
đA COLORFUL DAYđ
( Sebuah Hari Yang Berwarna )
*************************************
Selamat membaca ..
***
London. England
âTesoro.. ( Sayang ) ..â Fabiana sudah sampai di rumah sakit bersama Lucca serta Ara dan Reno. Judith yang memang sudah terbiasa dengan panggilan dadakan dari Keluarga Adjieran Smith pun nampak sudah siap menyambut kedatangan empat orang tersebut dengan senyum yang selalu menghiasi wajah dokter cantik itu.
âHang on Cara.. ( Tahan ya Sayang ..) weâre already at Hospital.. ( Kita sudah sampai di Rumah Sakit.. ).â
âWe leave them to you, Judith ( Kami serahkan mereka padamu, Judith ).â
âDonât you guys worry ( Kalian jangan khawatir ).â Sahut Judith pada Reno dan Ara. Lalu Judith pun segera menyusul Fabiana dan Lucca yang sudah dibawa oleh perawat menuju ruang persalinan.
**
âAre you okay, Fabi, Mi Amore? ( Apa kamu baik â baik saja, Fabi, Sayangku? ).â
âIâm okay, just feel very colic ( Aku tidak apa â apa, hanya merasa sangat mulas ).â Sahut Fabiana pelan pada Lucca sambil mengelus perutnya dan menggigit bibir bawahnya. Lucca pun ikut mengelus perut Fabiana dengan hati - hati dan perlahan berikut raut wajahnya yang nampak begitu iba melihat Fabiana yang terlihat kesakitan dimata Lucca saat ini.
Rasa cemas dan khawatir menyelimuti Lucca melihat keadaan Fabi. Judith dan dua asistennya nampak sudah siap dengan sarung tangan karet yang sudah ia kenakan.
Ia menghampiri Lucca saat asisten Fabi sedang mengecek pembukaan Fabiana.
Judith menyentuh bahu Lucca yang juga sudah menoleh padanya. âAre you going to stay here to accompany her? ( Apa kamu akan tinggal untuk menemaninya? ).â
âOf course I will stay (Â Tentu saja aku akan tinggal ).â Sahut Lucca cepat.
Judith tersenyum.
âYou are not phobia with blood, right? Just make sure ( Kamu tidak takut darah, bukan?. Hanya memastikan ).â
âI drink blood everyday! .. ( Aku minum darah setiap hari! )..â Sahut Lucca asal.
âAlright then .. ( Baiklah kalau begitu .. ).â Ucap Judith. Alih â alih ngeri, Judith malah terkekeh kecil.
âSheâs ready Doctor Judith (Â Dia sudah siap Dokter Judith ).â
âOkay.â
***
Jakarta, Indonesia
âMom and Dad unable to call. Theyâre not picking up my calls.. ( Mom dan Dad tidak bisa dihubungi. Mereka tidak mengangkat telpon gue ).â
âI try to call R ( Coba gue telpon R ).â Ucap Dewa yang sudah datang dari Norwegia bersama Michelle dan Mika, dan kini ia sudah berada di Rumah Sakit saat sampai ke Rumah Utama di Jakarta soal Fania yang akan segera melahirkan.
Hanya Dewa dan Michelle yang datang ke Rumah Sakit. Sementara Mika dititipkan pada Jihan dan Ibu Yuna. Karena Jeff sendiri ikut ke Rumah Sakit bersama Dewa dan Michelle.
Dewa mencoba menghubungi Reno.
âHalo R. Where are you? ( Lo dimana? ).â Panggilan Dewa ke Reno nampaknya langsung tersambung.
â.........â
âHah?! Beneran?!.â
â.........â
Senyuman lebar nampak muncul diwajah Dewa. âGila, bisa samaan gitu.â Ucap Dewa diponselnya.
â.........â
âIni si Naomy juga sudah melahirkan..â Ucap Dewa lagi.
â.........â
âSi Jeff dari tadi coba hubungi Mom sama Dad tapi ga diangkat.â
â.........â
âTerus Casper udah lahir?.â
â.........â
Dewa cengengesan.
â.........â
âCowok.â
â.........â
âSehat dua â duanya!..â
__ADS_1
â.........â
âYa sudah gue hanya mau mengabari kalau Naomy sudah melahirkan.â
â.........â
Dewa terkekeh lalu menyahut lagi diponselnya. âOkay..â Dewa hendak mengakhiri panggilan telponnya dengan Reno. âSalam buat semua.â
***
âWhat is it, Wa? ( Kenapa Wa? ).â
Dua J yang sedang bersama Dewa diluar ruangan tempat Fania berada setelah selesai melahirkan itu bertanya pada si Boo â Boo.
âFabiana juga mau melahirkan.â
 âOh ya?!.â Dua J sama â sama tersenyum lebar.
Dewa cengengesan. âYap. Reno dan Ara sedang di Rumah Sakit sekarang. Mom sama Dad sedang menyusul mereka katanya. Mungkin tidak terdengar panggilan lo atau mereka tidak membawa ponsel mereka.â
âBisa bersamaan jadi Bapak itu Setan Alas sama Donald Bebek.â Celetuk John.
Tiga pria itu pun terkekeh bersama. âDrakula sama Tuyul kan soulmate!.â
âHahahahaha! ..â Tiga pria itu pun spontan tergelak kencang tanpa sadar kalau mereka masih di Rumah Sakit.
****
London, England
Drrrtt.. Drrrtt..
Ponsel Reno berdering, nama Dewa terpampang di layar ponselnya.
âHalo R. Where are you? ( Lo dimana? ).â
âIâm in Hospital ( Gue di Rumah Sakit ). Fabiana mau melahirkan.â
âHah?! Beneran?!.â
âYup!.â
âGila, bisa samaan gitu.â
âSamaan apanya?.â Tanya Reno kurang paham.
âIni si Naomy juga sudah melahirkan..â
âSi Jeff dari tadi coba hubungi Mom sama Dad tapi ga diangkat.â
âMereka berdua sedang On the Way ( Menuju ) kesini.â Sahut Reno.
âTerus Casper udah lahir?.â
âBelum, baru masuk. Mungkin mau ritual dulu.â
Reno terkekeh sendiri.
âTerus bayi Fania cewe apa cowo?.â
âCowok.â
âAlhamdulillah.â Reno mengucap syukur. âKeadaan mereka gimana?.â
âSehat dua â duanya!..â
âAlhamdulillah.â Reno mengucap syukur lagi. âYa sudah gue akan hubungi Fania sekarang.â
âYa sudah gue hanya mau mengabari kalau Naomy sudah melahirkan.â
âOkay. Nanti gue sama Ara akan mengatur keberangkatan ke sana, kalau ini anak Vampire sudah lahir.â
âOkay..â Dewa nampak akan mengakhiri panggilan telponnya dengan Reno. âSalam buat semua.â Ucap Dewa sebrang ponsel.
âOke.â
***
Jakarta, Indonesia
Andrew dan Fania sedang memandangi bayi kecil, anak keduanya dan Fania yang sudah berada dalam buaian Andrew setelah Fania selesai menyusuinya. Pancaran bahagia nampak diwajah keduanya.
âI will pray more for these gifts, Heart. Your presence, Andrea and this marvellous baby boy of us ( Aku akan berdoa lebih rajin untuk berkah ini, Heart. Kehadiran kamu, Andrea dan bayi laki â laki kita yang mengagumkan ini ). Just like his mom and his big sister ( Seperti ibunya dan juga kakak perempuannya ).â
Kata â kata Andrew membuat senyum bahagia terpancar diwajah Fania. âJust like his father too, D .. ( Seperti ayahnya juga, D ) ..â Ucap Fania.
Fania dan Andrew kembali tersenyum memandangi putra mereka itu. Satu kecupan dari Andrew mendarat di pucuk kepala Fania dan satu kecupan dari Fania mendarat dipipi Andrew. Saling tatap sesaat dengan penuh cinta dan kembali menatap bayi laki â laki yang memiliki mata seperti sang Momma, namun bentuk wajahnya yang tegas persis seperti sang Poppa.
Kebahagiaan Fania dan Andrew kian bertambah, sekaligus bertambahnya kebahagiaan seluruh keluarga.
***
__ADS_1
âHeart, aku hubungi Mom dan Dad dulu ya. Memberi tahu kalau cucu mereka sudah lahir.â Ucap Andrew setelah ia meletakkan putranya didalam box bayi. Ake dan Ene nya pun buru â buru berdiri untuk melihat dan mengagumi lagi cucu baru mereka itu. Berikut Prita dan Michelle .
âIya, D .....â
Namun tak lama ponsel Andrew berdering. Terpampang nama Reno disana.
âNah kebetulan. Kakak kamu telfon ini.â
Andrew menunjukkan layar ponselnya pada Fania.
âR sudah dikabari Dewa tadi. Dia memang bilang mau langsung hubungi si Kajol.â Ucap Jeff yang kini sudah masuk ke ruangan Fania bersama John dan Dewa. Andrew manggut â manggut dan langsung menerima panggilan dari Reno itu.
Andrew memberikan ponselnya sebentar, lalu memberikannya pada Fania untuk berbicara dengan sang kakak.
Andrew pun duduk disisi Fania, sambil memperhatikan bayi laki â laki, anak keduanya yang sedang anteng didalam box, meskipun banyak suara orang â orang yang mengobrol disekelilingnya.
Fania memberikan ponsel Andrew kembali pada suaminya itu yang kemudian langsung melanjutkan pembicaraan di telpon dengan Reno yang sepertinya memberikan selamat pada Andrew, karena si Donald Bebek nampak mengucapkan terima kasih beberapa kali ditelpon.
Lalu terdengar Andrew menitip salam juga untuk Lucca dan Fabiana. âLet us know if Casper already born ( Beritahu kami kalau Casper sudah lahir ).â Ucap Andrew sembari terkekeh sebelum memutuskan hubungan telponnya dengan Reno.
***
London, England
âSay Hi, to your beautiful baby girl.. ( Sapalah bayi perempuan kalian yang cantik ini... ).â Judith mengangkat bayi mungil yang sudah terdengar tangisannya itu. Lucca dan Fabiana sama â sama menatap penuh haru pada bayi perempuan mereka, berikut bahagia dihati mereka.
âMy daughter.. ( Anak perempuanku.. ).â Lucca menyeka sudut matanya yang basah saat melihat bayi perempuan anak pertamanya dan Fabiana sudah lahir dengan selamat. Fabiana juga menyeka sudut matanya yang basah.
Harunya terasa dua kali lipat. Selain kini ia sudah menjadi seorang ibu dari buah cintanya dan Lucca, Fabiana juga merasa terharu yang baru kali ini ia lihat menangis meski tidak sampai sesenggukan. Lucca sudah mulai menitikkan air matanya saat melihat Fabiana berjuang sejak awal. Ditambah lagi, bayi mereka sempat tertahan dimulut rahim istrinya dan Fabiana nampak sudah sangat kelelahan mengejan.
Lucca sempat gelisah dan khawatir tadi, namun ia terus menyemangati Fabiana dan membisikkan cintanya pada wanita yang amat Lucca cintai itu. Hingga pada akhirnya bayi mereka pun bisa lahir dengan selamat ke dunia.
***
âWhat are you doing? ( Apa yang kau lakukan? ).â
Lucca bertanya saat melihat Judith memegang sebuah benda yang nampak tajam dengan ujung melengkung seperti mata kail berikut sebuah benang juga yang sudah terhubung di benda tajam tersebut.
âIâm going to stitch the inner or ventral suture wound after the childbirth process ( Aku akan menjahit luka bagian dalam atau ventral setelah proses bersalin ).â Sahut Judith. Dan ia nampak sudah akan melanjutkan apa yang akan ia lakukan setelah proses persalinan.
âWhat?! ( Apa?! ). What do you mean?! ( Apa maksudmu? ).â Lucca mengernyitkan dahinya dan berjalan mendekati Judith untuk melihat lebih detail maksud Dokter kepercayaan para bumil di Keluarga Adjieran Smith itu selain Owen dan Clarissa.
Dan mata Lucca pun membola saat matanya menangkap apa yang tadi Judith maksud. Ia langsung melotot pada Judith.
âAre you crazy?! ( Apa kau sudah gila?! ). Are you going to sew my wife sacred place with that?! ( Apa kau akan menjahit tempat keramat istriku dengan itu?! ).â
Judith terkekeh mendengar ucapan yang menyiratkan pada ucapan Lucca barusan.
"She won't feel anything, I already give her anasthetic ( Dia tidak akan merasakan apapun, aku sudah memberikannya obat bius )."
âNo!. I wonât let you to do that to her!. Sheâs already feeling pain in the process before! ( Tidak! Aku tidak akan membiarkan kau melakukannya!. Dia sudah merasakan sakit diproses sebelumnya! ). Hell No! ( Sangat tidak boleh! ).â
Lucca menyergah Judith dan Dokter cantik itu pun sedikit meringis, ingin sekali memijat pelipisnya namun kedua tangannya sedang tak bisa digunakan untuk memijat kepalanya yang sedikit pening karena suami yang agak bawel ini.
âBut this is the procedure, Lucca ( Tapi ini sudah prosedur Lucca ).â Ucap Judith sabar.
âTesoro.. ( Sayang.. ).â Fabiana berucap pelan karena melihat Lucca nampak sedang menyela pekerjaan Judith sekaligus nampak berargumen dengan Dokter cantik itu. "Let her do her job.... ( Biarkan dia melakukan tugasnya ) ...."
âAre you going to kill me?! ( Apa kau ingin membunuhku?! ).â Lucca tetap fokus mengajak Judith berdebat soal jahit â menjahit itu.
Mengabaikan ucapan Fabiana yang suaranya terdengar pelan itu.
âIf you stitch her in that area, then what happen with me?! How can I get in?! ( Jika kau menjahitnya di area itu, lalu apa yang akan terjadi denganku?! Aku masuknya gimana nanti?! ).â
âOh Good.. ( Oh Tuhaaaan ).....â Judith membatin sambil menghela nafasnya pelan. âDonât worry I will left enough space for you to get in .. ( Jangan khawatir aku akan sisakan tempat yang cukup supaya kamu bisa masuk.. ).â Ucap Judith dengan wajahnya yang serius pada Lucca, namun perutnya sudah terasa geli untuk terkekeh.
Alhasil, Judith hanya bisa menggeleng pelan saja.
âCan I continue now? ( Bisa aku melanjutkan sekarang? ).â Ucap Judith seraya bertanya pada Lucca.
âIs it really necessary? (Â Apa itu benar â benar perlu? ).â
Lucca balik bertanya karena ngeri melihat bentuk benda yang adalah jarum jahit untuk menjahit luka bekas persalinan itu karena bentuk jarumnya yang tak biasa, terlihat sangat tajam, tak terbayang oleh Lucca jika itu menembus bagian sakral milik Fabiana.
âIf you want your wife feel like virgin once again just let me stitch her now... ( Jika kau mau istrimu terasa seperti perawan lagi biarkan aku menjahitnya sekarang ).â Ucap Judith asal karena ia sudah mulai sebal pada pria Italia yang cerewet itu. Lucca sendiri nampak terhenyak akibat ucapan Judith barusan.
âReally? ( Benarkah? ).â Wajah si Setan Alas yang tadinya nampak gusar, berubah menjadi sumringah. Garis bibirnya tertarik ke atas. â*You really can*do that? ( Benar kau bisa melakukan itu? ).â
âHumm.....â
Judith yang sudah malas dan merasa waktunya terbuang percuma akibat kecerewetan Lucca itu hanya membalas
dengan hum-man-nya.
âThen what are you waiting for? .... ( Lalu tunggu apalagi?.. ).â
Kini malah si setan alas menyuruh Judith untuk cepat â cepat menjahit Fabiana di bagian yang tadi ditunjukkan Judith. Dokter cantik itu memutar bola matanya malas, sementara Fabiana sendiri sudah nampak jengah, meski dia sudah diberi suntikan bius agar tidak merasa sakit saat Judith menjahit luka bekas persalinan ditubuhnya.
âIf he talked once again, Iâm going to stitch his mouth also with this needle! ( Jika ia bicara lagi, akan ku jahit mulutnya sekalian dengan jarum ini! ).â Batin Judith yang kesal pada Lucca.
****
__ADS_1
To be continue...