THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 363


__ADS_3

Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye


***************************************************************************


PASSIONATE LOVE****(Cinta Yang Penuh Semangat)


Selamat membaca ..


************************


“The time we spent apart, will make our love grow stronger ...”


( Waktu yang kita habiskan bersama, akan membuat cinta kita tumbuh lebih kuat ... )”


--- Westlife ---


****


Tersungging senyuman di wajah Varen yang sedang menatap Andrea, saat istri kecilnya itu sudah terlelap dalam dekapannya, selepas sesi gremet-gremet keduanya yang cukup menguras tenaga, efek kerinduan masing-masing pada si nananina.


Satu kecupan Varen layangkan ke bibir Andrea yang kemudian menggeliat pelan sembari mengeratkan pelukannya


pada Varen, yang tubuhnya masih polos sama seperti istri kecilnya itu.


Varen tersenyum gemas, lalu ia ikut mengeratkan pelukannya pada Andrea yang sebenarnya ia sekali Varen


‘terkam’ lagi. Namun berhubung Andrea nampak sudah kewalahan menghadapi terkaman Varen itu, jadi Varen rasanya tidak tega untuk mengusik tidur istri kecilnya itu.


Meskipun Varen merasa gemas juga melihat wajah tidur Andrea, seperti selalunya.


‘My dazzling and adorable Little Star (Little Starku yang mempesona dan menggemaskan)’


Varen membelai lembut rambut indah Andrea yang sedikit berantakan saat ini.


Teringat tingkah polah Andrea yang kadang menggemaskan, kadang membuat kesal namun tetap saja tidak bisa membuat Varen marah lama-lama pada bintang kecilnya itu.


Bahkan kelakuan Andrea yang suka aneh-aneh. Termasuk, dalam menggoda keteguhan iminnya.


Varen bahkan sampai geleng-geleng sembari mengingat apa saja yang pernah istri kecilnya itu lakukan dalam menggoda jiwa kelaki-lakiannya.


‘Senyum kamu adalah kebahagiaan bagiku. Sementara memilikimu adalah hadiah yang paling indah dalam


hidupku.. Miracle Andrea.. My gorgeous Little Star ( Little Starku yang menakjubkan ) ..’


Senyuman terpatri di wajah Varen kemudian, menatap lekat wajah Andrea sembari membelai lembut wajah Andrea


yang tak pernah bosan untuk Varen pandangi. Wajah yang selalu dan seterusnya akan Varen puja.


“Adorable..... but naughty! ..... ( Menawan..... tapi nakal! ..... )"


Varen terkekeh kecil sembari menatap wajah Andrea yang terlelap itu lamat-lamat.


‘Little Star kedinginan tidak ya jika tidur tanpa satupun pakaian yang menempel di tubuhnya seperti ini? ..’


Varen hendak menyingkap selimutnya dan membebaskan tangannya yang menjadi sanggahan kepala Andrea


dengan sangat perlahan.


Namun saat Varen hendak mengangkat kepala Andrea, Andrea kembali lagi melakukan pergerakan dan tubuh si


Juleha kini makin menempel pada Varen, yang membuat si Abang akhirnya urung untuk turun dari tempat tidur. ‘Ah sudahlah, jika Little Star kedinginan nanti kan ada aku yang bisa menghangatkan .. Dan lagi..’


Varen merasakan sesuatu yang kenyal menggoda di dadanya.


Menyingkap sedikit selimut, lalu Varen menggigit bibir bawahnya.


‘Halo Nunu and Nana..’


***


Sementara itu di bagian kamar yang lain ...


Sama seperti halnya pasangan Varen dan Andrea, yang menghabiskan waktu dalam kamar selepas makan malam


dengan main kuda-kudaan yang menguras tenaga namun terasa bak di awang-awang setelahnya, satu pasangan ini pun sama. “Vi ...”


Itu Nathan yang memanggil sang istri disampingnya dengan keadaan yang kurang lebih sama seperi Abang dan


Andrea.


Tubuh Nathan polos tanpa sehelai benang pun yang menempel. Begitupun Kevia yang sudah memejamkan matanya dalam dekapan Nathan.


“Huummmm....” Sahut Via hanya dengan hum-man saja, karena Via baru akan terlelap. “Jangan minta lagi”


Ucap Via yang terdengar seperti gumaman, dengan matanya yang terpejam.


“Baru tiga kali kan, Vi?...” Sahut Nathan tanpa dosa. “Aw!..”


Nathan mengaduh pelan, karena Via mencubit perut atletis nya.


“Perih Viaa ..”

__ADS_1


“Sukurin!”


Via merutuk dengan matanya yang sudah ia buka dan mendongakkan kepalanya untuk menatap suaminya itu.


“Mesum sih!”


Via mencebik kemudian.


Nathan terkekeh kecil sekaligus merasa gemas melihat bibir Via yang sedang mencebik itu sehingga rasanya ingin sekali Nathan menjilatnya.


“Udah ah aku mau tidur!....”


“Makasih ya Vi ...”


Kevia yang tadinya sudah kembali memejamkan mata seraya menguselkan tubuhnya dalam dekapan Nathan itu


membuka mata dan menatap lagi suaminya yang kini sedang menatap lembut padanya.


“Untuk tiga ronde tadi?...” Sahut Kevia asal, hingga membuat Nathan terkekeh lagi. Via mendengus geli.


“Untuk semuanya ....”


Nathan membelai wajah Kevia.


“Untuk kesempatan kedua dari kamu yang mau menerima aku kembali..”


“Itu karena aku masih mencintai kamu, Jo...”


Kevia tersenyum tulus.


“Untuk itu aku bahkan sangat berterima kasih...”


Nathan berkata dengan tidak kalah tulusnya sembari membelai pipi Kevia.


“Selain seluruh keluarga aku, kamu begitu aku syukuri Vi..”


Kevia menarik lebih tinggi sudut bibirnya, dan tangan Kevia juga terulur membelai pipi Nathan.


“Kamu, anugrah terindah dalam hidup aku Vi ....”


Nathan berkata tulus, lalu mendaratkan kecupan yang dalam di kening Kevia.


“Semoga Tuhan juga berbaik hati lagi sama aku, agar aku bisa punya kesempatan untuk memiliki anak dalam


pernikahan kita” Ucap Nathan penuh harap.


Kevia melayangkan senyuman.


Keduanya saling tatap dan tersenyum bahagia.


Namun tak lama Nathan menarik pelan belakang kepala Via dan melayangkan ciuman di bibir Kevia.


Selanjutnya berlanjut menjadi ciuman panas yang membuat Nathan dan Via sedikit tersengal setelah mengakhirinya.


“Jo..” Ucap Kevia.


“Heemm? ..” Sahut Nathan.


“Aku mau tidur ..”


“Ya udah tidurlah, cinta..”


“Tangan dikondisikan tolong..”


“Cuma usap-usap aja, cinta..” Ucap Nathan, dengan tangannya yang sedang menjelajah tubuh sang istri yang


mulai menggeliat pelan akibat perbuatannya.


“Tapi aku mau tidur Jo..” Sahut Via sembari menahan satu tangan suaminya yang sedang tak berakhlak saat


ini.


“Iya kan aku bilang tidur aja. Ga apa-apa kok kalau kamu mau tidur duluan”


“Iya tapi tangan kamu tolong dikondisikan ..” Sahut Kevia lagi.


Sembari Kevia menangkap tangan Nathan dan meletakkan satu tangan tak berakhlak itu keatas selimut yang


menutupi tubuh mereka.


“Jo!” Via sontak memekik karena ada sesuatu yang membuat basah salah satu squishy nya.


Karena si Tan-Tan sudah menyelusup dengan cepat kedalam selimut dan mulutnya sedang bergerilya disalah satu titik sensitif Kevia, yang kurang lebih sama seperti wanita lainnya.


“J-oo..”


Kevia melirih sembari menggigit bibir bawahnya.


“A-ku capee.. ngan-tuukk.. emh ...”


“Kamu tidur aja, cinta..” Ucap Nathan selepas, melepaskan sebentar squishy Kevia yang tadi dijajahnya.

__ADS_1


“Ya gimana aku bisa tidur ka..”


Kevia menjeda kalimatnya.


“Biar aku yang kerja..”


Dan si Tan-Tan kembali melanjutkan kegiatannya yang ia jeda tadi.


Membuat Kevia memejamkan matanya, namun bukan untuk tidur, melainkan merasakan sengatan yang sudah mulai mengalir dalam tubuhnya akibat bibir dan tangan si Tan-Tan sudah menjelajah kemana-mana.


“Ga ja-di bobo?, hem?..” Ucap Nathan saat Kevia melingkarkan tangan dan kakinya kala Nathan sudah


melakukan penyatuan dan mulai melakukan pergerakan dibawah sana.


“Gi, manahh.. aku-bissaahh.. bo-bohhh.. kalo-hhh beginihh sih Joo-hh..”


Si Tan-Tan menyeringai m*sum kala Kevia menjawabnya dengan terengah-engah.


“Coba gaya baru, mmhh .. ya-hh?..”


“Ga-yyaah appaahh??..”


“Cicak-cicak di dinding..”


***


Esok hari ...


Sinar matahari sudah menelusup melalui ventilasi dalam sebuah kamar dalam kapal yang sedang berlayar


menuju suatu pulau dalam suatu negara Asia, yang akan jadi satu persinggahan kapal pesiar The Adjieran Smith hari ini.


Goncangan ombak lautan di bawah kapal pesiar yang sedang melaju itu, sepertinya sampai ke dalam sebuah


kamar dimana suara d*sahan nafas yang memburu terus beradu dalam kamar tersebut.


“Abaanngg ..” Suara lembut seorang gadis yang lebih kepada suara erangan itu terdengar, dan semakin menggila kala satu bibir berikut jari jemari seorang pria muda yang adalah suaminya itu dan kini sedang berada diatasnya itu, bergerilya di seluruh tubuh sang istri belianya.


Begitu lihai, hingga membuat tubuh si gadis menggelinjang tak karuan. Semakin menggila erangan sang istri,


semakin bersemangat dan berg*irah pula satu suami yang sedang menikmati kegiatannya pada tubuh indah dan menggoda sang istri belianya itu. Ketika dirasa sang istri ingin mencapai puncaknya, pria muda itu menghentikan aksinya.


Sengaja, ingin membuat dan melihat istri belianya yang sangat cantik dan menggemaskan itu memohon, karena


tak habis-habis menggoda dirinya sejak bangun tidur tadi. Dan berhasil, karena sorot mata sayu dan nampak frustasi sang istri kini sudah terlihat menatapnya, seperti memohon agar menuntaskan apa yang di jedanya.


Pria muda itu tersenyum melihat wajah memohon sang istri belia yang memelas namun begitu terlihat


menggemaskan.


“Abaaannngg..”


‘Ah sial!’


Alih-alih ingin menyiksa sang istri belianya itu, si suami muda ini malah sudah tak sabar untuk melakukan penyatuan, akibat suara parau sang istri yang memanggil namanya dengan nada seksi yang lembut dan menggoda.


Pria muda ini semakin merasa tak karuan, benar-benar tak sabar rasanya.


Terlebih sang istri sudah menggigit bibir bawahnya sendiri, sembari membuat satu kakinya menyentuh dada bidang si suami dan menggerakkannya dengan sensual, berikut ekspresi nakal yang dibuat istri belianya itu.


“Gadis nakal, apa kamu tidak kapok kalau kamu memprovokasi aku seperti ini, Little Star??? ...”


Ah Abang..


Dengan tubuh indahnya dimata Andrea yang sudah tak karuan sekarang.


Yang sedang memposisikan dirinya untuk melakukan penyatuan. Menunggu tubuh atletis itu merajai nya berikut pandangan si Abang yang mengintimidasi untuk menguasai permainan.


Andrea selalunya sering kewalahan memang, jika gelora kelakian Varen sudah berkobar. Namun Andrea tak bisa menampik magnet s*ksual suaminya itu pada dirinya. Biarlah jika dibilang Andrea adalah gadis yang kegatelan.


Toh kegatelan sama suami sendiri ini. Andrea, memang masih belia sekali umurnya, namun hormonnya sudah


seperti wanita dewasa. EGP!-Kata Andrea.


Udah keenakan sama sosis jumbonya Abang yang bikin Andrea doyan bahkan ketagihan soalnya.


“Lihat saja bagaimana aku membuatmu menggelepar, hingga memohon ampun, Little Star ..”


“Buktikan!..”


***


To be continue .....


Menuju akhir cerita


Dan juga terima kasih buat dukungan dan support kalian semua sampai dengan detik ini yang tak habis-habis emak sampaikan, untuk segala pencapaian emak sebagai penulis receh.



__ADS_1


__ADS_2