
Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye
⭕⭕⭕⭕⭕
Selamat membaca ....
⭕⭕⭕⭕⭕
Sekolah Avaro dan Alisha ...
Criiiiingggg!!!....
Bel tanda bahwa proses belajar mengajar di hari ini sudah berbunyi. Suara riuh langsung saja terdengar dari setiap kelas. Begitu juga di kelas Varo, dimana guru mapel terakhir sudah undur diri, dan para murid di kelas Varo termasuk Varo sendiri mulai merapihkan peralatan sekolah mereka yang tercecer di atas meja.
“RO!”
Suara seruan dari salah seorang siswa di kelas Varo membuat Varo spontan menoleh padanya.
“Oy!”
Varo sekaligus menyahut pada teman sekelas yang memanggilnya itu.
“Jadi?! ....”
“Of course lah! ( Ya iya lah! )”
“RO!”
Suara seruan lain terdengar dari luar kelas Aro, dimana ada beberapa murid lain yang sedang berdiri disana.
“Jadi ga?!”
“Harus!”
“SIIIIPP!!!”
Sahutan dari para murid yang cengengesan pada Aro pun terdengar antusias.
Hingga Aro selesai merapihkan semua buku dan peralatannya masuk ke dalam ransel miliknya, Aro melirik ke satu arah yang orangnya nampak masih sibuk merapihkan peralatan sekolahnya, sembari mengobrol dengan beberapa siswi lainnya.
Ada senyuman yang tersungging di bibir Aro. Ah, seringai lebih tepatnya. Seringai licik, pada seseorang yang tak menyadari ada tatapan licik dari mata Aro ke arahnya.
Kemudian Aro bergegas keluar dari kelasnya dengan seringai licik di wajahnya, bersama dengan seorang temannya yang tadi bertanya padanya.
***
Beberapa waktu kemudian ....
Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia...
“Mamiiii!!!!..” Suara panggilan panjang terdengar dari pintu utama kediaman utama The Adjieran Smith yang berada di Jakarta. Berikut dengan sosok gadis berseragam putih abu yang masuk dengan tergesa, sembari menggandeng tangan seorang gadis yang berpakaian sama dengannya. Gadis yang berteriak itu nampak begitu tergesa masuk ke dalam kediaman sembari berseru panjang memanggil sang mami.
“Dateng-dateng bukannya ucapin salam! Malah teriak-teriak!” Itu Nathan.
“Eh, kok Kak Tan-Tan dan bakil? ....”
“Bakul!”
“Wa elah!”
“Lagian kalo ngomong seneng banget dibolak-balik!”
“Ehehe..” Si gadis yang tadi berseru itu cengengesan.
“Eh ngomong-ngomong ini siapa, Isha? Temen kamu?”
“Eh iya!”
Si gadis berseragam abu-abu yang adalah Isha itu menggumam seraya menoleh pada gadis yang ia gandeng.
Gadis yang Isha geret lebih tepatnya.
“Aro mana? Kok tumben baru pada pulang? Ada ekskul?”
“Tuh dibelakang! Cowo berilmu tapi ga ada akhlak!”
“Kenapa lagi?!”
“Mami mana Mami?”
Isha tak menjawab pertanyaan Nathan. Melainkan balik bertanya.
Nathan yang baru turun dari lantai atas dan nampaknya baru mandi itu menunjuk ke arah halaman belakang.
“Aro sini ga! Biar Mami tau nih kelakuan anak cowonya yang tak berakhlakul karimah!”
Suara seruan si Isha yang menengok sebentar ke arah Aro yang tak lama kelihatan memasuki kediaman membuat Nathan menoleh kearah Aro yang sedang berjalan santai itu
“Kenapa lagi kalian berdua?!” Tanya Nathan pada Aro, sementara Isha pun langsung bergegas berjalan menuju halaman belakang. “Terus itu cewe yang sama Isha siapa? Kok kusut banget gitu?”
__ADS_1
Namun Varo hanya mengendikkan bahunya saja sembari berjalan santai. Membuat Nathan berdecak sebal karenanya.
“Aro sini!” Seruan Isha terdengar lagi.
“Iya ba-wel!” Balas Aro.
Nathan yang penasaran mengekori dua adiknya yang sering bikin rusuh itu ke arah halaman belakang kediaman.
**
“Mamiiii!!!!..”
Sementara itu di teras halaman belakang, Mami Prita berikut Papi John dan Via yang juga ada di teras belakang, karena Gadis sedang disandera oleh Mama Jihan, Mom Ichel dan Nenek Yuna yang sedang bermain juga bersama Putra di ruangan bermain anak.
Daddy Jeff dan Daddy Dewa yang hari ini sedang malas beraktifitas di luar rumah, juga ada bersama mereka yang sedang duduk – duduk santai di teras halaman belakang kediaman itu.
Hingga kemudian sosok pemilik yang tadi berseru kencang dari ujung pintu utama pun nampak dihadapan mereka dengan seorang gadis yang belum pernah mereka yang sedang duduk-duduk santai di teras halaman belakang itu lihat sebelumnya.
“Dateng tuh ngucapin salam!”
Itu Mami Prita yang mendelik pada Isha yang kemudian langsung nyengir lebar.
“Assalamu’alaikum Eperibodih!”
“Wa’alaikumsalam! ....”
“Ada apa sih Ishaa??..”
Papi John yang hendak menyeruput kopinya itu pun bertanya pada putrinya itu.
“Eh, itu temen kamu, Sha? ..” Tanya Mami Prita.
“Nih Papi, Mami, semua denger ya, ini Daisey, anak baru di sekolah, temen sekelasnya Aro. Dan, dia, sudah dinodai oleh Aro dan teman –temannya!”
DHUAAAR!! ...
Bagai ada petir di siang bolong yang menyambar mereka yang sedang duduk – duduk santai di teras belakang Kediaman Utama itu.
Blurfff!!..
Disaat dimana Papi, dan Dua Daddy menyemburkan kopi yang mereka minum akibat ucapan Isha barusan.
“Uhuk! Uhuk!”
Papi John sampai menepuk – nepuk dada kirinya yang dirasa tiba - tiba sesak itu.
***
“Aaaww!!!..”
Suara teriakan terdengar dari dalam sebuah kamar dalam sebuah Mansion mewah nan megah.
“Ann!”
Itu Rery yang segera berlari setelah mendengar teriakan mengaduh kesakitan dari kamar yang berada disebelah kamar Rery, saat dia keluar dari kamarnya.
Dimana Ann sedang meringkuk diatas ranjangnya dengan memeluk perutnya sendiri dan menggigit bibir bawahnya, berikut wajah Ann yang nampak pucat.
“Kamu kenapa Ann??!!..” Tanya Rery dengan wajah cemas.
“Sa – kiit Re – ry ..”
“Perut kamu sakit?..”
Ann mengangguk lemah.
“Jatuh atau terhantam sesuatu?!”
Ann menggeleng lesu. “I’ve got my period ( Aku sedang datang bulan )”
“Wajah kamu pucat sekali Ann..” Rery duduk bersimpuh di atas kedua lututnya sembari merapihkan rambut Ann yang berantakan.
“Sa – kiit sekali Re – ry ..” Ann meringis dan Rery pun panik.
“Kok sampai kesakitan seperti ini Ann? Bulan kemarin sepertinya kamu ga kesakitan seperti ini?”
“Sa - kiit juga biasanya, tapi kali ini lebih sa - kit.. Aaww!! ..” Ann mengaduh lagi dan membalikkan badannya. Rery bertambah panik karena Ann nampak sudah mengeluarkan airmata, sembari meremat kencang perutnya sendiri.
”Kita ke Rumah Sakit ya?!” Rery mendudukkan dirinya di atas ranjang Ann dan mengusap dahi Ann. “Sampai keringat dingin begini Ann..” Ucap Rery sembari menyeka dahi dan airmata Ann.
“A – ku ga kuat bangun Rery.. sa – kiit..” Lirih Ann sembari meringis. Rery sampai mengusap wajahnya akibat frustasi melihat keadaan Ann saat ini.
“Tunggu sebentar!” Rery bergegas bangkit dari ranjang Ann, lalu Rery menyambar ponsel Ann yang berada di atas nakas samping ranjang Ann.
“Sa – kiit...”
“Halo, Mam?...”
Rery kemudian berbicara panjang lebar di ponsel setelah terhubung dengan nomor yang ia hubungi.
__ADS_1
***
“Mama Fabi bilang, ada obat untuk sakit kamu ini Ann?” Ucap Rery seraya bertanya setelah ia selesai melakukan panggilan telepon itu.
Kebetulan Mama Fabi dan Papa Lucca sedang berada di Italia dan baru pergi pagi tadi. Sementara para orang tua yang lain sedang berada di luar Mansion.
Ann mengangguk lesu atas pertanyaan Rery barusan. “Aku sudah minum, tapi sakitnya tidak hilang...”
“Sebentar ..”
Rery kembali bergerak cepat, kini menuju pintu kamar Ann.
“VAL!”
Rery berseru dengan kencangnya.
“VAL!”
“Ada apa Rery?!”
Suara Rery yang sangat kencang itu membuat si pemilik nama yang memang kamarnya berada di samping kamar Ann langsung saja melesat keluar dari kamarnya. Valera sedang berada di Mansion saat ini bersama Rery dan Ann karena memang selalunya tiga anak itu tinggal di Mansion Utama yang berada di London.
Selain itu Daddy R dan Mommy Ara juga sedang berada di luar negeri seperti Papa Lucca dan Mama Fabi.
“Val!, Ann! ...”
“Ann kenapa?!” Seru Val seraya bertanya pada Rery yang nampak sangat cemas itu.
“She’s suffering a lot Val .. ( Dia sangat kesakitan Val.... )”
*****
Kembali ke Jakarta dulu yawgh ...
“Eh, itu temen kamu, Sha? ..” Tanya Mami Prita.
“Nih Papi, Mami, semua denger ya, ini Daisey, anak baru di sekolah, temen sekelasnya Aro. Dan, dia, sudah dinodai oleh Aro dan teman –temannya!”
Blurfff!!..
Disaat dimana Papi, dan Dua Daddy menyemburkan kopi yang mereka minum akibat ucapan Isha barusan.
“Uhuk! Uhuk!”
Papi John sampai menepuk – nepuk dada kirinya.
“Apa katamu, Isha???!!!!”
Papi John kemudian berdiri dengan cepat dengan matanya yang membulat.
Sungguh Papi John rasa terkena serangan jantung mendadak mendengar ucapan Isha, begitu juga Mami Prita.
“Ap – apa???..”
Mami Prita lemas seketika.
Begitu juga Via, Daddy Jeff dan Daddy Dewa yang spontan berdiri dari duduknya memandangi juga Isha, Varo dan satu teman perempuan yang datang bersama kedua remaja itu.
Sementara Nathan langsung saja mengambil posisi di dekat empat orang tua dan Via yang sudah berdiri dengan raut horor di wajah mereka, dan raut wajah Nathan pun sama horornya dengan ke lima orang tersebut.
“Kamu jangan sembarangan bicara Isha!!!”
Mata Papi John menyalang tajam.
“Siapa yang sembarangan sih Pi?! ...”
Isha menyahut.
“Papi lihat ga nih?!”
Isha menarik Daisey yang nampak kikuk dan memposisikan si anak baru di kelas Aro itu sedikit berada di depannya.
“Memang Papi ga bisa lihat nih keadaan Daisey? Mami, Papa Bear, Daddy Boo – Boo, Kak Tan – Tan, Kak Via?....” Cerocos Isha. “Berantakan begini si Daisey, coba?!”
Semua mata dari mereka yang tadi sedang bersantai ria itu pun spontan langsung memperhatikan Daisey yang memang nampak kacau balau itu.
“Ini nih, akibat perbuatan itu anak Papi sama Mami dan teman – temannya yang ga punya akhlak itu, yang udah menodai Daisey!” Cerocos Isha.
“AROOOO!!! ....”
Papi John dan Mami Prita spontan langsung sama – sama memekik horor.
*****
🍹 BONUS CHAPTER 5 🍹
Ditunggu Bon - chap yang ke 6 ye
Jangan lupa tinggalkan jejak
__ADS_1
Tararenkyu
Noted: Untuk kalian yang tergabung di Grup Chat, disimak inpoh yang ada disana yeh. Tararenkyu Once again.