
NATHAN AND HIS BIG SECRET
( Nathan dan Rahasia Besarnya )
Selamat membaca ...
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
“Permisi ...”
“Ya?”
“Kamu, Kevia?”
“Iya ....”
“Hai! ....”
( Andrea mengulurkan tangannya untuk berjabat, berikut sapaan ramah dengan senyuman )
“Hai”
( Wanita bernama Kevia itu menyambut uluran tangan Andrea sembari berdiri dari duduknya ).
“Maaf, kamu siapa?” ( Tanya Kevia ).
“Aku Andrea”
“Andrea....”
“Andrea Smith. Adiknya Nathan. Kenal kan dengan Nathan?”
“Nathan?”
“Jonathan Smith. Tahu kan?”
“Iya tahu. Pernah kenal”
- - -
( Andrea sudah duduk bersebrangan dengan wanita bernama Kevia yang dihampirinya, setelah wanita itu
mempersilahkannya duduk dengan sopan ).
“Makan?”
( Kevia menawarkan sembari tersenyum ramah saat makanan pesanannya datang ).
“Iya, silahkan. Aku juga sudah memesan”
“Aku makan duluan kalau begitu”
( Andrea mengangguk sembari tersenyum ).
( Makanan Andrea pun tak lama datang. Ammar yang mengantarkan padanya, lalu disuruhnya menjauh lagi oleh Andrea ).
“Kamu, bagaimana tahu aku?. Kurasa kita tidak pernah bertemu sebelumnya” ( Kevia menjeda makanannya ).
“Aku tahu kamu dari foto yang ada di ponsel Nathan”
“Oh”
“Termasuk story kamu”
( Kevia nampak sedikit terhenyak. Namun kemudian dia tersenyum ).
“Oh ya? Yang mana?”
“Story kamu dan Nathan”
“Oh” ( Jawab Kevia dengan tenangnya, dengan senyum yang selalu ditunjukkannya pada Andrea sejak mereka
mulai bercakap ). “Jo yang cerita?” ( Tanya Kevia, menatap Andrea sebentar lalu menyuap kembali makanannya ).
“Bukan”
“Lalu dari siapa?” ( Tanya Kevia lagi ).
“Kak Rendy”
“Rendy Ivander, Dokter Jantung, anak Dokter Alan Ivander?”
“Iya”
“Kamu kenal dengan Kak Rendy juga?” ( Kevia masih bertanya, Andrea mengangguk sambil memakan juga makanannya dan memperhatikan wanita yang cantik natural dan begitu tenang ).
“Kak Rendy teman suami aku. Orang tuanya kenal baik dengan keluargaku juga”
“Hmm ..”
( Kevia manggut – manggut ).
“Jadi Kak Rendy sudah tahu, kalau aku dan Jo pernah berhubungan?”
“Mungkin belum. Aku hanya memastikan waktu itu. Aku mengenali wajah kamu saat kamu bertemu dengan Kak
__ADS_1
Rendy di Coffee Shop Rumah Sakit saat aku dan suamiku hendak pulang. Makanya aku mencari tahu, karena hafal wajah kamu yang aku lihat di ponselnya Nathan.”
“Hmm ..”
“Aku pernah mendengar cerita kamu, dulu. Saat kamu pergi menghilang dan papa kamu mencari kamu”
“Oh iya, Pak Mustafa kan kenal ya dengan keluarga kalian”
( Andrea terdiam sesaat sembari memandangi Kevia yang menyebut ayahnya dengan sebutan ‘Pak’ ).
“Aku tidak terlalu mengenal om Mustafa, tidak juga ingin bertanya tentang masalah keluarga kalian. Ada hal lain yang mau aku tanyakan”
“Apa?”
“Tentang kamu dan Nathan”
( Kevia terdiam sesaat )
“Apa yang mau kamu tanyakan?”
“Tentang sejauh mana hubungan kalian. Maaf, jika pertanyaan ini sedikit atau sangat pribadi untuk kamu”
“Kami pernah pacaran” ( Sahut Kevia dengan tenangnya sembari memandang Andrea ). “Tidak lama tapi” ( Sambung Kevia ).
“Lalu?”
“Apanya?”
“Sejauh mana?”
“........”
“Maaf, tapi Kak Rendy bilang kamu hamil saat kelas dua SMA?. Apa itu benar?” ( Andrea bertanya ragu – ragu, takut Kevia merasa tidak nyaman dan tersinggung dengan pertanyaannya ). "Maaf kalau aku lancang"
( Namun wanita itu tersenyum dengan tenang dan teduhnya ).
“Iya, benar”
“Apa ....”
“Anaknya Jo”
*****
“CUKUP!”
“APANYA YANG CUKUP?! CUKUP ITU UNTUK KELAKUAN LO, SEORANG BA**NGAN YANG SUDAH MERUSAK SEORANG CEWE SAMPAI DIA HAMIL! IYA KAN?!”
Nathan benar benar menelan ludahnya. Memandang pada Andrea dengan segala keterkejutannya. Bagaimana Andrea tahu, sementara Nathan tidak pernah cerita pada siapapun kecuali hatinya. Andrea dan Kevia pun tidak saling kenal juga bahkan tidak pernah saling bertemu, mengobrol walau lewat pesan atau telpon pun tidak.
Jadi bagaimana Andrea tahu? Tentang apa yang dirinya simpan selama kurang lebih empat tahun ini dengan begitu rapat? – Nathan dengan pikirannya.
“Lo ...”
melanjutkan kalimatnya. “Jawab Than! Bener kan?”
“Bukan urusan lo itu, Drea...”
“Tega lo ya Than?. Lo tega membiarkan Kevia luntang – lantung diluaran sementara lo hidup senang disini,
setelah apa yang sudah lo lakukan sama dia? Se-pengecut dan se-ba**jingan itu ternyata, lo Than?”
“Cukup Drea, Cukup gue bilang!”
“MANA BISA CUKUP KALO KAKAK YANG GUE KAGUMI, SAMPAI BERLAKU RENDAHAN SEPERTI ITU?!”
“Hey, Hey, Little Star .....”
Varen datang dengan tergesa setelah mendengar suara teriakan Andrea yang lebih keras dari sebelumnya,
setelah lamat – lamat Varen dengar dari ruang kerja utama.
“MANA BISA CUKUP KALAU SAMPAI ADA PEREMPUAN YANG SUDAH LO RUSAK HINGGA HAMIL DAN LO ABAIKAN BEGITU SAJA SAMPAI DIA HARIS MENJALANI HIDUP YANG GA SEHARUSNYA DI LUAR SANA HAH?!!”
“A-pa..??” Varen syok mendengar ucapan Andrea sembari memeluk istri kecilnya yang matanya mulai memerah
berikut air mata yang turun ke pipinya. “Th-an..??? Benar itu Than?..”
Nathan membeku ditempatnya. Mulutnya bungkam, dengan matanya yang mulai memerah dan berkaca – kaca.
“Punya hati ga sih lo Tan? .. Cukup itu kalau lo ga lari dari tanggung jawab! Cukup itu kalau saat lo tahu Kevia hamil lo bukannya.....”
“A – pa?? ..”
Suara itu membuat Nathan, Andrea dan Varen seketika menoleh. Mama Jihan disana, berdiri dengan wajah yang
terkejut bukan main. Syok, menatap Nathan dengan tatapan yang sangat sukar dilukiskan.
Mama Jihan juga membeku ditempatnya. Tak hanya dia, tetapi juga Daddy Jeff, berikut juga keluarganya yang lain yang sudah berada di kamar Nathan maupun diambang pintu kamarnya. Wajah Nathan jangan ditanya rautnya.
“Benar.. itu Nathan? ....”
“Ma ....”
“Mama tanya, benar? apa yang tadi Drea ucapkan?!” Mama Jihan sudah berada didepan Nathan. Mencengkram keras kedua lengan putra sulungnya itu sembari mengguncangnya.
Nathan menelan keras ludahnya, memandangi sang Mama yang sudah menurunkan air mata dan memandanginya
dengan frustasi.
__ADS_1
“JAWAB!”
Nathan memucat, pun ia tercekat.
“Jawab Than.. gue yang salah bicara dan asal menuduh, atau semua itu benar? Kevia kabur bukan hanya masalah
keluarganya, tapi karena lo sudah menghamili dia!” Andrea kembali bersuara, dengan Varen yang mendekapnya.
“JONATHAN SMITH! JAWAB!” Mama Jihan kian histeris, Daddy Jeff memeganginya.
Mama Jihan limbung dalam berdirinya, saat putra sulungnya itu tertunduk dan mengangguk lesu.
“ASTAGFIRULLAH NATHAAAANN!!!....”
Kian histeris lah Mama Jihan kini memandangi Nathan dengan amarah yang bercampur luka. Kemudian luruh dalam tangisnya. Aina hendak mendekati sang Mama, gadis kecil itu menangis melihat sang Mama yang nampak histeris. Namun Nenek Yuna segera menggendongnya, bersama Mami Prita membawa para adik menuju kamarnya, dibantu juga oleh Mika.
“Aku..”
PLAK!
Tangan Mama Jihan mendarat di pipi Nathan dengan begitu kencangnya. Daddy Jeff memekik.
“Ji!...” Daddy Jeff mendekap istrinya yang luruh dalam tangis dan kehisterisannya.
Andrea, Varen dan Papi yang berada disitu terpaku membisu melihat Mama Jihan yang histeris dan melayangkan
tamparannya ke pipi Nathan dengan kencangnya. Andrea merasa tak enak sebenarnya, tapi apa yang sudah Nathan lakukan adalah sebuah kesalahan besar bukan?.
Nathan perlu diberi pelajaran, karena Kevia rasanya butuh keadilan dari tindakan tidak bertanggung jawabnya Nathan.
Meski wanita bernama Kevia itu sendiri nampak tidak lagi mempermasalahkan.
**
“Maaf, tapi Kak Rendy bilang kamu hamil saat kelas dua SMA?. Apa itu benar?”
“Iya, benar”
“Apa ....”
“Anaknya Jo”
“Ya Tuhaann....”
“Kenakalan masa remaja..”
“Jadi kamu pergi karena itu?
“Salah satunya”
“Kenapa tidak memaksa Nathan untuk bertanggung jawab? Jika kamu datang mendatangi kami, setidaknya kamu
tidak perlu sulit seperti selama ini”
“Aku tidak mau memaksa seseorang yang tidak siap menjadi ayah. Itu saja”
**
“Kita bicara dibawah”
Daddy Jeff bersuara. Masih mendekap Mama Jihan yang sudah menangis dalam dekapannya.
Disaat kemudian, Daddy Dewa dan Mom Ichel datang bergabung dengan wajah penuh tanda tanya.
Entah bagaimana dilukiskan hati Jeff saat ini. Sejarah seolah terulang, membuat hati Daddy Jeff terasa te - remat, ada kecewa dan penyesalan disana. Kecewa pada sang Putra, dan penyesalan untuk dirinya. Karma – kah?
Daddy Jeff merasa gagal, gagal sebagai seorang Ayah untuk Nathan. Fakta tentang Nathan dan apa yang
sudah ia lakukan dan putranya itu bungkam, bahkan sikapnya selama ini seperti biasanya. Sungguh tak ada yang membuat curiga, adalah kegagalan yang Daddy Jeff rasa.
Kenapa Nathan harus mengikuti jejak keburukan atas kelakuannya dimasa lalu?. Tapi parahnya, Nathan seolah sengaja lepas tanggung jawab, jika terngiang lagi ucapan Andrea, penggambarannya seperti itu.
Pacaran Nathan sudah kejauhan, sampai menghamili anak orang, lepas tanggung jawab, hingga gadis yang
dihamili Nathan itu kemudian pergi dan menghilang, karena aib yang ditorehkan Nathan padanya.
Tak hanya Mama Jihan yang sudah memang terlihat begitu syok. Daddy Jeff pun terguncang.
**
Waktu makan malam tiba, tapi Nathan dan semua yang seharusnya berada duduk di ruang makan dalam Kediaman
Utama tidak berkumpul disana. Perut mereka rasanya kenyang sudah.
Para adik termasuk Mika, dibawakan makanannya ke kamar mereka. Sementara tiga kakak dan lima orang dewasa kini sudah berada di ruang keluarga.
Nathan seolah sedang berada dalam persidangan. Persidangan atas kesalahan dan dosanya, yang tadi dikuak
Andrea. Namun Nathan tak marah pada Andrea. Sudah pasrah, mungkin memang sudah saatnya.
Toh beban itu pun Nathan rasa.
Perasaan bersalahnya pada Kevia, berikut penyesalannya namun belum ia tunjukkan penyesalan itu dengan tindakan. Sedih saat tahu Kevia pergi, tak putus juga Nathan mencari, namun ia berusaha sendiri. Tak mencoba meminta bantuan para Daddies atau bahkan si Abang yang pastinya bisa dengan mudah membantu menemukan Kevia yang Nathan cari – cari.
Semata – mata karena Nathan belum siap. – alibinya. Jika orang tua dan keluarganya tahu, yah seperti apa yang Andrea bilang, betapa ba**ngannya ia. Atas apa yang sudah Nathan lakukan pada Kevia, Nathan pun membenci dirinya. Yang sanggup menutupi keburukannya yang teramat sangat dengan menunjukkan sikap yang sangat biasa dihadapan mereka.
Empat tahun ia bungkam atas tindakannya yang menghamili seorang gadis, lalu saat gadis itu pergi Nathan
seolah mengabaikan – pengecut bukan?. Nathan cukup sadar atas itu. Kalau dirinya memang pengecut dan bangan, seperti yang Andrea bilang.
__ADS_1
To be continue ...