THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 305


__ADS_3

ANOTHER PROCESS


( Proses yang Lain )


♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣


Selamat membaca .........


♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣


Di sebuah daerah perairan di sebelah utara Jakarta


“Dimana Ibu?”


“Sedang ada tamu dalam resort Pak”


“Siapa?”


“Utusannya Pak Prima kalo ga salah. Terus Ibu pesen, cewek ini langsung dimasukin ke kapal aja”


“Oke”


***


Didalam sebuah kapal layar yang terbilang mewah


Andrea merasakan dirinya dibaringkan diatas sebuah alas empuk yang kemungkinan besar adalah sebuah ranjang.


Namun Andrea tidak langsung ditinggalkan begitu saja, dan pria yang tadi menggendong Andrea itu berbicara lagi pada orangnya.


“Mereka yang membawa cewek sodaranya dia sudah sampai mana?” Tanya si pria yang tadi menggendong Andrea.


‘Sodara gue?!.. astaga! Via!’


Andrea terkejut. Namun ia simpan keterkejutannya itu dalam hati.


‘Mereka juga mengambil Via?!’ Andrea bertanya lagi dalam hatinya.


“Sebentar lagi sampai Tuan Lais”


‘Gue masih harus pura – pura seperti ini sampai gue benar – benar memastikan Via juga mereka ambil dan bawa kesini, baru setelah itu pikirkan cara melarikan diri’


Andrea membatin lagi.


‘Tapi ga bisa, mereka pasti curiga kalau gue seperti ini lebih lama’


“Buka ikatan  dan sumpalan gadis itu, periksa apa ada luka di wajahnya”


Pria bernama Lais itu memerintahkan anak buah yang bersamanya. “Apa kita juga memeriksa tubuhnya Tuan?” Tanya anak buah Lais yang sedang membukakan ikatan tangan Andrea dan sumpalan mulutnya.


Andrea sudah menyiapkan dirinya, jika mereka dirasa akan menyentuhnya, meski tangan Andrea terasa kebas saat ini akibat lumayan lama terikat kebelakang. Namun suara sepatu terdengar kembali mendekat sedikit cepat.


“Tu-tuan ..”


PLAK!


Suara yang seperti suara tamparan Andrea dengar.


“KAU SUDAH BOSAN HIDUP?!”


Suara pria yang kalau Andrea tidak salah dengar namanya Lais itu menggelegar dan terdengar sangat kesal.


“Ma-maaf Tuan Lais..”


Suara anak buah yang kemungkinan tadi dipukul Lais itu terdengar gugup dan takut.


“Bi-biasanya kan kita memang memeriksa tubuh setiap gadis yang datang Tuan ..”


PLAK!


Suara tamparan terdengar lagi.


“KAU TOLOL ATAU APA?! KAU TIDAK LIHAT INI DIMANA?! CEWEK - CEWEK YANG DI GH KALIAN MEMANG DIPERINTAHKAN UNTUK MEMERIKSA! CEWEK INI DISURUH IBU DIBAWA KESINI! INI YACHT PRIBADI IBU!


ITU TANDANYA CEWEK ITU SPESIAL! TOLOL!!”


Suara pria bernama Lais itu masih menggelegar.


“Ma-maaf Tuan Lais. Saya tidak memperhatikan” Sahut orangnya Lais tersebut.


“MEMANG KAU TOLOL!” Teriak Lais lagi. “SUDAH! KELUAR KAU!”


Lais menyuruh dengan keras orangnya itu untuk keluar dari sebuah kamar yang berada di dalam sebuah kapal layar mewah tersebut.


Lais kemudian mendekati Andrea setelah orangnya keluar dan laki – laki itu menyunggingkan senyumnya. “Sayang sekali kamu akan menjadi kesayangan Ibu, jika tidak..”


“Tuan Lais ..”


Seorang anak buah Lais menginterupsi saat Lais ingin menyentuh kepala Andrea. Dan akhirnya pria itu urung untuk menyentuh kepala Andrea.


“Ibu sedang menuju kesini”


“Oke”


****


Andrea membuka matanya perlahan setelah ia mendengar langkah kaki orang yang tadi berada didekatnya menjauh, kemudian terdengar suara pintu yang ditutup. Ia memastikan dulu di telinganya kalau mereka sudah meninggalkannya sendirian didalam sebuah ruangan tersebut.


Andrea sedikit mengernyit, menyesuaikan penglihatannya karena ia cukup lama memejamkan mata dalam kepura –


puraan nya pingsan. Andrea menyisir apa yang ada dihadapannya sekarang dengan kedua matanya. Dan syukurnya ia memang ditinggal sendirian didalam ruangan yang merupakan sebuah kamar tersebut.


‘Tadi mereka bilang kapal....’ Andrea membatin, sembari bangkit dari atas ranjang.

__ADS_1


Andrea kemudian berdiri perlahan dan langsung menoleh pada satu sisi dinding dimana ada jendela kecil berbentuk bulat disana.


Andrea berjalan mendekati jendela kecil tersebut. ‘Jadi ini diatas yacht? ..’


Andrea memperhatikan keadaan di luar jendela kecil itu.


‘Jadi ini di sebuah Marina’ Andrea membatin lagi. ‘Tapi sepertinya bukan Marina tempat biasa kami menyimpan yacht kami’


“....”


Andrea segera menoleh saat dia mendengar sebuah suara sedang mendekat ke tempatnya berada.


Dan benar saja, tak lama suara itu terdengar semakin dekat didepan pintu.


“Apa kalian menyakitinya?!”


“Kami hanya membuatnya pingsan Bu”


“Tapi dia belum sadarkan diri. Makanya dia kusuruh menunggu Ibu”


Orang – orang itu masih berbicara di luar pintu, Andrea masih mendengarkan.


“Kalian apakan dia?!” Suara wanita itu sedikit meninggi.


“Kami memukul tengkuknya Bu”


“TOLOL! Kenapa ga kalian bius?!”


“Maaf Bu, kami sedikit panik tadi karena takut keburu ada yang liar”


“Awas aja Ya, kalau dia sampai kenapa – napa. Habis kamu!” Sebuah ancaman terdengar bersamaan dengan pintu ruangan yang terbuka.


"Kalian memukul wajahnya?!"


"Tidak Bu...."


"Kalau dia kenapa - napa, kalian akan aku bunuh dengan cara yang menyakitkan!"


Andrea tadi sudah dengan cepat kembali ke ranjang, namun tidak lagi berpura – pura pingsan.


“Eh, sudah bangun..”


Suara wanita yang Andrea kenali terdengar.


‘Nenek sihir!’ Batin Andrea.


“Apa kabar, Andrea?”


Andrea mendongak saat suara wanita berikut sosoknya sudah berada dekat dengannya sekarang.


Andrea berdecih sinis saat wanita itu ia lihat tersenyum setelah menyapanya. “Sudah gue duga, lo memang perempuan jahat I-bu Di-la-ra!”


Andrea berkata dengan penekanan kemudian pada wanita yang ternyata adalah memang Dilara. Dan Dilara tertawa pelan setelah mendengar ucapan Andrea.


“Cih!” Andrea berdecih lagi. “Lo akan dapat ganjaran ga lama lagi.” Ucap Andrea sinis ada Dilara yang menunjukkan senyumnya.


“Andrea sayang, aku tahu kamu berasal dari keluarga mampu. Emali sudah cerita..”


‘Emali ..’ Andrea membatin. 'Benar - benar dia bersekongkol dengan perempuan iblis ini!'


“Emali sudah cerita kalau kamu dan saudara kamu Kevia itu berasal dari keluarga kaya. Tapi sekaya apapun keluarga kamu, mereka ga akan bisa berbuat apa – apa.. aku terlalu kuat untuk dilawan. Karena..”


“Sudah gue bilang gue ga suka di sentuh orang asing! Apalagi orang asing yang menjijikkan macam lo!”


Dilara hendak menyentuh Andrea, namun keburu Andrea tepiskan dengan kasar tangan wanita itu.


“Hey! Jaga bicara kamu!” Itu Lais yang menghardik sembari menunjuk Andrea. Andreapun spontan menoleh padanya.


“Ga apa – apa Lais. Biarkan dia berbicara apapun, toh dia kan gadis spesial, jadi harus ada sedikit perbedaan perlakuan”


Dilara berkata pada Lais namun tetap memandangi Andrea.


“Gadis yang akan berharga sangat mahal, silahkan saja berkata apapun yang dia mau”


Dilara memandang Andrea penuh arti dengan senyum yang memiliki maksud terselubung.


“Para pengusaha sangat kaya dan mata keranjang di Rusia pasti amat sangat tertarik untuk membuatmu jadi


simpanan mereka dan mereka pastinya akan sangat rela merogoh kantong mereka dalam – dalam demi kamu!”


Andrea menatap Dilara dengan sangat sinis. “Lo ga akan bisa melenggang begitu saja!” Hardik Andrea. “Keluarga gue ga akan diam saja!”


Dilara tertawa. “Keluarga kamu?” Sahutnya. “Aku kasih tahu kekamu ya, kalau kamu pikir keluarga kamu itu kaya, silahkan berbanggalah. Tapi maaf, kalau kamu harus merasakan kekecewaan karena mereka tidak akan bisa berbuat apa – apa”


“........”


“Kamu tahu kenapa?. Karena dua orang yang sangat kaya di negeri ini dan tentunya punya pengaruh yang sangat besar, ada dibelakangku. Mereka, bukan tandingan keluarga kamu yang kekayaannya tidak sampai menyaingi mereka yang tidak hanya kaya, tapi punya kekuasaan yang besar disini!”


Dilara tak lagi tersenyum, melainkan dia berkata dengan penekanan dan memberikan tatapan tajam pada Andrea. “We’ll see” Sahut Andrea tanpa takut.


“Silahkan berharap, Andrea sayang .. untuk kamu tahu ya. Kamu bukan anak orang kaya pertama disini yang kami pernah bawa ke Rusia, sudah ada beberapa sebelum kamu. Dan sampai sekarang, keluarganya hanya bisa pasrah tanpa bisa melakukan apa – apa”


“Maaf Bu”


Seorang anak buah Dilara menginterupsi.


“Ada apa?”


Dilara berpaling pada orangnya.


“Cewek yang satunya sudah sampai Bu”


“Bawa langsung kesini!” Perintah Dilara.

__ADS_1


***


Di tempat lain


Papi John dan Daddy Dewa sedang dalam perjalanan menuju tempat dimana Kevia dibawa sesuai dari informasi


orang – orang yang mengikuti mobil yang membawa Kevia.


“Tuan!” Seorang bodyguard yang duduk di kursi penumpang depan berseru.


“Ada apa?!” Tanya Papi.


“Mobil yang membawa Nona Kevia masuk ke sebuah Marina pribadi Tuan ....”


“Lalu?!” Daddy Dewa yang kini bertanya.


“Tempat itu dijaga ketat dan rapat oleh orang – orang yang sepertinya aparat Tuan”


“Pasti anak buahnya Danang!”


“Jadi gimana?”


Papi John nampak berpikir setelah Daddy Dewa bertanya.


“Rico dan Sean pasti sedang repot masalah GH. Call Andrew atau R, kalau mereka sudah membereskan Danang dan Prima atau belum?” Ucap Papi.


“Okay!”


“Jadi bagaimana Tuan?”


Bodyguard yang sebelumnya berbicara, mengajukan pertanyaan pada Papi sementara Daddy Dewa sedang berusaha menghubungi Daddy R dan Poppa.


“Suruh mereka cari jalan lain untuk masuk. Sementara ini kita jangan gegabah. Kalau kita membuat keributan sekarang, aku takut mereka punya antisipasi yang lain pada Via dan bisa saja mereka menyakitinya. Drea juga kemungkinan sudah ada di sana”


“Baik Tuan” Sahut si bodyguard sigap.


Daddy Dewa sudah selesai berbicara di telepon.


“R sedang menemui Danang. Andrew sedang mengurus keluarganya Danang dan anak gadis dan suaminya perempuan biadab Dilara itu”


Daddy Dewa mengatakan apa yang barusan dibicarakannya dalam saluran telepon dengan Poppa.


“Andrew bilang, kita harus memastikan keberadaan Little Star dan Via terlebih dahulu disana. Termasuk itu si Dilara”


Papi John manggut – manggut. “Okelah. Kita sampai dulu ketempat dimana mereka membawa Via” Ucap Papi John. “Tambah kecepatan Pray!”


Bodyguard yang sedang menyetir itupun langsung menyahut sigap dan menambah kecepatan, sembari memperhatikan jalanan dengan seksama, karena ia harus menyalip sana sini dikarenakan mereka sedang tidak menggunakan pengawalan tambahan.


“Di, kalau orang yang sudah ada di Marina menemukan jalan masuk lain, suruh mereka tetap ditempatnya sampai


kita datang”


Papi John berkata pada Bodyguard yang pertama.


“Baik Tuan!”


**


SPOILER


“VI!”


“DREA?!”


“Aku baik kan?. Kamu ga kesepian jadinya karena aku bawa saudara kamu untuk pergi bersama ke Rusia. Tubuh kalian pasti akan membuat para pengusaha kaya raya yang mata keranjang disana pasti akan meneteskan liurnya. Dan mereka tidak akan segan merogoh kocek mereka dalam – dalam untuk membeli kalian dan menjadikan kalian simpanan”


“LO MEMANG PEREMPUAN IBLIS!!”


“HEY! JAGA MULUT KAMU!”


“Hahahaha!!.. Kalau iya memang kenapa?”


“Apa anak lo, juga lo jual dan jadi salah satu simpanan orang kaya yang lebih kaya dari lo??”


“Apa kamu bilang?!”


“Gue bilang, apa anak lo juga salah satu pe**cur yang....”


PLAK!


“Drea!....”


“Jangan lancang kamu! Sekalipun kamu bisa berharga sangat mahal, tapi aku tidak akan segan memberi kamu pelajaran kalau sampai berani kamu menyinggung anakku lagi!!”


“Oh, berarti dia germo seperti ibunya?”


PLAK! PLAK!


“KURANG AJAR!!”


“HENTIKAN!! ....”


“......”


“Drea....”


“AAKKHHH!!!!”


“IBU!!!!”


***


To be continue...

__ADS_1


__ADS_2