THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 300


__ADS_3

☺Wah udeh Part ke 300 ternyata☺


****************************************


TENSE


( Tekanan )


*************


Selamat membaca.....


*************************


 


Jakarta, Indonesia ...


 


“Lo terus hubungi Ara, R! Little F ga mungkin bisa gue hubungi sekarang!”


“BERANI SEKALI!!”


Daddy R memukul dinding samping lift dengan rasa sangat geram pada orang yang sudah berani mengusik keluarga mereka.


Daddy R lalu kembali mencoba menghubungi Mommy Ara kembali.


“Ara masih tidak menjawab panggilan gue!" Seu Daddy R gusar.  "Damned!”


“Gue akan menunggu Jihan di KM 45” Ucap Daddy Jeff pada ke empat orang saudaranya yang kemudian mengangguk.


“Terus coba R. Little F ga mungkin bisa dihubungi!” Ucap Poppa.  ‘Pasti kamu yang sedang mengemudi kan Heart? Tidak mungkin Ara’


Poppa membatin sembari tangan dan matanya yang sudah sibuk dengan ponselnya seperti empat orang saudaranya, yang sudah tahu persis apa – apa yang menjadi tugas mereka.


Kelima Daddy tampan nan gagah diusianya itu kini sudah mencapai Lobby R Corp, dimana sudah banyak sosok berpotongan bodyguard disana. Masing – masing melakukan bagiannya, sembari membagi orang – orang yang ikut bersama mereka, lalu berpencar kemudian.


Daddy Jeff berpisah sendiri dan pergi bersama beberapa orang pengawal untuk menjemput Mama Jihan di tempat yang tadi ia sebutkan.


Papi dan Daddy Dewa pergi bersama kearah yang berbeda untuk menuju tempat yang berbeda juga.


Sementara Poppa pergi bersama Daddy R untuk mengejar mobil yang dikendarai Momma berikut dengan Mommy


Ara yang bersamanya.


“Istriku menggunakan mobil yang sebelumnya dikendarai Okky kan?!”


Poppa berbicara pada Omar yang sudah berada di dekatnya dan Daddy R serta beberapa orang lain.


“Iya, Tuan. saya sudah menyuruh beberapa orang untuk menyusul Nyonya Fania dan Nyonya Ara” Jawab Omar.


“Kami berhasil...”


“Halo! Babe!..”


Andrew mengangkat tangannya agar Omar menjeda dulu ucapannya karena sepertinya Daddy R berhasil menghubungi Mommy Ara.


“Kalian tidak apa – apa?!”


“.....”


Omar mengangguk dan Poppa berdiri disisi Daddy R dengan hati yang tak karuan soal keselamatan dua wanita yang sedang mencoba mengikuti mobil orang yang menculik menantu mereka.


Daddy R berbicara dengan cepat lalu sesekali diam, karena Mommy Ara mungkin sedang berbicara dari sebrang ponsel dan Daddy R mendengarkan baik – baik.


“Okay! Good job Ibu Peri!”


“.....”


“Sebentar”


Daddy R kemudian berbicara pada Omar.


“Omar! Orang yang kau kirim untuk menyusul istri dan adikku, menggunakan mobil apa?!”


“Terios Hitam Tuan”


Daddy R mengangguk “Terios Hitam Babe”


Lalu Daddy R berbicara lagi pada Mommy Ara.


“Katakan pada istriku nomor polisi mobil yang orangmu pakai”


Daddy R memberikan ponselnya pada Omar yang dengan cepat diraih orang kepercayaan utama mereka di Jakarta itu lalu memberikan detail nomor polisi mobil yang dikenakan orang suruhannya untuk menyusul dua Nyonya Naga serta untuk segera memastikan keselamatan mereka.


“Benar itu mobil dengan nomor polisi yang tadi Omar sebutkan?” Tanya Daddy R dengan cepat.


“......”


“......”


Kemudian Daddy R terdiam karena mendengar suara Momma disamping Ibu Peri.


“......”


“Okay, akan aku suruh mereka menjaga jarak. Tapi tolong kalian berhati - hatilah” Ucap Daddy R lagi.


“......”


“Suruh Ara loud speaker gue mau bicara dengan Little F!” Sela Poppa.


“Babe, loud speaker. Andrew ingin bicara dengan Little F” Ucap Daddy.


“......”


“......”

__ADS_1


“Fania Andrew Smith!!! Sudah kubilang tadi pagi jangan melakukan hal yang mengancam keselamatanmu!!”


“......”


“Haish!!! Demi Tuhan Heart, apa kamu ingin suami kamu ini mati cepat?! Kenapa hobi sekali membuat aku ketar


– ketir hah?!”


“......”


“Kamu kan bisa langsung menghubungi aku, Heart..”


“......”


“Ya sudah. Tolong berhati – hatilah Heart”


“......”


“Bisa mengira mereka mau ke arah mana?”


“......”


“Hubungi aku dan R langsung setelah kamu yakin ke arah mana mereka kira – kira”


“......”


Panggilan ke ponsel Mommy Ara pun terputus. “Haish! Adik lo itu lupa kalau dia sudah bukan lagi Fania muda”


Daddy R terkekeh kecil. Sementara Poppa memijat pelipisnya.


“Ara berhasil meng-capture mobil pertama yang mengambil Kevia sebelum dia dipindahkan ke mobil lain. Mobil kedua juga berhasil tertangkap dalam perangkat mobil Okky.”


“Smart Mom!”


“Hubungkan perangkat yang ada di mobil Okky dan cari tahu tentang kedua mobil tersebut. Temukan dengan segera dan kau perintahkan orang – orangmu untuk menangkap mereka hidup – hidup lalu bawa mereka ke 'tempat kita'!”


“Segera Tuan!” Jawab Omar cepat.


“Jadi sambil menunggu Ara dan Little F, kita mau apa?! Percuma kalau kita menyusul mereka. Lebih baik kita tunggu kepastian kemana orang – orang itu membawa Via. Tapi kita juga ga bisa diam saja seperti ini”


“Pikirkan sambil jalan!”


Poppa masuk ke dalam mobilnya dan duduk di belakang kemudi dan Daddy R juga masuk dan duduk dimobil penumpang sebelah Poppa. Omar menaiki mobil yang terpisah dan nampak mengarahkan orang – orangnya yang masih tersisa setelah sebagian ikut Daddy Jeff dan sebagian lagi ikut dengan Papi dan Daddy Dewa.


“Vla sudah berhasil mendapatkan informasi dari Anoushka tentang wanita itu bernama alias Dilara itu?”


Poppa kini sudah melajukan mobilnya bersama dengan Daddy R didalamnya.


“Sudah. Gue lupa bilang sama lo tadi”


“Cepat juga dia”


“Lumayan”


“Lalu?”


“Fix! Confirmed Dilara itu memang berbisnis dengan Anoushka dengan menyokong gadis – gadis muda dari sini dan beberapa kota selain Jakarta” Ucap Daddy R. “Semua Escorts di GH dibawah kuasa Dilara. Yang dikirim pada Anoushka adalah gadis – gadis terbaik”


“Ada. Ada dua nama yang mem – back up Dilara disini sehingga bisnisnya sangat lancar dan bersih”


“Sudah lo tempatkan orang untuk mengawasi mereka”


“Sudah. Baik personal dan kediaman mereka”


Poppa manggut – manggut.


“Berarti sudah fixed dan jelas kalau dalang penculikan Via adalah wanita keparat bernama Dilara itu?!”


“Confirmed! Dia sudah menjanjikan Anoushka ‘barang sangat bagus’ dari Indo”


“And mereka tidak hanya melakukan bisnis ‘basah’ atas para gadis – gadis muda itu. But Human Trafficking also. Dan parahnya anak – anak dibawah usia belasan pun termasuk. Kau bisa bayangkan anak – anak itu dijual untuk apa”


Poppa menggeleng sembari menghembuskan nafas berat.


“Gue ga perduli bisnis kotor apa yang mereka jalankan. Kita juga bukan pembasmi kejahatan. Tapi mereka berani mengusik keluarga kita seperti ini, benar - benar cari mati. Kurang Ajar!!!!”


“Orang – orang bodoh dan busuk ini tidak tahu menantu siapa yang coba mereka bawa!!”


“Little Star amankan?”


“Gue rasa iya. Dia hanya pergi ke Kampus dan Niki standby bersamanya. Mungkin sudah kembali menuju Kediaman. Karena Little Star bilang hanya ada satu mata kuliah saja hari ini. Dia juga tidak akan menyusul ke Panti, mungkin juga Abang sudah menjelaskan situasi yang sedang terjadi padanya”


“Baik gue pastikan lah. Gue call Little Star. Kalau dia tahu Momma nya sedang mengejar penjahat, jangan – jangan dia menyusul pula! Anak lo dan menantu gue itu kan punya seribu cara memaksakan kehendak. Jangankan Niki, Abang pun kadang kalah sama dia”


**


Sementara itu di tempat lain ...


‘Mau menjual gue? Kalian akan menerima akibatnya!’


Andrea meraba pergelangan tangannya.


‘Tunggu saja, setelah gue aktifkan tracker di jam gue, kalian akan hancur berkeping – keping di tangan Abang dan para Dads!. Oh Tuhan, rasanya tak sabar melihat mereka dihajar habis – habisan oleh Abang dan para Dads tampanku’


Tangan kiri Andrea meraba pergelangan tangan kanannya.


‘Oh Tuhan!’


Hati Andrea seketika kebat – kebit setelah ia meraba jam tangan yang sedang ia kenakan saat ini.


Rasanya Andrea ingin mengumpat, karena ia mendapati hal diluar perkiraan.


**


Di tempat lain lagi ..


“All Dads sudah tahu dengan apa yang menimpa Via”

__ADS_1


Varen berkata pada Nathan yang sudah sangat gusar dan geram yang tak kunjung hilang disampingnya, setelah ia selesai menghubungi Daddy R. Abang meremas pelan pundak Nathan.


“Sabar Tan, Momma dan Mommy sudah berhasil memberikan kita gambaran mobil yang membawa Via. All Dads sudah melakukan segala yang terbaik. Kita akan segera tahu kemana mereka membawa Via”


“Gimana gue bisa tenang Bang! Kalau sampai mereka melecehkan Via! Gue bersumpah akan gue bunuh mereka dengan tangan gue sendiri!”


Varen tak menyahut, ia hanya kembali menepuk – nepuk pundak Nathan untuk sekedar menenangkan, karena Varen paham perasaan Nathan.


“Mar, berhenti di KM 45. Kita tunggu Meissa dan Okky membawa Mama kami kesana” Ucap Varen pada Ammar.


“Baik Tuan”


“Daddy Jeff juga on the way kesana”


Nathan hanya menjawab dengan anggukan. Hati Nathan masih sangat tak tenang.


**


“Siapa?”


Nathan spontan bertanya saat ponsel si Abang berdering. Ia saat ini begitu sensitif setiap mendengar ada bunyi dering telepon baik dari ponselnya, si Abang ataupun Ammar. “Niki”


Varen langsung menerima panggilan yang berasal dari Niki dalam perjalanannya menuju tempat yang akan dia dan Nathan tuju untuk menemui Mama Jihan, sambil juga menunggu kabar dari para orang – orangnya, juga lima Dads mereka.


“Ya Niki?” Sahut Varen.


“......”


“Iya saya sendiri. Anda siapa?. Mengapa ponsel orang saya ada pada anda?”


“......”


“Apa katamu??!!”


“......”


“Dimana?!”


“......”


“Lalu istri saya?!”


“......”


“Iya istri saya! Gadis yang bersamanya!”


“......”


“Apa katamu?! Kau yakin dia dibawa sendiri kesana?!”


“......”


“Biarkan saya bicara pada orang itu!”


“......”


“Anda yang menolong orang saya?”


“......”


“Ada seorang gadis yang bersamanya bukan?”


“......”


“Apa anda yakin tidak ada orang lain di tempat kejadian?!”


“......”


“Baiklah. Anda bisa tolong menunggu sampai saya tiba?”


“......”


“Tolong berikan telepon kembali pada petugas tadi”


“......”


“Kau urus orangku dengan baik. Katakan pada atasanmu kalau dia, orang dari Alvarend Aditama Smith. Aku menuju kesana!”


“Ada apa Bang?!”


“Niki ditemukan di jalanan tak jauh dari komplek Kampus Drea dengan tubuh babak belur dan luka tusuk di perutnya!”


“APA?!”


“Little Staaaarrrrr..”


“Te – rus Dr – ea?? ....”


“Katanya hanya ada Niki seorang di tempat kejadian!!”


“BANG**T!!”


Nathan mengumpat keras dan gantian Varen yang begitu gusar dan geram, lalu tangannya dengan cepat bermain di ponselnya.


‘Semoga hari ini kamu memakai smart watch kamu, Sayang..’


**


“DAMNED!!!”


Varen mengumpat keras sambil memukul kepala jok mobil didepannya dengan sangat keras dengan kepalan tangannya.


“Kenapa Bang?!” Nathan bertambah panik.


Soal Via belum selesai, sekarang Andrea seolah menghilang.


“Drea ga pakai smart watch nya!!”

__ADS_1


**


To be continue..


__ADS_2