THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 212


__ADS_3

❤❤  FEELING GOOD  ❤❤


(Terasa Baik)


 


 


Selamat membaca ..........


 


 


Jakarta, Indonesia ......


“Bersediakah kamu.. untuk menjadi milikku seorang, Miracle Andrea?. Merajut asa, meraih cinta, lebih dari sebelumnya. Karena kamu adalah setiap alasan, setiap harapan dan setiap mimpi yang pernah aku miliki ..”


“Anak siapa itu coba?.” Celetuk Daddy R sambil cengengesan dan memainkan alisnya, menoleh pada para Daddies, saat melihat anak sulungnya sedang melamar putri sulungnya si Poppa.


“Abang..”


“Halah!.”


“Abang .. tidak bisa hidup di dunia, dimana Drea tidak ada didalamnya. Be mine and Marry me, Miracle Andrea?”


Para Daddies menyahut malas dengan pelan. Takut merusak momen romantisnya Varen dan Andrea dihadapan mereka yang mulai kasak kusuk gara – gara celetukan Daddy R.


“Loh, coba anaknya bisa seromantis dan sepuitis itu, darimana kalau bukan dari Daddynya yang romantis dan puitis ini?. Daripada si Donald Bebek pakai segala bawa balon waktu melamar adik gue tuh. Mentang – mentang kepalanya licin seperti balon.” Daddy R cekikikan pelan, sambil mengepal satu tangan dan menempelkan dimulutnya.


“Do you?. (Maukah?).”


“I do.. (Aku bersedia..)”


“Yah paling tidak gue kreatif. Dalam lagu balonku, balonnya ada lima. Meletus satu, tinggal empat. Gue bilang apa?. Andai aku balon, aku ingin menjadi balon yang tak meletus agar Little F pegang erat – erat. Lo lihat dong, betapa erat dan melekatnya gue dan Fania sekarang.”


Para Daddies yang kasak – kusuk itu kemudian bertepuk tangan dan bersiul nyaring saat Andrea terdengar


menerima lamaran Varen. Dengan para Mommies yang nampak sumringah bahagia, bersama dengan para kakek dan nenek didekat mereka.


“Benar si Andrew masih ada romantisnya itu dia biar bawa – bawa balon juga. Nah elo?.”


Mulai lagi kasak – kusuk itu para Hot Daddies saat Varen menyematkan cincin dijari Andrea.


“Menyamakan Ara dengan cicak.”


Papi John menimpali. Andrew, Jeff dan Dewa yang mengingatnya pun terkekeh.


“Weits cicak bukan sembarang cicak itu!.” Sambar Daddy R yang bertepuk tangan lagi saat Varen selesai menyematkan cincin dijari Andrea dan dua putra – putri mereka itu sedang berpelukan bahagia.


“Halah!.”


“Loh, berdasarkan fakta dan realita itu. Coba cicak apa yang bikin mati?. Cicak napas lah gue mikirin Ara kalau dia ga menerima lamaran gue waktu itu.”


Daddy R terkekeh, sementara yang lain memutar bola matanya malas dan terkekeh juga pada akhirnya.


“Dia yang bicara begitu pada Ara, rasanya gue yang malu saat itu.”


Poppa bergumam.


****


Varen dan Andrea sedang berdiri bersama, sedang mendapatkan bertubi – tubi ucapan selamat dari semua orang atas pertunangan mereka yang dibarengi dengan acara ulang tahun ke tujuh belas Andrea. Setelah para anggota keluarga terdekat mereka yang memberikan ucapan selamat, pelukan dan ciuman sayang dipipi mereka.


Sesekali Varen dan Andrea saling lirik dan melempar senyum.


Biarlah orang berkata apa, tentang gadis yang baru menginjak tujuh belas tahun namun sudah bertunangan.


Andrea tak perduli. Ia hanya perduli pada kebahagiaannya malam ini dan seterusnya bersama Abang dalam hidupnya. Sang Abang yang begitu ia puja dan cinta sejak kecil, bahkan ia perlakukan dengan begitu posesif nya yang kadang Andrea sendiri merasa keterlaluan, ternyata memiliki rasa yang sama dihatinya pada Andrea.


Toh yang paling penting mereka direstui oleh seluruh keluarga inti mereka. Selain daripada itu Andrea tak perduli. Toh coba saja, jika ada yang berani nyinyir atau memberitakan yang tidak – tidak.


Jika ingin berhadapan dengan para Daddies nya yang jelmaan srigala dan makhluk – makhluk kejam lainnya, kalau mereka sudah marah. Silahkan saja buka mulut, berkata buruk, dan berakhir dengan sangat buruk.


Terlebih ada Abang pacar yang sudah mulai terlihat memiliki keposesifan yang hakiki pada Andrea. Tak perlu menunggu bulan purnama rasanya kalau mereka berubah jadi makhluk yang taring dan cakarnya kasat mata, jika ada yang 'menyenggol' Andrea.


Yakin, Abang tidak akan tinggal diam, jika ada berita miring tentang Andrea. Abang yang seperti Daddy R itu memang nampak selalu tenang dipermukaan, tapi apa yang bisa dia lakukan, entahlah.


Yang Andrea ingat itu, ucapan Abang pada Danita kala itu.


“Semua hal yang membuat Little Star ku tidak nyaman, akan menjadi urusanku.”


Yah, kira – kira begitu ucapan Abang yang Drea ingat, pernah keluar dari mulutnya sambil menggendong Andrea. Dengan nada suara yang lurus namun terdengar tajam dan penuh penekanan.


Masa bodohlah, yang penting bagi Andrea, I Love You, You Love Me. We Are Happy Family. Kopas lagu nina bobonya Rery dulu dari acara anak – anak yang ikonnya dinosaurus warna pink.


***


🎼🎼🎼🎹🎹🎹🎹🎹🎹


Suara keyboard dengan melodi techno terdengar dari atas panggung. Andrea dan semua orang spontan menggerakkan kepala mereka untuk menoleh ke panggung.

__ADS_1


🎹🎹


Birds flying high


(Burung-burung yang terbang tinggi)


You know how I feel


(Kau tahu perasaanku)


🎹🎹


Mulut Andrea terbuka lebar saat melihat siapa yang sedang bernyanyi sambil memegang gitar listrik yang talinya tersangkut menyilang disalah satu bahunya.


🎹🎹🎵


Sun in the sky


(Mentari di langit)


You know how I feel


(Kau tahu perasaanku)


🎹🎹 🎵


Andrea baru sadar, kalau Abang memang sudah tak ada disampingnya, ia tadi sempat asik mengobrol dengan beberapa teman sekelas yang dekat dengannya, juga dengan kerabat perempuan yang jarang – jarang bertemu.


🎹🎹🎵


Reeds drifting on by


(Rumput-rumput yang terapung-apung)


You know how I feel


(Kau tahu perasaanku)


🎹🎹🎵


Dan disanalah Abang sekarang dengan sebuah gitar listrik yang iramanya sudah mulai terdengar.


🎹🎵


It's a new dawn it's a new day it's a new life for me


(Ini adalah fajar baru, ini hari baru, ini hidup baru bagiku)


And I'm feeling good


🎹🎵


🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶


Ada Nathan dan Sony bersamanya diatas panggung Abang memainkan senar gitar dengan apik sambil bernyanyi menatap Andrea. Sementara Nathan nampak memukul drum dengan tersenyum dan semangat sembari mulutnya nampak mengikuti lagu yang sedang dinyanyikan oleh Abang.


Sony, kakak pengkhianat kalau kata Arya karena mendukung Varen untuk tampil dipanggung saat ini, memainkan jarinya diatas keyboard. Memainkan sebuah lagu dari sebuah grup Band yang lagu – lagunya banyak disukai kalangan, bahkan para Daddies Varen dan Nathan juga menyukai grup Band tersebut berikut lagu – lagunya.


🎵🎶


Stars when you shine


(Bintang-bintang saat kau bersinar)


You know how I feel


(Kau tahu perasaanku)


Smell of the pine


(Aroma cemara)


You know how I feel


(Kau tahu perasaanku)


🎼🎼🎼🎹🎹🎹🎹🎹🎹


🎼🎼🎼🎹🎹🎹🎹🎹🎹


It's a new dawn it's a new day it's a new life for me


(Ini adalah fajar baru, ini hari baru, ini hidup baru bagiku)


🎼🎼🎼🎹🎹🎹🎹🎹🎹


Ooooh, feeling good..



Varen tersenyum terus hingga ia selesai bernyanyi sambil bermain gitar, mendentingkan rhytm pada senar gitar listrik dengan apiknya. Mempersembahkan sebuah lagu berirama Alternative Indie milik Muse yang sesuai dengan suasana hatinya malam ini.

__ADS_1


Varen feeling good ...


So good, karena malam ini Andrea resmi bertunangan dengannya.


***


“WOOWWWW!.”


Tepuk tangan, celetukan takjub dan suitan bergemuruh seketika di dalam Ballroom setelah tiga cogans itu menyelesaikan permainan musik mereka. Tiga orang itu tidak pernah latihan sebelumnya. Tapi memang ketiganya suka bermain musik, termasuk Arya.


Tapi mereka tidak pernah latihan atau nge-jam bareng sebelumnya. Kalau Nathan dan Abang suka iseng nge-jam bareng jika ada waktu senggang, di studio mini baik yang ada di Mansion London, atau kalau di Jakarta, di rumah Daddy R yang memang ada studio kecil yang sengaja dibuat Daddy R saat sudah bertemu Momma kembali setelah enam tahun pernah terpisah.


Kalau Nathan dan Sony memang sudah sering main bareng sejak SMA dan memang punya Band saat SMA dulu.


Dan malam ini ide itu tercetus begitu saja dari Nathan, yang langsung diiyakan Abang. Kalau untuk anak musik, lagu yang dibawakan tadi memang cukup familiar, terlebih untuk para laki – laki yang rata – rata pasti kenal dengan


lagu dari Band kenamaan yang berasal dari Inggris dan lagu – lagunya mengusung musik Rock Alternative yang bisa dibilang musiknya laki.


Meski versi asli lagu yang dinyanyikan Abang tadi bersama permainan musik dengan Nathan dan Arya adalah milik seorang penyanyi perempuan bernama Nina Simone.


Abang dan Nathan itu fansnya Momma, yang jago maen gitar, juga keyboard dan piano. Kalau suara jangan tanya, karena Momma itu mantan penyanyi kafe yang talenta dan eksitensinya sudah sangat diakui meski tidak sampai menjadi penyanyi terkenal di tanah air.


Jadi sudah sejak lama, dua babang tamvan muda itu belajar musik dengan Momma. Abang terutama, dulu selain dekat sekali dengan Momma, mereka juga tinggal bersama di London. Kalau Nathan akhirnya memilih untuk mendalami bermain drum.


Dan jadilah penampilan mendadak mereka tadi. Meski baru perdana tampil bertiga, toh feelnya langsung dapat. Lagipula lagunya juga sudah sering mereka mainkan masing – masing, sudah hafal part – partnya.


“Keren! Keren!.”


“Abang seksi banget ih tadi.”


Andrea bergumam sumringah diantara para Daddy. Gemas melihat Varen diatas panggung tadi sedang bernyanyi dan bermain gitar sambil memandanginya.


Bukan pemandangan aneh untuk Andrea melihat Abang main gitar. Toh Drea juga suka iseng ikut kalau Abang dan Nathan sedang nge-jam bareng. Kadang terlibat jadi vokalis, meski suara Andrea tak sebagus sang Momma.


***


Varen mengembangkan terus senyumnya sejak turun dari panggung, pujian dan rangkulan dipundaknya dari para Daddies membuat senyumnya nampak lebar. Belum lagi usapan dan rambutnya yang diacak pelan dan gemas, oleh para Mommies juga Daddies, yang membuat tatanan rambut si Abang sedikit berantakan namun tak mengurangi pesonanya.


Dibelakang Nathan dan Sony juga sedang mendapatkan pujian. Sementara Abang mendekati Andrea yang sedang tersenyum lebar padanya.


“Gimana apa Nona Andrea makin jatuh cinta padaku?.”


Andrea tergelak mendengar godaan Varen berikut wajah si Abang yang sedang mesam – mesem padanya.


Varen langsung memeluk Andrea, membawanya dalam dekapan lalu mengecup pucuk kepala Andrea yang kemudian mendongak, hingga manik mata mereka saling bersibobok dan saling mengurai senyum. Nampak begitu mesra, menimbulkan percikan keuwuan dimata mereka yang menangkap pemandangan tersebut. Membuat iri jiwa – jiwa yang sedang cemburu dan merutuki nasib, sembari protes pada Tuhan.


Jiwa – jiwa yang mencelos cemburu itu berkata, rasanya Tuhan seolah tak adil, mengapa cewek yang cakepnya tanpa akhlak, disandingkan dengan cowok yang cakepnya kelewatan. Kalo mereka menikah dan punya anak, ga cakep paripurna itu anak – anaknya nanti?.


Belum lagi lihat mereka, keluarganya. Keluarga Adjieran Smith, bukankah duitnya tak berseri?. Dijamin ga akan ngerasain yang namanya hidup susah.


Banyak Arjuna yang patah hati karena Andrea, banyak juga bunga yang layu sebelum berkembang karena Varen. Raja kumbang itu memilih satu bunga yang terpisah dari bunga – bunga yang lainnya.


Bunga yang berada dalam kaca, yang tak sembarang orang boleh menyentuhnya. Yang memang indah, sangat indah.


‘Katakan selamat tinggal pada harapan...’ Dalam hati mereka yang melihat kemesraan antara Varen dan Andrea. ‘Kejamnya dunia ... Ah, doa sepertiga malamnya kurang khusyu kali.’


Yah begitulah kiranya, batin mereka yang tak terpilih bahkan tak sempat mendapat kesempatan untuk menjadi pilihan, untuk sekedar seliweran dalam hidup dua insan yang baru saja resmi bertunangan.


***


Selesai acara Varen dan Andrea menumpangi mobil yang sama dengan supir yang mengendarainya.


“Apa kamu bahagia, Little Star? ...”


Andrea mengangguk antusias. Varen membawanya dalam dekapan. Mengelus lengan Andrea yang polos dan terasa halus dalam sentuhan si Abang, lalu mengecup pucuk kepala Andrea.


“Abang lebih bahagia, Little Star...” Ucap Varen sembari tersenyum setelah menghadapkan Andrea padanya.


“Andrea bahagia, sangat bahagia.”


“Syukurlah. Abang tadi sempat takut Drea menolak.”


“Kenapa berpikir begitu?.”


“Ya.. engkau kan masih anak sekolah, kalau kata Chrisye.”


Andrea terkekeh. “Abang, anak masa kini seleranya jadul ih!.”


“Tapi gantengnya Masya Allah dong?.”


Andrea terkekeh lagi.


“Drea mau kan?.”


“Mau apa?.”


“Abang Halalin.”


“Memang Drea babi.”


“Ke KUA... Miracle Andrea... bukan ke MUI ...” Abang gemas setengah mati. ‘Hish! Gigit juga nih!.’

__ADS_1


***


To be continue...


__ADS_2