
RESCUE EFFORT
Usaha Penyelamatan
Selamat membaca ...
************************
Di sebuah Rumah Sakit Swasta
“Kenapa Marsha, ada apa?”
Itu Daddy Jeff yang bertugas menyisir Hotel terduga kuat memiliki praktek prostitusi ilegal dengan melakukan penekanan dan pengancaman pada gadis – gadis yang dipekerjakan sebagai pekerja s**k komersial disana. Urusan Hotel yang dia sambangi beserta orang – orangnya juga dua temannya Rico dan Sean, Daddy Jeff serahkan pada mereka.
Dan kini Daddy Jeff sedang berada di Rumah Sakit setelah tadi mengantarkan Mama Jihan ke Kediaman juga
sempat menerima Momma yang tak sadarkan diri akibat terpaksa dibius Poppa.
Setelah sebelumnya ia pergi ke Hotel untuk menyelamatkan dua orang gadis yang mereka utamakan.
Daddy Jeff membawa dua orang gadis yang ia ketahui identitasnya ke Rumah Sakit tempat dimana Marsha dan
Rendy praktek yang memang sudah menunggu kedatangannya.
Marsha dibantu rekan seprofesinya langsung menangani dua gadis tersebut yang nampak lemah saat dibawa oleh Daddy Jeff dan beberapa orangnya.
“Lala. Anak panti aku Uncle. Dia ga selamat” Ucap Marsha sembari menghapus air matanya dan terisak.
“Aku turut berduka, Marsha”
Daddy Jeff mencoba memberi dukungan dengan mengusap – usap lengan Marsha.
“Iya Uncle, makasih”
“Apa penyebabnya?. Apa karena luka di sekujur tubuhnya?”
Marsha menggeleng. “Bukan Uncle. Tapi karena dosis obat – obatan terlarang yang ada ditubuhnya sangat besar, dan tubuhnya ga kuat lagi ..”
“Ya Tuhan..”
“Ditambah lagi hasil uji lab, menemukan kalau ada obat yang tak ladzim yang juga disuntikkan dalam tubuh Lala, sama seperti pada gadis yang satunya”
Daddy Jeff menatap dengan keingin tahuan pada Marsha.
“Apa itu?”
“Ini Uncle, hasil uji lab yang ditemukan dalam jasad Lala dan tubuh gadis yang satunya”
Marsha menyodorkan map putih yang sedari tadi sudah ia pegang pada Daddy Jeff yang langsung Daddy Jeff buka
untuk dibaca.
Mata Daddy Jeff membola saat membaca hasil uji lab yang barusan diberikan oleh Marsha. “Benar – benar biadab!” Umpat Daddy Jeff.
“Mereka harus di hukum Uncle” Ucap Marsha sembari sedikit terisak, namun wajahnya nampak begitu sedih.
“Pasti! Aku akan pastikan itu”
Daddy Jeff menepuk pelan pundak Marsha.
“Lalu, apa Emali benar terlibat?” Tanya Marsha.
“Ya. Tidak hanya dia. Tapi dua orang dalam panti milik kamu juga terlibat”
“Ya Tuhan .. tega sekali mereka. Emali terutama. Aku begitu mempercayainya selama ini untuk mengurus anak – anak. Dulu dia tidak seperti ini padahal”
“Uang Marsha. Mereka yang tamak akan tergiur akan itu. Yang dia dapatkan dengan menjadi kaki tangan Dilara berpuluh kali lipat dengan mengorbankan beberapa gadis di panti dan entah darimana lagi, dari apa yang dia dapat atas penghasilan yang kamu berikan”
“Apa dia sudah ditangkap? Dan dua orang lagi itu siapa?”
“Orang yang kamu tugaskan di klinik” Jawab Daddy Jeff. “Satu dari mereka sudah beberapa kali melakukan
pelecehan juga pada beberapa anak – anak yang kamu urus di panti” Sambung Daddy Jeff yang merasa tak tega mengatakan hal yang dia dan para saudaranya temukan dari hasil investigasi orang – orang mereka.
Marsha spontan menutup mulutnya. Dan air matanya jatuh lagi. Sesak rasanya dada Marsha mendengar apa yang Daddy Jeff katakan soal apa yang terjadi pada panti yang ia dirikan untuk membantu dan merangkul mereka yang bermasalah, namun didalam panti tersebut juga mereka malah mendapatkan ketidak beruntungan yang lain.
"Maaf kalau aku harus mengatakan itu, namun itulah kenyataannya dan aku merasa kamu perlu tahu, Marsha"
"Oh Uncle ... apa yang sudah aku perbuat??? aku bodoh sudah mempercayai mereka selama ini!..."
“Sudahlah. Jangan berpikir kalau ini kesalahan kamu. Memang mereka yang bejat dan biadab” Ucap Daddy Jeff.
“Kami pastikan mereka mendapat ganjarannya”
Marsha mengangguk.
“Lalu anak – anak panti yang sebelumnya pergi tanpa kabar, apa juga ditemukan ditempat yang sama dengan Lala
ditemukan?”
“Ada banyak gadis yang kami temukan disana. Aku tidak tahu yang mana yang berasal dari panti milik kamu. Tunggu saja kabar, gadis – gadis yang ditemukan disana selain dua gadis disini masih dicek keadaan dan kesaksian mereka”
“Iya Uncle, makasih sekali lagi” Ucap Marsha dan Daddy Jeff mengangguk.
“Baiklah Marsha, aku pergi dulu” Ucap Daddy Jeff berpamitan pada Marsha karena ponselnya berdering dan nampak kalau Poppa yang sedang menghubunginya di layar ponsel.
Daddy Jeff sudah tahu kalau Poppa pasti akan progress atas tugasnya, dan bisa jadi ia juga disuruh menyusul ke tempat dimana Poppa berada saat ini.
“Ini aku bawa ya?”
Daddy Jeff mengangkat map berisikan hasil lab yang tadi Marsha berikan padanya.
“Iya Uncle” Sahut Marsha dan Daddy Jeff kemudian bergegas menjauh dari Marsha untuk menerima panggilan dari
Poppa dan menerima instruksi selanjutnya.
***
__ADS_1
Di dalam mobil yang
ditumpangi Papi John dan Daddy Dewa
“Di! Ada berapa orang kita
yang sudah ada di tempat?”
Papi John bertanya pada
salah satu anak buah yang ada bersamanya di dalam mobil.
“Total dengan kita dan
termasuk Tuan Alva berikut yang bersamanya sekitar dua puluh orang Tuan”
Adi, salah satu anak buah
para Pangeran Adjieran Smith menjawab dengan sigap pertanyaan Papi John
barusan.
“Ada berapa orang memang
mereka?”
“Yang menjaga entrance
kurang lebih sepuluh orang, sisanya yang di dalam kami tidak tahu pasti. Tapi ada
dua buah medium yacht dan dua speed boat. Sepertinya mereka hendak pergi dari
sana”
“Okay!”
“Abang dan Nathan sudah sampai?”
“Belum Tuan, hampir. Tapi
mereka tidak jauh dibelakang kita”
“Okay!”
***
Tidak lama mobil yang ditumpangi Papi John dan Daddy Dewa bersama dua orangnya sudah memasuki suatu
tempat yang tersembunyi.
Dan nampak setelah mobil yang ditumpangi Papi John dan Daddy Dewa sudah agak masuk, mobil dari orang – orang mereka yang lain pun tampak terparkir juga disana.
Memang sengaja mobil – mobil tersebut diparkirkan ditempat yang sedikit tersembunyi, meski mereka harus
sedikit berjalan ke tempat yang mereka tuju agar mereka bisa memprediksikan semuanya dan tidak menimbulkan kecurigaan.
“Ini sepertinya lahan milik mereka juga ya?”
“Pantas, mereka bisa leluasa melakukan segala hal itu”
“Dana untuk ini semua tidak seberapa dengan apa yang tiga orang itu dapat dari kerjasama mereka dengan
Anoushka. Belum lagi dari bisnis gelap mereka yang lain”
“Ya lo benar”
“Tuan! Ini PE untuk anda berdua. Tuan Alva sudah menghubungkan saluran ini pada kita”
Adi memberikan alat komunikasi portable pribadi pada dua Tuannya itu yang langsung mengambil dan menempelkannya disalah satu telinga mereka.
“Sudah tersambung Tuan”
Papi John dan Daddy Dewa mengangguk sembari membuka pintu mobil setelah mobil yang mereka berdua
tumpangi berhenti.
“Check!” Papi John mengecek sambungan alat komunikasi canggih mereka.
Ada dua macam alat komunikasi. Yang terhubung dengan Papi John adalah intern untuk para Tuan.
Sementara perangkat komunikasi yang satu lagi, adalah penghubung untuk para anak buah mereka.
“Ya Pi!. Ada tanda keberadaan Drea?” Suara Varen kemudian terdengar.
“Sebentar Papi tanya Adi” Sahut Papi John. “Ada tanda keberadaan Andrea disana, Di?”
“Tidak Tuan, hanya Nona Kevia yang dibawa ke dalam salah satu yacht yang sudah didatangi Dilara terlebih dahulu”
Adi menjawab dengan cepat. Lalu Papi John kembali berbicara pada Varen dan menyampaikan apa yang barusan Adi sampaikan.
“Kau sudah dimana?”
“Hanya tinggal satu belokan lagi kami sampai Pi!”
“Okay! Bertemu di titik utama”
“Okay!”
“Tuan! satu yacht yang berada Nona Kevia di dalamnya sudah bergerak!”
Adi berbicara lagi setelah mendapat informasi disaluran yang terhubung pada alat komunikasinya.
“Ah sial!”
“Kenapa Dad?!”
“Buat pengalihan agar bisa segera masuk!”
__ADS_1
Varen terdengar gusar setelah mendengar Daddy Dewa mengumpat disaluran komunikasi mereka.
“Yacht yang membawa Via bergerak!”
“*S*T!!!!!”
Terdengar dua umpatan dari Varen dan Nathan.
***
Di dalam mobil yang ditumpangi Varen bersama Nathan, Rendy dan Ammar
“Kenapa Dad?!”
“Yacht yang membawa Via bergerak!”
“*S*T!!!!!”
Varen dan Nathan serta merta spontan mengumpat setelah mendengar apa yang barusan Papi John beritahukan.
“LANGSUNG MASUK SAJA MAR!!!!!” “
“Baik Tuan!”
Ammar tidak membelokkan mobil yang ia kendarai ke titik temu melainkan langsung menuju pintu masuk sebuah Marina yang sangat pribadi.
***
Kini mobil yang dikemudikan Ammar sudah hampir sampai di entrance Marina pribadi tersebut.
“Kita terobos Tuan?!”
“TEROBOS SAJA!!!”
Jawab Varen dengan kencang sembari mengokang senjata apinya dengan gerakan cepat.
“YAKIN LO VA?! MEREKA MENODONGKAN SENJATA ITU!”
“MOBIL INI ANTI PELURU!”
“SENJATA UNTUK GUE MANA?!”
“ADA DI BAWAH JOK LO!”
“Hish! Bukan bilang dari tadi!!!”
“Pegangan Tuan – Tuan!”
Ammar menginjak dalam pedal gasnya karena terlihat kilatan merah keluar dari ujung senapan yang ditodongkan
pada mereka karena mobil yang dikemudikan Ammar tidak mengindahkan larangan saat seseorang berhenti di tengah pintu masuk sambil menyilangkan tangannya.
Dan mobil yang hendak mereka tahan itu nampak tidak akan berhenti, lalu tiga orang yang berada di depan gerbang tersebut langsung mengarahkan senapan mereka karena mobil hitam tersebut tidak berhenti dan nampak akan memaksa masuk.
“Ya Tuhaaannnn! ....”
Rendy auto panik sembari memegang kuat pegangan diatas kepalanya, termasuk juga ia menunduk padahal Varen sudah mengatakan kalau mobil yang mereka tumpangi itu anti peluru.
“LO STAY DI MOBIL SETELAH KAMI KELUAR. PINDAH KE KEMUDI DAN AUTO LOCK! PERGI KALAU KEADAAN KURANG BAGUS! JANGAN SAMPAI LO MATI KONYOL DISINI ATAU GUE HARUS MENAMBAH BEBAN DENGAN MENYELAMATKAN LO ANDAI MEREKA SAMPAI JUGA MENYANDERA LO!”
Varen berbicara dengan keras dan sangat cepat pada Rendy.
“O-oke!!! ...”
“BUKA KUNCI MAR!”
“Baik Tuan!”
“Berikan aku posisi yang bagus!”
Ammar sudah melepas kunci otomatis dan Varen merubah posisinya.
Kini Varen sudah membelakangi Rendy yang duduk di kursi penumpang depan dengan satu tangan Varen sudah siaga di pegangan pintu sebelah kanannya, dan tangan kirinya sudah menggenggam kuat pistol miliknya.
“SEKARANG MAR!”
Ammar langsung membanting setirnya lalu posisi mobil menjadi miring dan Varen sudah membuka sedikit pintu mobil disampingnya.
DORR! DORR! DORR!
***
SPOILER
“TUAN ADA SESEORANG DALAM AIR MENUJU KESINI!”
“CEPAT PERIKSA!”
“ITU NONA KEVIA!!!”
***
“TUAN SEPERTINYA ADA SATU ORANG LAGI DALAM AIR! LIHAT!”
“TAPI SEPERTINYA ORANG ITU SUDAH TIDAK BERNYAWA TUAN!”
“CEPAT PERIKSA TUNGGU APALAGI! AMBIL SPEED BOAT YANG ADA!”
***
To be continue ..........
Sabar ye, emak ambil speed boat dulu. 😃😃😃
Sambil nunggu, jempol goyangin dulu mendingan.
Maap juga kalo sekarang – sekarang nih suka jarang bales komen iyeeeee
__ADS_1
Harap maklum, emak terlula pokyus nulis adegan.
Loph Loph