THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 16


__ADS_3

😘AUTO GIBAH😘


Selamat membaca ..........


Masih di Jakarta.


“R, si John kemana?”


Andrew bertanya pada Reno karena rasanya sedari tadi dia tak melihat itu sibule koplak.


“Jemput Prita katanya.” Sahut Reno.


“Jemput Prita?.” Andrew mengernyitkan dahinya dan Reno mengangguk.


“Bukannya Prita bilang mau menginap ditempat temannya malam ini?”


“She is ( Memang )” Jeff yang menjawab.


“Lo ga bilangin dia?”


“Sudah!” Sahut Jeff pada Andrew.


“Terus kenapa R bilang si John malah jemput Prita?.”


“Karena dia khawatir kalau si Prita itu menginap ditempat pacarnya.” Timpal Dewa.


Empat laki – laki itu sedang nge – gibah. Reno dan Jeff pun tergelak mendengar timpalan Dewa.


“There is something I have missed? ( Ada sesuatu yang gue lewatkan? ).”Andrew bertanya dengan sedikit keheranan melihat Reno dan Jeff tergelak, dan si Dewa cengengesan.


“Lo seharusnya liat ekspresinya si John tadi saat gue menghampiri mereka bertiga didepan.” Ucap Dewa sambil menunjuk pada Reno dan Jeff. Reno dan Jeff manggut – manggut.


“Sudah mulai menjadi bucin dan sebentar lagi akut dia.”Reno masih terkekeh.


“Memang si Prita punya pacar, Ndrew?.” Tanya Jeff. “Karena si John bilang, menurut apa yang dibilang Fania, katanya itu anak pergi sama pacarnya.”


“Setahu gue belum. Mereka hanya dekat. Tapi belum pacaran.”


“Berarti si Little F bohongi si John?.” Ucap Reno seraya bertanya.


“Lo seperti ga tahu Little F aja, R.” Sahut Andrew setengah terkekeh.


“Antara si Kajol asal ngomong dan ditanggapi serius sama si John, atau memang si John yang salah mengartikan.” Timpal Jeff.


“Tapi tetap aja ujung – ujungnya si John bucin!.” Celetuk Dewa dan mereka pun tergelak bersama.


“By the way Ndrew ( Ngomong – ngomong Ndrew ), is Little F knows if John have that feeling to Prita? ( Apa Little F tahu kalau John punya perasaan lebih ke Prita? ). Karena gue yakin kalau kita berempat punya pendapat yang sama soal perasaan John pada Prita.”


“Sepertinya engga. Little F hanya mengira kalau John sekedar merasa bersalah pada Prita karena sebatas sayangnya dia seperti pada Fania, Michelle bahkan Ara. Little sister ( Adik kecil ).” Ucap Andrew. “Fania hanya tahu kalau dulu Prita yang pernah jatuh cinta pada si John, seperti yang kita semua tahu, kecuali si John sendiri yang ga pernah tahu kalau Prita pernah punya perasaan spesial sama dia.”


“Is she still have that feeling? ( Apa dia masih punya perasaan itu? ).”


“I don’t know ( Gue ga tahu ). Kan kalian semua juga tahu, kalau Prita minta dijauhkan dari John karena ia ingin menghilangkan perasaannya sama itu om – om kalau kata Fania.”


Keempat Hot Daddy yang sedang menggibahkan John itu kembali tergelak lagi.


“Kalau melihat sikapnya si Prita sama John dari sejak diacara Fania kemarin dan tadi pagi sih, rasanya itu si Priwitan udah ga ada rasa sama si John. Nah itu dia sedang dekat dengan cowok, kan?.”


“Dan itu akan menjadi hiburan buat kita sekarang.” Celetuk Dewa. “Mari kita lihat itu si bule koplak tersiksa dalam kebucinannya mengejar si Prita,” tambah Dewa.


Keempat Hot Daddy itu tergelak dengan keras sekali lagi.


“Ngobrolin apa sih tuh bapak – bapak diluar?. Girang amat.” Fania menoleh penasaran saat mendengar suara tawa yang terbahak – bahak dari area kolam renang.


“Ck. Paling – paling cerita sekitar dada sama paha mereka. Kayak ga tahu aja kamu, Sweety.” Ara terkekeh beserta Michelle. Fania hanya geleng – geleng.

__ADS_1


****


“Salaman dulu dong biar afdol baikannya.” Ucap John.


“Jangan ge-er lo. Yang bilang gue mau baikan sama lo, siapa?”


“Ya sudah, mau cium berarti?” John memainkan alisnya.


“Ih Najis!.” Prita meliriknya sinis. ‘Bule koplak ngeselin bikin hati gue deg – deg – an. Mau kalo dicium mah.’


****


“Prita, sebentar.”


“Apalagi?”


Prita dan John sudah sampai di rumah Dad dan Mom.


John tersenyum. “Makasih ya.” Ucapnya pada Prita.


“Makasih buat apaan lagi?” Sahut Prita.


“Makasih sudah mau maafin Kak John.”


“Dih, yang bilang gue udah maafin lo siapa, coba?.” Ucap Prita. “Gara – gara lo nih ya, besok gue harus bangun lebih pagi karena harus balik kesini yang jaraknya lumayan jauh dari studio. Lo tau ga besok gue ada shooting pagi?. Udah bener – bener gue mau nginep di apartemennya si Diana, lo malah bawa gue balik kesini!”


Si Priwitan nyerocos kesal.


“Diana itu cewe?...”


“Pake nanya lagi! Udah jelas – jelas namanya Diana. Ya cewe lah!”


“Oh, Kak John pikir kamu akan menginap ditempat cowo brengsek tadi.”


“Makanya lo jangan suka mikir aneh – aneh. Kebiasaan! Negatif thinking mulu lo, Kak. Dari dulu juga lo selalu nyangkain gue yang engga – engga. Apalagi waktu lo bentak – bentak gue gegara si Aila tuh! Pasti gara – gara lo mikir gue sirik sama dia, kan?. Lo pikir gue sengaja – sengaja menjelekkan dia!”


“Tau ah!.” Prita mendengus kesal. “Lagian gue emang cewe apaan nginep sembarangan ditempat cowo!. Pacar gue juga bukan!.” John sedikit tersentak mendengar kalimat terakhir Prita. Senyum otomatis muncul diwajahnya.


“Cowo brengsek itu bukan pacar kamu?.”


Prita menggigit bibir bawahnya. “Tristan namanya. Dan dia bukan cowo brengsek. Jangan sembarangan lo!”


“Masa bodoh!.” Sahut John. “Memang brengsek mukanya!.” John sedikit kesal kalau ingat tadi cowo bernama Tristan itu sempat menggengam tangan Prita dengan mesra. “Jawab dulu, kamu beneran belum pacaran sama dia?.”


“Ck!. Tau ah!. Bukan urusan lo!”


“Hey, Prita.” John buru – buru keluar dari mobil karena Prita juga sudah keluar dengan tergesa.


“Oh iya, lo tanggung jawab lo ya!.” Prita berbalik.


“Tanggung jawab apa?. Belum Kak John apa – apain kan, kamu?”


Si bule koplak tersenyum jahil.


“Yeeee ngeres otak lo!. Pokoknya gue ga mau tau. Gara – gara lo yang maksa gue balik kesini, besok pagi – pagi budek lo harus anterin gue ke studio!.” Lalu Prita bergegas kembali berjalan cepat menuju kedalam rumah Dad dan Mom.


‘Pagi – pagi budek?.’ John sedang mencerna. ‘Pagi – pagi buta bukannya?.’


****


Keempat papah muda yang tadi bergibah sudah menyambangi istri – istri mereka yang sedang menonton serial di salah satu channel berbayar, terkecuali Jeff yang belum ada istrinya. Mereka menoleh serentak saat melihat si Prita masuk dengan wajah yang ditekuk.


“Lah Priwitan lo katanya nginep di tempat si Diana?.” Tanya Fania dalam duduknya.


“Noh si bule koplak kerjaannya bawa gue balik kesini!” Prita setengah berbalik dan John tak lama muncul dibelakangnya.

__ADS_1


“Lah kok?!” Fania keheranan.


Empat Hot Daddy yang tadi sempat menggibahkan si John cengengesan.


“Bukannya lo pagi – pagi ada shooting di studio, Priwitan?. Nah elo ngapain jemput dia Kak. Orang apartemen temennya deket sama studio kok.”


“Apaan dia lagi mesra – mesraan di cloud sama cowok brengsek!.” Ucap John.


“Bener itu Prita?” Tanya Fania.


“Bener!.”


John yang menyahut.


“Apaan orang gue mau dinner doang sama Tristan!.” Prita membela diri.


“Dinner apanya pegang – pegangan tangan. Kalau gue ga keburu datang udah ciuman bisa – bisa!.”


“Dih, suka – suka gue lah!. Ga ada urusan juga sama lo gue mau ngapain sama si Tristan. Napa lo yang sewot?.”


“Ish! Berisik ih lo berdua.” Ucap Fania. ‘Udeh kayak laki bini yang lagi ribut.’


“Abis Kak John rese banget!” Prita masih menunjukkan kekesalannya.


“Nah lo tau – tauan si Prita di cloud?.”


“Dia merampas ponsel gue, buat melacak titik GPS ponselnya si Prita.” Sambar Jeff. “Mana sini balikin ponsel gue!.”


“Oh iya.” tukas John yang cengengesan sambil mengeluarkan ponsel Jeff dari saku dan memberikan pada si empunya. “Thank you, Bro.”


Mesam – mesem ga jelas si John.


“Udah ah. Prita mau tidur. Besok harus bangun pagi – pagi.”


Prita bergegas kearah tangga.


“Eh iya, papah mamah udah balik?”


“Udah.”


“Ya udah deh. Yuk semua. Prita tidur duluan.”


Prita menaiki anak tangga.


“Kak John inget lo besok lo harus anterin gue! Awas aja kalo engga. Salah lo nih!.”


“Iya, Nona Prita....” Sahut John.


“Udeh lo sana buru – buru tidur juga. Lo anterin tuh si Priwitan besok. Jangan sampe kaga. Ngamuk lagi dia sama lo, tau rasa!.” Ucap Fania. “Lagian iseng banget lu gangguin acaranya dia.”


“Ya, gue kan hanya khawatir Jol...” Sahut John. “Ya sudah, gue juga pamit istirahat duluan deh. Besok harus mengawal Nona Muda.”


John pun menaiki tangga untuk pergi ke kamarnya. Semua orang yang sedang berkumpul santai itu kemudian saling tatap.


“Sudah baikan sepertinya?” Celetuk Andrew saat dirasa John sudah masuk ke kamarnya.


“Kalo dari yang aku lihat sih, kayaknya si Priwitan udeh ga musuhin itu si bule koplak lagi.”


“Sepertinya iya. Ga lihat muka si John macam orang bodoh tadi.” Sahut Reno. “Cengengesan ga jelas.”


Mereka pun tergelak dan mode gibah  yang tadi hanya Hot Daddy kini  bertambah dengan tiga Hot Mommy pun menyala otomatis.


****


To be continue .....

__ADS_1


LIKE, KOMEN Dan VOTE ( jika berkenan )Loph Loph 💞💞💞


-Dua Episode dah meluncur loh-


__ADS_2