
KITAÂ BAGIAN DIDALAMNYA
đđđđđ
Selamat membaca ...
Ara sudah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit dan kini sudah berada di Mansion Keluarga Adjieran Smith yang berada di Regentâs Park, London.
âMaaf ya, aku sudah merepotkan kalian semua.â
âApa sih Kak Ara, kami semua ini justru shock saat mendengar kabar penusukan Kakak.â
Jihan dan keluarga yang lainnya sudah berada di London, termasuk juga Keluarga Cemara dan Mama Anye tentunya. Ara melemparkan senyumnya pada Jihan juga mereka yang sudah menunggu kepulangan Ara dari rumah sakit.
âKak Ara langsung ke kamar aja apa, Kak?.â Ucap Prita.
âKak Ara disini dulu deh Prita, bosan ditempat tidur terus.â Sahut Ara dan Prita pun mengangguk.
âApa lukanya masih terasa sakit?.â
âGa terlalu.â
âYa sudah, sebentar saja disini, kamu harus lebih banyak berbaring sampai lukanya benar â benar kering.â Ucap Reno lagi pada Ara.
Ara pun mengangguk patuh pada Reno.
Ara serta Reno pun terlibat obrolan ringan bersama keluarganya yang lain.
****
Para wanita sedang berada bersama Ara di kamar si Ibu Peri dan Kakak Ganteng. Para wanita muda sih, karena para nenek dan kakek sedang bersama cucu â cucu mereka.
âKak Ara udah baik â baik aja kan, sekarang?.â
âSudah, Sweety. Makasih ya.â Sahut Ara pada Fania.
âPrita ga sangka, Kak Ara punya cerita cinta yang menyeramkan dulu.â Ucap Prita polos dan langsung mendapat pelototan horor dari Fania. Prita yang menyadari mulutnya longcer spontan langsung meletakkan tangan dibibirnya. âSorry ....â Ucap Prita tanpa suara pada Fania, kemudian nyengir tanpa dosa sambil menunjukkan dua jarinya.
Ara yang menyadari kalau Fania tadi melotot pada Prita karena takut menyinggung Ara ataupun membuat trauma Ara muncul lagi pun berbicara. âItâs okay, Sweety ( Ga apa â apa, Sweety ).â Ucap Ara sembari tersenyum.
âMaaf Kak Ara, Prita ga ada maksud.â Ucap Prita.
âGa apa, Prita.â Sahut Ara. âToh semua sudah berlalu dan sudah bisa tenang sekarang karena kemungkinan besar
wanita itu tidak akan pernah muncul lagi.â
âSemoga saja wanita itu mendapat hukuman berat karena ini kan namanya percobaan pembunuhan.â Jihan ikut bersuara. âDua nyawa bahkan.â
âBukan berat lagi gue rasa kalo dipotong tangannya si.â Batin Fania yang bergidik ngeri mengingat ucapan Andrew kemarin.
âWanita itu sudah ditangkap kan, tapi?.â
âSudah lah pasti itu, Kak Jihan. Para pria itu ga akan butuh waktu lama untuk menemukan setiap orang yang mencoba mengusik keluarga kita. Apalagi Kak Reno dan Kak Andrew.â
Michelle kini bersuara.
âDua kakak aku itu, kalau sudah murka, mereka itu berubah jadi monster!.â Ucap Michelle lagi dan para saudara perempuannya pun terkekeh. âWanita itu pasti sudah ditangkap oleh mereka, tapi ga mungkin diserahkan ke polisi.â
Jihan menoleh dan menatap Michelle. âLalu?.â Tanyanya polos.
âYa dimasukkan ke penjara nya merekalah!.â
__ADS_1
Jihan mengernyitkan dahinya. Prita pun sama.
Keduanya masih tak paham maksud ucapan Michelle.
âPenjara mereka?.â
âIya..â
âAku ga ngerti, Chel.â Ucap Jihan.
âSedikit rumit memang, Ji.â Sambar Ara. âBanyak hal tentang keluarga ini, suami â suami kita terutama, yang mungkin belum kamu tahu dan pahami. Tapi perlahan kalian akan tahu nanti.â
Ara menatap pada Jihan lalu pada Prita.
âFania sedikit banyak mungkin sudah tahu dan paham. Michelle tentunya juga sama karena ia tinggal seumur hidup dengan Reno dan Andrew, bahkan dua J. Dewa yang memang dekat dengan Andrew sejak lama pun, sedikit banyak sifatnya seperti para lelaki Adjieran Smith.â
Empat wanita yang sedang bersama Ara itu fokus mendengarkan Ibu Peri bercerita.
âMereka itu selain penuh kejutan, juga penuh misteri. Ya bisa dibilang mereka punya sisi lain, yang mungkin berbeda dari apa yang nampak selama ini. Kalian berdua, lambat laun akan tahu sendiri, seiring dengan waktu. Dan saat kalian sudah tahu, cobalah untuk memahami dan menerimanya.â
âIya Kak.â
âTapi bagaimanapun suami kita itu, mereka punya alasan untuk setiap hal yang mereka lakukan, setiap hal yang mereka anggap benar. Yah, meski kadang â kadang apa yang mereka lakukan, yang mereka pikirkan bahkan, diluar nalar dan logika.â
Empat orang wanita yang bersama Ara itu benar â benar serius mendengarkan Ara. Duduk selonjoran bahkan nge - gelesor, bak sedang mendengarkan dongeng sebelum tidur.
âTapi apapun itu, kita tetap harus menerimanya. Karena kita, yah anggaplah kita ini wanita â wanita terpilih yang menjadi istri para pangeran di keluarga ini. Jadi apapun itu, kita sudah menjadi bagian didalamnya.â Lanjut Ara. âSuka atau tidak, baik atau buruk. Tapi semuanya hanya karena mereka tidak ingin kita terancam. Mereka hanya ingin melindungi keluarganya, terlepas dari cara apapun yang mereka tempuh.â
Ara tersenyum.
âPara suami kita itu mungkin bukan sepenuhnya orang baik, tapi yakinlah kalau mereka akan melakukan apapun yang terbaik untuk keluarganya, untuk kita juga para istri serta anak â anak mereka.â Ara melanjutkan. âJadilah istri, sekaligus sahabat baik mereka. Nasehati sebisa kita kalau ada dari mereka yang kita rasa kurang baik, meski mereka mau menerima atau tidak.â
âIya Kak.â
âKak Ara cerita begini sama kalian itu, agar kedepannya kalian ga kaget kalau ada hal â hal dari suami kalian yang belum pernah kalian lihat sebelumnya.â
Ara berkata lagi.
âKalau kalian memang benar â benar mencintai suami â suami kalian, jangan pernah sampai hilang kepercayaan pada mereka. Beri dukungan penuh dan tetaplah berada disisi mereka apapun yang terjadi. Ingatkan juga kalau mereka salah.â
âIya.. Ibu Peri.â
Empat orang wanita yang usianya lebih muda dari Ara itu menyahut kompak.
âDan yang paling penting, nikmatilah apa yang suami kalian punya, wahai adik â adikku yang cantik jelita.â Kelima wanita cantik itupun terkekeh bersaman. âBersyukurlah karena para suami kita itu, selain ganteng dan mempesona. Iya kan?.â
âIyak, bisa dipamerin kalo kondangan.â Celetuk Fania dan mereka terkekeh lagi.
âBetul itu.â
âJangan lupa kalau mereka kaya.â Timpal Ara dan mereka kini terkekeh geli. âJadi nikmatilah kekayaan mereka itu. Betul apa betul?.â
âBetuuuulllll!!! ..â
âHahahahahaha.â Mereka kini tergelak bersama. Mengobrol ringan dan yang lainnya.
**
Para pria yang juga sedang berkumpul di ruang tengah menyadari Mansion nampak sunyi meski saat ini formasi keluarga lengkap disana. Anak â anak serta para orang tua juga sepertinya sudah pada tidur. Para pangeran menyadari para istri yang juga tidak kelihatan batang hidungnya, bahkan suaranya pun tak terdengar.
âYour room silencer (Â Peredam kamar lo ) aktif R?.â Tanya John.
__ADS_1
Reno menggeleng. âHanya gue aktifkan kalau gue mau bertempur diranjang.â
Dua J, Dewa dan Andrew terkekeh. âApa mereka masih bersama Ara?.â
âEntah.â Sahut Reno. âMungkin sudah kembali ke kamar kalian. Ga terdengar suaranya.â
âIya kayaknya. Kalo kumpul mereka pasti akan bergosip dan suara tawa mereka yang super kencang itu pastinya akan terdengar kalau mereka masih berkumpul di kamar R.â
âYa sudahlah, mari kita susul. Apa kalian ga ingin bertempur dengan para ratu goyang itu?.â
âIde yang bagus, Wa.â
âBahagia lo semua ya.â
âSabar ya Bapak Reno ..â Ucap John meledek dengan menepuk â nepuk pundak Reno sambil terkekeh.
Reno memutar bola matanya dan ikut berdiri seperti para saudara lelakinya itu. Hendak beranjak ke kamar mereka masing â masing.
âTheresa, you havenât sleep yet? ( Theresa, kamu belum tidur? ).â Tanya John pada Theresa yang kebetulan
berpapasan dengan kepala asisten rumah tangga terpercaya di keluarga mereka itu.
âHow can I sleep if my young masters and my young madams, still awake? ( Bagaimana aku bisa tidur kalau para tuan dan nyonya mudaku masih terbangun? ).â Sahut Theresa pada para Tuan Muda yang sudah seperti anak baginya.
Kelima tuan muda itu pun terkekeh bersama. âAre those young madams still at Râs room, Theresa? ( Apa para
nyonya muda itu masih berada di kamarnya R, Theresa? ).â
âYes, they are ( Iya ).â
âTumben sepi, kalau mereka masih kumpul.â Celetuk Dewa.
âIya. Tumben!.â
âOkay, Theresa, thank you. Better you go for a rest now ( Oke, terima kasih, Theresa, sebaiknya kamu pergi beristirahat sekarang ).â Ucap Andrew sambil merengkuh Theresa. âYou work so hard ( Kamu bekerja terlalu keras ).â Theresa tersenyum pada salah satu tuan mudanya itu yang nampak juga perduli dan menyayanginya.
âI only can take a rest if all of you are already take a rest ( Aku hanya bisa beristirahat jika kalian semua sudah pergi beristirahat ).â
Kelima tuan muda itu terkekeh lagi.
âAlright then, good night, Theresa ( Baiklah kalau begitu, selamat malam, Theresa ).â Kelima tuan muda itu pun lalu pergi ke kamar Reno untuk menyambangi istri â istri mereka.
****
Kelima tuan muda itu sudah sampai didepan kamar Reno yang pintunya terbuka. Ara yang sedang memegang ponsel dengan satu tangannya, melambai dengan tangan yang satunya pada kelima pria yang sudah masuk ke kamarnya. Kelima tuan muda itu sedikit memiringkan tubuh dan kepala mereka menatap istri mereka masing â masing. Reno memperhatikan satu â satu wajah para wanita selain Ara.
âDasar adik â adik perempuan ga ada akhlak. Bukannya jaga yang sakit mereka malah tidur.â Ucap Reno sambil geleng â geleng. Ara terkekeh pelan, sementara empat tuan muda selain Reno geleng â geleng melihat istri mereka yang nampak terlelap itu.
âApa lo habis menceritakan dongeng pada mereka, Ra?.â Celetuk Andrew yang geleng â geleng melihat istrinya yang tidur selonjoran di kursi malas milik Reno.
âKelakuan.. Kelakuan..â Celetuk Dua J, Dewa dan Andrew.
âHem, istri â istri siapa ini?.â Timpal Reno.
****
To be continue...
Dukungan đđ jangan lupa iye.
Loph Loph
__ADS_1