
♣ (BUKAN) MISSION IMPOSSIBLE ♣ Bagian 2
******************************************************
Selamat membaca ....
******************************************************
Mansion Lucca, Viterbo, Italia ....
‘Mama Bear, Nathan, aku sudah tak sabar ingin bertemu kalian.’ Jeff sedang termenung dalam duduknya, memikirkan dua orang tercintanya selain keluarganya yang lain.
“Kak ...”
“Eh Jol..” Jeff menoleh saat mendengar suara Fania yang sudah duduk disampingnya itu, yang datang bersama Andrew.
“Pasti lagi mikirin Jihan sama Nathan ya?.” Ucap Fania seraya bertanya pada Jeff, dan pria itupun mengangguk.
Fania menghela nafasnya. “Gue juga kangen Kak sama semua yang di Save House, sama Papa, Mama, Ibu Yuna juga.”
“Yah, kita semua pun merindukan mereka.” Sahut Jeff pada Fania.
“Iya Kak.”
“Semalam saat kalian semua pergi, kami sempat berbicara dengan Papa Herman, Mama Bela dan Ibu Yuna.” Michelle dan Dewa datang bergabung.
“Oh ya?!.”
“Iya Kak.” Sahut Michelle pada Fania yang wajahnya berbinar itu. “Mereka mengkhawatirkan kita semua.”
“Tapi apa ga masalah kalau kita melakukan kontak mereka?.” Tanya Fania sedikit khawatir.
“Tidak masalah. Mereka berada ditempat aman, dibawah perlindungan orang – orang yang bisa diandalkan, jadi saluran telpon mereka aman.” Sahut Andrew. “Omar dan Eddie langsung mengamankan mereka saat mendengar apa yang terjadi di rumah Uncle Keenan. Setelah itu kami belum menghubungi mereka lagi.”
“Tapi Papa Herman, Mama Bela dan Ibu Yuna sudah dipastikan aman.”
Fania manggut – manggut. “Aku hanya tahu kabar Papa, Mama dan Ibu Yuna waktu bertemu Vla, Bryan dan Paman Li sebelum sampai kesini. Tapi belum melakukan kontak juga. Vla dan Bryan bilang sebelum ke London, mereka dapat kabar seperti yang kamu bilang tadi. Hanya ga sempet mencari tahu lebih detail. Cuma bilang kalau papa dan mama sudah dipastikan akan aman.”
Fania menghela nafasnya.
“Tapi setidaknya aku tenang, sudah tau kalau mereka baik – baik saja.” Ucap Fania. Andrew membawanya dalam pelukan.
“Do you want to call Papa and Mama now? ( Kamu mau menghubungi Papa dan Mama sekarang? ). Mereka pasti
bahagia jika bisa mendengar suara kamu.”
“Nanti aja, D..”
“Don’t you miss them? ( Bukankah kamu merindukan mereka? ).”
Fania mengangguk namun wajahnya berubah sedikit sendu. “Iya, kangen sih emang. Tapi aku takut mereka nanyain Prita, Andrea dan si kembar serta mereka semua yang berada di Save House.” Ucap Fania.
“Sedikit banyak mereka sudah tahu yang terjadi, Kak.” Sahut Michelle. “Dad sudah juga berbicara dan menceritakan garis besarnya pada Papa dan Mama serta Ibu Yuna tentang apa yang terjadi pada keluarga kita. Sudah diberitahu juga kalau Prita dan yang lainnya yang tidak ada disini sedang berada ditempat yang paling aman dan akan dijemput setelah semua masalah selesai.”
Fania mengangguk pelan seraya tersenyum kemudian pada Michelle.
“Iya Chel ga apa – apa. Yang penting gue tau kalo Papa, Mama dan Ibu Yuna baik – baik aja. Itu udah cukup untuk sekarang. Dan gue sangat – sangat berharap kalau kita semua bisa berkumpul lagi secepatnya tanpa terkecuali.”
“Kami semua pun berharap yang sama.”
__ADS_1
***
Sebagian orang yang tadi berkumpul, kini sudah sepenuhnya berkumpul di halaman belakang Mansion milik Lucca, termasuk juga dengan Lucca dan istrinya.
“Oh iya!.” Fania teringat sesuatu.
“What is it, Heart? ( Ada apa, Heart? ).”
“Apa kita ga bisa menghubungi Save House?.”
Fania bertanya sambil menatap pada orang – orang yang berada didekatnya kini. Dari semalam dia ingin sekali menanyakan hal yang barusan ia tanyakan itu.
“Kak Ara dan yang lainnya pasti khawatir.” Ucap Fania. “Ini sudah tiga hari dari sejak terakhir gue terhubung dengan mereka.” Sambungnya. “Soalnya waktu gue dan Michelle keluar dari Save House kan, kita nemuin alat komunikasi di lemari ajaib kalian tuh. Nah pas waktu mau kesini itu alat kita hancurin karena takut bermasalah pas mau masuk kesini.”
“Cannot for now .. ( Untuk sekarang belum bisa.. ).” Sahut Andrew.
“Kenapa emangnya?.”
“Save House is a ‘restricted area’. We made it as a top secret, well hidden ( Rumah Perlindungan adalah wilayah terlarang. Kami menjadikannya sangat rahasia, tersembunyi dengan sangat baik ).” Ucap Reno. “Jadi akan sangat sulit mencarinya bahkan melalui satelit. As same like what Lucca’s made to this place ( Sama seperti yang Lucca buat untuk tempat ini ).”
“So in other way ( Jadi dalam kata lain ), kita ga bisa saling menemukan gitu?.” Sahut Fania seraya bertanya. Reno dan para pangeran yang bersamanya mengangguk untuk mengiyakan. “Ribet juga ya?.” Ucap Fania dan para pangeran terkekeh.
“Ya bukannya ribet, namanya juga Save House. Jadi harus dibuat seaman mungkin. Nah yang namanya rahasia itu
kan sudah seharusnya ‘diamankan’ sebaik – baiknya.”
“But Vla is working on it now ( Tapi Vla sedang mengusahakan nya ).” Ucap Dewa. “Dia sedang mencari titik pasti berdasarkan penjelasan Andrew dan R.”
“Sabar ya, Vla sedang mencoba memecahkan kode agar bisa menghubungi mereka yang ada di Save House.”
Andrew menimpali ucapan Dewa.
temukan dan dapatkan. Setelahnya kita bisa terhubung dengan mereka ).”
“Yah mudah – mudahan bisa cepet terhubung deh. Kasihan mereka pasti khawatir, ga tenang dan takut terjadi sesuatu yang buruk pada gue dan Michelle.”
Andrew membawa Fania dalam pangkuannya.
“Relax\, hem?. The most important is\, they are save there. We will come and pick them up there as soon as possible\, right after everything are all done with that a**h*l*! ( Tenang\, ya?. Yang penting mereka aman disana. Kita akan kembali dan menjemput mereka secepatnya\, tepat setelah semua selesai dengan b*jing*n itu ).”
Fania dan Michelle pun manggut – manggut.
***
“Get ready ( Bersiaplah ).” Lucca bersuara. “Fratello mio.. ( Saudaraku ).” Ucap Lucca lagi dengan Bahasa Italia. “He’s coming! ( Dia akan segera datang! ).”
“Well, we’ll wait and see what he is going to do ( Yah, sekarang kita akan menunggu dan melihat apa yang akan ia lakukan ).”
“You know what the best thing now? ( Kalian tahu apa yang hebat sekarang? ).”
“What? ( Apa? ).”
“He wants to meet me ( Dia ingin menemuiku ).”
“Wow!..”
“Offered me, ‘a big things’ to find out who was made his million dollars burned ( Menawarkan ku, sebuah penawaran besar untuk menemukan siapa yang sudah menghanguskan jutaan dolarnya ).”
Lucca bicara dengan terkekeh. Dan enam orang pria lainnya pun ikut terkekeh.
__ADS_1
“And guess what more interesting? ( Tebak apa yang lebih menarik? ).”
“What? ( Apa? ).”
“He offered me half of Adjieran Smith’s bussiness if I willing to cooperate with him ( Dia menawarkan ku setengah dari bisnis keluarga Adjieran Smith jika aku berkenan untuk bekerja sama dengannya ).”
“Take it then ( Ambillah kalau begitu ).” Guyon John.
“Haha, of course I’ll take it! Who doesn’t Adjieran Smith’s wealthy? ( Haha, tentu saja akan kuambil! Siapa yang tidak mau kekayaan milik keluarga Adjieran Smith? ).” Ucap Lucca seraya berguyon dan mereka pun tergelak.
“You are going to spend your ages to count or money ( Lo akan menghabiskan umur lo menghitung uang kami ).”
Lucca tergelak dengan celetukan Andrew.
“And how about things that he asked from you if you want to cooperate with him for our half wealthy? ( Dan bagaimana soal hal yang ia minta darimu jika kamu mau bekerja sama dengannya untuk setengah kekayaan kami? ). It must be a very big thing ( Pastinya hal yang sangat besar ).”
Andrew sudah berubah sedikit serius seraya bertanya pada Lucca.
“A guard ( Sebuah pengamanan ).” Sahut Lucca. “A massive guard ( Pengamanan besar – besaran ). For a delivery ( Untuk sebuah pengiriman ). To a very big dealing .... ( Untuk transaksi yang sangat besar )..”
“Clarify .. ( Perjelas.. ).”
“He had already made all schedules for his very big dealing with some of ‘important people’ here in Italy, and have not enough time to change it, since his right hand was killed last night in that building ( Dia sudah terlanjur membuat jadwal untuk transaksi besarnya dengan beberapa ‘orang penting’ di Italia ini, dan tidak punya waktu untuk merubahnya, ditambah orang kepercayaannya ikut terbunuh semalam ).”
“Then? ( Lalu? ).” Timpal Dewa.
“He will do the dealing tomorrow night. And he asked a a ’favour’ of guards from me to make his ‘packet’ arrived safely to the dealing place ( Dia akan melakukan transaksinya besok malam. Dan dia meminta ‘pertolongan’ ku untuk mengawalnya dan memastikan ‘paket’ nya sampai dengan selamat ke tempat dimana ia akan melakukan transaksi di tempat yang telah ditentukan ).”
Para Pangeran Adjieran Smith manggut – manggut mereka nampak sudah memprediksikan sesuatu.
“So confirmed that he will be in that ‘parade’ ( Jadi dipastikan dia akan berada dalam ‘pawai’ itu ).”
“Good then .. ( Bagus kalau begitu ) ..”
“Diving while drinking Vodka ( Sambil menyelam minum Vodka ).” Celetuk Jeff dan mereka pun terkekeh lagi.
“So, what we’ve been waiting for? ( Jadi tunggu apalagi? ).” Ucap Vla. “Let’s talk about how we mess up the ‘parade’! ( Ayo bicara bagaimana kita akan mengacaukan ‘pawai’ itu ).”
Para pria yang seperti memiliki dua sisi kepribadian itu pun kemudian menyusun rencana dan mempersiapkannya dengan sangat matang.
****
“Are we going to take Fania in? ( Apa kita juga kan menurut sertakan Fania? ).”
“No.. this time is too dangerous for her. ‘Big parade’ means a lot of weapons, just in case if first plan not running smoothly ( Tidak.. kali ini terlalu berbahaya untuknya. ‘Pawai besar’ berarti akan banyak senjata jika rencana pertama tidak berjalan lancar ).”
“Well, seems you guys have to think about how to make Fania wants to stay here with my wife and Michelle. Because from what I’ve seen, she’s someone who is hard to persuade ( Yah, sepertinya kalian harus memikirkan cara bagaimana untuk membuat Fania mau tinggal disini bersama istriku dan Michelle. Karena dari apa yang kulihat, dia bukan seseorang yang mudah dibujuk ). Even you guys offered gold mine with overflow gold in it ( Meskipun kalian menawarkan tambang emas berikut emas yang melimpah didalamnya ).”
Para Pangeran Adjieran Smith termasuk Vla pun terkekeh setelah mendengar ucapan Lucca barusan.
“Well, she prefer a hyper car with a creepy power than gold mine! ( Yah, dia lebih memilih mobil hyper dengan tenaga yang mengerikan daripada tambang emas! ).”
****
To be continue .....
Jangan lupa kondisikan jempol biar emak bahagia selalu.
*Salam sayang dari Othor yang kurang ***solehah
__ADS_1
Emaknya Queen