THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 250


__ADS_3

YANG TERSEMBUNYI


******************************


Selamat membaca ....


“Dad”


“Hem?”


“Aku mau bicara tapi Dad jangan tersinggung”


“Apa pria tua itu sudah mati?”


 “Dad tidak bertanya apa ada kekacauan yang terjadi saat aku mengunjungi kakek Peter di rumahnya?”


“Memang ada kekacauan?. Setahuku tidak”


“Kupikir kau tidak perduli. Tapi mencari tahu juga? Kepo, hem?”


“Cih! Aku memastikan kalau Little Star tidak kenapa – napa. Karena aku akan langsung terbang kesana untuk


membantai mereka jika mereka cari gara – gara, terlebih menyakiti Little Star! ....”


“Ya ya ya”


“....”


“Dad ....”


“Hem?”


“Dia merindukanmu ....”


Klik


“Hish!”


Varen mendengus sebal kala hubungan telponnya diputuskan sepihak oleh sang Daddy.


***


Waktu yang lampau..


“R, Drew”


“Yap?”


“Irvin is dead. (Irvin meninggal)”


“So?”


“Do you still want to continue your plan to give Inggrid a lesson, R?. (Apa lo masih mau melanjutkan rencana lo untuk memberikan Inggrid pelajaran?)”


“Still. (Masih). Tak bisa diganggu gugat”


“........”


“Peter and his f*****’n bitchy wife have to pay what they have done to Bunda. (Peter dan istri j****g sialannya harus membayar apa yang sudah mereka lakukan pada Bunda)”


“....”


“Kematian satu anak b*****an mereka\, baru untuk membayar kehilangan Fania dan Andrew atas bayi mereka.... apa yang akan gue lakukan ke Inggrid\, untuk membayar apa yang sudah mereka lakukan pada Bunda. Itu belum seberapa ...”


******


“Son..”***


“Yes, Dad?”


“May I say my opinion?. (Bolehkah aku sampaikan pendapatku?)”


“Sure, Dad. No need to ask my permission for that. (Tentu, Dad. Tidak perlu meminta ijin ku untuk itu)”


“Huuum ..”


“......”


“About what you did to Inggrid ... make it enough son ... (Tentang apa yang kamu lakukan pada Inggrid .... cukupkanlah nak) ...”


“....”


“Irvin’s Dead... make your Dad.. (Kematian Irvin ... membuat ayahmu)...”


“I don’t admit him as my Dad. (Aku tidak mengakuinya sebagai ayahku). Jika Dad lupa aku sudah membuangnya”


“Okay ...”


“.....”


“Look, Peter and his wife already got the very difficulties life all this time, you take everything from them. (Dengar, Peter dan istrinya sudah hidup dengan sangat sulit selama ini, kamu sudah mengambil segalanya dari mereka)”


“I took Aditama’s assets. Take back, preciesly. (Aku mengambil aset – aset keluarga Aditama. Mengambil kembali, lebih tepatnya)”


“I understand, son .. But I think that’s enough. (Aku mengerti, nak... Tapi aku rasa itu sudah cukup) To give them lessons. (Untuk memberikan mereka pelajaran)”


“....”


“They don’t even have a house now. (Mereka bahkan tidak punya rumah sekarang) ... they lost Irvin’s before... (mereka juga sudah kehilangan Irvin)... It’s more than enough son. (Itu sudah lebih dari cukup nak)..... let Inggrid go. Free her from madam Anoushka (lepaskan Inggrid. Bebaskan dia dari madam Anoushka)”


“.....”


“Make it enough son ... let it go ... then your pain will go. (Cukupkanlah nak.. lepaskan .. maka sakitmu pun pergi) ..”


“.....”


“Dad benar R. Gue rasa itu semua sudah cukup. Hidup Uncle Peter sudah sangat sulit sekarang. Kematian si Irvin itu, meski lo ga sengaja melakukannya juga cukup membuat gue merasa puas sebenarnya sebagai bayaran atas kematian bayi gue dan Little F. Dan kematian salah satu anak brengsek nya itu gue rasa cukup menjadi pukulan untuk Uncle Peter”


“....”


“Setidaknya sekarang dia sudah tahu kuasa lo. Kematian si Irvin gue rasa sudah lumayan menghancurkannya. Lalu lo benar – benar membuatnya jatuh miskin. Mengirim Inggrid ke madam Anoushka. Perempuan itu bahkan sudah hampir gila R”

__ADS_1


“.....”


“Gue setuju dengan Dad. Gue rasa itu sudah cukup R”


“.....”


“Kalau lo memang memutuskan hubungan dengan Uncle Peter. Ya lo putuskanlah. Putus dalam arti yang sebenarnya. Jadikan dia orang asing, so lo ga perlu mengingatnya lagi. Agar tak ada lagi yang mengganjal dalam hidup lo R. Fokus sama kebahagiaan lo, Ara dan Varen, dan kita semua disini”


“Akan gue pikirkan”


****


“Reno...”***


“Tetaplah disitu, jangan berusaha mendekatiku!”


“.....”


“Ini!!!”


“...”


“Itu sekedar kompensasi karna kau pernah bekerja di Perusahaan milik keluargaku! Ambillah dan jangan pernah kau muncul lagi di hadapanku Peter Alexander!”


“Reno... ayah ..”


“Kau jangan lancang!!! Aku menganggap diriku tak berayah sejak lahir! Jadi jaga bicaramu! Ambil uang itu dan pergilah yang jauh bersama perempuan terkutuk mu dan putri sialanmu yang akan kukirimkan kembali padamu!”


“.....”


“Berterima kasihlah pada ayah dan keluarga angkatku. Karena mereka, aku berbelas kasihan padamu!”


“Baiklah .. Reno ... jika itu bisa menebus kesalahanku padamu dan ibumu akan aku lakukan seperti permintaanmu. Mungkin sudah tak berguna ... tapi ay- .. aku, maaf ... untuk segala perilaku burukku di masa lalu.....”


“Kau camkan ini baik – baik. Enyahlah sejauh mungkin bersama keluarga terkutuk mu itu! Jika berani lagi kalian mengusikku, istri dan keluargaku, maka aku takkan segan!”


***


“Dad ....”


“Hem?”


“Dia merindukanmu ....”


Klik


“Hish!”


Varen mendengus sebal kala hubungan telponnya diputuskan sepihak oleh sang Daddy.


“Dad bilang apa Abang?” Tanya Andrea yang menghampiri Varen yang ia lihat sudah selesai berbicara ditelpon dengan Daddy R itu.


“Tak mau perduli” Jawab Varen lalu menghela nafasnya. “Bahkan Dad langsung mematikan telpon saat ku bilang kakek Peter merindukannya”


“Ya sudah, mau bilang apa kita kalau Daddy seperti itu?. Kita sudah berusaha untuk membantu kakek Peter yang ingin bertemu Dad R mungkin untuk yang terakhir kalinya. Lagipula hak Dad R juga kan?. Kita tidak tahu seberapa besar dan dalam luka yang Dad R rasa karena kakek Peter”


“Iya, kamu benar Little Star”


***


Mansion Utama Keluarga Adjieran Smith, London, Inggris 


“R ..”


“Ya, Dad?”


Gappa yang baru saja turun dari kamarnya dan bergabung di ruang makan bersama mereka yang seringnya tinggal di Mansion Utama itu datang dengan raut wajah yang sukar diartikan, begitu juga Gamma.


“He’s in crucial condition. August had informed me, have you heard about it?. (Dia sedang dalam kondisi kritis.


August menginformasikannya padaku, apa kamu sudah mendengarnya?)”


Daddy R mengangguk pelan. “Abang sudah memberitahuku”


“Dia benar – benar ingin bertemu dengan kamu, Nak. Temuilah dia Nak”


“Tidak, Mom” Sanggah Daddy R dengan cepat.


“Have a mercy R, maybe for the last time.. so Peter might go with relief and peace. (Berbelas kasihanlah R, mungkin untuk yang terakhir kalinya ... mungkin Peter bisa pergi dengan kelegaan dan damai)”


“Bunda ... died with those pain.. (Bunda .. meninggal dengan luka yang ia punya) ... and that time.. she’s


not rest in peace. (dan saat itu.. dia tidak pergi dalam damai)...”


***


Seminggu kemudian ...


“Dad ....”


“Kenapa Bang?” Kembali Varen menghubungi Daddy R via panggilan telpon.


“Aku sedang berada di rumah sakit bersama Little Star”


“.....”


“Dad?”


“Urusan kalian berdua, atau urusan lain?”


“Aku hanya ingin menyampaikan ... kakek Peter menghembuskan nafas terakhirnya beberapa menit yang lalu”


***


“Ayah! Aku rangking satu lagi!”


“Wah! Wah! Anak siapa ini?”


“Anak ayah dan Bunda! Memang aku anak siapa lagi kalau bukan anak Ayah dan Bunda?”


“Hahaha.... iya iya kamu memang anak kebanggaan kami. Kesayangan Ayah sudah pasti!. Mau minta hadiah apa?”

__ADS_1


“Apapun yang ayah beri akan aku terima asal ayah dan bunda selalu menyayangiku”


“Tentu saja kami akan selalu menyayangimu, apalagi aku?”


“Benarkah?”


“Tentu! Reno Alexander kan anak kesayangan dan kebanggaan ayah!”


***


“Siapa mereka?”


“Keluargaku”


“Keluarga? Keluarga harammu?!”


Plak!


“Jaga bicaramu Reno Alexander! Aku lebih dulu bersama Indri daripada Bundamu. Tapi aku lebih dulu memilikimu bersama Bundamu”


“Jadi selama ini kau menipu Bundaku? Terkutuklah kau dan mereka! Ayah ..”


***


“Kau camkan ini baik – baik. Enyahlah sejauh mungkin bersama keluarga terkutuk mu itu! Jika berani lagi kalian mengusikku, istri dan keluargaku, maka aku takkan segan!”


“Reno ... nak ....”


“AKU BUKAN ANAKMU!”


“Ma-af...”


“Seumur hidupku aku tidak akan pernah mengakui mu! Kau simpan itu baik – baik dalam kepalamu!”


“.. meski begitu ... meski kamu tak sudi lagi menganggapku ... aku memang berlaku buruk pada almarhumah ibumu ... tapi aku menyayangimu ... meskipun kamu tak mempercayainya... aku mengerti”


“Cih!”


"Bawalah uang itu nak, ay - aku ... tak pantas menerimanya"


"Tidak perlu bersikap munafik didepanku! Aku bukan Bunda yang mudah kau tipu!"


“... Jika suatu hari .... setidaknya ada maaf walau sedikit dihatimu untukku, tolong, temuilah aku, meski aku sudah terbaring dibawah pusara...” 



“R, Om Halim bilang Uncle Peter sakit keras dan dia harus dirawat dengan menggunakan alat bantu. Tapi dia menolak di rawat di Rumah Sakit”


“Dia mati pun gue ga perduli!”



“Aku hanya ingin menyampaikan ... kakek Peter menghembuskan nafas terakhirnya beberapa menit yang lalu”


“....”


“Sedang persiapan untuk dibersihkan dan dibawa pulang. Dad... apa Dad mau melihatnya untuk yang terakhir kali?”


“Tidak”


“Hanya jasadnya Dad, dia tidak akan melihatmu di layar ponsel. Matanya sudah tertutup dan tidak akan terbuka lagi”


“Apa kau tuli? Ku bilang tidak, berarti tidak” 


***


Bandung, Jawa Barat, Indonesia.. 


“Aku tak mengerti, mengapa hatiku menyuruhku datang kesini dan kakiku pun menyetujui”


Seorang pria matang dengan berpakaian dominasi hitam berikut kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung nya, berjongkok diujung sebuah pusara, yang gundukan tanahnya masih belum dirapihkan, meski tanah itu tak lagi basah.


Taburan bunga pun masih terlihat diatasnya.


Daddy R yang sedang berada didekat pusara bertuliskan Peter Alexander. Ditemani Mommy Ara berikut Poppa, Momma, Varen, Andrea dan Val juga.


Gappa dan Gamma sempat menghadiri pemakaman Peter Alexander, karena setelah menerima kabar pria tua itu yang kritis, Gappa dan Gamma beserta Oma langsung berangkat ke Indonesia.


Gappa memang tak lagi dekat dengan Peter Alexander, tapi setelah Reno benar – benar membuangnya dan melemparkan sejumlah uang untuk ayah kandungnya itu, Gappa mengulurkan tangannya membantu agar Peter Alexander bisa memiliki bisnis yang cukup bagus agar tidak hidup melarat.


Hanya sekali itu saja, yang terakhir kalinya bantuan dari Gappa untuk Peter Alexander yang kemudian memang


berhasil mengembangkan bisnisnya, berkat bantuan Gappa dan uang yang tidak sedikit, yang diberikan Daddy R padanya sebagai sekedar kompensasi karena pernah punya andil dalam Bisnis keluarga Aditama yang sempat dikuasainya.


“Benciku belum habis padamu. Dan seharusnya aku merasa bahagia dengan kematianmu ini. Dan aku merasa bodoh dengan berada di sini sekarang...”


“Hon....” Mommy Ara meremas pelan pundak Daddy R yang terdengar menghela nafasnya dengan berat.


 “.....”


“Seharusnya.. kau tidak pernah menipu Bunda... Wanita yang begitu mencintaimu. Karena bukan hanya dia yang terluka... tapi aku juga ... kau tahu kenapa?... karena aku menyayangimu. Bahkan sampai dimana aku benar – benar memutuskan hubungan denganmu, aku masih menyayangimu. Karena saat itu, aku merasakan sakit dihatiku dengan melihat keadaanmu”


“.....”


“Kau tahu... dulu ... aku begitu bangga memiliki ayah sepertimu .... sebelum aku tahu... semua yang kau tunjukkan padaku, hanya kepalsuan .....”


“......”


“Aku tidak akan mengunjungimu lagi setelah ini. Hanya sekali ini saja, untuk yang ‘terakhir’ kalinya. Meski kita tak bertatap muka”


“.....”


“Tapi aku ...”


Daddy R terkekeh sinis, sedikit miris.


“Anggaplah aku sudah sedikit memaafkanmu...”


“....”


“Beristirahatlah dengan tenang. Ayah ... Goodbye”

__ADS_1


***


To be continue ...


__ADS_2