THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 96


__ADS_3

🌑 A BAD STORY 🌑 Sebuah Kisah yang Buruk


****


Selamat membaca....


“Mira! Help me please .... (Mira! Tolong aku, kumohon) .... Don't let your brother do this to me (Jangan biarkan kakakmu melakukan ini padaku).”


“.......”


“Help me free from Shaheer, Mira.. your brother is sick ..... (Bantu aku bebas dari Shaheer, Mira.. kakakmu itu sakit)....”


“Shut your f*ckin’ mouth\, b*tch! ( Tutup mulut sialanmu\, j*l*ng! ).”


“Argh!.”


“You are so god damned lucky, because my brother change his mind for not killing you and also forbid me to do that also! But I will torture you, because you dare to cheat on him! ( Kau sangat beruntung, karena kakakku merubah pikirannya sehingga tidak jadi membunuhmu dan juga melarangku untuk melakukan itu! Tapi aku akan menyiksamu karena berani mengkhianatinya! ).”


“I never cheat on him, Mira! My relation with him was based on the pressure that you and him gave to me ... ( Aku tidak pernah mengkhianatinya, Mira! Hubunganku dengan kakakmu berdasar atas tekanan yang kalian berikan padaku ).”


“.......”


“Please Mira.. let me go ... I promise, I won’t say anything to anyone (Tolong Mira.... lepaskan aku.. Aku berjanji, aku tidak akan mengatakan apapun pada orang lain). Please.. let me live my life (Tolong.... biarkan aku menjalani hidupku) Stop pressuring and threatening me... (Berhenti menekan dan mengancamku)....”


“.......”


“Mira!. I told you for not touch her! (Mira! Sudah ku bilang jangan menyentuhnya!).”


“She’s hurt you! You should kill her! (Dia sudah melukai perasaanmu! Harusnya kamu membunuhnya!). She’s just a matrealistic bitch! (Dia hanya seorang jlang matre!). And she betrayal you with that rich guy! (Dan dia sudah mengkhianatimu dengan pria kaya itu!).”


“No.... (Tidak) ...”


“She’s just got err ... right, Kyara?. You always love me, don’t you?. He’s the one who pushed you to leave me didn’t he? (Dia hanya khilaf .. benar kan, Kyara?. Kamu selalu mencintai aku, iya kan?. Dia yang sudah memaksa kamu untuk meninggalkanku, benar begitu bukan?).”


“No ....”


“You love me, Right K-Y-A-R-A?! ( Kau mencintaiku, Kan K-Y-A-R-A?! ). RIGHT?! ( IYA KAN?! ).”


“I NEVER LOVED YOU!!! ( AKU TIDAK PERNAH MENCINTAIMU!!! ).”


PLAK!


“I, Love Him! ( Aku, mencintainya! ).”


PLAK!


“Then I will make you become mine! Totally mine, tonight! And I will send him our intimacy pictures and I’m sure that man won’t accept a woman who ’ve been ‘touched’ ..... ( Kalau begitu aku akan membuatmu jadi milikku! Benar – benar menjadi milikku! Dan aku akan mengirimkan gambar – gambar kemesraan kita dan aku yakin kalau pria itu tidak akan mau menerima wanita yang sudah ‘tersentuh’ ) ....”


“NO! DON’T TOUCH ME! NOO!!!!!! ( TIDAK! JANGAN SENTUH AKU!! TIDAAAKKK! ).”


****


“NOO! RENO!!!!.”


“Hey, Hey ... Baby..... ( Hey, Hey.... Sayang ) ....” Reno langsung memegang Ara saat istrinya itu terbangun dengan histeris.


Hosh... Hosh.....


‘Kak Ara ....’ Hati Fania mencelos melihat Ara yang nampak sangat ketakutan hingga wajahnya pucat. Sepertinya mengalami mimpi yang sangat buruk itu.


“Honey!.... ( Sayang! )...”


Ara spontan memeluk Reno yang sudah ada dihadapannya itu, dengan dadanya yang nampak naik turun serta terdengar terisak. Reno mendekap erat Ara sambil membelai kepala dan punggungnya.


“Sshhh ....”


Reno mencoba menenangkan Ara.


“Aku takut, Hon. Kenangan itu muncul lagi....”


“Itu hanya mimpi buruk, Babe... Jangan khawatir, aku ada disini .. Semua sudah dan akan baik – baik saja, hem? ....”

__ADS_1


Sementara Fania berdiri dari duduknya namun tak berusaha mendekati Ara dan Reno saat ini. Reno mengkode Fania lewat sentuhan dilengannya untuk meninggalkan Ara dan Reno berdua saja. Fania paham dan mengangguk. Andrew kemudian membawa Fania keluar dari ruang rawat Ara.


***


“Aku baru ini lihat Kak Ara kayak gitu, D....”


Fania dan Andrew sedang duduk di coffee shop yang berada di area rumah sakit tempat Ara di rawat. Sembari menunggu keluarga dari Indonesia yang katanya sudah sampai di London dan sekarang sedang mengarah ke Rumah Sakit. Andrew membawa Fania dalam dekapannya yang duduk berdampingan dengannya saat ini.


Fania merengkuh pinggang Andrew.


“Ara punya cerita buruk tentang seseorang dimasa lalunya, Heart. Dua orang lebih tepatnya. Wanita yang sudah menusuk Ara dan kakak laki – lakinya yang sakit jiwa sama seperti adik perempuannya itu.”


Andrew membelai lembut kepala Fania.


“Pria itu mencintai Ara sebenarnya, hanya saja caranya salah, membuat cintanya pada Ara menjadi sebuah obsesi gila karena Ara seringkali menolaknya. Hingga pada akhirnya Ara mau menerima cinta pria itu dan menjalin hubungan dengannya.”


Andrew masih bercerita.


“Pria itu seringkali mengancam dengan menyakiti dirinya sendiri didepan Ara. Lalu Ara yang iba dan juga takut karena adik dari pria itu terus – terusan menekan dan mengancamnya, dengan berat hati menerima pria itu sebagai kekasihnya.”


Fania masih khusyuk mendengarkan cerita Andrew.


“Namun neraka Ara dimulai sejak ia menerima pria itu, hidupnya benar – benar dibatasi dan dikontrol oleh pria itu. Ara bahkan kehilangan beasiswanya karena pria itu menghajar teman kuliah yang kebetulan saat itu sedang berkelompok dengan Ara dan sering terlihat bersama Ara. Pihak kampus menyalahkan Ara untuk itu, dan mereka menarik beasiswa Ara.”


Hati Fania mencelos mendengarnya.


“Hingga saat Ara sedang dilanda kesulitan untuk membiayai kuliahnya kala itu, Ara bertemu dengan R. Bukan Ara tidak mampu mengeluarkan biaya untuk kuliah, Ara tidak ingin membuat Mama Anye khawatir dan pria itu juga mengancam akan menyakiti Mama Anye kalau Ara berani bercerita pada siapapun tentang pria itu. Dia bilang dia tahu alamat Ara di Indo, padahal kenyataannya tidak.”


“Terus cowo itu sekarang dimana?.” Tanya Fania.


“Dead! (Mati!).”


Fania langsung menatap serius pada Andrew. “Apa.... Kak Reno ..”


“R menyiksanya hingga mati....” Ucap Andrew santai, namun Fania bergidik. “R benar – benar murka saat itu, karena Ara disekap dan disiksa bahkan hampir diperkosa.” Sambung Andrew. “Beruntung kami datang tepat waktu saat itu. R yang merasa janggal karena Ara tiba – tiba menghilang langsung mencari tahu dan kami langsung menyusulnya saat sudah tahu keberadaan Ara.”


Andrew membetulkan anak rambut Fania sambil menatapnya dengan tersenyum.


“Kasihan Kak Ara, harus menderita karena cowo gila.”


“R, aku, kami semua para pria Adjieran Smith, bahkan Dewa, tidak akan bisa menahan diri, melihat wanita yang kami cintai terancam apalagi sampai tersakiti.” Ucap Andrew. “Itulah kenapa kami menjadi begitu posesif pada kalian. Bukan ingin terlalu membatasi, tapi karena kami takut terjadi hal buruk pada kalian.”


Fania tersenyum sambil membelai pipi Andrew.


“Wanita – wanita kami terlalu mempesona hingga membuat banyak pria menjadi terobsesi bahkan gila. Ara dengan pria bernama Shaheer itu, kamu saat diculik di Thailand juga karena pria gila. Bahkan Prita dengan Tristan.” Ucap Andrew. “Well, kami juga pria gila karena cinta, tapi setidaknya kami beruntung karena wanita yang kami cintai dan membuat kami gila itu memiliki rasa yang sama.”


Fania terkekeh mendengar kalimat terakhir Andrew.


“Sadar diri juga kamu ya, Donald Bebek.” Ucap Fania.


“Toh kamu kan sudah pernah melihat kegilaan aku, saat di kastil dulu.”


“Ah aku ga mau inget – inget itu!.”


“Itu belum seberapa, Heart.”


Fania mencebik sambil melepaskan pelukannya. Andrew terkekeh pelan.


“Udah ah, serem aku kalo inget kamu waktu itu!.”


“Iya, iya....”


“Nah terus tiba – tiba cewe yang muncul nusuk Kak Ara itu adeknya itu cowo yang namanya Shaheer?.” Tanya Fania yang masih penasaran.


“Iya ....” Sahut Andrew.


“kalian waktu menangkap cowo yang namanya Shaheer itu, ga sekalian nangkep itu cewe juga?.”


“Dia sudah keburu kabur.”


“Terus kalian lepasin gitu aja?. Ga kalian kejar?.”

__ADS_1


“Dad menyerahkannya ke Polisi. Dan dia dijatuhi hukuman karena sudah membantu kakaknya dengan segala tuduhan yang telah menyiksa Ara selama kurang lebih dua tahun. Dan kami punya pengacara yang membuat wanita itu mendekam cukup lama dipenjara sampai kami melupakan kalau tahun ini dia bebas.”


“Berarti adik kakak sama – sama sakit jiwa?.” Tanya Fania lagi.


“Sepertinya begitu.” Sahut Andrew.


“Terus waktu cewe itu ditangkep dan dipenjara, apa polisi ga tanya soal kakaknya?.”


“Tanya.”


“Terus kata kamu, Kak Reno nyiksa dia sampai.... yah itulah.”


“We’re Adjieran Smith Family, if you forget my Dear Mrs. Andrew Smith ( Kita Keluarga Adjieran Smith, kalau kamu lupa istriku, Nyonya Andrew Smith ).”


“Terus?.”


“Apanya?.”


“Ya Kak Reno kan membuat seseorang kehilangan nyawa, D ..... meskipun itu orang jahat. Apa Kak Reno sempat dihukum?.”


Andrew terkekeh. “Of course not! ( Tentu saja tidak! ).” Ucapnya. “Money, Power ... ( Uang, Kekuasaan ) ..... dan tentu saja otak yang pintar, bisa membuatmu melakukan segalanya Heart. Lagipula, dalam kasus Ara, R bisa dikatakan ga terlalu bersalah, dia hanya membela wanitanya.”


Andrew menyesap minumannya.


“Sudahlah, toh semua sudah berlalu dan sudah selesai juga. Wanita gila itu tidak akan lagi mengganggu Ara.” Ucap Andrew santai.


“Apa ....”


Fania menggantungkan pertanyaannya.


“R membiarkannya hidup.”


Fania manggut – manggut merasa lega. “Apa dia dipenjara lagi?.”


“Iya.”


“Bagus deh.”


“Dia ada dipenjara kita. Penjara pribadi kita.” Ucap Andrew dengan santainya.


“Penjara .. Pribadi .. Kita..? ....”


Andrew mengangguk santai.


“Kastil tempat aku pernah mengajak kamu kesana dulu.”


‘Oh Tuhan ....’ Fania membatin.


“Ingat kan?.” Tanya Andrew dan Fania mengangguk pelan.


‘Inget, tapi gue mau lupain, se - lupa – lupanya.’ Fania membatin lagi. ‘Inget itu kastil, gue inget si Cindy dan keadaannya waktu itu. Belum lagi teriakannya, alat – alat mengerikan yang ada didekatnya.’ Fania bergidik. “Apa ... Kak Reno... berencana menyiksanya disana? ...."


“Tidak ... dia akan dilayani dengan baik disana. Akan ada pelayan yang mengurus wanita cacat itu.” Ucap Andrew.


“Cacat?.”


Andrew mengangguk.


“R sudah menyuruh orang memotong tangannya. Jadi tidak akan ada kemungkinan dia akan menyakiti Ara lagi ataupun bisa lari dari tempat R menahannya sekarang.” Andrew berkata dengan santainya.


GLUK!


Fania menelan kasar salivanya.


“Tapi seandainya itu kamu yang ada diposisi Ara, aku juga akan memotong kakinya sekalian. Dengan tangan aku sendiri. Berani - berani menusuk istri aku, cih jangan harap bisa hidup tenang.”


UGLUK lagi dah si Kajol.


'Eldron bahkan gue taruh ditempat dimana sinar matahari pun ga bisa masuk. Jangankan penjaga, setetes airpun ga gue berikan.' Batin Andrew mengingat orang yang pernah menabrak Fania dengan sangat parah dan dua pengawal pribadi mereka. 'Mungkin dia sudah mati sekarang.'


**

__ADS_1


To be continue .......


__ADS_2