THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 142


__ADS_3

đŸ”„Â  R E V E N G E Â Â đŸ”„  Pembalasan


Selamat membaca ..


**********************


“ANDREW GET OFF THE WAY! ( ANDREW MINGGIR! ).” Reno berteriak kencang dialat komunikasinya.


“This Is Not Good! ( Ini ga bagus! ).”


BUUM!


Mobil Andrew dihantam sebuah Jeep Wrangler JK yang kokoh dari arah belakangnya.


“D !!...”


“KAK ANDREW!!...”


Mobil Andrew yang dihantam dengan sangat keras dari arah belakangnya itu langsung terdorong hingga Andrew menemui sedikit kesulitan dalam menguasai mobilnya. Namun tangannya tetap sigap pada kemudi dan perseneling, serta kakinya sigap pada pedal gas dibawahnya. Ia bisa melepaskan diri dari Jeep yang memepetnya dibelakang, namun beberapa peluru juga menghampiri dan mengenai mobilnya.


Andrew melirik mobil Joven yang nampak seperti hilang kendali karena sudah bergerak zig zag dan nampak oleng.


Andrew tak menyia nyiakan kesempatan. Ia membanting setirnya ke kiri, menabrakkan dengan sangat kuat mobil yang ia kendarai dengan sengaja ke mobil Joven yang sudah oleng itu. Setelah ia melihat sekilas kalau Lucca sudah loncat dari mobil tersebut. Dan pastilah mobil Joven yang oleng itu karena sang supir sudah ditembak belakang kepalanya oleh Lucca, sebelum pria Italia di loncat keluar dari mobil Joven.


Mobil Joven yang memang sudah sangat oleng pada akhirnya menjadi miring lalu ambruk setelah ditabrak dengan sengaja oleh Andrew.


Baku tembak dibelakang Andrew nampaknya juga masih terjadi karena anak buah Joven sepertinya terus berdatangan seperti tiada habisnya.


Namun orang – orang Lucca juga sudah banyak yang menyusul.


Andrew yang melihat mobil Joven yang akhirnya ambruk dan terseret itu, keluar dari mobil setelah menginjak rem mobilnya dengan kasar.


Andrew buru – buru keluar dari mobilnya untuk menghampiri Joven. Wajah Andrew jangan ditanya bagaimana rupanya saat ini. Wajah tampan nan macho itu tetap ada, namun rahangnya sudah begitu mengetat, berikut pandangannya yang yang begitu tajam.


Jika bagi Fania Andrew adalah malaikat cinta yang sayapnya transparan, namun saat ini sayap transparan itu nampak menghitam.


Andrew terlihat sangat murka pada pria yang bernama Joven ini. Yang sudah memulai mengusik ketenangan dan


ketentraman keluarganya sejak jaman kakek buyutnya itu dan darah keserakahan serta kejahatan begitu mengalir ketat ditubuh para Zepeto.


Andrew tak membawa senjatanya. Ia ingin menghabisi Joven dengan tangannya sendiri.


BLARRR! ...


Suara ledakan terdengar berikut kumpulan api dan asap di dekat Andrew.


“ANDREW!.”


Suara Vla dan yang lainnya terdengar menyerukan nama Andrew.


Fania dan Michelle juga ikut berteriak memanggil Andrew, namun mereka sudah diamankan oleh beberapa orangnya Lucca agar tidak terluka, meski kedua wanita itu masih berada didalam mobil yang sedari awal mereka gunakan.


**


BLARRR! ...


Tubuh Andrew terhuyung keras


saat sebuah ledakan terjadi tak seberapa jauh darinya. Meski begitu ia tak


sampai terpelanting terkena efek ledakan.


Namun aspal jalan dipastikan


hancur didekatnya. “Need more than just granat to destroy me ( Butuh lebih dari


sekedar granat untuk menghancurkanku ).”


DARR...  DARR...


Suara tembakan beruntun


menghadang sebuah mobil Jeep berukuran besar yang tadi menembakkan granat ke


arah Andrew.


Dan mobil Jeep tersebut


langsung terbalik saat terkenan rentetan tembakan dari pihak Lucca.


Andrew kembali akan


menghampiri Joven. Namun sayang pria itu sudah tak lagi berada didalam


mobilnya.


“HE’S RUNNING AWAY! ( DIA


KABUR! ).”


Reno berteriak kencang dari

__ADS_1


dalam mobilnya yang sudah melaju ke dekat Andrew yang barusan memeriksa mobil


Joven sambil menunjuk ke dua mobil yang sudah melesat dengan cepat didepan


mereka. Andrew berlari kearah mobilnya, sementara Reno sudah melaju lebih dulu.


Jeff ada dimobil yang sama dengan Reno dengan M4 Carbine yang sudah siap


ditangannya.


Andrew tak lama juga sudah


melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh untuk mengejar Joven.


**


DARR...  DARR...


Rentetan tembakan datang dari mobil paling belakang dengan seseorang yang badannya sudah berada setengah


diatas kap mobil dengan senjata otomatis yang mengeluarkan peluru tajam.


DARR...  DARR...


“JOVEN IN THE FIRST CAR! ( JOVEN ADA DI MOBIL YANG PERTAMA! ).”


“GOT THAT! ( OKE! ).” Sahut Andrew pada Reno melalui alat telekomunikasi.


“YOU GO ON, WE’RE HANDLE THIS ONE! ( LO MAJU, KAMI TANGANI YANG SATU INI! ).” Seru Reno lagi. Sementara Jeff sudah sibuk menembaki mobil yang juga sedang menembaki mereka itu.


DARR...  DARR...


Jeff masih menembaki mobil kedua yang bersenjatakan itu, Reno ikut membantu dengan satu tangannya yang juga sudah memegang sejata. Andrew sudah lagi menggaspol mobilnya.


“Ndrew! Be careful! ( Ndrew! Hati – hati ).” Ucap Reno pada saudara laki – lakinya itu.


“As always ( Selalu ).”


“Says our greeting to him ( Sampaikan salam dari kami untuknya ).”


“I will ( Pasti ). He’ll die screaming our name.... ( Dia akan mati dengan meneriakkan nama kita )....”


**


“Run for your life a*sh*l*! ( Larilah demi keselamatanmu b*j*ng*n! ).” Gumam Andrew dibelakang setirnya dan sedang melaju kencang ke arah mobil yang ditumpangi Joven setelah ia diselamatkan oleh anak buahnya dari mobilnya yang pertama.


VROOOOMM...


Joven juga nampak ikut menembakinya dari dalam mobil tersebut.


BANG! BANG! BANG!


CIIIITTTT!!!...


Andrew menginjak rem secara tiba tiba sekaligus membanting setir, sambil tangannya menarik perseneling juga kakinya bermain cepat dan berpindah di pedal. Mobilnya pun mengepot hingga posisinya menjadi menghadang mobil yang ditumpangi Joven bersama beberapa anak buahnya tersebut.


BRRRUUUAAKKKK!!!! ..


Tabrakan kencang tak bisa dihindari karena mobil yang ditumpangi Joven itu melaju dengan kecepatan tinggi. Bagian depan mobil Joven menghantam dengan kerasnya hingga mobil tersebut terangkat bagian bawahnya lalu terbalik melewati mobil Andrew dan jatuh menghantam keatas aspal dengan kerasnya. Andrew menahan mobilnya dengan menekan pedal rem dalam – dalam agar mobilnya tidak ikut terjungkal.


Bagian kanan mobil Andrew lumayan ringsek berikut dan kacanya nampak retak efek ledakan sebelumnya, namun


tak sampai pecah karena ketebalannya yang didesain anti peluru itu.


Mobil Joven yang terbalik itu sudah berasap, dan orang – orang didalamnya itu pun keluar ada sekitar empat orang, yang kemudian sudah siap menembak Andrew.


BANG! BANG! BANG!


Namun tangan mereka kalah cepat dengan Andrew yang memang sudah memegang senjata saat keluar dari mobilnya untuk menghampiri Joven. Tiga orang anak buah Joven pun ambruk seketika. Kini hanya tersisa Joven seorang yang sudah berdiri berhadapan dengan Andrew.


“Tough guy, huh! .. even could survive from missile ( Pria tangguh, heh! .. bahkan bisa selamat dari misil ).”


Joven berkata pada Andrew dengan sebuah senjata ditangannya yang sudah ia arahkan ke wajah Andrew yang juga sudah mengarahkan senjatanya ke arah kepala Joven dalam jarak mereka.


“You too underestimate my family! ( Lo terlalu meremehkan keluarga gue! ).” Ucap Andrew sembari menyeringai.


“Hahaha!!.”


Joven tertawa sinis.


“So, how the way you choose for your trip to hell?! ( Jadi apa yang lo pilih sebagai perjalanan lo ke neraka?! ).” Ucap Andrew. “Wanna do easy way, so you’re not feeling too much pain, or wanna do a hard way? ( Mau cara yang mudah sehingga lo ga terlalu merasakan sakit, atau mau cara yang sulit? ).”


“Let’s do it as a man! ( Mari lakukan sebagai pria! ). Big guy! ( Pria kekar! ).” Sahut Joven seraya menantang dengan memberikan pandangan tajam pada Andrew kemudian ia membuang senjatanya kesamping.


“As your wish! ( Sesuai keinginanmu! ).”


**


BUGH! BUGH!


BUGH! BUGH!

__ADS_1


Andrew sudah terlibat baku hantam dengan Joven. Pertarungan sengit, karena Joven juga punya keahlian bela diri. Saling melayangkan pukulan dan saling menghindar.


DUK!


Andrew menghantam kepala Joven dengan kepalanya hingga Joven terhuyung kebelakang. Hal tersebut digunakan Andrew untuk mengambil kesempatan memukuli Joven dengan membabi buta. Melayangkan tinju dengan tangannya yang berotot hingga menendang meski Joven sudah terjatuh ke aspal.


Joven masih bisa bangkit dengan menendang perut Andrew, hingga si Donald Bebek itu pun sempat terhuyung dan Joven ingin menghajar Andrew dengan menggunakan sikunya agar Andrew tak sempat berdiri. Namun Andrew dengan cepat menangkisnya lalu langsung menghajar wajah Joven dengan sikunya yang kokoh itu.


Hingga akhirnya saat posisi Andrew terbuka, ia dengan segala kekuatannya mengangkat tubuh Joven dengan cepat sembari memegangi kerah baju pria itu dan menghantamkan bagian punggung Joven ke mobilnya yang terbalik.


"ARRRRGGGGHHHHHH!!!!!."


Joven memekik kesakitan. Andrew yang sudah murka itu tak serta merta melepaskannya. Ia lalu mencengkram kuat leher Joven, mencekiknya kuat – kuat, mengangkat sekali lagi tubuh Joven dan menghantamkan nya lagi ke mobil yang terbalik itu. Joven meronta agar bisa lepas dari cengkraman Andrew.


Andrew menghantamkan dua kali lagi tubuh Joven yang hampir tak berdaya itu ke bodi bwah mobil. Sepertinya beberapa tulang dipunggung Joven ada yang patah, karena nampak pria itu mengaduh lirih. Andrew mengangkatnya sekali lagi dan melempar tubuh Joven ke arah mobilnya hingga menghantam kaca dan kap mobil Andrew dan Joven pun akhirnya merosot tersungkur.


“The very big mistakes you made, is harassing my family .. ( Kesalahan terbesar yang lo buat, adalah mengganggu keluarga gue.... ).” Andrew kembali mendekati Joven yang nampak sudah tak sanggup berdiri lagi.


BANG!


Joven ternyata sempat mengambil senjatanya yang sempat ia lempar tadi lalu menembakkannya pada Andrew saat si plontos itu berjalan mendekat.


“D!!.”


Teriakan Fania terdengar yang sudah datang bersama yang lainnya. Dia histeris karena melihat Joven melepaskan tembakan pada pria tercintanya itu. Reno dan Jeff sempat terhadang saat mengurus anak buah Joven kala Andrew sedang mengejar pria jahat itu.


“Pussy! ( Pengecut! ).”


SWOOSSSH!


Sebuah benda melayang ke arah Joven.


JLEB!


Benda tajam tersebut mendarat tepat dileher Joven. Andrew menyembunyikan pisau miliknya dibalik celana yang terselip di sepatunya. Pisau Andrew itu melayang dengan cepat setelah Andrew mengeluarkan dari sarungnya kala ia terhuyung akibat tertembak sekali.


"AAKHH.......!!."


Pria itu spontan melepaskan senjatanya karena kedua tangannya kini memegangi pisau yang sudah tertancap ditengah lehernya.


"YK .. YK .."


Joven seperti hendak bicara diantara maut yang sedang menghampirinya. Namun tentunya suaranya sudah tak lagi bisa keluar, ucapannya sudah juga bercampur dengan suara kesakitan yang tercekat.


“Remember me, remember my family ( Ingat gue, ingatlah keluarga gue ). Say my greeting to everyone at hell ..... ( Sampaikan salam gue pada setiap orang di neraka ). Bring me souvenir from there, if you can live after this ( Bawakan gue suvenir dari sana, jika lo bisa hidup lagi setelah ini ).”


Andrew sudah berjongkok di hadapan Joven yang sedang sekarat. Peluru yang mengenai bahunya tak nampak mengganggu si pria kekar berkepala plontos tersebut meskipun darahnya sudah mengalir.


“Sleep tight ...... ( Tidur yang nyenyak .. ) M*t*erf*c*er! ( K*p*rat! ).”


JLEB!


Andrew menekan pisau yang sudah tertancap dileher Joven hingga pria itu langsung meregang nyawa dihadapannya.


**


It’s Whatever I Had To Do 


( Apapun Yang Perlu Aku Lakukan )


It’s Just Who I Am


( Inilah Aku )


‘Cause I Never Fear Death or Dyin’


( Karena Aku Tak Pernah Takut Akan Kematian bahkan Mati Sekalipun )


I Am Whatever I Am


( Aku adalah Aku )


Only God Can Judge Me


( Hanya Tuhan Yang Bisa Menghakimi ku )


Everything I do, I Do It For My Fam


( Semua Yang Ku lakukan Hanyalah Untuk Keluargaku )


So Don’t Try, Not Ever Thinking


( Jadi Jangan Pernah Mencoba, Bahkan Berpikir )


To Harrash Them, My Fam, My Very Beloved Family


( Untuk Mengganggu Mereka, Keluargaku, Keluargaku Tercinta )


**


To be continue ..

__ADS_1


__ADS_2