
◾ YANG SANGAT DIHARAPKAN ◾
Selamat membaca....
Daddy R, Mommy Ara dan Varen sedang berada di depan konter makanan yang berada di lantai bawah Rumah Sakit tempat Nathan di rawat.
“Apa itu benar cukup untuk kalian Bang?”
“Cukup Mom”
“Ya sudah”
“Papa Lucca mau kembali kesini lagi kapan?”
“Mungkin minggu depan. Ada sedikit kekacauan di Italy yang harus dia bereskan”
Varen manggut – manggut selepas Daddy R menjawab pertanyaannya.
“Dad dan Mom kalau mau pulang silahkan saja. Sebentar lagi juga selepas jam dinasnya selesai, Rendy akan langsung kesini dan menemani kami” Ucap Varen pada kedua orang tuanya itu.
“Ya sudah lihat saja nanti” Sahut Mommy Ara.
Drrrrtt..
Ponsel Varen bergetar disakunya. Varen pun merogoh sakunya.
“Pasti Little Star”
“Iya”
“Ya sudah cepat terima, selagi kamu masih disini, mungkin ada tambahan pesanan yang dia mau”
“Iya Dad” Varen langsung menggeser tombol berwarna hijau dalam ponselnya. “I- ..”
“ABAAAANGGG!!!! ..”
Varen langsung mendelik ketika mendengar teriakan Andrea dari sebrang ponsel sebelum dia meneruskan kata – katanya.
Sontak Mommy Peri dan Daddy R juga ikutan mendelik dan kaget juga, secara suara Andrea itu tembus dengan
nyaring sampai keluar ponsel meski Varen tidak meng-loud speaker-kan panggilan dari Andrea tersebut.
“Ke-kenapa..”
“TAN – TAN ABAANGG!!..”
“A-aku naik sekarang!”
Mommy Ara menyegerakan pembayaran dengan tergesa, dan Varen langsung melesat ke arah lift mendahului
orang tuanya karena panik mendengar jeritan Andrea, begitupun Daddy R dan Mom Ara.
“Kenapa Nathan Little Star?..” Tanya Varen yang sudah berada di dalam lift.
“Dokter..” Namun Andrea tidak menyahut, Varen mendengar Andrea seperti sedang berbicara dengan tergesa
disebrang telpon dan suara sedikit ricuh juga dapat Varen tangkap ditelinganya.
‘I wish you are okay, Than ..’
***
“Sayang tahu, gue sama lo ..”
“Ma – sa..
“T-an, Taan? ..”
“Be-ne-ran, sa-yang, gue? ..”
“YA ALLAH TAN – TAAAANNN!! ....”
“Be-ne-ran, lo, - sa-yang, gue, cu-te - girl? ..”
“Iya Taaan, gue sayaaaaang, huuu ...”
Nathan tersenyum tipis pada Andrea yang langsung menangis kala mendengar suaranya dan melihat ia bergerak.
“Ma-lah na-ngis ...” Ucapan Nathan masih terbata dan pelan.
“Jo ..”
Ada seseorang yang sudah mendekat dengan raut wajah kelegaan setelah ia mendengar suara jeritan Andrea
yang super kenceng. Nathan belum memperhatikan, karena suara yang memanggilnya barusan itu begitu pelan.
Andrea langsung meraih ponselnya dan menekan tombol pemanggil perawat dengan tergesa.
Beberapa orang perawat jaga yang memang standby di lantai tempat Nathan dirawat itu langsung berdiri panik
__ADS_1
dari tempat duduk mereka, dan bergerak cepat ke ruangan Nathan karena merasa yakin kalau jeritan itu terdengar dari sana.
Dan memang tak lama setelah suara jeritan terdengar, lampu tanda kalau ada panggilan dari ruangan pasien
VVIP menyala dan itu dari ruangan Nathan. Tiga orang perawat langsung berlari cepat ke arah ruangan Nathan.
“Titip Nathan ya?, aku mau hubungi Abang!” Ucap Andrea pada seseorang yang bersamanya itu.
“Iya...” Sahut orang tersebut sembari Andrea yang kembali menjerit setelah panggilannya ke Varen diterima oleh suaminya itu.
“Dokter!”
Andrea spontan berseru ketika setelah tiga perawat masuk, tak lama seorang Dokter yang memang khusus
merawat Nathan itu baru saja datang, karena sudah masuk ke jam dinas dokter tersebut.
“Tan .. eh Jonathan sadar!”
Dokter itu hanya menjawab dengan anggukan, lalu setelahnya ia langsung melesat ketempat Nathan berada.
Andrea dan orang yang bersamanya itu berdiri berjarak dari tempat Nathan yang sedang dicek segala sesuatunya oleh para perawat dan Dokter, sembari celingukan memperhatikan Nathan yang sedang ditangani.
Andrea bahkan lupa kalau sedang menghubungi Varen saking serius memperhatikan Nathan dari tempatnya.
*****
“Little Star!”
Varen datang dengan tergesa berikut wajahnya yang nampak begitu panik dan cemas dan langsung
menyambar bahu Andrea yang orangnya sibuk memperhatikan Nathan dari tempatnya yang sedikit berjarak dan menghapusi air matanya.
“Abaannggg ...” Andrea memeluk Varen yang mengusap kepalanya namun matanya menatap ke tempat Nathan. “Tan – Taaan ....”
“Little Star!”
“Nathan, kenapa? ..” Daddy R dan Mommy Ara juga sudah datang dengan tergesa.
“Tan – Tan sudah sadaarr ....”
“Benarkah?!....”
“Iya, Abang, Dad, Mom ....”
“Alhamdulillah....”
“Syukurlah ....”
ketempat Nathan, namun berjarak seperti Andrea karena tidak ingin mengganggu Dokter dan para perawat yang sedang sibuk mengecek kondisi Nathan itu.
Senyum mengembang diwajah Varen, Daddy R dan Mommy Ara karena ucapan Andrea benar adanya.
“Syukurlah, My boy ..” Ucap Daddy R pelan, saat melihat pergerakan Nathan yang terlihat sesekali mengangguk
pada Dokter yang nampak berbicara padanya.
“Eh iya! Hubungi Papa dan Mama Bear Abang ..” Celetuk Andrea. Dan Varen pun langsung mengangguk lalu
mengeluarkan ponselnya dari dalam saku.
“Mama Bear ga dijawab ini”
“Papa Bear juga”
“Mungkin mereka sudah tidur”
“Hubungi Momma atau Poppa coba Little Star, mereka biasanya belum tidur jam segini” Sambar Mommy Ara.
“Oh iya! Oke!” Sahut Andrea sambil mengangguk.
Sementara Andrea mencoba menghubungi Momma, Mommy Ara merengkuh seseorang didekat mereka yang sedari tadi terpaku dan sesekali nampak menyeka air matanya sambil menatap ke tempat Nathan berada.
“Dia sudah baik – baik saja, Sayang..”
**
Kediaman Utama Keluarga Adjieran Smith
“Yes, Little Star? ....”
“POP!!!!!”
“What is it? .... ( Ada apa? )”
“TAN – TAN! TAN – TAN!”
“Kenapa dengan Nathan Little Star?!”
“Papa Bear! Tadi Drea dan Abang hubungi Papa dan Mama Bear tapi kalian ga angkat!”
“Ya sudah, kenapa Little Star?!.... Nathan kenapa?!....”
__ADS_1
“TAN – TAN! TAN – TAN SADAR PAPA BEAAARR!! ......”
“A – apa ..??..”
Daddy Jeff tak sanggup berkata – kata.
“...”
Mama Jihan, Momma dan Poppa juga spontan saling tatap, namun belum bereaksi meski mereka mendengar kalimat jeritan Andrea dari sebrang ponsel.
Masing – masing bertanya dalam hati tentang kebenaran dan kepastian ucapan Andrea dengan menjerit itu.
“Lit.. Little Star...??....”
Daddy Jeff berbicara lagi memanggil Andrea yang terdengar berkomunikasi dengan orang didekatnya, yang
sejenak mengabaikan Daddy Jeff dalam panggilan yang masih tersambung.
“Iya Papa Beaar.. Tan – Tan sudah sadaarrr!! ..” Andrea sudah kembali berbicara pada Daddy Jeff di
panggilan pada ponsel. “Sebentar Drea ubah ke Video Call ya....? ..”
Tak lama panggilan telepon sudah di rubah Andrea ke panggilan video yang kemudian muncul gambar yang menunjukkan seorang Dokter dan beberapa perawat yang sudah selesai memeriksa Nathan.
“Tan...” Panggil Andrea pelan dan Nathan pun menoleh meski nampak lemah. “Say Hi ..... ( Bilang Hai .... )” Andrea berkata pada Nathan dari ujung ranjang dekat kaki Nathan.
Nathan menunjukkan senyumnya.
“Ini Papa Bear on VC” Ucap Andrea lagi.
“Hi-Dad ......”
Nathan menyapa lemah dengan senyuman.
Sementara Daddy Jeff nampak berkaca – kaca, namun senyuman kemudian terukir diwajahnya, meski mulutnya tertutup dengan kepalan tangannya. Mama Jihan yang membulatkan matanya saat mendengar suara Nathan yang pelan itu langsung juga mendekat pada Daddy Jeff dan langsung melihat layar pada ponsel Momma yang sedang dipegang oleh Daddy Jeff itu.
Momma dan Poppa juga mendekat pada Daddy Jeff dan ikut juga menatap layar ponsel, hingga air mata
bahagia keempat orang itu lolos dari pelupuk mereka. Senyuman kemudian terukir di wajah mereka.
“Mam- ...”
“Ya-Allah, Nathaann ... kamu sadar nak ....”
Nathan nampak tersenyum dan mengangguk pelan. “Miss-you, Mam ...” Ucap Nathan pada Mama Jihan yang mengharu sampai menutup mulutnya lalu mengangguk cepat.
“I miss you too, sayang....”
“Welcome back, my boy ....”
“Tan – Tan ..”
“Glad to see you open your eyes, my boy..”
Mama Jihan, Daddy Jeff, Momma dan Poppa bicara bergantian dengan air mata bahagia dan keharuan pada
Nathan yang tersenyum pada mereka. Tak lama wajah Andrea muncul dilayar. “Ya sudah, kalian cepat datang ya?”
Andrea berkata sambil menyeka sisa air matanya. Keempat orang yang sedang tersambung di ponsel itu
kemudian langsung menganggukkan kepala mereka dengan haru dan bahagia atas terkabulnya doa dari pengharapan mereka yang pada akhirnya membuat lega dan bahagia tentunya atas kesadaran Nathan dari komanya.
**
“Welcome back Brother!... (Selamat datang kembali adikku! ..)”
Varen menyapa Nathan setelah Dokter selesai mengecek Nathan dan memberikan kepastian kepada mereka semua tentang kondisi Nathan saat ini.
Kini Dokter tersebut sedang berbicara dengan Daddy R dan Mommy Ara terkait kondisi Nathan.
Nathan menunjukkan senyumnya pada si Abang meski kondisinya masih agak lemah.
“Tha-nks... Bang..” Sahut Nathan.
“Dah, jangan banyak bicara dulu. Penyesuaian dulu sama dunia nyata” Guyon Abang yang tersenyum dan mengusap pelan bahu kiri Nathan.
Nathan pun terkekeh kecil, lalu mengangguk pelan.
Varen kemudian bergeser dan menoleh pada seseorang yang berdiri dibelakang Andrea, lalu seperti mengkode
dengan kepalanya agar Andrea sedikit bergeser dan orang yang dibelakang Andrea memajukan tubuhnya. Andrea dan orang dibelakangnya tersebut paham maksud Varen.
Andrea pun bergeser sedikit. “Than ..” Panggil Andrea pelan pada Nathan yang kemudian menoleh padanya.
“Humm....?”
“Selamat datang kembali, Jo..”
**
To be continue.....
__ADS_1