THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 100


__ADS_3

💋Ga Terasa Udeh Episode ke - 100 aje💋


💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓


😄😄 KANGEN ANDREW 😄😄


****************************


Selamat membaca.....


****************************


“Ndrew!.” Jeff menghubungi Andrew melalui ponselnya.


“Heem....” Sahut Andrew.


“Ada yang perlu gue kerjakan ga di London?.” Tanya Jeff dan membuat Andrew sedikit merasa heran.


“What a surprise! ( Tumben! ) Lo tanya soal kerjaan!. Kesambat lo?.” Sahut Andrew. “Ga biasanya lo tanya lebih dulu soal kerjaan.”


“Haduh, sensi banget Tuan Andrew.” Celetuk Jeff dan ia pun terkekeh.


“Habis lo jarang – jarang tanya soal kerjaan sebelum gue suruh.” Sahut Andrew lagi. “Ada maunya pasti lo!.” Sambungnya. “Kalau mau minta cuti, ga akan gue berikan!. Kita semua sudah banyak liburan beberapa waktu belakangan.”


“Haiya! Negative thinking aja lo, Ndrew!.” Timpal Jeff. “Siapa juga mau minta cuti?. Justru karena disini sedang santai makanya gue tanya, kira – kira ada yang perlu gue bantu ga di London?.” Tanya Jeff.


“Ga ada. London aman, selama gue dan R ada disini. Lagipula ada Nino dan Ezra juga.” Sahut Andrew. “Kalau mau, lebih baik lo ke Italy atau ke Paris. Cek Perusahaan kita di dua negara itu”


“Halah! Malas ah gue kalau kesana. Perusahaan kita di sana juga stabil ga ada masalah. Sudah gue terima laporannya dan sudah gue forward juga ke email lo kan?.”


“Belum gue cek.”


“Lagipula di Italy dan di Paris juga sudah ada Beatrice dan Causa.” Ucap Jeff. ‘Orang gue mau ketemu sama elo, Ndrew!.’


“Nanti lah gue info kalau ada yang perlu lo kerjakan.... Kalau ga ada yang lain lagi gue tutup ini panggilan. Gue mau meeting dengan staff.”


“Okelah .... Eh iya lo ada rencana ke Indo dalam waktu dekat?.”


“Belum ada. Ga tahu kalau Fania.”


“Ya sudah.” Sahut Jeff. “Ya lo kesini lah, ngumpul lagi kita. Beberapa waktu lalu kan sudah kumpul di sana. Nah sekarang giliran lagi kumpul disini.”


“We’ll see lah ( Lihat nanti lah ). Nanti gue tanya Little F dulu.”


“Oke lah kalau begitu.”


**


“Sir!.”


“Ya Eve?.”


Andrew menoleh saat sekertaris pribadinya itu memanggilnya sambil setengah berlari menghampiri Andrew yang baru saja keluar dari ruang rapat.


“Mister Nelson was called about his proposal to join and ask if we agree or not to join to his Business ( Tuan Nelson tadi telfon dan bertanya soal proposal bisnisnya dan bertanya apa kita setuju atau tidak untuk bergabung dalam bisnisnya ).”


“Tell him I don’t want. We already have enough business in retail, beside I have no interest to build a Hypermarket in Cape Town yet ( Bilang sama dia gue ga mau. Kita sudah punya cukup bisnis ritel, lagipula gue belum berminat untuk membangun sebuah Hypermarket di Cape Town ).”


“Alright Sir ( Baiklah Tuan ).”


“Ah, by the way .... ( Ah, ngomong – ngomong .. ).” Andrew tak jadi meneruskan kalimatnya pada Eve karena ponselnya berdering. Andrew melihat ponsel yang sudah berada dalam genggamannya itu. “I’ll talk to you later, Eve ( Nanti kita bicara lagi, Eve ). Just tell Nelson like the way I told you ( Bilang saja pada Nelson seperti apa yang gue katakan sama lo tadi ).”


“Okay Sir ( Oke Tuan ).” Sahut Eve yang kemudian pergi ke meja kerjanya. Dan Andrew menerima panggilan yang masuk ke ponselnya.


**


“Kenapa John?.”


“Andrew ... My Bro ....” Suara John terdengar antusias dari sebrang ponsel Andrew.


“Ada apa menghubungi gue?. Bukannya lo seharusnya menghubungi Bos lo?.”


John terdengar terkekeh. “Galak sekali Bapak Andrew Smith....” Ucap John.


“Kenapa?. Nanti aja kalau mau curhat saat gue sudah dirumah. Gue sibuk sampai sore.” Ucap Andrew datar. 'Dari kemarin curhat terus soal Prita dan klub dancenya, membuat telinga gue sakit!.' Batin Andrew.


John terdengar terkekeh lagi.


“Iseng aja gue, tiba – tiba teringat sama lo.” Ucap John santai.


“Pasti ada maunya.”

__ADS_1


“Hahaha....”


“Kalau lo telfon untuk membujuk gue melepas Bugatti Centodiecci yang sudah gue pesan itu, lo hanya buang waktu!.”


“Ah, negative thinking aja lo. Gue juga ga tertarik dengan itu mobil. Secara gue lebih sering ada di Indo. Itu mobil ga terpakai dijalanan Jakarta yang super macet ini.” Sahut John.


“Ya lalu ada apa lo hubungi gue?!.” Tanya Andrew yang sudah masuk kedalam ruangannya dan menghempaskan diri di sofa pribadinya.


“Dibilang gue iseng, tiba – tiba teringat sama lo.” Sahut John.


“Ya sudah kalau ga ada yang penting! Gue mau istirahat, badan gue pegal habis meeting....” Ucap Andrew.


“Oke, oke!.” Sahut John lagi. “Ngomong – ngomong lo ada rencana ke Indo dalam waktu dekat?.”


“Gue sendiri belum ada. Belum ada hal yang mengharuskan gue datang kesana.”


“Yah lo kesini lah!.”


“Mau ngapain?.”


“Ya ngapain kek!.”


‘Ada apa sih ini? Tadi si Jeff yang menyuruh datang ke Jakarta, sekarang si John?.’


“Ndrew ....” Suara John membuat Andrew kembali teralih pada ponselnya. “Lo kesinilah! Bosan juga gue sama si Jeff dan si Dewa kalau kumpul dengan mereka lagi.” Ucap John.


“Ya nanti lah gue tanya Little F, dia ada rencana ke Indo apa engga!.”


“Okay deh Brother!.”


“Ya sudah ....” Ucap Andrew lalu memutuskan panggilan telponnya dengan John. “Jangan – jangan ini orang berdua mau mem-prank gue?....”


**


Frognal, London, Inggris...


“D, kamu lagi banyak kerjaan ga?.” Tanya Fania saat mereka berdua sedang berada di kamar, di kediaman pribadi


mereka. Andrew menggeleng.


Andrew seperti biasa mengkode agar Fania duduk dipangkuannya. “Kenapa?.”


“Ga apa – apa. Tanya aja.”


**


“Kak!.”


“Hem?.”


“Lo kesini deh, Kak!.”


“Ada masalah di kafe emangnya?.”


“Ga ada sih ..”


“Nah lo nyuruh gue terbang ke Indonesia dah kayak orang kebelet, kenape?.”


“Pengeng kuping gue abisan.”


“Pengeng kenape?.”


“Itu tuh si om – om nanya mulu kapan lo sama Kak Andrew kesini. Tumben – tumbenan nanyain kalian dateng ga berenti – berenti.”


“Emang kenapa?.”


“Justru itu gue juga ga ngerti. Gue tanya emang ada hal mendesak, kata laki gue ga ada. Pengen buru – buru ketemu aja katanya.”


“Lah!..”


“Laki gue aneh banget tau Kak, akhir – akhir ini. Moodnya amit deh berubah mele. Cepet banget lagi berubahnya. Lagi mesra – mesra tapi kalo gue salah ngomong dikit aja, ngambek!. Kadang dia kesel sendiri ga ada juntrungannya. Entar tau – tau ngegelendot minta di sayang – sayang. Kalah mood gue kalo lagi dapet.”


“Ngahahaha ..”


“Dah gitu nih ya, masa die beli es podeng sepuluh biji gue Cuma dikasih atu!. Kebangetan. Terus pas gue protes, malah die yang ngambek. Dia bilang Cuma gara – gara es podeng gue perhitungan.”


“Ngahahaha .. Oh .. pantesan kemaren die nanyain gue beli es podeng dimana kek orang kebelet juga.”


“Udeh sih Kak, lo kesini deh kaga usah nunggu bulan depan. Puyeng gue ama kelakuan laki gue nih, nyuruh bujukin elo sama Kak Andrew dateng kesini buru - buru.”


“Lah urusannya si Kak John yang uring – uringan sama gue dan laki apaan coba?.”

__ADS_1


“Tau ah gue juga bingung. Katanya kangen sama Kak Andrew. Tapi tengsin mau ngomong langsung sama Kak Andrew nya katanya. Aneh amat tumbenan die kangen sama Kak Andrew?.”


“Ngahahaha ..”


“Terus nih ya, yang paling absurd lagi, gue disuruh cari boneka donald bebek yang kepalanya botak kayak Kak Andrew. Gila kan?! Mana ada coba?!.”


“NGAHAHAHAHAHA ..” Tawa Fania makin kencang. ‘**Tadi si Jihan curhat ke gue, yang bilang si Kak Jeff kebelet pengen ketemu Andrew gegara abis nonton Upin Ipin bareng Nathan. Nyuruh gue ke Indo juga sama Andrew buru – buru. Kangen si bule gila katanya sama Andrew. Sekarang ini si Priwitan juga sama ngadu soal kelakuan Kak John yang aneh plus kangen juga ama laki gue.’**


“Malah ketawa lo. Gue lagi kesel ini.”


“Iya, iya entar gue liat jadwal.”


“Kabarin ye.”


‘**Jangan – jangan.. Jingin – jingin nih.. NGAHAHAHAHAHA .. Boneka Donald Bebek yang palanya botak. Boneka Upin Upin aje pakein bulu ama buntut bebek. Hadeeh ... aya – aya wae ..’**


“Kak.”


“Iye entar gue kabarin.”


**


Beberapa hari kemudian


Kediaman Utama Keluarga Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia


Mata dua J berbinar melihat kehadiran Andrew saat mereka sampai di kediaman utama keluarga mereka, setelah


Fania menginfokan kalau mereka sudah sampai di Jakarta dan sudah berada di tempat tinggal utama mereka itu.


“Ah Bos gue yang ganteng dateng juga akhirnya!!.” Ucap Jeff yang langsung berjalan mendekati Andrew yang sedang duduk disofa panjang dalam ruang santai keluarga.


“Andrew, mameenn!!.” John pun sama.


“Ck, apaan sih lo berdua!.”


Andrew menatap sinis pada dua J yang kini duduk mengapitnya. Sementara dua anak kembar beda emak sama


bapak itu cengengesan ga kelar – kelar. Fania hanya cekikikan sendiri dan membuat Jihan serta Prita termasuk Michelle dan Dewa merasa heran.


‘Dua bule sarap kocak beut ngidamnya.’ Batin Fania.


“Lo berdua apa – apaan sih! Sana ga! Biar istri gue yang duduk didekat gue!.”


“Galak amat Bapak Andrew.” Celetuk Jeff. “Kangen ini kita berdua sama lo.”


“Geli banget gue dikangeni sama lo berdua.” Sahut Andrew.


“Ya emang bener sama yang si Jeff bilang barusan! Kita berdua nih kangen sama lo.” Timpal John.


Jeff mengangguki ucapan John. “Dan yang terutama Ndrew, gue berdua itu penasaran.”


“Penasaran sama apa?.”


“Sama bagian tubuh lo yang sangat bersinar itu.” Celetuk Jeff lagi.


Andrew mengernyitkan dahinya sambil melirik sinis pada Jeff.


“Lo jangan marah tapi!.” Kini John yang nyeletuk. “Seumur hidup ya kita semua hidup bareng, baru ini gue sama si Jeff benar – benar ingin pegang kepala lo yang licin dan bersinar itu, Ndrew..”


“APA?!.”


"NGAHAHAHAHA!." Suara tawa Fania yang kencang akibat si Kajol tak sanggup menahan perutnya yang sudah terasa geli. 'Bisa - bisa jadi anak tuyul itu calon ponakan gue pada.'


**


To be continue ...


Waw, The Smith’s sudah sampai ke episode yang ke – 100. Ma acih buat tiap dukungan kalian sampai dengan sekarang yang bikin emak semangat terus.


Thank you, banyak – banyak yaaa❤❤


Jadi hari ini dikasih up lagi dah.


Zheneng ga?


Udah bosen beyoomm, ngomong - ngomong??


Hehehehe


 

__ADS_1


 


__ADS_2