
đ  SORROW đ Duka ( Part 1 â Bagian 1 )
Selamat membaca .....
âCakra Isamu, Tuan. Pria yang waktu itu meminta Tuan untuk menikahi anaknya, karena putrinya itu tergila â gila pada Tuan, lalu kemudian putrinya itu bunuh diri dengan meloncat dari apartemennya karena Tuan menolaknya mentah â mentah dan pria itu menuduh Tuan telah mencemari putrinya hingga putrinya itu bunuh diri.â
Jeff memandang serius pada Omar.
âApa kau yakin pria itu ada hubungannya dengan ancaman yang diterima Jeff, Mar?.â
John melempar pertanyaan pada Omar.
âIni hanya prediksi saya Tuan, namun suatu kebetulan kalau informasi mengenai keberadaannya bersamaan dengan ancaman yang Tuan Jeff terima.â
âBenar juga ..â Gumam dua J. âBukannya urusan lo dan dia sudah selesai Jeff?. Kita sudah menyelesaikannya dan memang sudah terbukti lo tidak  ada hubungan dengan kematian anak dari pria itu kan?.â Ucap John.
âSecara tidak langsung memang gue tidak ada hubungan dengan kematian putrinya. Hubungan spesial gue dan putrinya memang ga ada. Tapi hubungan ranjang pernah beberapa kali. Kalian semua pun tahu storynya.â
John manggut â manggut.
âTapi dari awal sudah gue berikan wanita itu peringatan saat dia bilang ingin terus bisa berdekatan dengan gue. Gue juga sudah bilang kalau gue tidak ingin terikat saat itu, dan dia mengiyakan. So, gue layan lah! ..â
âApa itu cewe elo yang perawani?.â
âNoo.... dia sudah ga virgin saat pertama kali gue kontak fisik dengan dia. Jihan itu the first and the last , of course the only one virgin that Iâve ever touched!. ( Yang pertama dan terakhir, dan tentu saja satu â satunya perawan yang pernah gue sentuh! ).â
John kembali manggut â manggut dan Omar tetap berdiri ditempatnya.
âItu cewe gue tinggalin dan gue buat sulit untuk menghubungi gue karena dia mulai dan terus â terusan mendesak
untuk terus bersama dengan dia. Dia bahkan pernah membuat keributan di Perusahaan. Belum lagi dia alcoholic!. Cantik memang!. Tapi ga mungkin cewe seperti itu gue bawa masuk kedalam keluarga kita.â
Jeff mengusap â usap dagunya.
âGue sudah bilang jangan berharap lebih!.â Ucap Jeff kesal. âTapi dia malah mengancam akan mempermalukan gue waktu itu. Gue tinggal lah!.â
âDan kemudian itu cewe stress sampai bunuh diri.â
John berucap.
âTapi hasil otopsinya mengatakan kalau kadar alkohol ditubuhnya tinggi saat kejadian dan dia menggunakan obat â obatan terlarang. Tercantum dalam hasil otopsinya waktu itu.â Ucap Omar dan Jeff nampak lagi berpikir.
âTapi kalau benar ayahnya itu yang mengancam gue saat ini, kenapa baru sekarang?. Kenapa ga dari dulu â dulu dia mengancam gue?.â Ucap Jeff.
âYa mungkin selama ini dia pergi dari Indonesia setelah kematian putrinya itu bukan untuk menenangkan diri seperti informasi yang kita dapat waktu itu.â Sahut John. âMungkin dia masih menyimpan dendam pada lo dan kepergiannya dari sini adalah untuk menyusun rencana pembalasan dendamnya?.â
âTuan John benar Tuan Jeff, bisa saja kepergiannya dengan alasan menenangkan diri itu hanya sekedar alibinya saja.â Sambar Omar.
Jeff manggut â manggut.
âDan sekarang dia sudah merasa cukup mengumpulkan informasi tentang gue, makanya dia mengancam gue dengan menggunakan Jihan?.â Sahut Jeff. âDia boleh melakukan apapun pada gue, tapi kalau sudah berani mengancam keselamatan Jihan, gue akan buat perhitungan!.â
âSaya sedang menyelidiki alasan sebenarnya Cakra Isamu kembali kesini Tuan, saya akan mencari informasi dengan cepat.â Ucap Omar. âApa saya boleh pergi sekarang, Tuan?.â
âYa pergilah Omar. Cari informasi secepatnya.â Ucap Jeff. âDan besok pagi kau ikut denganku untuk mengantar
istriku ke rumah sakit.â
Omar mengangguk sopan dan ia pun undur diri dari hadapan dua J.
Jeff larut dalam pikirannya sepeninggal Omar.
âLebih baik para wanita tinggal dirumah dan jangan keluar dari sini selama kita belum menemukan siapa orang yang mengancam lo dan soal keberadaan pria yang disebutkan Omar tadi, disini.â Ucap John. âJihan terutama. Sepertinya pengancam lo itu mengincar Jihan.â
âYa tapi besok gue memang harus membawa Jihan untuk cek up, karena waktu jadwal yang berbarengan dengan lo itu tertunda saat Nathan sakit beberapa hari.â
âYa sudah, sebaiknya besok lo lebih berhati â hati.â
__ADS_1
âYa lo benar. Gue akan suruh Omar membawa orang tambahan untuk berjaga â jaga.â Ucap Jeff.
âGue pun akan stay disini besok.â
**
Esok hari
Jihan dan Jeff sedang bersiap untuk ke rumah sakit.
Nathan yang merengek ingin ikut pun pada akhirnya diiyakan untuk ikut oleh Jeff ke rumah sakit bersamanya dan Jihan. Namun Ibu Yuna tidak ikut karena sedikit kurang enak badan.
âHati â hati.â
âKami jalan dulu, Prita, John. Titip Ibu ya.â
Prita dan John mengangguk pada Jihan dan Jeff.
**
âKamu dan Nathan ikut aku ke Perusahaan sebentar.â
âOke.â
âKita mau ke kantor Daddy?.â Tanya Nathan setelah mama dan calon adik bayinya itu selesai diperiksa dan mereka sudah keluar dari ruang pemeriksaan Dokter Clarissa.
âIya jagoan. Kita ke kantor Daddy dulu ya, baru setelah itu kita pulang.â Ucap Jeff pada Nathan yang digandengnya.
âYah.. Nathan mau ke Mal dong Daddy, Nathan mau belikan mainan untuk dedek bayi di perut mama.â Nathan merajuk. âKita ke Mal aja ya Dad?.â
âYa sudah nanti setelah dari kantor Daddy, kita ke Mal.â
âYeay!!! ..â
âTapi hanya sebentar saja ya?.â Bujuk Jeff.
âOkee ..... Daaad!!!!..â
**
âYa, Ndrew?.â
â....â
âSebentar, Ndrew.â Jeff menahan panggilan dari Andrew karena Jihan mencolek lengannya. âKenapa Ma?.â
âNathan minta roti dan coklat panas.â Ucap Jihan.
âBiar Omar atau Eddie yang belikan.â Sahut Jeff.
âGa apa hanya disana aja kok.â Tunjuk Jihan disebuah coffee shop rumah sakit.
âYa sudah.â Sahut Jeff. âAyo." Jeff mengiyakan permintaan Jihan karena Nathan. Ia berjalan dibelakang istrinya dan berhenti sejenak karena suara Andrew sedikit putus - putus, namun Omar tetap berada dibelakang Jihan dan Nathan.
**
BRUG!
âDADDYY!!!! .. MAMAAAA!!!..â
âJEEFF!!.â
âNATHAN! NYONYA!.â
âNATHAN!! JIHAN!!.â Jeff spontan melepaskan ponselnya saat melihat pemandangan yang cukup mengerikan saat ini.
âJANGAN BERANI MENDEKAT ATAUÂ GUE TIDAK SEGAN MENYAKITINYA!.â
__ADS_1
Omar langsung mengangkat Nathan yang didorong oleh seorang pria tak dikenal yang kini sedang menyandera Jihan sambil menodongkan pisau dilehernya.
Perhatian Omar tertuju pada Nathan yang didorong dengan keras, satu pengawal lagi tak sempat meraih Jihan dari tarikan pria yang sedang menyandera wanita itu. âLEPASKAN ISTRI GUE!!!.â Jeff berteriak pada orang yang sedang menyandera istrinya di rumah sakit yang meski tidak ramai pagi ini namun orang itu benar â benar berani mencoba melakukan kejahatan secara terang â terangan seperti ini.
âTETAP DITEMPAT LO, KALAUÂ PISAU INI GA INGIN SAMPAI GUE TUSUKKAN KE ISTRI LO INI!.â
âLepaskan dia gue mohon! ..â
âDADDYY!!!! .. MAMAAAA!!!..â
âJeeefff ....â Lirih Jihan dengan air mata yang sudah turun ke pipinya.
Nathan yang sudah diamankan Omar itu meraung melihat mamanya yang sudah menangis dengan pisau yang sudah tertuju dilehernya.
âSURUH ORANG LO UNTUKÂ MUNDUR!.â
âOKE!. Tapi tolong, lepaskan dia!. Silahkan bawa gue! ...â Jeff memohon pada pria yang sedang menyandera Jihan itu lalu mengkode dua pengawal pribadinya agar tetap ditempat mereka, agar Jihan tidak disakiti oleh pria tersebut.
Dua sekuriti rumah sakit yang berada dekat dan hendak mendekati orang tersebut juga dihentikan Jeff untuk tidak ceroboh, karena nyawa Jihan taruhannya. Berikut beberapa orang yang ada disekitar mereka saat ini pun tak mampu berbuat apa â apa.
âSeseorang pasti sudah menghubungi polisi dan lo ga akan bisa lari! Jadi lepaskan istri gue sekarang!.â Ucap Jeff.
âDIAM!!.â
 âJeefff!!!!.â.
âJIHAAAAN!!! ..â Sebuah mobil van datang dan pria itu masuk kedalam mobil sambil menyeret Jihan. âOMAR BAWA NATHAN PULANG!.â Perintah Jeff dengan cepat lalu langsung masuk kedalam mobil milik Omar bersama satu pengawal pribadinya yang lain.
Mobil itu bahkan melaju dengan sangat cepat tanpa memperdulikan apapun. Bahkan menabrak palang pintu parkiran rumah sakit.
âDADDYY!!!! ..â
Omar menenangkan bocah itu karena sang Ayah sudah mengejar mobil yang membawa paksa ibunya.
Omar langsung membawa Nathan masuk kedalam mobil yang tadi ditumpangi bocah itu bersama kedua orang tuanya dan seorang supir. Seorang sekuriti rumah sakit juga memberikan pada Omar ponsel milik Jeff yang tadi secara spontan terlepas dari tangan Jeff saat melihat Jihan disandera dengan todongan pisau dilehernya.
Jeff mau tidak mau mengabaikan teriakan Nathan karena fokus untuk menyelamatkan Jihan. âSayang..â Batin Jeff sudah tak karuan. Ia pun menyetir dengan gila mengejar mobil yang membawa Jihan yang sudah bisa ia susul dan mobil itu nampak melaju secara ugal â ugalan. Jeff benar â benar takut hal buruk menimpa Jihan karena mobil yang
dikendarai secara ugal â ugalan tersebut.
âSIAL!.â
Jeff mengumpat saat mobil yang membawa Jihan menerobos lampu merah. Beruntung jalanan tidak terlalu ramai, jadi Jeff mau tidak mau juga menerobos lampu merah, bahkan mobil yang ia kendarai hampir tertabrak.
Beruntung Jeff cukup ahli dalam menyetir, sehingga ia bisa menghindari tabrakan dengan mobil yang melaju diarah lampu yang hijau.
âTuan! Itu Nyonya Jihan!. Nyonya berhasil melepaskan diri!â Seorang pengawal Jeff yang ikut bersamanya menunjuk ke satu arah. Jeff langsung memfokuskan pandangannya kearah yang ditunjuk pengawalnya yang bernama Eddie itu.
âSyukurlah Tuhaaan .....â
Jeff langsung berbelok dan memberhentikan mobilnya dengan sembarang kemudian turun dengan cepat dari mobil.
 âJIHANN!!!.â Teriak Jeff dengan sangat kencang hingga istrinya itu menoleh karena mendengar suaranya.
Jihan yang mendengar suara Jeff hendak menghampiri suaminya yang tengah berlari dari sebrang jalan, sedikit agak jauh darinya.
âJIHAAAANNNNN!!!!...â Jeff berteriak dengan sangat kencang saat mobil van yang tadi membawa paksa Jihan nampak berputar arah dan langsung menabrak istrinya itu dengan sangat kencang.
Jeff meraih Jihan yang sudah tergeletak bersimbah darah itu.
Mobil Van yang menabrak Jihan itu pun sudah melaju dengan sangat kencang dan ugal â ugalan. Beberapa orang sudah mendekat dan mencoba menolong juga, bahkan ada yang berusaha mengejar Van yang tadi menabrak Jihan.
Namun Jeff sudah tak memperdulikan apapun lagi. Dadanya terasa dihantam batu yang besar melihat kondisi Jihan yang sudah tak sadarkan diri juga bersimbah darah saat ini. Air mata Jeff pun membanjiri pipi pria itu. Ia langsung menggendong Jihan ke mobilnya dan membawa istrinya itu ke rumah sakit terdekat.
âSayaanggg .. Maafkan aku....â
*
__ADS_1
To be continue ...*
Makasih buat para reader yang blaem â blaem semua yang selalu menunggu emak update episode ye. Tetap jaga kesehatan semua ya ..