
Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye
☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀
Selamat membaca .....
Great Mansion of Adjieran Smith, London, England ...
Ann langsung menghubungi Ricci dengan ponsel rahasianya, disaat Ann sudah masuk ke dalam kamar pribadinya selepas makan siang.
“Grazie ( Baca- GRAHT – see- eh ) – ( Terima kasih ), my big Italian brother ( Kakak lelaki Italia-ku )...”
Tidak lain karena Ann ingin mengucapkan terima kasih atas bantuan Ricci hingga Ann bisa membalaskan dendamnya pada para perundungnya dengan sempurna.
Dan atas saran Ricci juga lah, Ann yang tadinya ingin memberikan pelajaran terpisah pada keempat orang perundungnya itu, akhirnya langsung menyambat pembalasan pada ke empat orang murid perempuan yang telah merundungnya dalam waktu yang bersamaan sekaligus.
“I’ll send you a very, very special gift... ( Aku akan mengirimimu hadiah yang sangat, sangat spesial... )”
Kemudian Ann terdengar terkekeh dengan ponsel yang ia pegang menempel di telinganya itu.
“Okay ....”
Ann nampak manggut-manggut sembari menarik sudut bibirnya kala mendengarkan Ricci berbicara dari seberang ponsel.
“I don’t know if my Italian brother is chatty person .... ( Ternyata kakak lelaki Italia-ku cerewet juga.. )” Tukas Ann. “Alright then .. ( Baiklah kalau begitu .... )”
Ann nampak manggut-manggut lagi mendengarkan Ricci yang berbicara lagi nampaknya.
“Say my warm greeting to Aunt Allegra. ( Sampaikan salam hangatku untuk Aunt Allegra )”
Lalu Ann segera me-non-aktifkan ponsel rahasianya itu setelah Ricci memutuskan sambungan teleponnya.
Kemudian beranjak dari ranjang setelah melepas sepatunya dan bergegas masuk ke dalam walk in closet untuk menyembunyikan ponsel rahasianya itu di suatu tempat dalam lemarinya.
Baru kemudian Ann membersihkan dirinya dengan berendam di dalam bathtub yang sudah dicampur oleh wewangian aromatheraphy kesukaan Ann.
Yang bagi Ann dapat menghilangkan bau kotoran hewan di tubuhnya, karena Ann merasa kotoran hewan yang tadi ia siramkan ke salah satu perundungnya itu seolah menempel juga di tubuhnya.
****
“Mana Ann?”
Daddy R langsung saja bertanya pada mereka yang berada dalam Mansion Utama saat ia, Poppa dan Rery sampai disana.
Tidak hanya ketiga orang tersebut. Tapi Mommy Ara dan Momma juga ada bersama mereka. Karena sudah jadi tugas rutin untuk Daddy R dan Poppa untuk mengantar jemput para wanita belahan jiwa mereka itu, jika mereka juga sedang beraktifitas diluar Mansion.
Hal yang sudah menjadi kebiasaan wajib bagi Daddy R dan Poppa untuk selalu mengantar jemput Mommy Ara dan Momma, bahkan sedari mereka masih pacaran.
Salah satu dari hal-hal yang masih dipertahankan, untuk keharmonisan hubungan.
Pengecualian jika memang Daddy R dan Poppa sedang sangat sibuk dengan urusan bisnis dan pekerjaan, atau jika Mommy Ara dan Momma ingin menyetir sendiri.
Toh manusia kadang ingin memiliki waktunya sendiri, bukan?. Jadi jika saat itu datang, Daddy R dan Poppa akan memaklumi, karena sebagai pria pun terkadang mereka memiliki me-time nya sendiri, bahkan men-time.
**
Hari hendak beranjak senja kala kelima orang itu di Mansion Utama. Karena sesuai dengan omongan sepintas lalunya Daddy R dan Poppa, mereka mencarikan hadiah untuk Ann. Dan saat Mommy Ara dan Momma bertanya, dua pria yang kompak selalunya itu menjawab,
“Hanya ingin saja membelikan sesuatu untuk Ann..”
Begitu alibi Daddy R dan Poppa.
“Dia kan habis sakit...”
Mommy Ara dan Momma pun iya-iya saja, meski dalam hati mereka membatin,
‘Apa hubungannya memberi hadiah sama habis sakit? ...’
Tapi ya sudahlah, Mommy Ara dan Momma tak membahas, karena pikir kedua Moms yang masih cuantek diusianya itu, kan wajar saja jika ayah memberikan hadiah untuk putrinya?.
Lagian juga dua Hot Daddies itu tak hanya membelikan hadiah untuk Ann, tapi juga untuk Val. Termasuk untuk Rery yang diperkenankan memilih sendiri hadiahnya. Sama rata. Meski Rery menolak.
“Kau yakin tidak ingin meminta sesuatu dari kami?. Nanti kau iri lagi pada dua saudarimu itu....” Tanya Poppa pada Rery kala mereka sedang berada di sebuah Pusat Perbelanjaan nan femes dengan barang-barang branded, bahkan banyak perancang terkenal dari beragam industri yang memiliki toko di Pusat Perbelanjaan femes yang berada London itu.
“Nanti saja lah. Kalau barang-barang disini aku rasanya masih mampu membeli sendiri dengan uangku ...Jatah warisanku saja kalau dihitung-hitung bisa membangun satu Mal seperti ini”
Pongahnya Poppa menempel di diri Rery.
“Lalu kau mau apa? ..”
“Tahta Poppa”
Dimana Poppa, Daddy R, Mommy Ara dan Momma sontak saja terkekeh geli mendengar jawaban Rery, yang nampak sekali asal-asalan saja Rery jawab itu.
**
“Miss Ann just back in her room, Sir .. ( Nona Ann baru saja masuk ke kamarnya, Tuan .. )”
Theresa yang paham bahasa Indonesia itu menjawab pertanyaan Daddy R.
Namun begitu, Theresa tidak terbiasa melafalkan bahasa tersebut dengan lidahnya.
“And Val?. ( Dan Val? )”
“She also just get back to her room, Sir. Miss Val has just comeback then have a chit-chat with Miss Ann before they get back to their own room..”
“( Dia juga sudah kembali ke kamarnya, Tuan. Nona Val baru saja kembali, lalu mengobrol bersama Nona Ann sebelum mereka kembali ke kamarnya masing-masing.. )”
“And the rest? .. ( Dan sisanya?.. )”
Dan Theresa mengatakan satu-satu keberadaan orang-orang yang seringnya berdomisili di Mansion Utama The Adjieran Smith yang berada di London tersebut.
“Alright then .. Thank you Theresa .. ( Baiklah kalau begitu .. Terima kasih Theresa .. )” Poppa yang berbicara mewakili empat lainnya.
Baru kemudian Daddy R, Poppa, Mommy Ara, Momma dan Rery pergi menuju kamar mereka masing-masing, setelah mengatakan pada Theresa jika mereka akan beristirahat sejenak sampai waktu makan malam tiba.
***
Poppa menyuruh Rery membawakan hadiah yang telah ia dan Daddy R terima dari tangan salah seorang Bodyguard dari dua orang yang telah menurunkan beberapa shopping bag dari mobil dan membawakannya ke dalam mansion utama yang berada di London tersebut.
“Tapi nanti ya aku berikan pada Ann...”
Rery yang menerima tiga shopping bag dari tangan Poppa dan Daddy R, berucap sembari mengangkat shopping bag tersebut saat ia hendak menaiki lift yang akan mengantarnya ke lantai tiga mansion utama mereka itu.
“Aku mau mandi terlebih dahulu”
Poppa dan Daddy R pun langsung mengangguk pada Rery yang kemudian masuk ke dalam lift.
Lalu kedua Hot Daddies itu pergi menuju kamar mereka masing-masing melalui tangga saja, karena kamar para Dads dan Moms berada di lantai dua.
Mommy Ara dan Momma sudah lebih dulu pergi ke kamar pribadi mereka dan pasangan.
**
London sedang memasuki musim semi saat ini.
Pada suhu tertentu di musim tersebut, matahari kadang baru terbenam di pukul 20.00 waktu setempat.
__ADS_1
Namun hujan juga kadang masih turun secara tiba-tiba kala musim semi sedang bergulir, dan matahari akan terbenam lebih cepat dan warna langit pun juga ikut berubah mengikuti cuaca.
**
“Ann ...”
Rery menyambangi Ann ke kamar pribadi Ann selepas makan malam.
Rery ingin bertanya perihal rasa penasaran atas apa yang sebenarnya terjadi pada Ann secara keseluruhan, dari mulut Ann sendiri.
Pasalnya, alih-alih tadi setelah ia sampai di mansion utama dengan dua pasang orang tuanya, kemudian mandi, Rery malah jatuh terlelap sampai waktu makan malam tiba.
Dan Rery baru berpapasan dengan Ann saat di ruang makan bersama yang lainnya. Dan, sesuai dengan janji Rery pada Daddy R dan Poppa, Rery tak membahas fakta kasusnya si Little Devil yang sudah Rery temukan bersama dua Dads-nya itu, berikut juga Abang Varen.
Jadi sekarang, Rery menyambangi Ann yang sudah berpamitan untuk segera kembali ke kamarnya setelah Ann menghabiskan makan malamnya, karena Ann memiliki tugas sekolah yang harus ia kumpulkan esok hari.
Rery pun sama. Ia juga memiliki tugas sekolah yang harus ia kerjakan esok hari.
Biasanya ia memang belajar bersama dengan Ann dan Val, namun juga tidak jarang mereka belajar sendiri-sendiri di kamar mereka masing-masing, seperti saat ini.
Rery, Ann dan Val melakukan kepentingan mereka di kamar masing-masing. Biasanya jika begitu, dikarenakan mereka bertiga merasa lelah, dan ingin langsung mengistirahatkan diri mereka tanpa lagi mengobrol ngalor ngidul.
Seperti saat ini mungkin. Tiga remaja yang berdomisili di mansion utama yang berada di London itu masing-masing merasa lebih lelah dari biasanya, hingga memilih untuk melakukan urusan mereka masing-masing di kamar pribadinya untuk kemudian langsung tidur di ranjang nyaman mereka.
Rery pun tadinya berencana seperti itu, namun rasa penasarannya yang ingin mengorek kebenaran dari mulut Ann langsung itu, membuat Rery menepiskan rasa lelahnya.
Rery hanya ingin bertanya, hanya ingin Ann jujur padanya.
Karena Rery memang menyayangi Ann dan cukup khawatir saat tahu jika Ann kemungkinan besar telah mendapatkan kekerasan fisik dari beberapa murid, dan yah meski Ann juga sudah memberikan pelajaran pada beberapa murid yang dimaksud.
Dan memang Rery hanya ingin sekedar membahas. Jika memang benar Ann sudah melakukan beragam hal untuk membalaskan perlakuan para perundungnya meski mungkin cara Ann tidak tepat, Rery akan memaklumi, terlepas Rery paham sikap Ann yang memang over ekstrim kadang-kadang.
Sekaligus juga, Rery ingin memberikan hadiah dari Daddy R dan Poppa untuk Ann yang belum sempat ia berikan pada Ann.
“Ann ...”
Tak ada sahutan dari dalam kamar Ann, hingga Rery memutar knob pintu kamar Ann tersebut yang dapat Rery buka, karena tidak terkunci.
Rery geleng-geleng sekaligus mendengus pelan, seraya Rery menarik sudut bibirnya kala ia melihat Ann yang nampak ada di balkon kamarnya, selonjoran di sebuah bangku santai dengan satu tangannya yang terjuntai ke sisi tubuhnya dimana ada sebuah bolpoin yang ada di lantai balkon, yang sepertinya terlepas dari genggaman Ann.
Ann tertidur rupanya. Ann memang senang sekali berada di balkon kamarnya jika mengerjakan tugas-tugas sekolah atau sekedar membaca buku.
Kebetulan juga hujan hanya turun sebentar, dan menciptakan hawa sejuk disekitar. Mungkin itu yang membuat Ann tertidur disela ia mengerjakan tugas sekolahnya.
Itu tergambar jelas, karena satu tangan Ann mendekap sebuah buku diatas perutnya. “Ann ... Ann ...”
Rery menggumam, seraya ia mengambil buku yang didekap Ann dengan perlahan, setelah sebelumnya Rery meletakkan tiga shopping bag yang ia bawa di atas meja dalam kamar pribadi Ann.
Ann nampak menggeliat pelan, dan Rery langsung menjongkokkan dirinya disamping Ann yang kemudian mulai terbangun dengan mata memicing melihat pada Rery.
“Rery?...”
Ann sudah membuka matanya dan melihat Rery yang sudah berjongkok disisinya seraya tersenyum.
“Kamu nih, kebiasaan” Ucap Rery sembari mengacak pelan kepala Ann yang menegakkan tubuhnya sembari mengangkat kedua tangannya untuk melakukan peregangan kecil.
“Sejuk Rery”
“Lumayan dingin anginnya ...”
“Justru itu, aku suka...” Ujar Ann.
“Iya, saking sukanya sampai ketiduran... I’m sure your Homework haven’t finish yet... ( Aku yakin PR kamu belum selesai... )”
Ann nyengir.
“Ngomong-ngomong Rery belum tidur? ...”
“Rery kangen ya sama aku?!”
Ann mencubit gemas kedua pipi Rery yang langsung mendengus geli saja.
“Iya, tidak?!”
Rery manggut-manggut saja pada Ann yang menuntut jawabannya.
“Selesaikan tuh PR kamu” Cetus Rery sembari ia berdiri.
“Sudah selesai kok. Aku ketiduran saat sedang mengecek ulang saja ...” Sahut Ann.
“Ya sudah cek lagi, setelah itu rapihkan ini peralatan kamu ...”
“Okay!”
Ann pun membuka kembali buku yang tadi ia dekap dan sempat dipegang Rery.
Sementara Rery berjalan masuk ke dalam kamar Ann.
“Ini ...”
Rery meletakkan tiga buah shopping bag yang tadi ia bawa.
“Apa ini? ...”
Ann mengernyitkan dahinya.
“Hadiah” Ucap Rery.
“Hadiah?”
“Hu’um”
Rery manggut-manggut dan mendudukkan dirinya di bangku yang sama dengan Ann, meski sedikit saja ruang yang Rery ambil untuk duduk.
“Rery belikan hadiah ini untuk aku??? Aaa ... so sweet...”
“Itu dari Daddy R dan Poppa. Ya, yang satu dari aku memang”
“Kenapa Daddy R dan Poppa memberikanku hadiah?...”
Ann kembali mengernyit sembari menatap pada Rery.
“Kalau Rery kasih aku hadiah, bahkan setiap hari kan wajar, karena Rery terlalu sayang padaku... Iya kan?!”
“Heemm” Sembari Rery mendengus geli saja.
“Tapi Daddy R dan Poppa kenapa tiba-tiba memberikanku hadiah???”
“Sebagai penghargaan” Tukas Rery.
“Penghargaan?...” Tanya Ann lagi. “Penghargaan apa?”
“Penghargaan atas apa yang kamu lakukan pada para murid yang telah merundung kamu”
‘OMG! Aku ketahuan! ...’
Ann spontan menggigit bibirnya.
__ADS_1
“Aku sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi pada kamu, Ann. Siapa saja murid-murid yang merundung kamu dan apa yang sudah kamu lakukan pada mereka sebagai bentuk pembalasan kamu pada mereka...”
Ann mendesis was-was.
“Kamu kan penyebab satu anak yang mengawasi kondisi di luar toilet, saat kamu sedang dirundung didalam toilet dekat kantin sekolah?...”
“Eeenggg ...”
“Kamu juga kan, penyebab empat murid lain yang kondisinya kacau balau hari ini di sekolah?...”
“Itu ...”
“Iya apa iya?”
Ann pun menunjukkan barisan giginya pada Rery.
“Ann... Ann...” Rery geleng-geleng pelan.
“Maaf... habis mereka keterlaluan. Jadi aku balas perbuatan mereka itu. Fair enough ( Cukup adil ) ...”
Ann melipat bibirnya.
“Rery, marah ya? ...” Tanya Ann takut-takut. “Daddy R sama Poppa juga marah ya sama aku?...”
Dimana Rery menarik sudut bibirnya sembari geleng-geleng.
“Kalau kami marah, mana mungkin kami memberikan hadiah untuk kamu? ...”
“Jadi Daddy R dan Poppa tidak marah padaku?!” Tanya Ann antusias. Dan Rery menggeleng.
“Justru mereka senang sekali tuh mengetahui kamu sudah membalas sendiri perbuatan murid-murid yang merundung kamu”
Ann nampak sumringah. “Aaa... senangnya memiliki Hot Daddies yang pengertian!...”
Ann pun bersemangat membuka satu-satu shopping bag yang dibawakan Rery untuknya.
“Eh Rery, tapi Papa Lucca tahu tidak? ... Habislah aku jika Papa sampai tahu. Yakin sekali dia akan memarahi dan menghukumku”
“Tidak ada yang tahu disini selain aku, Dad R dan Poppa”
“Haahh, syukurlah ...” Ann menghela nafasnya senang. “Terima kasih ya Rery? ...”
Rery manggut-manggut.
“Besok aku akan memberikan pelukan terhangatku untuk Dad R dan Poppa! ...”
Kemudian Ann mengeluarkan satu-satu barang dari dalam shopping bag.
“Ya sudah, ayo masuk! Udaranya sedikit dingin”
“Nanti ah Rery, aku masih mau disini ... Aku ingin melihat bintang-bintang!”
Rery menggeleng saja. Namun kemudian ia berdiri dari duduknya.
“Rery mau kemana?”
“Aku mau meminta dibawakan coklat panas untuk kita”
**
“Oh iya, terima kasih ya Rery, Rery tidak marah padaku dan mendukungku ...”
Ann berujar setelah Rery kembali berada didekatnya setelah ia menghubungi pantry mansion dengan interkom yang ada di kamar Ann.
“Heeemmm”
“Sayyyaaanng Reryy!”
Rery mendengus geli saja.
“Tapi jangan lagi diulangi ya Ann? ...”
“Yaaa jika tidak ada yang menggangguku duluan, memang aku pernah cari-cari masalah lebih dulu??? ... Selain pada para gadis yang genit pada Rery! ...”
“Iya, aku paham itu ... tapi, lain kali juga, jangan menyembunyikan apapun dari aku ... aku ga suka jika kamu begitu Ann...” Ujar Rery. “Jangan lagi menyelesaikan masalah kamu sendiri, tanpa melibatkan aku”
Ann pun manggut-manggut seraya tersenyum. “Iya, aku janji. Aku tidak akan menyembunyikan masalahku lagi dari Rery”
“Ya sudah”
Kemudian Rery beringsut dan meraih kaki Ann.
“Udaranya cukup dingin, dan kamu selalu seperti ini...”
Ann tersenyum pada Rery yang memasangkan kaos kaki pada kedua kaki telanjangnya itu.
“Kamu selalu melupakan jika kaki kamu akan keram jika kedinginan” Ujar Rery yang kemudian menatap Ann setelah memasangkan kaos kaki yang tadi sempat Rery ambil dari lemari Ann saat ia hendak menghubungi pantry dan meminta maid membawakan minuman hangat untuknya dan Ann.
“Makasih ya Rery”
Ann tersenyum cantik, karena ketulusan di hatinya begitu tergambar pada Rery yang selalu perhatian padanya. Bahkan hal-hal kecil tentang Ann pun Rery perhatikan. Karena Rery memang menyayangi Ann.
“Pokoknya janji ya Ann, jangan lagi menyembunyikan masalah kamu dari aku...” Pinta Rery lagi.
“Iya aku janji, Rery” Sahut Ann. “Tapi janji juga ya, Rery jangan membentak aku seperti waktu itu lagi?. Aku sedih kalau Rery sampai membentakku begitu ... Rasanya hati aku sakit, tahu, Rery? ...”
“Iya, aku minta maaf untuk itu ... Janji, aku ga akan bentak-bentak kamu lagi ... Aku juga ga mau kok menyakiti hati kamu ...”
“Promise?. ( Janji? )...”
“Promise!”
Rery mengaitkan kelingkingnya pada kelingking Ann yang sudah diposisikan oleh pemiliknya.
“For every stars on the sky, I promise that I would never hurt you ( Untuk setiap bintang yang ada di langit, aku berjanji aku tidak akan pernah menyakiti kamu )...”
Ululu ... cuit beut anak bebek ama entog.
**
🍹 BONUS CHAPTER 24 🍹
Ditunggu Bon-chap yang ke 25 ye
Jangan lupa tinggalkan jejak
Tararenkyu buat kalian yang masih setia dimari
Noted: Kuis di Grup Chat akan berlangsung sampai tanggal 15 April 2022 yawgh.
Noted satu lagi:
Mohon bersabar untuk sampai ke akhir karya, karena ada beberapa kisah berbeda lagi yang mau emak selipin diantara yang udah nyelip.😃
Ah, kek nya dari sekian Author di Noveltoon, ini karya yang paling banyak bon-chap nya. Banyak pula episode, ampe hampir 400.
__ADS_1
Maapin yak kalo udah pada enek. Wkwk.
Loph Loph