga beut emang si Ann, yang menggumam pongah saat berhasil dengan mulus menghindari satu batu tajam.


Ann masih bergerak cantik, berseluncur diatas permukaan salju yang tebal dan curam.


Meliuk diatas permukaan salju tebal, dengan wajah yang menunjukkan betapa sangat menikmati keseruan baru,


yang cukup membangkitkan adrenalin ini.


Ann dapat menguasai seluncurnya dari atas papan ski yang tertempel dengan sepatu skinya, dengan juga memanfaatkan tongkatnya untuk menghindari bebatuan tajam.


Sudah setengah jalan, dan Ann tak menemui kendala berarti dalam kegiatannya berseluncur dengan kecepatan


yang cukup cepat di daerah tinggi, panjang, dan curam tersebut.


Meski sempat berbenturan dengan sebuah batu yang menggores jaket tebal waterproof nya, namun Ann tidak


sampai bertabrakan atau berhenti berseluncur.


Toh, kecepatan seluncurnya juga tidak begitu memungkinkan untuk berhenti mendadak.


Tinggal setengah jalan lagi, Ann akan sampai di titik pemberhentian track untuk para pemain ski profesional itu.


Ann juga sudah melihat orang-orang yang berada di titik tersebut, hingga kemudian Ann dihadapkan pada sebuah lereng menanjak dan dipastikan setelah melewatinya, sejenak Ann akan berada di udara.


‘Apakah aku harus mengurangi kecepatanku? Atau bagaimana?...’


Ann membatin seraya menimbang-nimbang.


‘Apa aku harus berhenti dulu ... Aaa tungguuu!!!....’


Belum sampai keputusan Ann ambil, papan skinya sudah terlanjur menyentuh titik undakan yang bentuknya seperti ombak yang membeku, dan Ann pun melayang.


“YEEAAHHHH!!!....”


Cukup tinggi, namun Ann malah memekik senang.


Tak lama sih, karena...


‘Oh No....’


Gabruk!

__ADS_1


**


To be continue...


__ADS_2