THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 164


__ADS_3

 ANUGERAH YANG INDAH 


****


Selamat membaca ....


****


Waktu bergulir, kandungan Fania dan Fabiana sudah memasuki bulan ketiga. Duo F itu mempunyai usia kandungan yang kurang lebih sama secara kebetulan.


( Bisa – bisaan Author nye aja sih itu biar kaga keder ).


Keluarga Cemara, beserta Prita, John dan The Twins sudah kembali ke Indonesia sejak sebulan yang lalu. Begitupun dua J versi couple beserta Nathan dan Ibu Yuna.


Sementara Michelle, Dewa dan Mika sedang pergi ke Jerman, karena Dewa sudah mulai lagi aktif di bisnis restorannya.


Sisanya masih bertahan di Mansion Utama yang berada di London.


Baik Fania, Andrew, Reno dan Ara beserta Mama Anye, memutuskan untuk tinggal di Mansion Utama, dan hanya


mengunjungi kediaman pribadi mereka sesekali saja.


Lucca dan Fabiana nyatanya juga memutuskan untuk tetap tinggal di Mansion Utama, karena selain permintaan Mom, Lucca merasa itu pun baik untuk Fabiana yang saat ini sedang mengandung seperti Fania jika mereka tinggal bersama keluarga yang menyayangi dan perduli pada mereka.


Karena jika mereka kembali ke Italia, Fabiana akan merasa kesepian, selain Lucca khawatir karena Mansion di Italia hanya ditinggali oleh mereka berdua, selain orang – orang yang bekerja disana. Sudah cukup rasanya bagi Lucca, untuk hidup menyendiri selama ini bersama Fabiana. Terlebih lagi sekarang Fabiana sedang hamil.


Dan Lucca menerima saran Mom dan Dad beserta saudara laki – lakinya yang lain agar dia dan Fabiana tetap tinggal di Mansion Utama Keluarga Adjieran Smith yang berada di London, toh Fabiana juga terlihat amat bahagia berada disana.


Berada ditengah – tengah keluarga baru yang sebenarnya tak baru juga bagi Lucca, hanya saja Lucca dan keluarga angkatnya menjadi lebih dekat sekarang, sejak insiden beberapa bulan lalu dan sejak Dad Anthony mengumumkan statusnya ke khalayak ramai sebagai putra angkatnya yang resmi, Lucca merasakan arti yang lain dalam kehidupannya.


Bahagia. Itu saja, satu kata yang berarti banyak hal. Keluarga baru, saudara laki – laki yang kadang kurang ajar namun begitu solid dan perhatian. Begitu juga istri – istri mereka.


Hal yang menjadi alasan untuk Lucca mengingat Tuhan selain Fabiana dan calon anak mereka. Berterima kasih pada Dzat pemilik alam dan seisinya itu, karena menghadiahkan keluarga barunya yang perhatian itu di hidup Lucca.


**


“Apa aku akan mempunyai adik kembar, Momma?.”


Fania tersenyum mendengar pertanyaan Andrea saat ia dan putrinya itu beserta Andrew sedang bercengkrama bertiga di kamar pribadi Poppa dan Momma.


“Are you really want twins sister or brother, Sweety? ( Apa kamu sangat menginginkan adik kembar, Sayang?


).”


“Not really Poppa ( Tidak juga Poppa ). I’m just asking ( Aku hanya bertanya ).”


Fania dan Andrew tersenyum memandangi putri pertama mereka itu.


“Apa Andrea akan kecewa jika adik Andrea dalam perut Momma ini tidak kembar?.” Tanya Fania sambil membelai kepala Andrea.


Andrea pun menggeleng dengan wajahnya yang menggemaskan. “Tidak kok, Momma. Aku akan sayang pada adik aku nanti meskipun dia hanya satu, tidak kembar. Lagipula aku juga akan dapat satu lagi dari Mommy Fabiana.”


Andrew yang gemas pada putrinya itu langsung merengkuh Andrea dalam pelukannya. “That’s Poppa and Momma Princess ( Itu baru putrinya Poppa dan Momma ).” Andrew menciumi wajah Andrea dengan gemasnya. Fania tersenyum lebar melihat pemandangan didepannya itu saat ini.


Sesuatu yang amat sangat Fania syukuri hingga detik ini.

__ADS_1


***


Mom dan Dad lebih berbahagia mungkin diantara seluruh anggota keluarga mereka. Selain Lucca kini sudah mau berbaur dengan mereka, dan dua orang tua itu akan sekaligus mendapatkan lagi dua cucu baru untuk meramaikan masa tua mereka.


“Mom.”


“Yes, Fab?.” Sahut Mom pada Fabiana. “Do you want something? ( Apa kamu ingin sesuatu? ).”


“No, Mom. I’m fine ( Engga, Mom. Aku ga ingin apa – apa ).”


“Is your husband still sulking because you are still ‘restricted’? ( Apa suamimu masih merajuk karena kamu masih ‘terlarang’? ).” Fabiana langsung terkekeh mendengar pertanyaan Mom.


“A little bit... ( Sedikit ).”


Fabiana dan Mom masih terkikik.


”You and Lucca are not planning to go back to Italy don’t you? ( Kamu dan Lucca tidak berencana untuk kembali ke Italia, kan? ).” Tanya Mom.


“No.. but, is it really okay if me and Lucca staying here this long?. Even Lucca said untill our baby will born ( Tidak....tapi, apa betul tidak apa – apa jika aku dan Lucca tinggal disini begitu lama seperti ini?. Bahkan Lucca bilang sampai bayi kami lahir ). Or even more ( Arau bahkan lebih ).”


“Fabiana..” Ucap Mom sambil merengkuh bahu Fabiana. “You don’t need to feel loath about that ... here, is your family. Which means, I’m your Mom and Anthony is your Dad ....... ( Kamu tidak perlu merasa sungkan untuk itu, disini adalah keluargamu. Yang berarti, aku ini Ibumu dan Anthony adalah ayahmu).”


“Thank you Mom ...”


“You are very welcome, My Dear.” Sahut Mom.


“Me and Lucca are so lucky. Lucca is so lucky to find this family who accepted him like this so well. Sincere and full of affection. And I feel also lucky to be Lucca’s wife, so I also have a chance to be with all of you here..”


“( Aku dan Lucca begitu beruntung. Lucca beruntung bisa menemukan keluarga ini dan menerimanya seperti ini dengan begitu baik. Tulus dan penuh kasih sayang. Dan aku merasa beruntung menjadi istrinya Lucca, karena aku juga punya kesempatan untuk bersama dengan kalian semua disini )..”


“All of us are lucky.... to have this family. And you also Lucca is part of that now ( Kita semua beruntung.. bisa memiliki keluarga ini. Dan kamu juga Lucca adalah bagian didalamnya sekarang ). Another blessed from God for me and Anthony ( Satu berkah lagi dari Tuhan untukku dan Anthony ).”


Fabiana pun tersenyum dalam pelukan Mom.


“Thank you, Mom. I feel blessed too. Very ( Terima kasih, Mom. Aku pun merasa diberkati juga. Sangat ).”


**


 “Apa hasil tes kelas akselerasi kamu sudah keluar, cucu Oma?.”


Mama Anye bertanya pada Varen saat ia bersama seluruh keluarga Adjieran Smith yang berada di London, kini sudah berkumpul selepas makan malam.


“Already ( Sudah ) Oma.”


“Lulus?.” Tanya Mama Anye.


“Tentu saja aku lulus Oma.” Ucap Varen percaya diri. “Oma lupa kalau aku jenius?.”


Mama Anye dan mereka yang bersamanya pun terkekeh melihat gaya Varen yang menirukan Reno bila sedang membanggakan dirinya itu.


‘Anaknya Reno Aditama Smith ga ada yang terbuang.’ Batin Ara yang juga terkekeh sambil ia pun geleng – geleng


dengan tersenyum. “Anak siapa??.”


“My son, of course! ( Anak aku lah! ).” Bapaknya Varen ikutan pongah.

__ADS_1


“Tentu saja ..” Sahut Mama Anye. “Sama pede dan sombongnya ..” Ucapnya lagi sambil terkekeh yang diikuti semua orang.


“So it means, Varen will go to college earlier?.. ( Jadi artinya, Varen akan kuliah lebih cepat dong ya? .. ).”


“Iya Sweety.” Sahut Ara atas pertanyaan Fania.


“Apa Varen juga akan tinggal di asrama untuk anak – anak yang kecerdasannya kurang lebih sama dia juga?.” Tanya Fania. “Kalau ga salah memang disediakan dan disarankan untuk belajar disana kan?.” Sambung Fania lagi.


“Are you going to send him there, R? ( Apa lo akan mengirimnya kesana, R? ).”


“Terserah Varen. Jika dia mau ya ga masalah, tidak pun juga ga masalah.”


“I agree ( Aku setuju ).” Sahut Dad atas ucapan Reno. “Give Varen right to choose... ( Berikan Varen hak untuk memilih... ).”


“Mom also agree with Dad ( Mom juga setuju dengan Dad ).”


Mom menimpali, dan lainnya manggut – manggut setuju. Sambil sesekali memperhatikan Varen dan Andrea yang sedang bermain bersama.


“Can I choose to stay here and not go to the Ashram? ( Bolehkah aku memilih untuk tinggal disini dan tidak pergi ke Asrama? ).” Si Abang berkata seraya bertanya dan meminta persetujuan. “Aku tidak suka berada dengan orang – orang yang bukan keluargaku. Lagipula aku tidak mau jauh – jauh dari kalian.” Sambungnya.


Semua orang menoleh dan memandangi Varen dengan tersenyum yang sedang bermain UNO berdua dengan Andrea yang nampak asik itu.


“Kalau aku pergi ke Asrama, nanti Andrea kesepian.” Ucap Varen. “Nathan kan sudah kembali ke Jakarta dan sudah mulai sekolah disana, jadi akan lama jika kami bisa main sama – sama lagi.” Sambung Varen yang sekarang bicara sambil memandangi para orang tua dan kakek  neneknya yang juga sedang menatapnya itu, termasuk Lucca dan Fabiana yang sudah sedikit – sedikit mengerti Bahasa.


“Dia dewasa sebelum waktunya gue rasa.” Bisik Andrew pada Reno yang melihat Varen berbicara nampak serius


itu. Reno terkekeh kecil mendengarnya.


“Tenang saja, Abang. Aku sudah bisa sendiri kok. Nanti aku kan ada teman kalau adik dari perut Momma dan Mommy Fabi lahir. Abang kalau mau sekolah yang jauh tidak apa – apa. Aku sudah berani tidur sendiri.” Cerocos Andrea. “Lagipula, kan aku sudah besar, jadi ga boleh lagi satu kamar dengan Abang.”


Varen pun tersenyum sambil membelai sayang kepala Andrea yang kemudian asik lagi bermain dengan kartu – kartu UNO ditangannya.


Dan para orang dewasa yang berada didekat dua bocah itu pun tersenyum lebar melihat interaksi kedua bocah tersebut yang tak hanya akrab, namun nampak memang saling menyayangi satu sama lain.


Terlebih Varen yang memang berusia paling tua dari saudara – saudaranya yang lain.


Selain pembawaan Varen yang memang jauh lebih dewasa dari anak seumurnya, Varen memang nampak sekali begitu menyayangi Andrea daripada saudara – saudaranya yang lain.


“Aku tidak mau meninggalkan Andrea sendirian. Karena aku juga tidak bisa jauh – jauh dari Andrea .. Aku tidak bisa.”


Uwewww


“Waduh ..” Celetuk Ara pelan , namun terdengar oleh para orang dewasa yang lain yang juga cekikikan.


“Itu maksudnya si Varen nembak anak kita, D?.” Tanya Fania polos dan asal membuat Andrew makin cekikikan.


“Sepertinya begitu.” Sahut Andrew dan para orang dewasa itu pun cekikikan sambil kasak –kusuk.


“Wah, parah banget Kak Reno ama Ibu Peri anaknya. Anak gue udeh diteppin dari kecil.” Celetuk Fania lagi. ‘Masa


iye si Drea ngikutin jejak gue yang kaga punya pacar selain bapaknya yang botak ini?.....’


*


To be continue......*

__ADS_1


__ADS_2