THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 11


__ADS_3

💗 YANG DINANTI 💗 Bagian 1


Selamat membaca...


 


Indonesia


“Tapi tadi pagi Non Prita telfon emang. Titip pesen buat Tuan John.” Ucap bi Minah.


John langsung antusias mendengarnya.


“Terus dia bilang apa, Bi?.” John meraih kedua lengan wanita paruh baya yang sempat kaget karena John memegangnya.


“Anu Tuan John, Non Prita bilang. Tuan John jangan cari – cari dia lagi....”


John melepaskan pegangan tangannya dari lengan Bi Minah, wajahnya berubah sendu.


“Oh.”


***


Pagi hari di Kediaman Utama Keluarga Adjieran Smith, Jakarta.


“Kapan balik lo?.” Tanya John pada Jeff saat ia datang ke ruang makan dan si bule gila sudah duduk manis disana.


“Semalam juga.” Jawab Jeff. “Langsung balik kesini habis antar Nathan dan Jihan.”


“Oh.”


“Kenapa muka lo?.” Tanya Jeff dengan sudut bibirnya yang tertarik keatas.


“Ga ada apa – apa.”


John menjawab datar.


“Soal si Prita pasti.”


“Ck!. Udahlah ga usah bahas dia.”


Jeff memasang wajah penasaran mendengar ucapan John barusan. “Udah menyerah jadi ceritanya nih?.”


“Gue udah menyerah mencari dia.”


“Wih!. Batal mau minta maaf berarti?.”


“Gue ga akan ganggu si Prita lagi. Toh dia udah menunjukkan kalau dia ga mau berurusan sama gue lagi sejak gue melihat dia di Bandung. Jadi kalau gue kejar dan ketemu pun pasti dia punya sejuta cara untuk menghindari gue lagi.”


John bicara dengan sedikit lesu.


“Jadi ya sudah ikutin aja mau dia. Dia juga sudah meninggalkan pesan sama bi Minah supaya gue berhenti cari dia. Gue mau bilang apa?.”


“Bi Minah?.” Ucap Jeff.


John mengangguk. “Kemarin juga gue ke rumah Keluarga Cemara. Gue pikir dia ga ada lagi di apartemennya pasti dia udah ninggalin Bandung dan kemungkinan besar pulang kesana. Tapi ternyata ga ada juga disana. Dia tahu gue akan ke rumah papa sama mama di Bekasi, dan dia titip pesan begitu untuk gue lewat bi Minah. Jangan cari – cari


dia lagi katanya.”


Jeff manggut – manggut.


“Ya sudah, kalau memang mau dia begitu.” Ucap John lagi. “Kalau ketemu ya nanti gue tetap minta maaf.”


****


Seminggu kemudian


Masih di Indonesia ..


“Halo Kak, lo lagi dimana?.” Prita dalam panggilan telpon dengan Fania.


“Di Mansion.” Sahut Fania dari sebrang ponsel.


“Gue udah free nih. Kafe juga udah oke. Kapan mau peresmian?.”


“Ya gue nunggu info dari elo kan.”


“Ya udah ini makanya gue infoin. Lo atur deh schedule lo yang sebuk itu.”


“Iye gue ngomong dulu sama kakak ipar lo.”


“Masih dihukum lo sama Kak Andrew?.”


“Bukan lagi.”


“Hahahaha. Sian deh lu. Jadi orang kelewat ramah si lu, Kak. Anak orang lu kasih ijin manggil lu Mommy. Donald Bebek meradang. Udeh tau laki lo oper posesip begono Hahahaha.”


Fania terdengar mendengus disebrang telpon.


Tawa Prita masih tersisa.


“Ade kaga ada akhlak lu!.”


“Ya udeh sih lo cepetan ngomong ke Kak Andrew. Biar cepet – cepet diresmiin kafe yang disini. Kan gue jadi ada kegiatan.”


“Ya udeh, iye.”

__ADS_1


***


Mansion Keluarga Adjieran Smith, London, Inggris .....


“D ....”


Fania menyandarkan kepalanya di dada Andrew yang sedang duduk disofa dikamar mereka yang ada di Mansion.


Yang nampak sedang fokus menonton salah satu acara Tivi. “Hemmm.” Sahutan singkat seperti biasa.


“Tadi Prita telpon.”


“Terus?.”


“Dia bilang dia udah bisa fokus di kafe yang di Jakarta. Jadi tanya kapan mau peresmian.”


“Terserah kamu. Kafe kamu kan?.”


“Ya kan aku ijin dulu sama kamu, D. Ntar aku ambil keputusan sendiri, kamu marah lagi kayak waktu soal Sarah yang manggil aku Mommy tanpa permisi.”


“Aku ga marah. Aku kesal!. Kamu ingatkan lagi, jadi muncul lagi kesal aku.”


‘Wa elah segitunya Donald Bebek.’ Batin Fania sedikit menggerutu. “Iya maaf.”


“Ya udah kamu yang tentukan kapan mau buat acara peresmian kafe kamu yang di Jakarta.”


“Justru aku tanya kamu, D. Jadwal kamu di Perusahaan yang mesti aku cocokkan.”


“Kan kamu asisten pribadi aku?. Kamu yang pegang jadwal aku.” Ucap Andrew sambil merengkuh Fania.


“Apaan jadwal kamu yang kamu kasih aku isinya sebagian besar, ‘Menyenangkan hati Bos’.” Fania mencebik.


“Loh ga ada salahnya kan?. Asisten pribadi aku istri aku sendiri.”


“Ck!.” Fania berdecak.


Andrew pun terkekeh geli.


“Jadi ga ikhlas melayani suami?.”


“Ya ikhlas. Tapi ga di kantor juga.”


Andrew tergelak puas dengan hukuman yang ia berikan pada Fania yang sok akrab dengan anak seorang duda, yang membuatnya kesal setengah mati.


“Seriusan nih. Kapan kamu bisa free nemenin aku ke Jakarta?.”


“Ya nanti aku akan tanya pada Eve soal jadwal aku.”


“Atau aku sama Andrea aja yang ke Jakarta duluan?.”


“Canda....”


“Sini.” Andrew menepuk – nepuk pahanya. Si Kajol pun paham dan dia langsung beringsut keatas paha Andrew. “Sudah ngerti ya?.” Andrew menyeringai nakal.


“Iya ngerti, kalo mau minta apa – apa ke kamu harus pake de pe!.”


“Pintaarrr....”


**


Jakarta, Indonesia


Kini seluruh keluarga Adjieran Smith sudah berada di Jakarta. Termasuk Jeff yang ikut kembali ke Jakarta, karena pastinya secara otomatis membantu persiapan cara openingnya kafe si Kajol yang ada di Jakarta, selain juga untuk bertemu dengan putranya, termasuk ibunya Nathan sepertinya.


“Sudah oke semua untuk besok malam, Little F?.”


Si kakak ganteng bertanya pada adik kesayangannya yang sedang bermain bersama Andrea dan baby Mika dalam


gendongannya.


“Udah Kak.”


“Jam berapa kita kesana, Sweety?.” Tanya Ara.


“Acara jam delapan, Kak. Kalian sih nyantai aja datengnya. Kalo gue pasti dari sore atau siang udah disana.”


“Udah pokoknya kalian santai aja. Kalau soal jaga cucu, Mom sama Dad sama Mama Anye mah jagonya.”


“Papa Herman sama Mama Bela jadi kesini juga kan besok, Jol?.”


“Jadi Kak Jeff. Lo mau jemput mereka?.”


“Bukannya ga mau Jol, rencananya nanti sore gue mau berangkat ke Bandung jemput Nathan biar bisa kumpul disini.”


Fania manggut – manggut.


“Si John aja nih.”


Jeff menunjuk John.


“Sorry, Jol gue kayaknya ga bisa jemput papa Herman sama mama Bela besok. Gue ada urusan. Nanti juga paling


gue langsung datang ke kafe.” Ucap John datar. “Sorry ya.”


“Santai Kak John.” Sahut Fania. ‘Tumben biasanya getol.’

__ADS_1


“Ga mau ketemu Prita, Kak John?.” Celetuk Michelle sambil terkekeh.


“Dia yang ga mau ketemu gue.” Timpal John tanpa mengalihkan wajahnya dari tivi sambil bermain dengan konsol.


Yang lain saling pandang tanpa disadari John.


‘Tumben. Biasanya getol ke rumah Keluarga Cemara, berharap bertemu sama Prita.’


**


Hari peresmian Kafe yang bertemakan sama dengan kafenya yang di London pun tiba. Fania sudah tampil fashionable seperti biasa. Sejak sore tadi dia sudah standby bersama Andrew yang tak membiarkannya sendirian pergi ke kafe. Si Donald Bebek trauma kayaknya. Nanti bukan anak kecil lagi yang nganggep si Fania ibunya, bisa jadi ada orang gila yang ngakuin Fania jadi istrinya. Wkwkwkwk.


“Heart, Prita tadi kemana?.”


“Ke salon dulu dia. Gatel palanya katanya.” Sahut Fania pada Andrew dan suaminya itu terkekeh.


“Ada yang bisa gue makan dulu ga sih?. Lapar nih. Kalau ga order lah!.”


“Wa elah Babang Reno. Itu makanan kurang banyak apa?.” Fania menunjuk ke meja prasmanan dan beberapa gubuk makanan yang tidak terlalu berat. “Kalah orang kawinan juga ama acara kafe gue.” Celetuk si Kajol sambil cekikikan.


“Ga enaklah, Sweety. Itu kan untuk para tamu nanti.”


“Ya elah, Kak Ara masih kaku aje kek sapu ijuk. Ga bakal kurang juga itu makanan semua kalo kita orang makan duluan. Lagian bumil sebanyak ape sih makannya?.”


“Ya udah ayo kita makan dulu.”


“Okelah.” Sahut Reno yang kemudian menggandeng Ara untuk mengambil makanan.


“Wow. Acara belum mulai udah makan aja kalian.” John datang menghampiri keempat orang yang sudah duduk dimeja kafe dengan masing – masing piring berisikan makanan.


“Makan Kak John.”


“Iya ah, gue juga kebetulan lapar ini.” Sahut John yang kemudian juga melangkah menuju meja prasmanan. ‘Ga


datang juga dia ternyata peresmian disini.’


“John mana Jeff?.” Tanya Andrew.


“Sudah on the way katanya. Habis membujuk si Jihan biar ikut kesini.” Jawab John dan keempat orang yang kini didekatnya hanya manggut – manggut. “Bareng si Dewa sama Michelle juga.”


“Lo sendiri ga bawa partner, John?.”


**


Para tamu sudah berdatangan ke kafe Fania. The boyz and the girl band, sudah juga dikontrak eksklusif oleh Fania untuk menjadi penghibur tetap di kafe miliknya. Band Fania terdahulu yang membuat nama Fania sempat melambung di dunia per – kafean. Bahkan Fania pernah ditawari untuk rekaman oleh salah seorang produser dulu, saking nge hits nya itu biduan. Namun Fania tak tertarik untuk menjadi artis.


Bagi Fania menyanyi dan musik adalah kebutuhan jiwanya, bukan suatu obsesi. The Boyz n girl Band lah yang mendukungnya saat itu. Jadi anggap saja ini adalah penghargaan untuk Kak Rita sang Manajer dan band asuhannya itu yang masih solid hingga sekarang. Bahkan Prita juga kadang ikut bergabung perform bersama mereka.


“Nostalgila kitah.”


“Yoi.”


“Prita nya mana Fan?.” Tanya Kak Rita yang sudah menikah dan kini sedang hamil anak keduanya itu.


“Tar bintang tamu mah munculnya.”


“Ya udah sana tuh sambutan dulu lo!.” Ucap Kak Rita. Fania mengangguk karena si pembawa acara sudah mengundangnya keatas panggung.


“Ayo ah guys, sekalian kalian standby. Kita langsung perform abis gue cuap – cuap.”


“Centil ga ilang – ilang.” Celetuk Sam.


“Abang Andrew suka kalo gue centil. Iya kan Donald Bebekku sayang?.”


“Yang sabar ya Tuan Andrew.”


Andrew terkekeh.


*****


“Fan, bukannya opening song lo mau perform sama si Prita?.” Tanya Kiki selepas Fania cuap – cuap.


“Iye ntar juga nongol.” Sahut Fania. “Hit it lah!.”


“Oke!.” Para pemain band sudah melantunkan melodi sebuah lagu bergenre American Catchy Pop Song yang sudah pasti dikenal khalayak dipilih untuk membuka malam peresmian Kafe Fania di Jakarta ini.


đŸŽ¶Come a little closer 'cause you looking thirsty / I'ma make it better, sip it like a SlurpeeđŸŽ¶


Fania sudah mengeluarkan suaranya, menyesuaikan dengan lagu yang sedikit centil seperti dirinya itu.


đŸŽ¶Snow cone chilly / Get it free like Willy / In the jeans like Billie / You be poppin' like a wheelieđŸŽ¶


Ada satu suara lagi yang menyambung suara Fania, namun sosoknya tidak nampak dipanggung.


****


Sapa tuuuhhh ...


 


Bersambung ...


LIKE, VOTE dan KOMENNYA selalu Othor tungguin.


Loph Loph

__ADS_1


__ADS_2